Arif Pratama seorang pria berusia 30th yang harus menikah dengan wanita yang ia tak cintai, bernama Annisa Putri.
Annisa Putri adalah Seorang anak kiyai yang tinggal di kampung, ia kelulusan pesantren terkenal di kampungnya, mereka harus di jodohkan dengan kedua orang tuanya.
Sampai akhirnya tak ada kehangatan sama sekali didalam rumah tangga nya akibat Perjodohan yang tak didasari oleh suka.
Ikuti terus ceritanya karna cerita ini mengandung bawang yang berlebihan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.21
Haloo semua.. Terimakasih sudah mampir..
Author sangat berterimakasih kepada kalian yang selalu support author. karna tanpa dukungan kalian author gak akan bisa sampai sini.
Terus dukung author dengan memberikan like dan komentar positif kalian ya. 🥰🥰🥰🥰
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Mbak Yul membereskan barang-barang nya, sedangkan Nisa menunggu kepulangan Arif di depan ruang tamu.
Selesai mbak Yul membereskan barang-barang nya, mbak Yul menemani Nisa duduk sambil memberikan oleh-oleh mochi kesukaan Nisa, setiap mbak Yul datang pasti dia selalu membawa mochi itu.
"Nis nih mbak bawakan mochi kesukaanmu." Ujar Mbak Yul sambil menyerahkan mochi kepada Nisa.
Annisa tersenyum lebar. "Wahh terima kasih mbak Yul atas oleh-olehnya, mbak tau saja kesukaan Nisa." Ujar Nisa sambil mengambil mochi.
"Hehe iya dong, kamu kan ipar mbak satu-satunya yang paling mbak sayang." Ujar Mbak Yul.
Sambil menyantap mochi tersebut mereka berbincang-bincang sangat akrab sekali antara Annisa dan Mbak Yul layaknya adik kakak sekandung.
Namun tiba-tiba Mbak Yul bertanya sesuatu yang membuat Annisa langsung terdiam.
"Nis kamu udah hamil.?" Tanya Mbak Yul.
Deg..!!! Kenapa setiap pertanyaan itu selalu membuat Nisa sedih.
Annisa menunduk bersedih dan menjawab, "Belum mbak." Ujar Annisa.
Mbak Yul merasa sangat bersalah menanyakan soal itu, "Maafin mbak ya nis, kamu sabar saja nanti juga ada saatnya." Ujar Mbak Yul sambil mengelus punggung Nisa.
Sesungguhnya semua sudah kehendak sang kuasa, bagaimanapun masalahnya semua sudah di atur olehnya, kita sebagai hambanya hanya bisa bersabar dan berdoa.
Suara pintu pun terdengar, rupanya Arif sudah pulang.
Annisa langsung bergegas membukakan pintu untuk Arif, dan menyambutnya dengan senyuman.
Sambil bersalaman Annisa bertanya. "Mas udah pulang.?"
Arif tersenyum lebar melihat bidadarinya yang cantik ini tersenyum sangat manis layaknya buah Cherry yang di colek oleh gula.
Menghembuskan nafas dengan halus, rasa capek pun sirna sesudah melihat istrinya itu.
"Iyah sayang." Jawab Arif.
Saat masuk Arif melihat Mbak Yul yang sedang duduk di depan tv.
Dan berkata, "Loh mbak Yul udah datang.??" Tanya Arif.
Mbak Yul menengok ke arah sumber suara tersebut dan menjawab pertanyaan Arif. "Ya mbak baru saja sampai Rif." Ujar Mbak Yul.
"Oh yaudah mbak Arif mau ke kamar dulu." Ujar Arif.
Annisa yang baru saja menaruh tas milik Arif ia langsung menyiapkan air mandi untuk Arif, karna hari sudah mulai sore dan nanti mereka akan makan bersama lebih awal bersama Mbak Yul.
Arif menghampiri Nisa, "Nis udah air mandinya.?" Tanya Arif yang sedang membuka kancing bajunya satu persatu.
Dari dalam kamar mandi Annisa menjawabnya dengan teriakan. "Iyah mas bentar lagi."
Sesudah Arif membuka semua baju yang ada di tubuhnya, yang tersisa hanyalah celana boxer dan handuk di lingkaran lehernya.
Arif ingin masuk ke dalam kamar mandi, namun tiba-tiba ia berpapasan dengan Annisa yang ingin keluar juga dari dalam kamar mandi.
"Mas airnya sudah...." "Bruukkkk." Tertabrak lah Annisa di dada bidang milik Arif. Untung saja Annisa tak jatuh karna Arif segera menangkap Annisa. Mereka bertatapan sangat dalam, membuat Arif ingin melakukannya hari itu juga, Annisa yang masih terdiam hanya memandang wajah Arif yang tampan dan lekuk tubuh yang sispack.
Arif mencoba untuk mendekatkan bibirnya ke arah bibir Nisa, Hampir dekat mereka akan berciuman.
Namun Suara ketukan pintu membuyar kan mereka.
Tookk tokk tokkk.. "Nisa__" Panggil mbak Yul dari luar kamar.
Arif langsung melepaskan pegangannya dan Annisa langsung membereskan bajunya dan berjalan untuk membukakan pintu.
Arif berdengus kesal.! lagi lagi mbak Yul mengganggu.!
"Dasar. !!! Gak tau apa kalau orang mau main kuda-kudaan." Gumam Arif, lalu ia masuk ke dalam kamar mandi.
Annisa sudah membuka pintunya dan nampak mbak Yul yang sedang memegangi perutnya.
"Loh mbak kenapa.??" Tanya Annisa dengan khawatir, karna melihat Mbak Yul seperti kesakitan.
"Nis kamu udah masak kan.? mbak lapar banget nih." Ujar Mbak Yul sambil menyeringis.
"Ya ampun mbak, kirain Nisa mbak kenapa, udah mbak Nisa udah masak, sesuai pesanan Mbak tadi." Ujar Annisa.
Lalu Annisa mengajak mbak Yul ke meja makan, Sampai di meja makan mbak Yul langsung menyendok 1 piring nasi dan jengkol balado kesukaannya, tak lupa juga sayurnya.
Annisa menemani mbak Yul saja, karna Annisa akan makan nanti bersama Arif.
"Nis kamu gak makan.??" Tanya Mbak Yul.
"Engga mbak nanti bareng mas Arif."
"Oh yaudah Nis, maaf ya mbak makan duluan." Ujar Mbak Yul.
"Iyah mbak ga apa-apa." Annisa tersenyum senang melihat Mbak Yul makan sangat lahap.
Sambil menyuap mbak Yul mengomentari masakan Annisa yang sedikit asin.
"Nis sayurnya asin." Memang tak tahu diri ya mbak Yul ini, udah numpang makan masih saja mengomentari.
"Ah masa sih mbak.?? Bukannya sudah pas ya.? Soalnya Nisa kalau masak suka garam yang terasa mbak." Ujar Annisa.
Mbak Yul mengangguk, "Oh iya iya nis, tapi pas sih kalau di makan pakai nasi." Ujar Mbak Yul.
Annisa ingin memastikan kalau Arif sudah selesai mandi, dan ia meninggalkan mbak Yul makan sendiri.
"Mbak Nisa mau ke atas sebentar ya." Ujar Annisa.
"Iya nis."
Annisa menuju kamar, saat membuka kamarnya ia melihat Arif yang sedang memakai celana.
"Ahhhhh." Jerit Annisa sambil menutup matanya.
Arif yang mendengar langsung terburu-buru menaikan celana ke pinggangnya, Dan menghampiri Annisa.
"Loh nis kenapa.???" Tanya Arif sambil memegang tangan Annisa yang berada di mukanya.
"Mas Aku kaget lihat mas gak pakai baju.!" Ujar Annisa.
"Ya ampun nis, kamu itu gemesin banget sih, aku kan udah pakai celana dalam kamu masih kaget juga nis.?? Bukankah kita juga udah sering melihatkan tubuh kita.?" Tanya Arif sambil tertawa.
Annisa memanyunkan bibirnya ia merasa kesal dengan pertanyaan Arif yang memalukan itu.
"Tuhh kan manyun, Kamu ini yaa bikin aku gregetan aja." Ujar Arif.
"Abis mas nya porno.!" Ujar Annisa.
"Hah apa porno.???"
"Iyah porno, lihat saja kamu hanya pakai celana boxer tanpa memakai baju.?"
Arif tertawa mendengar ucapan Annisa dan mencubit hidung Annisa.
"Awww mas sakit ih." Ujar Annisa sambil memegang hidungnya yang sakit.
"Hahaha habisnya kamu bikin aku gregetan saja nis, masa mas cuma pakai baju di bilang porno.! Aneh kamu nis, Hahaha."
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
salam hangat dari novel ku
semangat ya