NovelToon NovelToon
Sebuah Rasa

Sebuah Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ThaRoe

Chelsea Cellina Stefani adalah seorang gadis cantik dan juga pintar dia adalah sahabat baik Earlyn.
Mereka telah bersahabat semenjak kecil.

Darielle Abrisham Nathaniel atau yang biasa dipanggil Ziel adalah sahabat kecil mereka.

Ketika lulus SMA Ziel melanjutkan kuliah di Harvard University sehingga mereka terpisah selama beberapa tahun. Namun walau begitu mereka masih tetap saling memberi kabar.

Ziel tidak mengetahui bahwa diantara Celline dan Earlyn memendam perasaan yang sama pada orang yang sama. Akankah Ziel memilih salah satu diantara mereka ataukah dia menjatuhkan pilihan pada gadis lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThaRoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencoba Menghibur Earlyn

Celline tidak berkedip menatap Ziel berciuman dihadapannya. Hatinya pun hancur berkeping-keping namun tetap dipaksakan untuk tersenyum. Axel menutup mata Celline dan menarik tangan gadis itu keluar ruangan, mereka menuju halaman belakang.

Saat ini Celline nampaknya tidak dapat menguasai situasi. Dia berbalik memunggungi Axel tangisan yang ditahannya berubah menjadi cairan bening yang menetes dimatanya. Axel melihat punggung yang sedikit bergerak-gerak walaupun dia tidak melihat Celline namun dia tahu apa yang sedang terjadi dengan gadis itu. Axel segera membalik tubuh Celline lalu memeluknya saat ini Celline diam tidak meronta-ronta. Dia sudah pasrah apapun yang akan terjadi biarlah terjadi. Ini bukanlah kesalahan Ziel tapi kesalahan hati yang jatuh pada orang yang salah.

Ingin dia membalikkan keadaan seperti semula namun dia tidak mampu. Kemilau Ziel sudah membuatnya takluk dan berlutut. Biarlah hari ini mata ini mengalirkan kesedihan semoga besok ataupun lusa air mata ini akan menjadi air mata kebahagiaan.

Setelah puas meminjam dada Axel untuk menenangkan hatinya Celline segera bergerak keluar dari dekapan Axel.

"Terima kasih" ucapnya sambil tersenyum penuh kehancuran. Axel tidak tega melihat gadisnya itu. Andai ada bisa dilakukan untuk mengubah tangisnya menjadi senyum tentu saja dia akan melakukannya. Namun dia harus menguasai dirinya agar tidak hancur untuk yang kedua kali. Melihat kesedihan Celline, Axel sudah yakin jika ternyata Celline mencintai Ziel yang notabenen-nya adalah kakaknya. Dia tidak berharap banyak pada Celline namun dia akan melakukan apapun untuknya. Dia sadar karena saat ini hati mereka sama-sama sedang terluka.

"Jangan dipendam...menangislah jika kamu ingin menangis. Aku akan baik-baik saja akan aku pinjamkan dada dan bahuku jika kamu butuh sandaran Line" Axel

"Tidak perlu Xel kamu sudah terlalu baik padaku. Aku tidak tahu dengan apa aku harus balas kebaikan kamu. Aku hanya bisa berdoa semoga kamu bisa mendapatkan gadis yang akan tulus menyayangimu" ucap Celline sambil tersenyum.

"Kamu...hanya kamu dan cuma kamu yang aku inginkan dalam hidupku Line" ucap Axel dalam hati.

"Doakan agar aku bisa mendapatkan gadis yang kepala batu macam kamu Line" Axel.

Mendengar perkataan Axel langsung Celline melayangkan tinjunya pelan ke dada Axel. Axel segera mengambil tangannya dan menciumnya. Celline diam saja karena saat ini jiwa dan raga sedang tidak menyatu. Pikiran dia sedang berada di alam lain.

"Kamu belum makan Line...aku akan ambilkan sesuatu untukmu" Axel

"Tidak usah Xel...aku sedang tidak ingin makan apapun" Line.

"Dengar Line...hati boleh panas tetapi perut tetap harus diisi. Aku tidak ingin sampai kamu sakit. Jadi kamu tidak punya alasan untuk tidak makan oke" ucapnya. Lalu setelah itu Axel segera berlalu dari hadapan Celline untuk mengambil makanan kesukaan Celline.

Celline segera berjalan mengitari seputaran taman dan kolam itu. Tiba-tiba dia mendengar suara orang menagis. Awalnya dia takut namun lama-kelamaan suara tangisan itu semakin dekat di telinganya. Celline segera mencari awal suara itu.

Dengan mengendap-endap perlahan akhirnya dia bisa melihat asal suara itu. Sahabatnya sedang menangis dengan sedihnya. Dandanannya yang begitu cantik habis semua disapu oleh air mata yang tidak mau berhenti sedari tadi. Celline perlahan-lahan duduk dan menyandarkan punggungnya ke punggung Celline posisi mereka bertolak belakang.

Earlyn nampak sangat kaget.

"Jangan bergerak Lyn aku tahu hatimu. Aku akan menemani semua kesedihan mu. Menangislah jika itu akan membuatmu merasa lebih baik. Anggap saja aku tidak ada Lyn"

Mendengar perkataan Celline membuat tangisnya semakin pecah dia membalik tubuhnya dan memeluk Celline dengan begitu eratnya.

"Huhuhu...kakak jahat padaku Line. Ternyata aku bukan apa-apa dan siapa-siapanya dia. Hatiku sangat sakit Line, sakit sekali. Sepertinya aku ingin mati saja dan tidak akan pernah terlahir kembali. Aku hanya ingin hidup tenang Line tapi ternyata tidak bisa. Cintaku sudah dihempaskan ke dasar jurang " ucap Lyn dengan sedihnya.

"Aku pun sama Lyn tetap hancur namun aku berusaha untuk selalu tegar. Hidup kita masih panjang dan masih banyak yang harus kita lakukan Lyn" Line.

"Aku nggak bisa Cel...aku butuh waktu dan aku sepertinya tidak bisa bertemu kalian lagi untuk sementara waktu aku sakit" ucapnya lirih

Celline diam saja dia juga tidak tahu harus apa. Karena ini adalah pertama kalinya dia jatuh cinta dan pertama kalinya juga dia ditolak mentah-mentah.

Bukan ditolak tetapi yang jelas pria yang disukainya sudah punya kekasih yang dia cintai. Namun dia selalu ingat ucapan mamanya "Selagi belum ada janur kuning melengkung masih ada harapan" itulah yang ada diotaknya saat ini.

Celline segera membelai-belai punggung sahabatnya itu.

"Jangan putus ada dulu Lyn...kata mamaku sebelum ada janur kuning melengkung kamu masih punya harapan. Ayo semangat sahabat" Celline segera memeluk sahabatnya itu.

"Aku tidak sekuat dirimu Line, aku tau kamu juga mencintai kakak" Lyn ucapnya sambil terisak didalam pelukan Celline.

"Iya...aku mencintai kakak tapi aku percaya apa kata pepatah jika jodoh tidak akan kemana. Yang sudah percaran 11 tahun saja masih bisa putus jadi aku tidak akan khawatir" Line

"Kamu enak Line...banyak cowok yang menyukai kamu. Sedangkan aku? Tidak ada pria yang menyukaiku" Lyn

"Heyyy....lihatlah sekeliling kamu, kamu sangat cantik dan banyak pria yang menyukaimu. Bukalah mata dan hatimu Lyn. Kita akan menikmati semuanya bersama aku akan mengajakmu keluar dari zona nyaman. Kita berpetualang bagaimana? Kamu mau?" Tanya Line dan Earlyn hanya menganggukkan kepala saja.

Axel yang sedari tadi hanya memperhatikan kedua gadis itu lalu segera menghampirinya. Rasa cintanya kepada Celline semakin besar saat dia terpuruk masih saja bisa menghibur temannya. Celline seperti hidup tanpa beban dan tidak pernah perduli dengan lukanya sendiri. Dia selalu berbuat yang terbaik untuk orang-orang disekelilingnya. Aahhh... pantas saja kedua orang tuanya menyukai Celline karena dia memang pribadi yang baik dan menyenangkan.

"Haii..."sapanya kepada kedua gadis itu.

"Ini untuk kalian" dia menyodorkan piring berisi potongan cake dan buah kepada Celline. Dengan cepat Celline segera mengambil piring itu dan dia menyuapi Earlyn. Awalnya Earlyn tidak mau namun setelah dibujuk oleh Celline akhirnya dia mau membuka mulutnya dan mereka makan bersama sambil tersenyum dan saling menguatkan.

Axel mengajak kedua gadis itu masuk kembali ke dalam ruangan.

"Cantik....daritadi aku mencarimu kamu kemana saja?" Tanya James. Belum sempat Celline menjawab Axel segera menjauhkan James dari Celline.

"Xel....sebaiknya kamu jaga Earlyn dulu, dia masih belum terima keadaan ini. Kamu temani dia ya...kasihan dia" Line

"Bagaimana dengan kamu?" Xel

"Aku akan baik-baik saja" Line. Axel memandang tajam ke arah Celline.

"Percaya padaku Xel" Celline menggagukkan kepalanya, akhirnya dengan berat hati Axel menuruti perkataan Celline. Dia mendekati Earlyn dan menemaninya.

Celline mancari kesibukan dengan membantu para pelayan dan menyiapkan apa yang kurang hidangan di atas meja.

"Tolong ambilkan saya wine" Kelly (dalam bahasa inggris)

Celline segera menunjukkan meja bar setelah itu dia kembali duduk.

"Ambilkan saya wine" Kelly.

"Ambillah sendiri" Celline

"Kamu sangat tidak sopan dengan tamu yang datang" Kelly

Karena malas berdebat akhirnya Celline mengambil gelas yang berisi anggur itu lalu memberikannya kepada Kelly tanpa mau menoleh ke arahnya. Lalu Ziel yang mengambil gelas itu dan mengucapkan terima kasih pada Celline.

Celline segera menoleh ke arah Ziel dan dia tampak malu. Akhirnya dia beranjak dari tempat itu dan meninggalkan Ziel sendiri.

Suasana nampak sangat panas untukmu akhirnya dia segera keluar dari ruangan itu dan segera menelpon seseorang.

Celline segera melangkahkan kakinya keluar menuju pintu gerbang namun tiba-tiba tangan Ziel meraih tangannya. Dia terdiam namun tidak mau menoleh ke belakang.

"Kamu ingin kemana?" Tanyanya

"Pulang" jawabnya.

"Biarkan sopir yang akan mengantarmu pulang" Ziel

" Tidak perlu aku bisa sendiri lepaskan tanganku kak jemputanku sudah datang" Celline segera melepaskan tangannya dan beranjak pergi dari situ menuju ke arah Yudha yang sedang menunggunya dan akan mengantarkannya pulang.

"Apa yang terjadi" tanya Yudha saat melihat mata merah Celline.

"Tidak apa-apa kak hanya lelah saja aku seharian ini" Line

"Hmmm....apakah karena pria itu kamu menangis?" Yudha

"Tidak kak....sudahlah jangan bahas dia lagi aku ingin menenangkan otakku dulu kak. Aku harus mempersiapkan turnamen yang tinggal menghitung hari"

"Semangat Line...kamu pasti bisa" Yudha.

"Aku pasti bisa kak" jawabnya yakin.

Aku harus melupakan semuanya biar saja apa yang harus terjadi maka terjadilah. Hidupku harus terus berlanjut dan tidak boleh terpuruk apalagi sampai kalah hanya karena masalah percintaan. Begitulah tekad yang akan Celline bangun entah mampu atau tidak dia menghadapi semuanya ini.

Sementara itu didalam ruangan Kelly nampak menunggu Ziel sambil meneguk res wine pesanannya.

"Sayang...kamu dari mana?" Kelly

"Aku dari depan mengantar kawan pulang" Ziel

"Ziel...aku tidak mau tahu bagaimanapun caranya kamu harus mendekatkanku pada kawanmu itu. Sungguh tiada duanya aku suka gadis itu cantik dan cerdas. Dia itu type-ku banget" mata James menerawang membayangkan wajah cantik Celline.

"Aku tidak akan mengenalkannya padamu. Jangan ganggu dia" pesan Ziel

"Tapi kenapa" tanya James penasaran.

"Karena dia sudah ada yang punya" jawab Ziel.

"Sayang....jangan katakan jika selama aku tidak ada disisimu kamu berkencan dengannya" Kelly.

"Aku mencintaimu jadi tidak mungkin aku menjalin hubungan dengan gadis lain" Ziel.

"Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu menyelingkuhiku" Kelly mulai mengancam Ziel.

Ziel segera menarik pinggang gadisnya dan menciumnya.

********

Maaf genks hanya up segini.

otornya juga mau halan-halan dulu menangkan otak yang sudah mendidih😂

Jangan lupa like vote n komennya genks.

Love you all😘😘😘

1
Sri Mulyani
thor apakah tidak ada cerita tentang zoy
martina melati
entah ini nivel x y thor... jujur, biasany cowok2 jarang mau drayakn saat ultah... pdhl sdh usia dewasa (18th ke atas)
Ayu Roesly
Luar biasa
Supry Atun
semoga sehat selalu thor semangat
Supry Atun
celline hamil mungkin 🤭🤪😄
Supry Atun
habis pakai jubah dokter terus di panggil untuk naik panggung 😄
Wiwin Budi Rahayu
kemana ya. anak angkat ziel scout. kokgak pernah muncul.
Sri Rahayu
scout kemana thor
Sri Rahayu
munkin kah cellin hamidun jd mood'y jd kek gitu
Sri Rahayu
mama fir banyak koleksi foto" daun muda yg gantenk" rupa"y..y ampun ma untunk papa yu sabar banget..😅😅😅
Sri Rahayu
sumveh thor q jd ngakak jd ngikutin siska ngomonk🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Rahayu
wiiihhh keren mama fir kalo udah marah mah sadis beeeeddd👍
Sri Rahayu
thor q masih bingunk sebener'y cellin d perkosa apa g sih...g faham q serius dah
Sri Rahayu
kesian mama firda g d gubris omongan'y...
Sri Rahayu
mamus mampus mampus kau ziel...lagu laguan ragu sma anak yg d kandunk cellyn
Sri Rahayu
mampus lo ziel..tak sumpahin nyesel se ntesel"y
Sri Rahayu
tuh kan bener ziel ragu y ampun masih berharab cellyn g d apa"n sama yudha..beneran g adil thor crita mu kali ini..nyesek banget q..kesian sma cellin lg hamil jauh dr laki'y mana d raguin lg anak'y..astaga naga andai bisa q cekek ziel lewat onlen...
Sri Rahayu
hamil kah..jangan sampai s ziel ragu ank yg d kandunk cellyn...kalo ragu tak cekek ampe mati lo ziel.
Sri Rahayu
terlalu kejam jika sampai bnenar" cellyn d gagahi oleh yudha...g trima q thor
Sri Rahayu
cellyn mah mulai nyari gara" ih...tegas napa ama yudha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!