NovelToon NovelToon
Starfall: The Last Child From The Stars

Starfall: The Last Child From The Stars

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Akademi Sihir
Popularitas:531
Nilai: 5
Nama Author: Dorin

Pada malam ketika sebuah bintang jatuh menghantam bumi, takdir sebuah kerajaan berubah selamanya.

Ditemukan di dalam bola perak misterius dan dibesarkan sebagai pangeran, ia dianggap sebagai kegagalan karena tak memiliki mana di dunia yang menjadikan sihir sebagai segalanya.

Namun, di balik kelemahan itu tersembunyi kekuatan kosmik yang jauh melampaui sihir.

Kini, ia hanya ingin hidup normal sebagai siswa Akademi Sihir. Sayangnya, ketika kegelapan mengancam dunia yang telah menjadi rumahnya, pemuda dari bintang-bintang itu tak punya pilihan selain melepaskan kekuatan sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dorin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 — Putri Kedua Kerajaan Nivalis.

Situasi berubah mencekam bagi para bandit.

mereka semua tersentak mundur secara bersamaan.

​Genggaman jemari mereka kian erat mencengkeram gagang senjata masing-masing. Tak ada satu pun dari mereka yang berani melangkah maju—terlebih setelah menyaksikan jasad rekan mereka yang tewas mengenaskan di balik reruntuhan pohon.

​Namun, bukannya gentar, sang bos bandit justru terkekeh pelan sebelum menyeringai lebar. Ia memanggul kapak raksasanya di bahu, lalu berjalan mendekati Edward dengan gestur meremehkan.

​“Dari dulu si gondrong itu memang lemah. Jadi wajar saja kalau dia tumbang dengan mudah di tanganmu. Tapi...”

​WUSH!

​Aura hitam pekat bertekanan tinggi seketika meledak dari tubuh pria pelontos itu.

​Tekanan mana yang menyesakkan itu menciptakan guncangan kecil di atas tanah bersalju, mengikis pasokan udara di sekitarnya hingga membuat beberapa anak buahnya sendiri terbatuk-batuk sesak napas.

​BZZZZT!

​Sebuah lingkaran sihir berlapis muncul tepat di bawah pijakan kakinya. Mantra-mantra penguat berturut-turut aktif—meningkatkan ketahanan fisik, kecepatan gerak, hingga daya hancur puncaknya.

​Sesaat, sang bos bandit menyeringai puas. Dan di detik berikutnya—

​BOOM!

​Tubuh besarnya menghilang dari pandangan, meninggalkan gelombang kejut masif serta pusaran angin keras yang menerbangkan tumpukan salju.

​Secara instan, sosok raksasa itu telah muncul tepat di hadapan Edward. Kapak besarnya terangkat tinggi di udara, siap diayunkan untuk membelah tubuh sang Pangeran menjadi dua bagian!

​“MATI KAU!”

​WUSH!

*​*TRANG—!

​Lentingan nyaring benturan logam menggema keras di tengah hutan beku.

​Baru saja sang bos bandit hendak bersorak jumawa atas kemenangannya, matanya mendadak terbelalak lebar dalam rasa syok yang teramat sangat.

​Kapak raksasanya—yang telah dialiri akumulasi Mana pekat, dilapisi sihir angin pemotong, serta diselimuti mantra penguat fisik tingkat tinggi—berhenti total. Benda tajam itu tertahan kaku di atas bahu sang Pangeran.

​Seolah-olah kapak berharga tersebut baru saja menghantam sebongkah besi kosmik yang tak terkalahkan.

​Bahkan... serangannya itu tidak sanggup meninggalkan goresan tipis sekalipun di atas kulit maupun pakaian Edward.

​“Hanya segitu saja?”

​Edward mengangkat sebelah tangannya, mencengkeram batang besi kapak raksasa tersebut. Dalam satu remasan erat tanpa usaha berarti—

​KRAK!

​Senjata berat itu patah terbelah menjadi dua bagian.

​Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu dibuat terkejut bukan kepalang—terutama sang bos bandit sendiri.

Ia menatap nanar gagang kapaknya yang hancur.

Senjata yang ditempa dari bahan logam berkekuatan ekstra tinggi itu bukan hanya gagal menembus kulit Edward, tetapi juga hancur berkeping-keping padahal sedang dilapisi mantra sihir berlapis.

​Sebelum sang bos bandit sempat tersadar dari rasa syoknya, Edward mengangkat sebelah tangannya di udara.

​Telapak tangannya dibuka rata dengan seluruh jemari yang dirapatkan rapat dan kencang—membentuk gestur sebilah pedang daging yang mematikan.

​WUSH!

​Edward mengibaskan tangannya secepat kilat ke arah leher sang bos bandit.

​Tangan kosong yang bertindak bagaikan bilah pisau baja tajam itu langsung memenggal kepala pria raksasa tersebut dengan teramat mudah.

​CRAAK!

​Cairan darah segar memuncrat deras, membasahi hamparan salju putih dan rumput beku di sekitarnya. Tubuh tanpa kepala milik sang bos bandit roboh secara dramatis ke atas tanah, tewas seketika tanpa sempat memberikan perlawanan berarti.

​Anak buahnya tersentak panik luar biasa.

​Menyaksikan pemimpin mereka dihancurkan dalam hitungan detik membuat rasa histeris dan ketakutan ekstrem merayap cepat ke seluruh tubuh mereka. Tanpa komando, para bandit itu serentak menjatuhkan senjata masing-masing dan berbalik lari tunggang langgang menembus pepohonan.

​Namun, Edward sama sekali tidak berniat membiarkan mereka lolos.

​Bagi sang Pangeran, membiarkan sampah-sampah tak berguna seperti ini tetap bernapas hanya akan menimbulkan bencana baru di kemudian hari.

​BOOM!

​Dengan kecepatan ekstrem di atas ambang batas wajar, Edward melesat memburu para bandit yang berusaha melarikan diri. Dengan posisi jemari tangan rapat yang sama, ia mengejar satu per satu dari mereka.

​Setiap kali sosoknya mengekor di belakang musuh, tebasan tangan Edward mengeksekusi mereka tanpa ampun.

​Ada yang tubuhnya terbelah menjadi dua bagian, dadanya berlubang, hingga kepalanya terpenggal melayang di udara.

​Dalam kurun waktu yang amat singkat, tak ada satu pun bandit yang tersisa hidup. Seluruh kelompok pengacau itu berhasil dimusnahkan secara total tanpa perlu menguras energi kosmik sang Pangeran sedikit pun.

Edward melayang turun dengan perlahan, melangkah mendekati sang pelayan wanita yang masih terduduk gemetar ketakutan di atas tanah bersalju.

​Sang Pangeran mengulurkan sebelah tangannya dengan lembut, bermaksud membantunya untuk berdiri. Namun, wanita itu sempat menyusut mundur, terlalu syok dan takut oleh demonstrasi kekuatan mengerikan yang baru saja disaksikannya.

​Melihat hal itu, Edward menyunggingkan sebuah senyuman hangat nan menenangkan.

​“Tenanglah,” ujar Edward dengan nada suara yang teramat lembut. “Saya tidak akan menyakiti kalian.”

​Meski masih dihinggapi sisa-sisa rasa ragu, sang pelayan memberanikan dirinya menyambut uluran tangan sang Pangeran. Dengan bantuan Edward, ia perlahan berdiri lalu membungkuk penuh rasa syukur.

​“T-terima kasih banyak, Tuan...”

​Namun, di detik berikutnya, wanita itu mendadak teringat sesuatu yang jauh lebih penting.

​“Ah! Tuan Putri!”

​Dengan langkah terburu-buru, ia berlari menghampiri kabin kereta kuda yang telah hancur. Di pojok dalam kabin tersebut, terlihat sosok gadis kecil yang tengah duduk meringkuk sembari memeluk erat kedua lututnya. Isak tangis terdengar samar-samar keluar dari bibir kecilnya.

​“T-Tuan Putri! Syukurlah Anda baik-baik saja!” serunya lega.

​Gadis kecil bertiara itu perlahan mendongakkan kepalanya, matanya yang basah oleh air mata berbinar tatkala melihat sosok yang berdiri di depannya.

​“Millie...? Millie!”

​Anak perempuan itu seketika melompat maju, memeluk erat pelayannya sembari menumpahkan tangis histerisnya.

​“Aku takut... Aku takut sekali, Millie...!”

​“Tenanglah, Tuan Putri. Kita sudah aman sekarang. Kita selamat,” tutur Millie menenangkan, sembari jemarinya mengelus lembut helai demi helai rambut putih salju milik sang Putri Kecil.

Edward menghela napas lega sembari menyunggingkan senyuman hangat menyaksikan momen haru kedua orang di depannya.

​Namun, secara tiba-tiba, kembali sebuah seruan familier dari kejauhan memanggil namanya, membuat sang Pangeran menolehkan kepala.

​“Tuan Muda!”

​Bernard berjalan menghampiri dengan langkah tergesa-gesa.

​“Sudah berapa kali saya ingatkan, jika Anda ingin pergi ke luar, tolong beritahukan kepada saya terlebih dahulu,” keluh Bernard dengan raut cemas.

“Saat ini kita sedang berada di wilayah kerajaan lain dan Anda adalah tamu agung Nivalis. Tolong pertimbangkan juga posisi Anda, Tuan Muda.”

​“Iya, iya... Aku minta maaf, Bernard,” sahut Edward ringkas.

​“Selain itu, saya sempat merasakan gejolak Mana bertekanan masif saat mencari keberadaan Anda tadi,” lanjut Bernard, matanya menyapu sekeliling.

“Tapi saat saya datang ke tempat ini untuk memeriksa, saya menemukan deretan mayat-mayat tak dikenal. Sebenarnya apa yang baru saja terjadi di sini?”

​Edward lantas menceritakan secara singkat seluruh peristiwa yang baru saja terjadi—mulai dari aksi penyergapan sekelompok bandit, pertarungan singkatnya melawan mereka, hingga alasan utamanya bertindak murni demi menyelamatkan dua orang yang berada di dalam kabin kereta kuda.

​“Namun, sayangnya hanya mereka berdua yang berhasil selamat,” pungkas Edward dengan nada penuh penyesalan.

“Aku terlambat untuk menyelamatkan para prajurit pengawal yang mengawal kereta mereka.”

​“Jadi begitu ceritanya...”

​Bernard mengangguk paham. Ia lalu melangkah mendekat menuju kereta kuda yang hancur untuk memeriksa kondisi kedua korban yang baru saja diselamatkan oleh sang Pangeran.

​Namun, begitu manik matanya mendapati sosok dua wanita yang tengah berpelukan di dalam sana, mata Bernard seketika terbelalak lebar dengan rasa terkejut yang luar biasa.

​Tanpa ragu sedetik pun, Bernard langsung membungkukkan tubuhnya teramat dalam.

​“Hamba menyampaikan salam hormat yang setinggi-tingginya kepada Yang Mulia Putri Kedua.”

​Edward seketika dibuat kebingungan oleh perubahan sikap Bernard yang mendadak sangat formal. Terlebih lagi, pelayannya baru saja menyebut gelar 'Putri Kedua'.

​“Hei, Bernard. Kenapa kau menyapanya seformal itu?” tanya sang Pangeran dipenuhi rasa penasaran.

“Sebenarnya siapa gadis kecil itu?”

​Bernard menegakkan tubuhnya kembali, lalu menoleh ke arah Edward dengan senyuman yang sulit diartikan.

​“Anda benar-benar tidak mengetahuinya, Tuan Muda? Gadis kecil di sana itu adalah Putri Kedua dari Kerajaan Nivalis. Dengan kata lain... beliau adalah adik kandung dari Yang Mulia Putri Iselyna, Isolde von Niveterra.”

1
Dorona
Cerita bagus bgt. aku suka alurnya. sering2 up 👍👍
Dorin: Terima kasih kak sudah mampir 😍😍😍. siap laksanakeun 🤣🤭💪💪
total 1 replies
SilentNovels
lumayan ni alurnya
Jangan lupa ke naskah aku juga ya
Dorin: Terima kasih kak sudah mampir 😁😄. semoga enjoy dengan ceritanya 🥰😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!