Cattleya tak menduga pesta kemenangan saat timnya menjuarai kejuaraan akan membuatnya meninggalkan dunianya. Ia terbangun di tubuh seorang antagonis dalam sebuah novel yang dibacanya.
Cattleya yang diketahui mengandung anak kaisar diangkat menjadi selir. Dia tak bisa menjadi permaisuri karena sudah ada Adelle seorang putri Duke yang memang digadangkan jadi calon permaisuri.
Namun bisikan-bisikan yang datang ke telinganya yang mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi permaisuri membuat gadis pemalu itu menjadi berambisi. Terlebih Kaisar juga tak pernah mengacuhkan dirinya. Hingga pada akhirnya Cattleya meracuni Adelle dan dirinya dieksekusi mati.
Mengetahui hal tersebut, Cattleya pun memilih jalur aman, dia kabur dan bersembunyi. Namun plot novel tersebut tetap saja membuat dirinya ditemukan.
"Plot novel sialaaaan!!!"
Akankah Cattleya bisa mengubah plot novel tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
One Night 21
"Cattelya, aku ada pekerjaan di ibu kota kurang lebih selama satu pekan. Apa kamu tidak masalah?"
"Ah ya, tidak apa-apa Tuan Cien. Semua orang di kastel ini baik. Aku tidak masalah jika kamu pergi. Tapi Tuan, apa tidak ada kemungkinan kalau kakak ku akan datang?"
"Tidak tenang saja, dia tak akan munglin menentuh mu. Setelah urusanlu selesai di ibu kota, aku akan membawamu dan Leo ke sana."
Degh
Tiba-tiba perasaan Cattleya tidak nyaman saat ketika Lucien berkata demikian. Dia sudah merasa nyaman ada di tempat ini. Jika harus memilih, maka Cattleya jelas aku lebih suka berada di sini.
Di ibu kota, maka dia akan kembali lagi bertemu dengan Cale. Jika benar, mana Cale biaa menyeretnya pulang ke rumah lagi. Tenaga Cattleya tak bisa jika menghadapi Cale dan kesatrianya.
Tangan wanita itu mencengkeram erat sisi roknya!
"Catty?" panggil Lucien. Wajah kegelisahan Catty ditangkap oleh mata Lucien.
"Apa ada yang membuat mu tidak nyaman tentang ibu kota?" tanyanya.
Cattleya terdiam. Ada sebuah hal yang baru dingatnya tentang ibu kota. Tak hanya sekedar tengan Cale tapi kaisar. Sekarang dia mungkin masih bisa mempertahankan warna rambutnya, akan tetapi entah dengan nanti.
Akan tetapi pemikirannya tentang Kaisar, tak bisa diungkapkannya kepada Lucien. Cattleya bahkan belum tahu siapa sebenarnya pria ini meski pada kenyatannya pria ini memang baik.
"Tidak, tdak ada apa-apa Tuan. Saya hanya sedikit berpikir tadi. Sekarang sudah malam, sebaiknya Anda beristrahat. Perjalanan menuju ke ibu kota pasti akan sangat melelahkan," jawab Cattleya. Dia tidak menjawab pertanyaan Lucien dan memilih untuk membahas hal lain.
"Tidak perlu mengkhawatirkan soal itu. Aku bisa dengan cepat dan mudah pulang pergi ke ibu kota. Tapi ya memang benar, sekarang waktunya istrahat. Udara juga semakin dingin. Masuklah ke kamar lebih dulu," ucap Lucien.
Meski tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Lucien, dia tetap menganggukkan kepala. Wanita itu kemudan melenggang pergi untuk masuk ke dalam kamarnya.
Klak
Suara pintu ditutup. Lucien yang sedari tadi tersenyum saat bersama dengan Cattleya kini kembali ke setelan awal yang datar dan dingin. Pria itu lalu menyuruh semua orang untuk berkumpul di halaman belakang, dimana tempat latihan para kesatria biasa dilakukan.
Sikap tegak dan juga pandangan yang lurus ke depan tak hanya dilakukan oleh para kesatria, namun juga semua pelayan dari kastel tersebut.
"Aku besok akan kembali ke ibu kota. Kalan harus menjaga Catty dan Leo. Ingat, jangan sampai mereka terluka barang sedikit pun. Jangan sampai ada kesalah. Ada hal yang harus kalian ketahui lebih awal, Leo adalah putra ku. Putra kandungku, dan Cattleya adalah istrku. Jika terjadi sesuatu dengan mereka berdua, maka akan aku pastika kalian tidak akan bisa melihat matahari keesokan harinya."
Gluph
Mereka semua kesultan menelan saliva masing-masing.Tangan mereka mengepal erat, bukan marah tentunya tapi takut.
Apa yang baru saja Sang Kaisar ucapakan adalah sebuah rahasia besar. Putra dan istri tersembunyi, jelas tak ada orang yang tahu. Dan mereka yang ada di kastel ini menjadi yang pertama tahu.
Mendengar rahasia sebesar itu, sungguh merupakan hal yang tidak mudah dan juga menakutkan karena pastinya tak boleh bocor.
"Apa kalian mengerti?"
"YA TUAN!"
Jawaban serempak dan tegas. Lucien merasa sedikit lebih tenang meninggalkan tempat ini untuk urusan negara esok hari.
"Bagus, perlakukan keduanya dengan sangat baik."
TBC