NovelToon NovelToon
Ekspektasi Dalam Cinta

Ekspektasi Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:136
Nilai: 5
Nama Author: Mega Harsa

Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.

Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.

Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

1 jam kemudian.....

Alina baru saja keluar dari mushola, ia merasa sangat canggung harus bergabung bersama teman - teman Bayu. Ia sangat bimbang haruskah ke sana sendiri atau menunggu kabar dari Bayu. Saat Alina akan mengirimkan pesan pada Bayu, tiba - tiba ada seseorang yang memanggilnya. Panggilan itu sangat tepat dibelakang Alina, tetapi ia sendiri tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannya.

"Alina"

Alina menoleh, dalam batinnya ia berkata, "hmm, sudah aku duga pasti dia." Ya, dia adalah Bayu.

"Sahabat kamu pada kemana?"

"Udah pulang, Maira juga mengantuk."

"Oh, kamu gimana, udah siap? mau langsung ke sana atau mau kemana dulu nih?"

"Langsung aja, nggak enak datang terlambat. Terus nanti yang lain malah pada nungguin" ucap Alina seraya mengenakan sepatunya. Bayu pun bergegas memakai sepatu miliknya.

Alina sangat canggung, ia nampak berusaha mengatur nafasnya yang tak karuan itu. Bayu yang menyadari itu hanya tersenyum, ia berusaha menenangkan Alina dan berpikir untuk lebih banyak ngobrol untuk menghilangkan rasa canggungnya.

Bayu melirik jam tangannya, ia tersenyum gembira karena untungnya masih ada waktu 15 menit lagi untuk mengobrol dengan Alina. Bayu tampak berpikir untuk mencari - cari topik pembicaraan.

"Alina, makasih ya, kamu sudah bersedia untuk berkunjung ke rumah demi Bunda" kata Bayu.

"Oh, iya. Bay, aku lupa!" Alina menepuk jidatnya pelan.

"Kenapa, ada yang hilang atau ketinggalan?"

"Ada yang ketinggalan, kotak makan sama tumbler dari Bunda, yang sarapan itu" kata Alina dengan ekspresi cemberut.

"Ya ampun, Alina. Nggak apa - apa, nanti bisa kamu balikin kapan - kapan. Nggak di balikin juga oke" ucap Bayu seraya beranjak berdiri, lalu mereka berjalan bersama. Namun, masih asyik mengobrol.

"Pokoknya, nanti pasti aku balikin kok, nanti aku juga akan buatin sesuatu buat kamu" kata Alina dengan tersenyum.

"Oke, ada satu hal lagi" ucap Bayu seraya menoleh sekilas ke arah Alina. "Kalau kamu nggak nyaman atau mau pulang, bilang aja."

Deg

Alina yang semula langkah kakinya selaras dengan Bayu, justru ia semakin tertinggal dan langkahnya melambat. "Apa maksudnya bilang begitu? Sekedar berbicara ataukah justru ia merasakan apa yang aku rasakan? Astaghfirullah, tenang Alina, kamu harus tenang dan jangan malu - maluin" gerutu Alina pada dirinya sendiri.

Bayu merasa bersalah atas apa yang dia katakan, "Ya tuhan, apakah aku salah bicara" ucap Bayu dengan lirih, lalu ia memanggil Alina. Ia meminta Alina agar tidak jauh - jauh darinya karena pengunjung Bandung Cafe sangat ramai. Nanti akan sangat sulit mencari Alina, apalagi acara reuni akan segera di mulai.

"Hai, Alina!" Sapa Keysha seraya memeluk Alina. Keysha berterima kasih kepada Alina karena ia sudah bersedia dan menyempatkan waktunya untuk datang ke acara ini. Keysha memperkenalkan Alina kepada teman - teman yang lainnya. Mereka menyapa Alina dengan sangat ramah, ada juga yang ingin duduk bersebelahan dengan perempuan dengan tampang baby face ini. Melihat hal itu, Bayu merasa sangat risih. Bagaimana tidak, Reno terus saja mengganggu Alina. Padahal Reno hanya mengobrol dengan Alina, Bayu yang posisinya lebih jauh ia hanya menggerutu, "Ngomongin apaan sih mereka, kayaknya seru banget" ucap Bayu dalam batinnya. "Jangan sampai ke tikung lagi, Bay" bisik Kevin kepada Bayu. Semua orang mulai mencari posisi duduknya, Alina tampak bingung harus duduk di sebelah mana. Bayu mendekat ke arah Alina, "sini duduk di sebelah aku" ucap Bayu dengan lirih. Alina mengikuti Bayu, sedangkan Kevin dan Reno si duo jomblo ini mereka tampak asyik bersama.

"Nah, itu dia!" ujar Keysha menunjuk ke arah seorang perempuan yang mengenakan outfit serba hitam itu nampak sangat elegan dengan rambut yang panjang sedada. Keysha memberikan arahan kepada semua orang ada yang memegang beberapa buket bunga, memecahkan balon dan yang membawa kue ulang tahun adalah seseorang yang sangat spesial bagi Keysha, yaitu Kevin.

Keysha memberikan Kue ulang tahun itu dan Kevin menerimanya. Bayu terbelalak kaget, "Kevin, Kevin, Lo mau luka itu bersemi kembali sepertinya" ucap Bayu dengan lirih, ia tampak tidak suka jika Kevin kembali ke masa lalu. "Maksud kamu apa?" tanya Alina penasaran. Bayu menjelaskan kepada Alina bahwa perempuan yang sedang berjalan ke arah mereka itu adalah Naila yang merupakan mantan Kevin. Tidak ada seorang pun yang tahu mengenai hubungan mereka, kecuali Bayu.

Alina menatap Kevin dengan sendu, ia kasihan kepada rekan kerjanya itu harus mengalami hal ini. Alina menoleh ke arah Bayu yang sedang menatapnya juga, lalu ia memberikan isyarat untuk mendampingi Kevin di sampingnya.

Semua orang mulai menyanyikan lagu ulang tahun, menyambut kedatangan Naila. Beberapa balon mulai di letuskan dan sebagian teman - teman memberikan buket bunga. Naila tersenyum bahagia, ia menatap Kevin yang sedang menatapnya juga. "Ayo, berdoa dulu, lalu potong kue nya" kata Alina seraya menepuk pundak Naila. Ketika Naila akan memotong kue, ia tampak kesulitan karena sedang memegang banyak buket bunga. "Sini, biar aku yang pegangin dulu" kata Alina memberikan bantuan. "Ish, Reno salah prosedur, pasti nggak dengerin instruksi dari aku tadi" ucap Keysha dengan kesal. Sedangkan yang lain hanya tersenyum melihat tingkah Reno yang sedang membujuk Keysha. "No problem, Key. Udah bisa ngumpul sama kalian aja aku senang banget kok, terima kasih banyak ya, semuanya" kata Naila seraya memandangi seluruh teman teman. Keysha yang mendengar hal itu pun merasa lega, karena ia memang si paling perencana banget, ingin selalu kelihatan perfect. Reno berkata, "Oke, itu potongan kue pertama buat siapa sih? Penasaran banget gue." Tatapan Naila tertuju kepada seorang pria dan yang lainnya pun ikut memperhatikan siapa orang itu. Naila yang semula berhadapan dengan Kevin, langkahnya bergeser ke arah sebelah kanan dan menyodorkan sepotong kue kepada Bayu. Naila yang dulu sama sekali tidak pernah dekat dengan Bayu, tiba - tiba melakukan hal itu. Membuat semua teman - teman kaget dan tidak menyangka, termasuk Kevin. Bayu menerima kue itu seraya tersenyum sekilas, lalu menatap Kevin yang terdiam karena cukup syok dengan apa yang dia lihat barusan. "Cieee..." semua teman - teman bersorak karena hal itu, kecuali Alina dan Kevin hanya tersenyum tipis.

Keysha membantu Naila membagikan kue itu ke teman - teman yang lainnya. "Ayo, guys! silakan di nikmati makanannya, kalau mau nambah pesan aja ya!" Kata Keysha yang mendapat bisikan dari Naila. Reno menarik tangan Kevin untuk duduk bersamanya, Alina dan Bayu juga mengikuti Reno.

"Heh, kalian duo sejoli, ngapain sih ngikut - ngikut geng jomblo?" ucap Reno dengan Cengengesan.

Alina menatap Bayu, ia bingung harus menjawab apa. "Eh, kita juga sama kayak kalian, atuh" kata Alina dengan sedikit bahasa Sunda-nya.

"Betul nggak, Bay?" tanya Reno penasaran dan Bayu hanya mengangguk sebagai jawaban. "Alhamdulillah, itu artinya masih ada kesempatan buat gue" kata Reno, sekilas menatap Alina lalu beralih ke arah Bayu. Seketika raut wajah Reno berubah karena mendapatkan tatapan tajam dari Bayu. "Hehehe, Astaga... Bercanda, Bay" ucap Reno seraya menepuk pundak Bayu. Sedangkan Kevin masih saja terdiam, masih terngiang - ngiang dengan kejadian beberapa menit yang lalu. Alina menarik kemeja Bayu, lalu ia berbisik, "aku mau sama Keysha." Bayu tampak berpikir, lalu beralih berbisik kepada Alina, "Di sini aja, aku yakin Keysha akan kemari."

Alina menghela nafas dengan panjang, sebenarnya ia merasa tidak nyaman karena harus berkumpul dengan pria. Bayu mengajak Kevin dan Reno untuk memakan hidangan yang sudah di siapkan. Ia juga menyodorkan sepiring kue serabi kepada Alina. "Vin, ayo dimakan, gratis loh ini. Sayang banget kalau nggak dihabiskan" kata Reno. Bayu yang mendengar hal itu pun baru menyadari, bahwa Kevin memang tidak berbicara dengan nya saat Naila menyuapi kue.

"Vin, Lo nggak apa apa kan?" tanya Bayu kepada Kevin.

"Aman, Bay" jawabnya singkat.

"Gue sama Naila nggak ada apa - apa kok."

"Iya Bay, Iya, oke. Ngapain sih ngebahas dia, bukan urusan gue lagi itu" kata Kevin seraya tersenyum, lalu menyeruput Es Goyobod. Tidak lama kemudian, Keysha dan Naila berjalan mendekat ke arah mereka. Naila berjalan di belakang Keysha, ia sangat gugup harus berhadapan dengan Kevin.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!