NovelToon NovelToon
Cinta Sheila

Cinta Sheila

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:485.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Iin Nuryati

Sheila gadis yatim piatu yg diasuh dan dibesarkan oleh pamannya, harus menikah dengan Steven, anak dari sahabat baik mendiang ayahnya. Tetapi Steven sudah memiliki kekasih, Nila.

Perjodohan yg memaksa mereka berdua terikat dengan sebuah pernikahan. Akankah cinta tumbuh di antara mereka berdua, sementara sang ibu mertua begitu membenci Sheila? Bagaimana kelanjutan dari pernikahan karena perjodohan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Alex

Sheila terus memandangi jam tangannya sembari melamun. Pagi itu, tepatnya seminggu yang lalu, saat Sheila terbangun dengan berada dalam pelukan Steven suaminya. Setelah selesai berziarah ke makam almarhum kedua orang tua Sheila, Steven memberikan jam tangan itu pada Sheila.

'Jam tangan ini dilengkapi sistem GPS. Kalau suatu saat kamu dalam bahaya, atau ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, kamu harus menekan tombol di samping jam ini ya. Jam ini akan secara otomatis mengirim sinyal peringatan ke hp-ku,' kata Steven sambil memakaikan langsung jam tangan itu ke tangan Sheila.

"Woi Shei, ngelamun aja Lo dari tadi," tegur Lusia.

"Cie cie, dari tadi ngelamun sambil liatin jam dari mas su nih. Ehem, ada yang mulai tumbuh tapi bukan bunga," kata Tya berteka-teki.

"Apa tuh?" tanya Dyah ikut menggoda.

"Cinta," jawab Tya dan seketika tawa mereka mengudara.

Sheila hanya tersenyum sambil berusaha menyembunyikan rona merah di wajahnya. "Apaan sih kalian ini," elaknya.

Tiba-tiba ada seorang gadis menghampiri mereka.

"Sheila kamu dipanggil Pak Jamal disuruh ke ruangannya sekarang," kata gadis itu.

"Ada perlu apa ya?" tanya Sheila dengan kening mengkerut bingung.

"Gak tau tuh. Ditunggu sekarang katanya," jawab gadis itu lagi.

Setelah gadis itu pergi Sheila dan ketiga sahabatnya terdiam dengan pikiran masing-masing.

"Ya udah guys, aku nemuin Pak Jamal dulu ya. Penasaran juga nih ada masalah apa," pamit Sheila pada ketiga sahabatnya.

"Oke," balas ketiganya bersamaan.

"Hati-hati ya Shei," pesan Dyah.

Sheila hanya mengangguk sambil tersenyum. Dia lalu pergi meninggalkan ruang kelas menuju ke ruangan Pak Jamal di gedung belakang.

"Guys, ngerasa ada yang aneh gak sih?" tanya Lusia pada kedua sahabatnya.

"Sedikit sih," jawab Tya.

"Hari ini kita gak ada jam-nya Pak Jamal kan?" tanya Lusia lagi.

"Enggak ada," jawab Dyah.

"Lagian juga belum pernah tuh gue liat Pak Jamal sampe manggil mahasiswa ke ruangan dia, tugas aja lewat grup chat," kata Tya.

"Ruangan Pak Jamal bukannya di gedung belakang ya?" tanya Lusia lagi.

"Iya, kenapa Lus?" Dyah balik bertanya.

"Gedung belakang dekat dengan parkiran kan?"

"Ada apa sih Lus, dari tadi nanya mulu Lo," kata Tya mulai jengah.

"Feeling gue gak enak guys. Kita susulan Sheila sekarang," ajak Lusia lalu beranjak berdiri.

"Tapi sebentar lagi jam-nya Miss Novi lho," Dyah mengingatkan.

"Bodo, gue beneran khawatir ini sama Sheila. Buruan ikut gak kalian?"

Mereka bertiga lalu keluar dari kelas dan menyusul Sheila ke gedung belakang.

Ketika hampir sampai di gedung belakang yang lumayan sepi sepintas mereka melihat Alex dan kawan-kawannya masuk ke dalam mobil. Perasaan mereka semakin tidak tenang.

"Gue ke parkiran, Lo berdua ke ruangan Pak Jamal," kata Lusia yang diangguki Dyah dan Tya.

Dengan berlari Lusia menuju ke parkiran, tapi sial mobil Alex sudah pergi meninggalkan parkiran. Lusia mengumpat dengan nafas terengah.

Sesaat kemudian Dyah dan Tya datang.

"Gimana?"

"Sheila gak ada di ruangan Pak Jamal Lus," jawab Dyah dengan wajah mulai panik.

"Bahkan Pak Jamal bilang kalau beliau tidak memanggil mahasiswa untuk datang ke ruangannya," tambah Tya.

"Sialan," umpat Lusia lagi.

Lusia langsung menelpon Steven. Sementara Dyah mencoba menelpon Sheila. Cukup lama sampai akhirnya panggilannya diangkat.

"Sheila hilang bang," tembak Lusia langsung setelah Steven mengangkat telponnya.

"Apa? Kok bisa Lus?" tanya Steven panik.

Dyah menggelengkan kepalanya sebagai tanda kalau dia tidak berhasil menelpon Sheila.

"Kita ada di parkiran belakang bang. Buruan kesini, kita tungguin," kata Lusia lalu menutup panggilan telponnya setelah Steven menjawab oke.

Dengan panik Steven setengah berlari keluar dari ruangannya menuju ruangan Danny.

"Sheila hilang Dan," kata Steven panik setelah membuka pintu.

"What??? Kok bisa?"

"Ikut gue ke kampus sekarang!"

"Oke."

"Bro, bentar lagi kita meeting," Ken mengingatkan sambil berjalan masuk ke ruangan Danny.

"Tolong Lo handle dulu Ken, Sheila hilang, gue sama Danny mau ke kampus."

"Apa? Kok bisa sih?"

"Entar gue kabarin lagi. Gue serahin urusan kantor sama Lo dulu," pamit Steven lalu beranjak pergi bersama Danny.

Sejurus kemudian Steven dan Danny sudah sampai di parkiran belakang kampus.

"Bang," sapa Lusia setelah Steven dan Danny mendekat.

"Kita temui pihak keamanan sekarang, kita cek cctv," ajak Steven langsung.

Mereka semua lalu pergi menuju ruang keamanan. Tadi di jalan Danny sudah menghubungi Lusia dan Lusia sudah menceritakan semua kejadiannya secara detail.

"Maaf Pak tapi kami tidak bisa memperlihatkan rekaman cctv kepada sembarangan orang tanpa ijin dari pihak kampus," tolak Kepala Keamanan kampus.

"Istri saya menghilang di area kampus, handphone-nya tidak bisa dihubungi, teman-temannya juga melihat sendiri kalau istri saya dibawa pergi menggunakan mobil melalui parkiran belakang kampus. Apa perlu kami melibatkan pihak kepolisian karena pihak kampus menolak bekerja sama?" tantang Steven dingin dengan aura mengintimidasi.

Lusia, Dyah dan Tya sampai bergidik ngeri melihat sorot mata tajam Steven dan cara bicaranya yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

"Maaf Pak, sekarang silahkan bapak tentukan sendiri. Bapak ijinkan kami melihat rekaman cctv dan kami berjanji akan menjaga nama baik kampus ini atau kita serahkan semua masalah ini pada pihak yang berwajib dan nama baik kampus ini sebagai taruhannya, saya bisa menghubungi pengacara kami sekarang juga kalau bapak menginginkannya," Danny menambahkan.

Setelah melakukan banyak pertimbangan akhirnya Kepala Keamanan mengijinkan Steven dan yang lainnya melihat rekaman cctv kampus.

"Sial, Sheila dibius, pantas saja dia belum menekan jam-nya," umpat Steven.

Dalam rekaman cctv tersebut terlihat Sheila yang sedang berjalan disergap dari belakang. Mulutnya dibekap menggunakan sapu tangan yang sepertinya sudah diberi obat bius karena beberapa detik setelah itu Sheila terlihat pingsan. Dan benar saja, ternyata Alex dan kawan-kawannya dalang di balik semua ini. Mereka membawa Sheila yang sudah pingsan dan memasukkannya ke dalam mobil sebelum akhirnya pergi meninggalkan kampus.

"Cek plat nomor mobilnya Dan. Kerahkan orang-orang kita untuk mencarinya," perintah Steven.

"Oke."

"Lusia, Dyah, Tya, sebaiknya kalian kembali ke kelas dulu. Tapi tolong rahasiakan hal ini dari siapapun. Kami akan berusaha mencari Sheila," kata Steven kepada ketiga sahabat istrinya itu.

" Oke bang. Segera kabari kalo ada perkembangan," pinta Lusia.

"Pasti," balas Steven.

Lusia, Dyah dan Tya kembali ke kelas. Setelah mengucapkan terima kasih kepada Kepala Keamanan Steven dan Danny juga pergi meninggalkan kampus. Mencoba mencari Sheila sembari menunggu kabar dari orang-orang suruhannya.

1
nana supriyatna
Luar biasa
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya,

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Surya Hermawan
sayangnya disebelah jd nggak bisa ngikutin /Sob//Sob/
Surya Hermawan
Luar biasa
Surya Hermawan
nongol nih anggota baru
🔵◌ᷟ⑅⃝ͩ●Maldini●⑅⃝ᷟ
aku mampir
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
masyaaallah..wanita baik baik akan membawa pengaruh baik pada orang orang di sekelilingnya
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
sabar Sheila, memang ujia hidup gitu laki kita baik,saudaranya kurang srek, mertua baik laki baik, anak rada nakal,ga ada yg sempurna udah jalanin aja Sheila sayang
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
duuh mertuamu gak asik bgt Sheila..sabar ya ndhuk
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
tunggu deh... ada apa sama mamanya Steven?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
kasian dua dua nya tidak menikmati malam Pertama nya
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
itu artinya Steven laki-laki yg baik, dan Sheila perempuan baik baik juga, bisa menjaga Marwah masing masing, trmksh Thor episode kali ini luar biasa, jadi iba sm sheila sekaligus kesel sama steven, tp ini pasti merupakan awal yang manis
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
kok mengandung bawang gini sie.. serbet mana serbet
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
auto senyum senyum sendiri Krn inget waktu ijab kabul sama husbu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
eits Steven kamu yaaa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
kasian Sheila menanggung beban yang amat berat, tapi curiga sih sama hubungan Steven dan nila beneran tulus gak sih si nila , mana sikapnya arogan dan kasar banget deh , ih lebih ge ship StevenxSheila
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
keren Thor ide ku luar biasa sukses terus dengan karya karyanya, saya suka
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
masyaaallah... coba dibuat film series pasti seru deh
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦MojiU୧⍤⃝💐≁
Sheila sabar banget jadi manusia salut deh
idha idhutt
alur ceritanya menarik dan ringan, recomended banget pokoknya 😊😊😊

tetep semangat selalu kakak 😘😘😘
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semangat mbak sayang
🕋 mamah iin ιиɑ͜͡✦🌸⛲🌴: makasih banyak kak cut sayang 😘😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!