NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:704
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(perjalanan 2, politik Oscar)misi rahasia

"shadow assasin ya..." ucapku lirih dengan senyuman yang puas.

Setelah merampungkan agenda korps barunya tersebut, aku segera bergerak taktis memberikan alokasi fasilitas pangkalan operasional yang layak bagi Elizabeth beserta 20 personel aktifnya. Aku menempatkan posisi mereka di sebuah area sektoral raksasa terisolasi yang berada jauh di bawah tanah kompleks kastil, bertetangga langsung dengan markas divisi utama Korps Polisi Militer agar koordinasi fungsi spionase mereka bisa berjalan zigzag tanpa hambatan birokrasi.

"Elizabeth...!" Panggilku dengan nada suara yang tegas berwibawa.

"Siap, Ibu!" Jawab Elizabeth lantang sembari menyatukan kedua tumit sepatunya penuh dengan rasa hormat militer tingkat tinggi.

"Mulai detik ini, markas operasional peletonmu resmi berada di area sektor bawah tanah, berdampingan langsung dengan Korps Polisi Militer milik Jenderal Zeta. Ambil alih dan gunakanlah seluruh ruangan bekas laboratorium penelitian rahasia milik Beta. Kebetulan faksi Beta saat ini posisinya sudah resmi kupindahkan ke sektor baru yang lokasinya dekat dengan laboratorium ramuan milik Pendeta Upsilon. Di area bekas penelitian Beta tersebut, tata ruangnya bener-bener teramat sangat luas, kokoh, dan sudah dibekali oleh beberapa sekat ruangan khusus yang bisa kau manfaatkan secara bebas sebagai barak utama peleton mandirimu," ucapku tegas memberikan instruksi logistik.

"Siap dipahami, Ibunda...! Terima kasih banyak atas fasilitas mewahnya!" Jawab Elizabeth penuh dengan rasa percaya diri yang luar biasa membara.

Tanpa membuang-buang waktu taktis lagi, Elizabeth segera membalikkan tubuhnya, memimpin seluruh unit pasukannya bergerak melangkah turun menyusuri tangga batu rahasia menuju ke area sektor bawah tanah kastil. Begitu kaki kecil mereka menapak di lantai dasar koridor pangkalan bawah, mereka langsung berpapasan muka secara formal dengan Jenderal Zeta—sang gadis rubah jenius yang memegang takhta tertinggi sebagai komandan Polisi Militer sekaligus pimpinan agung divisi pengintai konvensional Kerajaan Shadow Aethelgard.

Perlu digarisbawahi secara taktis, karakteristik antara kedua korps pengintai ini bener-bener memiliki jurang perbedaan metrik yang teramat sangat jauh sejauh langit dan bumi. Divisi intelijen milik Jenderal Zeta didominasi oleh barisan personel agen mata-mata konvensional yang kapasitas fisiknya masih tergolong awam, serta pasokan perbekalan senjatanya bener-bener sama sekali tidak selengkap dan secanggih milik unit Elizabeth. Hal itu teramat wajar, karena faksi Unit Bayangan Assassin merupakan batalion hantu rahasia kasta tertinggi yang operasionalnya bergerak secara independen murni di bawah perintah mutlak sang Penguasa Absolut Shadow Aethelgard!

"Permisi... Selamat siang, Komandan Zeta..." Ucap Elizabeth melangkah maju menyapa dengan nada suara yang teramat sopan nan ramah.

"Ya...? Eh, ada urusan taktis apa nih sampai mendatangi markas-—" Jawab Zeta menghentikan kalimatnya sembari menyunggingkan sebuah senyuman manis khas ras rubahnya.

Namun, tepat di tengah ucapannya, sepasang mata jeli Zeta mendadak langsung melotot lebar dan terbelalak syok setengah mati tak kala fokus pandangannya baru ngeh dan mengunci mutlak ke arah penampakan sebuah benda berkilau yang tersemat di dada kiri zirah Elizabeth. Detik itu juga, sekujur tubuh Zeta seketika gemetaran hebat diserang rasa panik tingkat tinggi, membuat tubuhnya secara refleks langsung tegak lurus meluncurkan penghormatan militer paling takzim dengan sirkulasi napas yang terbata-bata!

"A-... Anu... M-Mohon maaf yang sebesar-besarnya... K-Komandan Elizabeth...! A-Ada instruksi... A-... Ada apa sebenarnya yang bisa hamba bantu dari kedatangan Anda...?" Ucap Jenderal Zeta terbata-bata dengan nada suara yang bener-bener gugup parah.

“Busettt... Gila parah! L-Lencana logam Orichalcum murni bermotif burung Gagak...?! Demi Altar Dewa, kasta pangkat bocah rambut merah ini bener-bener gak masuk nalar! Kita para jenderal divisi utama terkuat saja cuma dibekali lencana berbahan logam Mirthil oleh Tuan Miko... Berarti secara hukum militer absolut, kedudukan pangkat taktis dia posisinya berada jauh berkali-kali lipat di atas kita semua, anjirrr...! Gak boleh cari masalah gua sama malaikat maut ini!” Ucap Zeta menjerit ketakutan meratapi batinnya yang kena mental seketika.

"Ahh... Gak usah gugup begitu, Komandan Zeta. Kedatangan saya kemari murni diperintahkan langsung oleh Yang Mulia Miko untuk mengambil alih dan mengklaim seluruh area bekas ruangan penelitian milik Beta. Mulai hari ini, sektor luas itu akan resmi dialokasikan untuk dijadikan sebagai markas besar pergerakan unit kami..." Ucap Elizabeth menjelaskan maksud kedatangannya dengan senyuman santai.

"A-... Ahh... B-Baiklah, siap silakan... Silakan langsung dipakai saja semua fasilitas di dalam sana, Komandan Elizabeth... Kebetulan ruangan laboratorium itu emang bener-bener sudah kosong melongpong dan gak ada faksi prajurit lain yang memakainya juga sejak lama, hehe..." Jawab Zeta penuh dengan rasa hormat yang luar biasa takzim kepada anak angkatku tersebut.

"Baiklah, terima kasih banyak atas kerja samanya, Komandan Zeta..." Jawab Elizabeth membungkuk kecil.

Setelah urusan klaim markas bawah tanah tersebut rampung dikunci aman, Elizabeth bener-bener langsung bergerak ekstrem. Di bawah kepemimpinan dinginnya, dia langsung mencambuk dan melatih seluruh 20 personel Unit Bayangan Assassin-nya habis-habisan secara brutal selama dua hari dua malam tanpa ada sebilah kata istirahat. Proses simulasi taktis perang modern itu tidak hanya dikurung di dalam ruangan bawah tanah saja, melainkan juga digempur di medan terbuka luar kastil guna membiasakan tubuh monster dan manusia mereka bermanuver zigzag di atas angkasa bebas menggunakan dorongan gaya mesin Jetpack Mana dan bidikan senapan otomatis Minimagia 000.

Hingga akhirnya, lembaran malam yang teramat pekat pun resmi tiba menyelimuti daratan benua.

Di dalam keheningan kamar tidur pribadiku yang luas, atmosfer mendadak berubah menjadi sangat serius, mendingin ekstrem, dan mencekam pekat. Seluruh jajaran jenderal kasta tertinggi Aethelgard—mulai dari Jenderal Darat Theta, Jenderal Udara Delta, Jenderal Polisi Militer Zeta, Pendeta Agung Upsilon, hingga sang asisten utama Alpha—kini telah duduk melingkar mematung di sekelilingku.

"Baiklah... Seluruh atensi fokus kemari... RAPAT DARURAT RESMI DI MULAI...!" Seruku tegas.

"SIAP, YANG MULIA!!!" Jawab kelima petinggi militer tersebut serentak dengan nada lantang bergemuruh.

"Kali ini, aku telah merancang sebuah draf Misi Rahasia skala makro tingkat tinggi..." Ucapku lirih, memicingkan sepasang mata ungu menyalaku. "Kalian semua wajib memasang mode siaga penuh... dan dengarkan secara jeli setiap lembar instruksi taktis yang akan aku perintahkan ke pundak divisi kalian malam ini...!"

"Siap, kami siap mendengar titah Anda, Tuanku...!" Ucap mereka patuh.

"Berdasarkan hasil sirkulasi data spionase terbaru, di dalam perang kali ini kita secara mutlak bakal bertempur menghadapi agresi invasi militer gabungan dari Empat Kerajaan Besar sekaligus. Tiga faksi kerajaan suci yang berada di pihak sekutu terdekat kita saat ini kondisinya bener-bener telah resmi tumbang total. Wilayah ibu kota Kerajaan Oscar, Kerajaan Samuel, hingga Kerajaan Rostaria... semuanya bener-bener telah jatuh hancur dicaplok ke dalam genggaman faksi musuh... Target lawan utama yang akan kita hancurkan adalah kekuatan militer dari Kerajaan Sihir, Kerajaan Victoria, Kerajaan Petra, dan faksi pengkhianat utama yaitu Kerajaan Eldiana pimpinan Felix...! Mereka semua saat ini bergerak masif mengincar koordinat Wilayah Timur murni demi ambisi memuaskan dogma Altar Dewa palsu untuk menguasai peta dunia ini...!"

Aku mengetuk meja kayu, mengedarkan tatapan tajam.

"Satu-satunya faksi kerajaan luar yang tersisa selamat dari pembantaian wilayah tengah saat ini hanyalah Kerajaan Clowndia milik si raja aneh, Joker... Tapi jelas, kita sama sekali gak bakal bisa membeberkan berita genting berskala darurat benua ini kepada faksi Joker... Kenapa? Karena sifat dasar di dalam diri Joker bener-bener teramat sangat gegabah dan bodoh parah. Jika dia tahu, dia hanya akan bergerak serampangan merusak seluruh masterplan draf strategi rahasia yang sudah kuatur susah payah...!" Ucapku serius penuh kalkulasi dingin.

Para jenderal mendengarkan penuturanku dengan raut wajah yang kian menegang serius, menyadari bobot krisis kali ini berada di tingkat yang sangat mengerikan.

"Baiklah, sekarang kita masuk ke dalam draf detail rencana eksekusinya... Tapi sebelum pergerakan pasukan dimulai, ada satu hal penting yang harus kalian terima..."

Aku mengulurkan tangan manusiaku, membuka slot inventory bayangan lantai kamar lalu menarik keluar sebuah tumpukan kotak logistik raksasa. Di hadapan mata mereka yang terbelalak takjub, aku mengeluarkan ribuan unit perangkat komunikasi mutakhir buatan bumi bernama HT (Handy Talkie). Bentuk visual fisiknya sekilas bener-bener terlihat menyerupai perangkat smartphone hitam mini, namun memiliki fungsi taktis untuk meluncurkan panggilan telepon suara jarak jauh secara instan tanpa membutuhkan pasokan sinyal satelit seluler bumi sama sekali! Seluruh perangkat komunikasi HT ini sudah kumodifikasi total menggunakan sirkulasi teknologi dungeonku, sehingga mekanisme operasional pemancarnya murni hanya membutuhkan sedikit hisapan energi mana sihir dari tubuh penggunanya. Jumlah unit HT yang kuproduksi massal tidak main-main, sudah mencapai ribuan unit khusus untuk dipasok ke seluruh barisan peleton militer Aethelgard tanpa terkecuali!

Aku mendorong kotak-kotak HT tersebut ke hadapan para Jenderalku, lalu lanjut berbicara dengan nada suara penuh otoritas absolut.

"Jangan sampai lupa, segera bagikan perangkat HT magis itu kepada seluruh jajaran komandan bawahan peleton di divisi kalian masing-masing tanpa ada satu pun yang terlewat...!" Ucapku tegas memutus keheningan.

"SIAP, TITAH DILAKSANAKAN, YANG MULIA!!!" Jawab mereka kompak dengan binar mata takjub memegang teknologi bumi tersebut.

"Baiklah, balik fokus ke draf rencana perang!" Ucapku sembari menggelar selembar peta geografis benua raksasa di atas meja, yang permukaannya kini sudah dipenuhi oleh ratusan coretan garis taktis, simbol panah infiltrasi, dan tanda silang merah.

"Perhatikan koordinat ini... Regu Peleton Darat pimpinan Theta dan Regu Peleton Udara pimpinan Delta wajib bergerak menyebar mengitari sepanjang garis perbatasan wilayah Utara, Selatan, dan Barat. Taruh dan siagakan pasokan pasukan siap tempur jumlah masif di titik-titik perimeter tersebut. Untuk unit infanteri darat, segera operasikan alat berat tempur terbaru untuk membangun parit-parit pertahanan darurat berskala besar sebagai tempat berlindung dari serangan sihir pembom. Sedangkan untuk unit udara divisi Delta, bersiaplah untuk meluncurkan patroli konstan minimal 10 armada Jet Tempur supersonik per hari di setiap wilayah cakupan langit udara benua...!" Perintahku sembari menunjuk jeli ke arah peta.

"Misi diterima dan siap kami laksanakan sampai tetes darah terakhir, Yang Mulia!" Jawab Jenderal Theta dan Jenderal Delta serentak sembari memberikan hormat.

"Lalu kamu, Zeta... Kau beserta seluruh unit intelijenmu malam ini secara resmi akan bekerja sama dan bergerak di bawah koordinasi taktis batalion Unit Bayangan Assassin milik Elizabeth. Tugas utama kalian adalah menyusup senyap ke garis belakang musuh demi memburu dan mengeksekusi mati para komandan militer tertinggi aliansi Empat Kerajaan. Bergeraklah murni di dalam kesunyian malam dan jangan keseringan menampakkan identitas fisik kalian di area luar, terutama unit pengintaimu. Sebab, untuk urusan unit tempur Elizabeth, kemungkinan besar mereka bakal banyak bentrok saling serang secara frontal di udara bebas. Walaupun secara kuantitas jumlah personel Elizabeth kalah jauh, tetapi aku bersumpah dan sangat meyakini bahwa kapasitas daya hancur batalion hantunya bener-bener teramat sangat kuat parah untuk meratakan musuh...!" Ucapku mengunci pandangan ke arah Zeta.

"Siap, draf misi dipahami, Yang Mulia... Kami siap melebur di dalam bayangan bersama Komandan Elizabeth...!" Jawab Zeta tegas.

"Dan yang terakhir... Aku sendiri, didampingi oleh Alpha, Raja Oscar, beserta beberapa sisa personel regu pahlawan buminya yang selamat, akan bergerak meluncurkan operasi penyamaran khusus. Kami akan menyelinap masuk secara rahasia menembus jantung ibu kota Kerajaan Oscar demi mengeksekusi mati sang raja palsu boneka bentukan musuh, sekaligus mengekstrak informasi intelijen murni untuk memburu siapa dalang asing yang mengontrol pergerakan mereka...!" Ucapku dengan sorot mata ungu menyala dingin yang memancarkan aura tirani mematikan.

"Baiklah... MISI MILITER SECARA RESMI AKAN KITA LANCARKAN BESOK PAGI... SELESAI RAPAT INI, SELURUH REGU PELETON SEGERA BERGERAK PERSIAPKAN DIRI DAN AMUNISI KALIAN MASING-MASING...!!!" Seruku lantang menutup rapat darurat dengan sebilah komando agung.

"SIAP, LAKSANAKAN YANG MULIA!!!" Jawab kelima petinggi itu serentak memberikan penghormatan tertinggi sebelum akhirnya melangkah mundur keluar ruangan.

"Zeta... kamu tetap tinggal di sini dulu sejenak. Dan kamu juga, Pendeta Upsilon... Menghadap kemari," ucapku memanggil kedua bawahan setiaku sebelum tubuh mereka melewati ambang pintu.

Mendengar panggilan suaraku, Zeta dan Upsilon seketika menghentikan langkah kaki mereka, lalu kembali berbalik tubuh berjalan tegap menghampiri posisiku berdiri di dekat meja strategi. Aku merogoh laci lemari magisku kembali, mengeluarkan tiga buah kotak beludru hitam berukuran kecil.

Tangan kananku bergerak menyerahkan dua buah lencana baru berkilau ke atas telapak tangan Zeta. Lencana yang pertama terbuat dari logam Mirthil berat dengan ukiran motif sebilah Mata Terbuka—sebuah simbol sakral yang memiliki makna sebagai faksi Spy atau intelijen pengintai tertinggi. Sedangkan lencana kedua dibalut ukiran motif Bintang Fajar—sebuah lambang mutlak yang merepresentasikan nilai Keadilan dan ketertiban hukum, menandai otoritas tertingginya sebagai pimpinan Korps Polisi Militer istana.

Setelah urusan Zeta selesai, aku mengalihkan pandanganku ke arah Upsilon, menyerahkan sebuah lencana yang terbuat dari logam mirthil yang diukir timbul menggunakan motif Palang Kesehatan Dunia Bumi—sebuah lambang agung yang menandai status sakralnya sebagai Pemimpin Divisi Tenaga Medis dan penyembuhan tertinggi Kerajaan Shadow Aethelgard.

"Terima lencana identitas pangkat baru kalian ini, dan pimpin barisan divisi kalian dengan penuh tanggung jawab demi kejayaan Aethelgard," ucapku tersenyum hangat menatap wajah kedua bawahan setiaku.

"Sihir kepatuhan diterima...! Sumpah setia ini kami persembahkan hanya untuk Anda, Tuan Miko...!" Jawab Jenderal Zeta dan Pendeta Upsilon serentak dengan binar mata penuh rasa bangga dan haru yang teramat mendalam. Setelah menerima lencana suci tersebut, keduanya segera membungkuk hormat dalam-dalam lalu berbalik tubuh melangkah cepat berjalan menuju ke arah barak pasukan mereka masing-masing guna mengatur dan mengeksekusi seluruh rencana perang modern yang telah kuberikan di ambang faksi krisis politik yang sesungguhnya...!!!

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!