🛑 Makasih Buat Votenya, MINTA VOTE NYA GABUNG ALEXA ya untuk Feb dan Maret 🛑
"Kau Luna, adalah jiwa Wang Yue Lian, penyihir wanita terkuat yang dilahirkan setiap siklus Blood Moon.Aku adalah Helian, pasangan abadim dari kehidupan sebelumnya ..."
"Kau gila!"
Sebuah kalimat dari seorang penyihir jiwa berwajah malaikat yang tiba-tiba datang dan mencuri ciuman pertamaku membuat duniaku jungkir balik. Dan kenyataan bahwa kekuatan seorang pria bernama Ashleen mengincar jiwaku untuk menjadi pasangannya membuatku takut.
Sementara siklus Blood Moon menyebabkan roh-roh jahat masuk dan mengancam dunia manusia. Kami para penyihir harus bekerja sekuat tenaga melindungi dunia ini.
BOOK 2 dari The Light Protector Witch Series
Book 1. ALEXA ● Blood of Love
Book 2. AURORA ● The Blood Moon
Book 3. SOFIA ● The Cursed Diamond
Book 4. APOCALYPSE ● The Faith of Love
Karya ku yang lain sihlakan klik profile ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22. Mine!
Aku sedang berbaring sendiri di ruang perawatan sambil membaca ketika tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Daniel melongok masuk dan aku tersenyum melihatnya.
"Bagaimana keadaan mu?" Dia duduk disampingku dan perban masih terbalut di kedua lengannya. Aku mendengar cerita ayah, Daniel menemaninya bertarung sampai akhir. Dia pemimpin dan pria yang baik. Sampai kapanpun aku akan tetap menjadi temannya.
"Aku baik, cuma dipaksa istirahat oleh dokter Markel, terimakasih sudah mendampingi ayahku di pertarungan Daniel, bagaimana lukamu?"
"Cuma luka biasa, dalam beberapa hari aku bisa bergabung ke legiun lagi. Aku belum bilang terimakasih untuk menyelamatkan kami semua padamu dan Ourinko sampai kau juga harus terluka begini."
"Ini sudah tugasku. Kau tak perlu berterima kasih, kita semua saudara dan teman."
"Iya, kita semua teman... " Diam lama. Aku tak tahu harus bicara apa. Terakhir kali kami bertemu, situasi kacau, dia belum menerima kalau aku sekarang harus bersama sahabatnya, ciuman itu... Entah bagaimana dia menerimanya. Kami hanya harus berusaha menjadi teman. Hanya itu yang bisa kuberikan.
" Maaf soal ciuman kemarin, ...aku seharusnya tak menciummu..." Tiba-tiba Ourinko masuk di tengah pembicaraan. Aku dan Daniel menoleh kaget. Entah Ourinko mendengar atau tidak. Yang jelas suasana langsung menjadi canggung di kamar itu.
"Daniel ... bagaimana keadaanmu kawan."
Ourin mengambil inisiatif menyapa temannya itu pertama kali. Melakukan salam dengan menggengam tangannya.
"Ourin, aku tak apa apa , dalam beberapa hari aku bisa bergabung dengan legiun lagi. Terima kasih kau dan Aurora sudah menolong kami semua."
"Itu bukan apa apa .... kita semua adalah saudara, benarkan sayang."
"Ehh ... iya." Aku kaget, Ourinko tidak pernah memanggilku dengan panggilan sayang seperti itu didepan orang lain. Dia mendengar pembicaraan kami barusan, secara langsung dia ingin mengatakan pada Daniel bahwa aku adalah miliknya.
Diam lama, semua canggung, Ourinko memasang muka datar. Udara seperti akan menegang dalam diam di ruangan itu saat kami bertiga sama sekali tidak berbicara satu sama lain.
"Baiklah, aku harus pergi sekarang. Tadi ayah mencariku."
Aku lega Daniel memutuskan untuk keluar dari ruangan ini. "Semoga cepat pulih Aurora, Ourin aku pergi dulu." Akhirnya suasana canggung itu berakhir. Aku menghela napas lega dan tersenyum kepada Daniel.
"Terimakasih sudah menjengukku Daniel." Lebih tepatnya aku berterima kasih atas pengertian Daniel keluar dari ruangan ini.
"Tentu, sampai bertemu di legiun lagi Ourinko." Daniel berlalu sambil menutup pintu.
Tinggal aku dan Ourinko dalam kamar perawatan. Wajah Ourinko datar. Aku menduga sedikit banyak dia mendengar apa yang dikatakan Daniel.
"Kau sudah makan, akan kuambilkan sesuatu untukmu?" Ourinko tidak memandangku, dia menyibukkan diri memeriksa infus vitaminku. Aku merasa bersalah, walaupun itu terjadi sebelum aku dan dia bersama di Hubei.
"Ourin,... maaf .. " Aku mengamit tangannya. Ourinko memandangku.
"Untuk apa?"
"Untuk apa yang kau dengar barusan ... " Lama Ourinko terdiam sebelum akhirnya dia tiba tiba menaruh lengannya diatas bedku. Wajahnya dengan cepat mendekat dan bibirnya menemukan bibirku dengan menuntut. Ciuman itu terburu-buru, terasa memaksa pada awalnya, Ourinko meluapkan kecemburuannya dengan ciuman yang memaksa padaku. Walaupun akhirnya setelah beberapa saat ciuman nya melembut. Aku memegang wajahnya.
"Maafkan aku, itu terjadi sebelum kita bersama di Hubei, dia tiba-tiba menciumku saat.... " aku tak bisa meneruskan kata-kataku karena Ourin dengan cepat menciumku lagi.
"Dia memang suka memaksa.... sekali lagi dia memaksamu, aku akan menghajarnya tanpa ragu... " Ourinko berbicara sambil sedikit mengangkat wajahnya. Dan kembali menciumku kemudian.
"Kau tak perlu marah, dia tadi minta maaf padaku.... " Aku akhirnya dapat berbicara setelah ciuman panas itu berakhir, walaupun Ourinko masih mengurungku di bawah lengannya.
"Aku tak marah, aku cemburu .... aku tak suka milikku disentuh..." sementara aku merona mendengar pernyataan Ourinko.
"Aku senang bisa membuatmu cemburu Tuan Penyihir, lain kali aku akan mencobanya lagi. " aku berkata-kata sambil menyeringai lebar membuat Ourinko seketika memicingkan matanya dengan ekspresi kejam.
"Kau mau mencobanya lagi?! Tuan Penyihir ini akan menghukummu dengan berat, aku akan membuat mantra sihirku bekerja sehingga kau tak bisa memikirkan orang lain selain aku." Ourinko menghukum Aurora dengan mengigit gemas lehernya yang membuat Aurora merintih kegelian dan membuatnya menginginkan lebih dari sekedar ciuman Ourinko.
"Tapi sekarang aku lapar... " aku menahan wajah Ourinko yang menyerangku dengan ciuman panas, sambil membuat ekspresi memelas yang seketika membuat Ourinko mengerutkan alisnya.
"Kau memang perusak suasana ... " Aku tergelak dan memegang wajahnya.
"Kita ditempat umum. Bagaimana jika seseorang masuk dan memergoki kita. Itu akan memalukan. Bagaimana jika Ibu yang tiba-tiba datang, Ibuku akan mengecapmu menantu tak sopan dan tak tahu adat. Kau sanggup hidup dengan lirikan sinis Ibuku. Kau belum tahu bagaimana kata-katanya jika menyindir seseorang." Aku menguliahinya sekarang.
"Aku bisa mengunci pintunya...." Alisnya naik dengan seringai nakal.
"Dia akan terus mengetuk pintu sampai kau membukanya, dan kau akan lebih malu lagi ...." Aku juga tersenyum menang.
"Kali ini kau lolos, tapi dua hari lagi setelah kau keluar dari sini jangan harap kau lolos dari hukumanmu..."
"Kau sangat mesum!"
"Kau yang memintanya duluan. Apa kau tak ingat ...bahkan dengan tidak sabar." Dia tersenyum lebar sementara aku merasa wajahku panas.
"Itu berbeda! Pergi dari sini, aku kelaparan... Dokter akan memarahimu membiarkan aku kelaparan!"Baiklah aku sudah kalah. Sekarang giliran Ourinko tergelak.
"Tunggulah disini , aku akan mengambilkanmu makanan." Aku tersenyum lebar ketika Ourinko menurutiku akhirnya dengan terpaksa. Aku melambaikan tangannya sebagai ucapan terima kasih ke Ourinko yang segera menghilang di balik pintu.
Walaupun ini masa yang berat untukku. Memiliki Ourinko yang tenang dan selalu bisa diandalkan sebagai pendampingku dalam melewati berbagai masalah membuatku selalu tersenyum.
Mungkin setelah melewati beberapa hari ini , aku telah bersedia menyerahkan hatinya sepenuhnya kepada pangeran bermata biru itu.
Mungkin takdir kami ini adalah bagian dari perjalanan cintaku. Aku sangat mengerti bahwa dia sangat menyayangiku. Karena cuma itu yang kuperlukan.