NovelToon NovelToon
Pencicip Emosi

Pencicip Emosi

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Komedi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:133.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Shiratarou

Kaivan adalah seseorang yang punya kekuatan merasakan emosi lewat lidah, hidung, dan kulitnya. Kemampuan tersebut membuat dia harus bersikap baik pada semua orang agar emosi negatif yang membuatnya sakit tidak keluar. Itulah sebabnya dia tidak bisa menolak permintaan orang-orang padanya.

Suatu hari ketika Kaivan menerima tugas membersihkan aula,dia bertemu gadis bisu alter ego yang ternyata adalah seorang users. Terjebak atas kesalahannya menghisap mana milik gadis itu, sekarang dia bertugas mengumpulkan emosi positif bersamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shiratarou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arc 1 Sampah Organik : Chapter 13 - Tempat Parkir

Kring ... kring ....

Keesokan harinya di hari Jumat. Seperti sebelumnya, aku kembali berangkat untuk menemui Imarine menemaninya makan. Bersama paket bekal roti, wafer, dan air mineral, aku pergi menuju area khusus di gedung tak terpakai terakhir kami bertemu.

“...”

Tapi, ketika aku sampai, Imarine tidak di sana. Dari radius tertentu sebenarnya aku sudah tahu kalau gadis itu memang tidak datang, tapi aku tetap memeriksa untuk memastikan dengan mataku. Hal ini bukanlah masalah besar. Mau lima atau bahkan sepuluh kali dia bersembunyi, aku tetap akan bisa menemukannya.

Aku menyusuri area khusus ini dua kali, berkeliling dari ruang guru, ruang aula, dan kembali ke gedung tak terpakai. Namun, gelombang depresi milik Imarine tidak kurasakan.

Hmn ....

Awalnya aku berpikir untuk lewat ke area tersebut. Tapi, kuurungkan sebelumnya karena aku tidak berpikir kalau Imarine ada di sana.

Radius deteksi gelombang emosiku normalnya adalah sekitar lima belas meter. Tapi, untuk emosi yang kuat bisa kurasakan lebih jauh lagi. Di kasus Imarine sekarang, aku bisa merasakannya pada jarak sekitar dua puluh sampai dua puluh lima meter, hampir dua kali lipat.

Aku berjalan ke area parkir sekolahku. Berada satu arah dengan area bangunan tak terpakai untuk menuju gerbang utama. Kondisi di sana sangat berdebu, berbau pasir, berkelembapan rendah, dan memiliki suhu panas. Semua kondisi itu tidak mendukung untuk orang bisa nyaman makan di sini, ditambah aku juga tidak melihat tempat bersih untuk bisa duduk.

“...”

Tapi ..., walaupun begitu ... aku malah bisa merasakannya. Gelombang emosi depresi milik Imarine. Perasaan itu semakin pekat seiring aku berjalan, menyusuri barisan sepeda motor yang memenuhi tempat parkir.

Sampai akhirnya aku menemukan gadis itu. Dia sedang duduk di salah satu tempat kosong. Dengan fondasi tembok yang memiliki teras kecil dipakainya duduk, tempat sempit di sela-sela barisan motor dia paksakan untuk dijadikan tempat makannya.

“...”

Gerakan sendok gadis itu berhenti, perhatiannya teralihkan penuh olehku yang sekarang berdiri di depan.

“Kenapa kamu di sini?” tanya Imarine.

“Maaf, harusnya aku yang bertanya. Kenapa kamu makan di sini ..., Ima?”

Eh, ehehe ... baru kali ini aku lihat ada makhluk menyedihkan yang duduk makan sendiri di tempat parkir. Bukankah masih ada tempat sepi yang lebih baik.

“Buat menghindar dari orang kayak kamu,” jawabnya sambil membungkus makanannya. “Hah ... padahal aku yakin kalau kamu gak akan kepikiran buat datang ke sini.”

“Yah, kamu pintar. Aku memang gak nyangka kalau kamu di sini,” ucapku yang mengambil langkah mundur memberi jalan gadis tersebut. “Siapa juga yang kepikiran makan di tempat bau oli dan penuh hawa panas mesin motor.”

Imarine berdiri dari tempat duduknya. Aku bisa menembak dari gerakannya kalau dia ingin pergi berjalan keluar dari sela-sela barisan motor ini. Itulah sebabnya aku mengambil langkah mundur sebelumnya.

“Terus, kenapa kamu bisa ada di sini sekarang.”

“Sayangnya aku orang yang bisa merasakan tangisan hatimu ke mana pun kamu pergi,” jawabku.

Walaupun pada kenyataannya, perasaan yang kurasakan itu adalah aroma busuk sampah organik. Aku juga tidak sebodoh itu untuk mengucapkan langsung hal ini padanya. Lagi pula orang cenderung tidak percaya dengan apa yang kukatakan.

“...”

Imarine berjalan, melangkah pergi dan berbelok membelakangiku. Dia mengarah ke area dalam sekolah.

“Woi, sekarang kamu mau pergi ke mana?”

“Karena kamu ada di sini, jadi aku gak punya alasan lagi diam di parkiran.”

“Ganti tempat boleh saja, tapi aku mau minta kamu gak mukul aku waktu aku ngikutin dari belakang.”

“Yang pertama kamu harus sadar, itu tuh tanda kalau aku gak suka kamu ngikutin.”

“Aku gak bisa biarin kamu sendiri. Kalau kamu mau, aku bisa tukeran tempat sama Amalia.”

“Amalia ...? Ah, si cewek bisu itu.”

“...”

Entah kenapa ketika ada orang lain bilang seperti itu aku sedikit tersinggung. Rasanya ingin aku membantah perkataan tersebut, ini seperti dia meremehkan keadaan seseorang. Apa mungkin karena aku tahu kalau Amalia sebenarnya tidak bisu?

“Apa aku gak punya pilihan buat sendiri? Aku malah lebih benci kalau cewek itu ada ke sini gantiin kamu.”

Oh ... mungkin perasaan tidak enak itu berasal dari emosi negatif Imarine tentang pada Amalia.

“Jahat sekali, padahal dia cuman mau temenan sama kamu,” ucapku yang terus mengikutinya dari belakang. “Mumpung masih ada orang yang peduli, harusnya kamu terima dan gak usah menyendiri kayak gini.”

“Aku gak suka tatapan cewek itu. Dia lihat aku seolah aku ini orang yang paling menderita. Aku benci ketika orang sok-sok simpati.”

“...”

Yah, aku bukan berarti tidak memahami perasaannya. Ada saat di mana aku pun berpikir demikian. Biarpun begitu, tindakan yang diambilnya terlalu ekstrem. Karena hal tersebut jadi muncul berbagai masalah baru.

“Asal kamu tahu, aku juga di sini juga bersimpati ke kamu. Kalau aku gak apa-apa?”

“Gak. Sebenarnya aku juga benci ... apalagi kamu laki-laki,” katanya dengan tegas menjawab pertanyaanku. “Tapi, masih lebih mending. Aku ngerasa tujuan kamu bantu orang itu lebih ke diri sendiri. Bukan karena aku kelihatan kesiksa atau lihat aku kayak orang yang menyedihkan. Yang artinya, kamu ada di sini karena kamu punya tujuan lain.”

Hmn?

“Dari mana kamu simpulin itu?” tanyaku pada Imarine. “Menurutku juga kamu orang yang menyedihkan, sampai-sampai pergi makan sendiri di parkiran motor.”

“Dan kenapa ada orang yang nyari sampai ke parkiran motor? Orang kayak gitu malah lebih gak ada kerjaan.”

Tentu saja semua itu karena kekuatanku.

Kami sampai di bangunan tak terpakai sekolah. Tempat yang kemarin aku dan Imarine gunakan untuk makan bersama.

Setelah sampai, gadis itu tanpa ragu langsung mengambil tempat duduk ternyaman. Menarik satu kursi bersih yang tersisa, dan menggunakannya sebagai spot makan siangnya. Di sini aku kembali menggunakan teras lantai kotor seadanya, tempat ini bahkan tidak tersentuh oleh petugas kebersihan sekolah.

“Sampai kapan kamu ada di sini?”

“Sampai kamu selesai makan. Memangnya kenapa? Bukannya lebih enak kalau makan bareng sama orang lain?

Walaupun yang kurasakan sekarang adalah makan bersama aroma sampah organik.

“Hah ... kamu juga punya, kan? Waktu-waktu di mana kamu gak mau diganggu sama orang lain.”

“Ah, benar. Memang ada. Saat-saat aku harus sendiri.”

Dan untuk kasusku, itu adalah hampir setiap hari. Beristirahat dari kelelahan akibat banyaknya gelombang emosi yang kurasakan sepanjang hari.

“Kalau begitu, kapan kamu bisa tinggalin aku sendiri? Aku sudah malas cari tempat lain buat makan.”

“Kalau kamu sudah baikan sama Azarin dan dua temannya, aku gak perlu ngasuh kamu lagi.”

“...”

Hmn?

Imarine tiba-tiba tidak menjawab. Gelombang emosinya sedikit berubah membentuk arus yang berbeda. Aku tidak bisa jelaskan secara detail karena terlalu singkat dan terlalu bias di tengah gelombang depresinya yang pekat.

 

 

Percakapan kami terputus, Imarine tidak menjawab dan kembali fokus kepada makanannya.

 

 

1
arfan
up
Dalvi Leonel
ini ceritanya bagus
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
judulnya membuat nay tertarik untuk membacanya🙄
auto list ❤️ mana udah end
jadi bisa marathon bacanya tanpa di PHP 🤣✌️
semangat terus berkarya 👍
Y. I.
Petualangan seorang remaja dengan kekuatan merealisasikan pikiran dan membalaskan dendamnya sejak kecil.

Baca di "Dangerous Minds" untuk kelanjutannya!

Oh ya, sebagai tanda terima kasih karena telah menumpang promosi di novel Author. Saya meninggalkan 15 like dan favorit novel ini. Terima kasih, ya Thor!
Karel Leven🍇
bingung Thor bacanya,,, me pusing,, mungkin lebih jelas ngapa Thor, jadi lebih mudah dicerna otak ku ini
Al_setia
kalau bisa ada cerita baru dong thor, aku tunggu ya...
Shiratarou: coba ke wattp4d ku saja. namanya sama Shiratarou
total 1 replies
Agus Sakti
udah selesai!!?
Shiratarou: berakhir paksa aja,
endingnya bisa dibayangkan sendiri,
last battle sama Hanz
total 1 replies
Պᾰℓℓ!кᾰ89
ga jelas ni novel!!!
Ran: bisa tolong pakai bahasa yang lebih halus ☺️🙏

atau mungkin punya saran bagus untuk novel ini seenggaknya kasih saran jangan di kritik doang kak ☺️
total 2 replies
Ran
gue udah baca sejauh ini dan gue suka sama ceritanya
lanjut terus thor 😊💪
Shiratarou: karena dibuat gak sepenuh hati.

tadinya mau dibikin panjang tapi waktu itu ganti peraturan dan sistem level bikin novel ini gak ada harganya.
total 3 replies
OvO
baca novel "permainan kematian"
nana
hai kak singga di novel aku uakak 😇😇
Element
hallo kakak ceritnya bagus banget. ijin promosi Novelku ya.
"CLEO KING OF ERA" novel dengan Percakapan. udah aku like thor
Al_setia
thor,ada season 2 nya gak? kasian Ivan belum punya gebetan...
Laki Idaman: Hidup tanpa ena bagai taman tak berbungaaa~aaa .... Hai begitulah kata Dewa Bercinta~ Mari berkunjung ke novel "Reinkarnasi Dewa Bercinta"

Tyty
total 3 replies
Lyle
Halo thor!
Semangat terus nulisnya..
Mampir juga ya ke novelku yang berjudul "Hanago Of Japan" dan "Nao Daily Notes",!
Salam sukses!! >0<
Secrednaomi: -----------»Elementer Evolution«------------

*Genre : Romance, SMA, Fantasy, Over power, Petualangan

*Baca dulu kalian pasti suka...!!

"Aku adalah salah satu dari manusia evolusi dan salah satu keturunan dari kelima elementer yang akan Berpetualang keberbagai tempat, merampas kekuatan, mengungkap Rahasia-rahasia, semua ada dalam hidupku".
total 1 replies
asyura_
Helo kak Author tercinta, semangat berkarya, karyamu luar biasa 🤩, semangat terus ya kak, walau jari keriting di buatnya.
Keep healthy.

Salam hangat dari Over Power 🤗
Akira ✨
Lanjut, kak

Salam dari THE OTHER SIDE dan PEMERAN PEMBANTU

Silahkan mampir jika berkenan
LEVIATHAN♛
wow... ini ide ceritanya anti mainstream banget sih. cerita bagus gini, kenapa gue baru nemu sekarang ya?
Shiratarou: maaf, mungkin karena si saya jarang promosi 😅
total 1 replies
Al_setia
keadaan Ivan terpuruk banget thor,kasian...
Shiratarou: masih banyak keadaan yang lebih kasian lagi yang bakal aku tulis.
total 1 replies
S.3.3
Mampit thor😊
Shiratarou: ah, iya .. silahkan2
total 1 replies
Al_setia
jangan nyerah ya...maju terus
Shiratarou: wow ... baru kali ini ada yang baca terus.
makasih, iya. saya selalu lanjut kok
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!