Sequel dari cerita Menikahi Om Sendiri.
.
.
Aurelia mengalami kebutaan saat usianya baru menginjak 6 tahun. Setelah mengalami kebutaan, Aurel menjadi sosok yang pendiam dan tidak seriang dulu.
Beberapa orang yang menyatakan cinta padanya, ternyata hanya memanfaatkannya dan menjadikannya bahan taruhan. Membuat ia tidak mempercayai siapapun selain keluarganya sendiri.
Setelah menginjak usia yang ke 18 tahun, perasaannya tiba-tiba muncul pada Kakaknya sendiri yang bernama Revan.
Akankah cinta mereka akan bersatu? Silahkan simak cerita selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Bersama?
Aurel mempersilahkan Kenzo untuk duduk dan menyuguhkan minuman padanya.
"Jadi gimana kabar kamu?" tanya Aurel.
"Baik banget. Kamu gimana? Om sama Tante juga baik kan?". Kenzo menyesap secangkir teh sambil memperhatikan keseluruh ruangan dan melihat sekilas ke arah Alvin yang sedang menatap tajam dirinya.
"Baik kok. Hmm ngomong-ngomong kamu gimana sama Papa kamu? Udah baikan?"
"Papa siapa? Ohh Om Raffa maksud kamu? Biasa aja tuh" jawab Kenzo dengan malas.
Aurel hanya menggeleng pelan melihat sepupunya yang entah kenapa sangat membenci ayah tirinya itu. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Alvin yang sedari tadi diabaikannya.
"Kak Alvin pulang aja. Kan disini udah ada Kenzo yang temenin" ujar Aurel.
"Nggak apa-apa kok aku temenin kamu disini aja" tolak Alvin yang bersikukuh ingin menetap di apartemen Aurel.
"Maaf ya Kak tapi kalian bukan muhrim kan? Nggak baik kalau tinggal bareng disini. Jadi biar aku aja yang temenin Aurel. Dia juga kan sepupu aku" sahut Kenzo.
"Tapi..."
"Nggak usah tapi-tapi Kak. Pasti Om Aldo juga marah kalau tahu Kakak disini berduaan aja kan? Jadi sebaiknya Kakak pulang"
Kenzo berkata sambil berdiri dan menatap tajam ke arah Alvin yang terlihat sangat kesal dengan perkataan Kenzo yang memutuskan sepihak.
"Baiklah kalau begitu. Hubungi Kakak aja ya Rel kalau butuh sesuatu. Kakak pamit dulu"
"Iya Kak hati-hati"
Aurel tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Alvin. Setelah dirasanya Alvin sudah menjauh pergi, ia mulai bergegas mengemas pakaiannya.
"Jadi Kak Revan dimana Ken? Kita mau pergi kemana? Ayo pergi sebelum Kak Alvin muncul lagi" ucap Aurel dengan terburu-buru.
"Eits jangan buru-buru dong. Aku yakin Kak Alvin masih ngawasin kamu. Tunggu beberapa menit lagi baru kita pergi. Kak Revan juga nggak bakal hilang kok udah tenang aja" ujar Kenzo, masih duduk santai.
"Kamu tahu kan konsekuensinya berbuat seperti ini? Om Aldo akan marah besar Rel. Tapi itu sih terserah kamu. Kalau jadi kamu juga pasti aku bakal lari, mana ada yang tahan dengan pikiran jadul kayak gitu. Males banget nggak sih hahaha" lanjut Kenzo lagi sambil tertawa.
"Iya Ken. Perasaan aku dari dulu nggak berubah sama Kak Revan. Aku beneran suka Ken. Aku nggak bisa bohong"
Aurel tertunduk lesu memikirkan kisah cintanya yang begitu rumit.
"Emang gitu Rel. Cinta tuh butuh perjuangan"
Beberapa saat kemudian, Alvin mulai melihat jam yang berada dipergelangan tangannya kemudian mengajak Aurel untuk segera pergi dari apartemen itu.
"Kamu yakin nih Kak Alvin udah nggak ada?"
"Iya yakin. Ayo cepat jalan sebelum ketahuan"
Alvin mencoba menyembunyikan wajah Aurel dengan jaket miliknya dan berjalan menuju mobil yang ternyata sudah ada Revan di dalam menunggu mereka.
"Kak Revan? Kakak udah dari tadi disini? Ya ampun Kak aku rindu banget"
"Aku juga rindu kamu Rel"
Keduanya saling berpelukan dengan erat, meninggalkan Kenzo sendirian yang sedang menatap mereka dengan wajah sangat kesal.
"Bagus pelukan aja terus entar ketahuan baru tau rasa" kata Kenzo.
"Hehehe maaf Ken. Kamu nggak tau namanya kangen apa? Makanya cari pacar sana" ledek Revan, masih asyik memeluk tubuh mungil Aurel.
"Dih apaan sih. Udah ah ayo pergi cepetan. Tau gini nggak aku bantuin deh kalian berdua"
Revan dan Aurel terkekeh. Setelah berhasil melepas rindu dan meledek Kenzo, mereka pun pergi dengan Kenzo yang mengendarai mobil.
Mobil melaju kencang menjauh dari keramaian dan menuju jalan yang sunyi. Setelah cukup lama berkendara yaitu 2 jam perjalanan, akhirnya mereka telah sampai di sebuah villa yang berada di bukit. Villa itu merupakan warisan untuk Kenzo yang diberikan oleh Kakek dan Neneknya sebelum meninggal.
"Kalian akan tinggal disini berhubung tempat ini juga kosong. Ingat ya, jangan macam-macam kalian berdua. Aku akan pulang sekarang" ucap Kenzo pamit pulang setelah mengantar Revan dan juga Aurel.
"Loh kok cepat banget pulangnya? Disini aja dulu. Lagian kamu kan pasti capek bawa mobil kesini" tahan Revan.
"Iya Ken. Istirahat aja dulu" setuju Aurel.
"Nggak usah, nggak apa-apa kok. Aku juga mau ketemu seseorang jadi harus cepat pergi. Udah janjian soalnya"
"Wah kalau gitu ditunggu kabar baiknya ya. Makasih Kenzo" ucap Revan sambil tersenyum. menyeringai.
"Hahahah siap. Aku pergi ya. Kalian baik-baik disini. Bye"
Setelah membunyikan klakson tanda ucapan perpisahan, mobil pun akhirnya sudah tidak terlihat lagi. Revan mengajak Aurel untuk masuk kedalam villa sambil mengangkat koper milik mereka.
"Maksud Kak Revan dan Kenzo tadi apa ya? Aku nggak paham" ujar Aurel.
"Nggak ada apa-apa sayang. Yuk masuk"
Aurel diam mematung setelah mendengar kata sayang keluar dari bibir Revan. Melihat wajah Aurel yang sudah merah padam membuat Revan tertawa dan mencoba menyadarkan Aurel dari lamunannya dengan cara menggenggam tangannya.
"Ayo masuk sayang. Mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan panggilan itu"
Aurel membalas genggaman tangan Revan dan masuk ke dalam villa dengan wajah tersipu malu.
.
.
.
Seorang pria telah tiba di tepi danau dengan wajah yang kelelahan. Namun, rasa lelahnya hilang setelah melihat wanita yang disukainya sedang duduk manis di tepi danau sambil mengayunkan kuas dengan sangat lihai di sebuah kanvas putih.
Ia memperhatikan gadis itu cukup lama dari kejauhan. Senyum terukir dibibirnya melihat paras cantik yang selama ini selalu dirindukannya.
"Kenzo? Ngapain kamu berdiri disitu?" tanya Zeva yang mulai menyadari keberadaan Kenzo.
Ternyata pria yang sedari tadi menatap Zeva adalah Kenzo. Ya, keduanya menjadi cukup dekat setelah tidak sengaja bertemu pertama kali di tempat itu. Bahkan Zeva telah mengenalkan Kenzo pada orang tuanya. Sayangnya Kenzo belum menerima izin dari orang tua Zeva untuk mengajak gadis itu jalan bersama karena ia belum mengenalkan orang tuanya pada keluarga Zeva. Sejak Ibunya masuk rumah sakit, Kenzo memang belum berani mengenalkan mereka pada keluarga Zeva, ditambah lagi hubungannya dengan ayah tirinya yang masih tidak baik.
"Sorry Zev. Kamu sih cantiknya kelewatan aku jadi bengong deh" ucap Kenzo menghampiri Zeva dan duduk tepat di sebelahnya.
"Ih kamu ya kok jadi sering gombal sih, pasti udah banyak ya cewek yang kamu gombal kayak gini? Ayo ngaku" ejek Zeva.
"Kenapa? Kamu cemburu ya kalau ada cewek lain selain kamu yang aku gombalin?"
"Nggak lah, biasa aja tuh"
"Yah padahal bagus tuh kalau kamu cemburu" kata Kenzo dengan wajah lesu.
"Loh kenapa gitu?" tanya Zeva.
"Artinya kamu sayang aku, kan aku juga sayang kamu"
Lagi-lagi Kenzo menggoda Zeva dan mendapat pukulan yang melayang di lengannya.
"Aww sakit Zev" pekik Kenzo.
"Itu akibatnya kalau berani goda aku. Kamu tuh nggak boleh bicara kayak gitu, sampai sekarang aja kamu belum kenalin keluarga kamu di keluargaku. Gimana mau dapat restu dari Papa dan Mama coba"
"Sabar ya Zev. Aku janji akan kenalin kamu ke keluarga aku kok. Kamu kan tau sejak Mama aku sakit aku belum berani bicara tentang hubungan kita" ujar Kenzo dengan wajah serius.
"Hubungan kita? Emangnya hubungan kita apa?" tanya Zeva.
"Loh kirain udah pacaran" kata Kenzo.
"Kapan?" kaget Zeva.
"Sekarang hahahaha"
"Ih kamu ya"
Zeva mencubit lengan Kenzo karena terus digoda olehnya.
"Aku janji Zev aku akan kenalin kamu di keluargaku dan kita akan segera pacaran, biar perlu langsung nikah kalau kamu mau"
"Serius nih?"
"Serius lah. I love you Zevanna!!!" teriak Kenzo.
Teriakannya menggema di tepi danau yang sunyi itu. Melihat hal itu, Zeva tersipu malu dan mulai membalas ucapan Kenzo.
"I love you too!!!"
lanjuttt🥰🥰🥰
org tua egois... cepat kabur LG Aurel
mereka kan bukan saudara kandung apa salah nya....
harusnya cari tahu dulu dong kebenaran nya, man benci aja...kasian Raffa kan
revan ayo gercep tlng aurel klau gk km akan kehilangan aurel
lanjutt kk
up up up trs y....