😍Sedang dalam revisi, perbaikan tanda baca, narasi dan lainnya.😍
Season 1 & Season 2.
Warning!!!
kalau mau baca pliss dari episode awal karena kisah cinta Vino - Ran berawal dari Season 1.
Di season ke dua, author akan fokus pada kisah cinta Vino sang cassanova yang jatuh cinta pada saudara ipar sepupunya. Ran, begitu ia biasa memanggil gadis itu.
(Season 1 )
Adimas bramasta seorang duda kaya berumur 35 tahun,dia sudah dua kali gagal menikah dan kedua nya gagal di pertahankan karena ia selalu di selingkuhi. sehingga membuat nya trauma akan dunia percintaan.
setelah 8 tahun di luar Negeri, ia kembali ke Indonesia dan menggantikan posisi papa nya sebagai presdir perusahaan. lalu ia bertemu kembali dengan Fani yang dulu ia anggap sebagai keponakan nya,kini telah menjadi gadis dewasa berumur 20 tahun.
jangan luka like,vote, dan komennya ya beb😽💙 jangan lupa juga masukan nya.. biar lebih baik lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulan_zai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 22 : Garang.
Dimas melirik tangan Fani yang sedang membelai wajah nya,lalu ia kembali menatap Fani dengan senyuman bahagia.
"mmuuachh..."
Dimas mengecup lembut kening Fani.
seketika Fani langsung kaget dan tersadar dari lamunan nya.
"kamu nggak harus jawab sekarang Fani, om akan sabar menunggu kamu sampai siap"
ujar Dimas sembari mengelus kepala Fani.
"kalau Fani nggak mau?"
"om bakalan culik kamu dan bawa kamu ke pelaminan." bisik Dimas menggoda Fani.
Fani hanya tersenyum mendengar jawaban Dimas, sebenarnya ia bingung harus menjawab apa karena Fani sendiri belum yakin akan perasaannya. tetapi ntah kenapa ia juga senang mendengar ajakan itu dari Dimas.
Dimas teringat akan masalalu nya,bagaimana takdir mempertemukan dia dan Fani lewat musibah kecil.
kemudian mereka berpisah selama bertahun tahun tapi tak di sangka saat melihat Fani untuk pertama kali nya dia tak mengenali dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
...~...
Setelah satu minggu beristiarahat, Fani sudah kembali lagi bekerja.
Dimas sudah meminta Fani untuk beristirahat lebih lama lagi sampai benar benar pulih. namun Fani tidak mau dan ia tidak enak jika terus terusan merepotkan Dimas.
"ya ampum Fani???.. kok sudah masuk? memang nya sudah sembuh?" tanya Mila khawatir saat melihat Fani sudah bekerja.
"sudah buk.. aman." sahut Fani yakin.
Mila pun menyuruh Fani agar tidak terlalu banyak gerak dulu,karena ia takut Fani kenapa kenapa.
brukkk..!!!
Tiba tiba setumpuk berkas mendarat di meja Mila dengan sangat keras. siapa lagi pelaku nya kalau bukan Riko.
"nih.. analisis semua nya.! jangan sampai ada yang kelewatan." perintah Riko dengan wajah beku nya.
"pak? yang bener aja dong?? kan menganalisa berkas ini tugas bapak." bantah Mila tak terima.
"kamu bantah saya??" Riko melotot ke arah Mila.
"hhiisshhh anak kecil itu..! ingin ku lempar sepatu rasa nya tu kepala.!" gerutu Mila dalam hati sambil senyum terpaksa.
Sesaat setelah Riko berbalik,Mila mengangkat sebuah MAP dan mengayunkan nya ke arah Riko.
ia berpikiran untuk melempar Riko dengan itu saking jengkel nya.
namun Mila malah kelepasan dan melesatlah MAP hitam itu di kepala Riko.
"aduhhh!!! mampuss aku!!!.." batin Mila. ia langsung panik seketika.
Riko berbalik arah dengan wajah nya yang menyeramkan, ia kembali lagi ke arah Mila sambil terus menusuk Mila dengan tatapan nya.
"mati aku!!! mati aku..!!!" batin Mila ketakutan.
Melihat situasi itu,Fani pun mengerti dan langsung berdiri dari kursi nya yang berada tepat di belakang Mila.
"maaf pak.. saya nggak sengaja. maaf banget..
saya lagi ngelatih otot tangan saya tadi pak. tapi saya nggak lihat kalo ada bapak." tutur Fani beralasan, karena ia tahu hubungan Riko dan Mila yang seperti kucing dan anying bisa gawat kalau nggak di tengahi.
"apa? kamu yang melempar saya?!!" Riko melotot ke arah Fani.
"maaf pak,,saya nggak sengaja.." Fani memasang wajah memelas agar Riko memaafkan nya.
"kamu.!!!!"
baru saja akan memarahi Fani, Dimas dan langsung berdiri di depan Fani.
" hei.. bukan kah dia bilang tidak sengaja?! kenapa kau memarahi nya?" Dimas memasang wajah gahar nya.
Riko pun langsung bungkam dan pergi dari sana.tentu saja ia tak ingin membesarkan masalah ini,karena ia tidak mau menanggung resiko dengan Dimas yang sedang mode garang.
"maaf pak.. sebenar nya saya yang buat masalah ." tutur Mila kepada Dimas.
"Fani.. kamu ngapain sih.. hampir aja kan kamu di bantai si Riko gara gara saya." Mila memegangi tangan Fani.
"heheh... saya nggak mau ibuk berantem sama pak Riko."
"uuuuuhhh kamu sweet banget sih.. makasih yaaa" Mila memeluk Fani dengan erat.
Dimas pun kembali ke kantor nya sembari tersenyum penuh makna dan Fani juga membalas senyuman Dimas.
...~...
Saat jam makan siang Mila end geng gosip nya berkumpul seperti biasa. tampak Fani duduk di sebelah Mila dengan sepiring salad sayur di depan nya.
Fani memberanikan diri untuk bertanya kepada rekan rekan nya yang sudah berpengalaman soal dunia percintaan. berharap ia bisa menemukan titik terang tentang perasaan nya pada Dimas.
"buk.."
" iyaa??" sahut Mila.
" gimana cara mengetahui kalau kita jatuh cinta sama orang.?"
Fani bertanya malu malu.
Mila: "apa kamu sedang bingung dengan seseorang?"
Fani menganggukkan kepala nya sambil tersenyum sungkan.
"kau benar benar tidak pernah berpacaran?"
"wahhh...! kau ini sangat ketinggalan jaman."
"jaman sekarang aja bocah SD sudah berpacaran."
oceh rekan rekan nya bergantian.
Fani: "ada seseorang yang meminta saya untuk jadi kekasih nya, tapi saya sendiri bingung perasaan saya ke dia itu gimana. saya nyaman dekat sama dia, apa itu tanda nya saya juga cinta sama dia?"
"hhmmm...cinta itu ketika kamu nyaman di dekat nya, kamu selalu ingin melihat senyum nya, kamu merindukan nya setiap saat, kamu merasa sedih jika dia terluka,dan kamu juga bahagia melihat dia tersenyum. yang paling penting jantung mu selalu berdebar jika berada di dekat nya."
tutur salah satu rekan nya, ia memberi pengertian pada Fani seperti ibu yang sedang mengajari anak nya.
"benarkah??" Fani tampak tak yakin, memang Fani selalu merasakan itu semua tapi ia masih kurang yakin.
"tidak selalu begitu juga.. karena terkadang orang yang saling membenci seperti musuh bebuyutan juga bisa jadi saling cinta. jadi nggak melulu tentang keindahan,kadang benci juga bisa berubah jadi cinta." imbuh Mila dengan sangat percaya diri.
"seperti ibuk dan pak Riko?." celetuk Fani dengan wajah polos nya.
"apaa??!! hahahhaha!!!!! tidak akan.! kalaupun tinggal 1 lelaki di dunia ini aku akan lebih memilih pindah ke planet lain dari pada harus dengan nya. !"
Mila menggebu gebu terbawa perasaan kesal nya, apalagi ketika mengingat kelakuan songong Riko kepada nya. membuat Mila semakin ingin mengubur Riki hiduo hidup.
...*********...