Tiga tahun mendekam di penjara, Annabella tak menyangka kebebasannya justru menjadi awal penderitaan baru.
Lucian Winston, CEO Wins IT yang menyimpan dendam atas penculikan adiknya, membebaskan Annabella demi satu tujuan: menjadikannya istri dan menghukumnya dengan caranya sendiri.
Annabella menolak, hingga Lucian mengancam keselamatan Aditya, pamannya yang sedang koma dan terancam kehilangan perawatan akibat kebangkrutan.
Demi menyelamatkan satu-satunya keluarga yang tersisa, Annabella terpaksa menerima pernikahan tanpa cinta dengan pria yang membencinya.
Namun, sampai kapan Annabella mampu bertahan di tengah dendam Lucian? Dan bagaimana jika di balik kebencian itu, ada rahasia yang mampu mengubah segalanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Punya Kekasih
Di layar, terlihat Tina bersama dua pembantu lainnya membuka kulkas, mengambil banyak botol yogurt, lalu memasukkannya ke dalam tas hitam. Semua orang langsung mengalihkan perhatian kepada mereka.
Wajah Tina pucat pasi. Ia buru-buru berlutut, diikuti kedua rekannya.
“Tuan, maafkan kami!”
Lucian menatap mereka dengan sorot mata dingin. “Mengapa kalian melakukannya?”
Tina menunduk ketakutan. Ia mengaku sengaja menjebak Annabella karena ingin mengusir wanita itu. Mereka berharap hukuman yang terus dijatuhkan akan membuat Lucian kehilangan kesabaran dan mengusir istrinya sendiri.
“Jadi, kalian sengaja memfitnahnya?” bentak Lucian.
Ketiganya bungkam.
“Mulai hari ini, kalian dipecat. Jangan pernah kembali ke rumah ini!”
Tina menangis dan memohon kesempatan terakhir, tetapi Lucian sama sekali tidak bergeming. Petugas keamanan segera menyeret mereka keluar.
Minah mengembuskan napas lega. Akhirnya, kebenaran terungkap dan Annabella bebas dari tuduhan pencurian.
Namun, ketika mencari sosok wanita itu, ia justru mendapati Annabella berdiri diam di dekat pintu. Tidak ada senyum ataupun kelegaan di wajahnya.
Pemandangan itu membuat hati Minah terasa sesak.
Ia kemudian menegur Ranti karena telah menghukum orang yang tidak bersalah. Namun, pelayan itu tidak mau dan beralasan hanya menjalankan perintah Lucian, terlebih Annabella sendiri mengakui tuduhan tersebut.
Minah tak bisa membantah bahwa perintah itu memang berasal dari Lucian. Meski demikian, bukankah mereka seharusnya mencari kebenaran sebelum menjatuhkan hukuman?
Annabella sudah tidak ingin mendengar perdebatan mereka. Ia meminta izin kembali ke gudang meskipun Minah mengkhawatirkan kondisinya yang belum pulih.
Setelah meyakinkan Minah bahwa dirinya baik-baik saja, Annabella membungkuk sopan sebelum pergi.
Sejak tadi, Lucian terus memperhatikan wanita itu.
Ia ingin menghentikannya dan menanyakan alasan di balik sikap anehnya. Mengapa Annabella selalu mengakui kesalahan yang tidak dilakukannya? Mengapa ia memilih menerima hukuman tanpa berusaha membela diri?
Dahulu, wanita itu begitu pandai bersandiwara hingga mampu memperdaya seluruh keluarga Winston. Namun, sekarang ia bahkan tidak bersedia menjelaskan dirinya sendiri.
Sebelum Lucian mempertanyakan hal itu, Annabella sudah menghilang di balik pintu. Suasana hati Lucian seketika memburuk.
Saat menuju mobil, Faisal menyarankan agar seluruh rekaman CCTV rumah diperiksa. Bukan hanya karena kejadian pencurian yogurt, tetapi juga kemungkinan adanya peristiwa lain yang belum terungkap.
Lucian pun menyetujui usulan itu dan memerintahkan asistennya memeriksa setiap rekaman tanpa terkecuali.
Meski mobil telah membawanya meninggalkan kediaman Winston, pikirannya masih tertuju pada Annabella. Ia benar-benar tidak mengerti perubahan wanita tersebut.
Ke mana perginya Annabella yang pandai bersandiwara?
***
Di gudang tua, Annabella kembali duduk di depan mesin jahit. Minah menemaninya sambil membantu merapikan kain.
Jemarinya terasa perih setiap kali jarum menembus bahan, sementara punggungnya berdenyut menahan nyeri. Namun, ia tetap bekerja. Biaya pengobatan Aditya dan kebutuhan Yumna tidak akan terpenuhi jika ia menyerah sekarang.
Minah beberapa kali menyuruhnya beristirahat, tetapi Annabella hanya membalas dengan senyum tipis. Wanita itu sudah terbiasa menahan rasa sakit dan memaksakan diri demi orang-orang yang disayanginya.
Dari ambang pintu, Ranti mengawasi mereka dengan sorot mata penuh kebencian.
Tina dan kedua rekannya telah kehilangan pekerjaan, sedangkan Annabella masih diperbolehkan tinggal di rumah itu. Baginya, keadaan tersebut sungguh tidak adil.
Kebencian di hatinya semakin membesar.
***
Menjelang siang, Lucian meminta makan siangnya diantarkan ke kantor karena tidak terbiasa makan di kantin perusahaan.
Ranti segera membawa tas bekal ke gudang dan menyuruh Annabella mengantarkannya. Ketika wanita itu mempertanyakan alasannya, Ranti menegaskan bahwa tugas tersebut merupakan perintah Lucian.
Annabella tidak ingin mencari masalah baru. Ia pun menerima tas itu dan berpamitan kepada Minah yang berpesan agar Annabella tidak memaksakan diri jika merasa sakit.
Begitu Annabella pergi dan Minah kembali ke dapur, Ranti menyelinap masuk ke gudang.
Di dalam kardus besar yang biasa dijadikan tempat tidur, Yumna sedang bermain boneka. Mendengar adanya langkah kaki mendekat, anak itu segera meringkuk dan bersembunyi.
Dari celah kardus, ia melihat Ranti berjalan menuju mesin jahit Annabella.
Tanpa ragu, wanita itu menarik mesin tersebut hingga terhempas ke lantai.
Brak!
Yumna tersentak dan buru-buru membekap mulutnya agar tidak bersuara.
Ranti kemudian menginjak mesin jahit itu berkali-kali sampai rusak. Ia juga mengacak-acak kain, merobek pola jahitan yang sudah selesai, serta menjatuhkan seluruh peralatan ke lantai.
Dalam waktu singkat, gudang yang semula rapi berubah menjadi berantakan.
Setelah puas melampiaskan amarahnya, Ranti pergi tanpa menyadari bahwa seluruh perbuatannya telah disaksikan oleh Yumna.
Anak itu perlahan keluar dari kardus. Begitu melihat keadaan gudang, matanya langsung berkaca-kaca.
Mesin jahit Annabella tergeletak miring di lantai.
“Mecin Onty...” bisiknya lirih.
Yumna tidak tahu apakah mesin itu masih bisa digunakan. Ia hanya mengerti bahwa benda tersebut merupakan sumber penghasilan Annabella untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Dengan tangan mungilnya, ia mencoba mengumpulkan kain-kain yang berserakan. Namun, jumlahnya terlalu banyak dan sebagian sulit diangkatnya.
Pada akhirnya, Yumna hanya bisa berdiri di tengah kekacauan itu dengan mata berkaca-kaca.
Ia berharap Annabella segera pulang, tetapi juga takut melihat wanita itu bersedih melihat mesin jahitnya telah dirusak.
***
Gedung Winston.
Annabella tiba dengan napas terengah-engah. Tas bekal di tangannya terasa makin berat, sementara perjalanan panjang membuat luka-lukanya kembali terasa nyeri.
Begitu memasuki lift, pandangannya mendadak kabur. Ia secepatnya berpegangan pada dinding dan berusaha menenangkan diri. Ia tidak boleh jatuh sakit sekarang. Yumna masih menunggunya di rumah.
Setelah pintu lift terbuka di lantai paling atas, Annabella berjalan tertatih menuju ruang CEO.
Tangannya terangkat untuk mengetuk pintu, tetapi suara seorang wanita asing dari dalam membuat gerakannya terhenti.
“Sayang, kapan kamu akan melamarku?”
Annabella mengenali suara Lucian yang menjawab, meskipun kata-katanya tidak terdengar jelas. Tak lama kemudian, wanita asing itu kembali merengek manja, mengeluhkan lamanya ia menunggu kepastian dari pria tersebut.
Annabella menunduk menatap tas bekal di tangannya.
Ia adalah istri sah Lucian, tetapi keberadaannya tidak pernah diakui. Sementara itu, wanita lain bisa dengan bebas bermanja-manja di hadapan suaminya.
“Dia sudah punya kekasih. Untuk apa menikahiku? Dasar Balok Es!” gerutunya kesal.
Rasa sakit kembali menyerang kepalanya. Tubuhnya limbung hingga ia terpaksa bersandar pada dinding.
Annabella memejamkan mata sejenak. Ia hanya perlu menyerahkan bekal itu, kemudian segera pulang. Urusan wanita di dalam sana bukanlah sesuatu yang perlu dipikirkannya.
Namun, sebelum ia sempat berbalik, suara wanita itu kembali terdengar.
“Lucian... atau jangan-jangan kamu sudah punya wanita lain yang lebih kamu cintai?”
Langkah Annabella sontak terhenti. Entah mengapa, ia mendadak ingin mengetahui jawaban pria itu.
Apakah Lucian benar-benar tidak memiliki perasaan terhadapnya? Ataukah masih ada sedikit kasih sayang yang tersembunyi di balik sikap dinginnya?
Annabella menggenggam erat tali tas bekal dan tanpa sadar menahan napas sambil menunggu.
Lima tahun.
Selama lima tahun, ia pernah tinggal bersama keluarga Winston dengan menyamar sebagai putri mereka. Pada masa itu, Annabella sempat merasakan kehangatan yang membuatnya berharap bisa menjadi bagian dari keluarga tersebut.
Namun, bagaimana dengan Lucian?
Apakah Lucian pernah menyukainya, meski hanya sedikit?
__
ketika mantan napi menjadi istri CEO Hero Lucian Heroin Annabella.
dtggu kelanjutan ny mom ,,
dn apa bnr Erwin tu kk ny anabella???
doa yg terbaik buat mom semoga. cepat sampai retensi ny ,,
🤗