NovelToon NovelToon
Karang Hitam

Karang Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Menikahi tentara
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Berawal dari petaka sebuah konser band terkenal, seorang gadis harus membuatnya menerima reward besar karena baru putus cinta. Gadis itu tidak tau bahwa dirinya sedang di kerjai teman kuliahnya hingga membuat seorang Letnan terkena imbasnya.

Disisi lain, akibat petaka tak sengaja, sang Letnan terpaksa harus menanggung akibatnya. Bukan hal mudah menaklukan hati pria yang ternyata adalah Abang dari gadis tersebut, namun pada kenyataannya, lebih sulit menaklukan gadis yang tiba-tiba masuk dalam hidupnya tanpa permisi, apalagi jejak kehidupannya kini di mulai pada wilayah dengan resiko yang cukup tinggi, wilayah yang bisa di katakan rawan, KARANG HITAM.

KONFLIK.. Harap SKIP bagi yang tidak bisa ber KONFLIK.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Mendadak menggantikan.

Langkah Bang Hernando terasa berat, kata-kata Bang Riegan terus berputar di kepalanya, menembus tembok pertahanan harga diri yang selama ini ia jaga. Ia berdiri di sudut yang lebih sepi, memandang lurus ke arah panggung dan penonton yang mulai bertingkah seiring suara musik, namun pandangannya justru kembali melayang tertuju pada sosok Phia yang tertawa lepas sambil bergoyang setengah melompat mengikuti irama.

Pria yang mengaku membenci segala hal yang berhubungan dengan wanita itu kini mendadak bereaksi melihat kelakuan Phia. Tapi di saat yang sama ia tersadar, Phia adalah istri sahabatnya sendiri.

Dadanya terasa sesak, bukan karena marah, melainkan karena bingung dan terombang-ambing antara kewajiban sebagai sahabat, prinsip hidupnya, dan getaran hati yang baru saja masuk ke dalam hatinya tanpa permisi.

'Apa aku sakit demam??? Perasaan macam apa ini???'

Beberapa saat kemudian, langkah kaki Bang Riegan kembali mendekat. Ia berdiri di samping sahabatnya itu.

"Saya tau permintaan ini melampaui batas akal sehat, bahkan mungkin melanggar harga dirimu sebagai seorang laki-laki." nadanya lebih tenang namun juga tak bisa menyembunyikan kepedihan yang dalam. "Tekanan dari Bang Reigar tidak akan berhenti sampai ia melihat saya benar-benar hancur. Saya sadar sudah menghancurkan adik perempuan kesayangannya. Sekarang kondisi saya sudah seperti ini. Jika suatu saat nanti saya roboh total dan tidak mampu lagi melindungi Phia serta anak yang dikandungnya, apa yang akan terjadi padanya? Bang Reigar pasti akan mengambil alih anak itu, menganggap saya gagal, dan mungkin memaksa Phia hidup dengan cara yang tidak ia inginkan. Statusmu adalah 'raja', kau bisa melindungi Phia. Saya hanya minta bantuan perlindungan untuk anak dan istri saya karena saya tidak mampu."

"Kamu bisa pegang satu perusahaan saya, kamu bisa menjaganya sendiri. Anakmu tetap butuh bapaknya. Kalau hari ini kau capek, lebih baik kau pulang..!!! Jangan ikut nimbrung disini." Usir Bang Hernando masih tetap tegas teguh pada pendirian nya. "Nanti saya ke rumahmu. Tanda tangani berkas pemindahan perusahaan..!!"

Bang Riegan berdiri di hadapan sahabatnya dan menatap kedua matanya dengan lekat. "Saya datang di hadapanmu bukan untuk mengemis. Saya tau, saya datang dalam kehidupan Phia tanpa harta. Tapi saya tidak mengharap sedikit pun hartamu untuk Phia. Saya putus asa, tapi kalau akhirnya arah pembicaraan saya akan membuatmu berpikir ke arah sana, saya mohon maaf."

Sungguh Bang Hernando tak menyangka, sahabatnya akan berpikir seperti itu juga. "Kepala kita sama-sama mendidih, lebih baik kita bahas nanti..!!"

"Kau masih punya waktu 'nanti'. Tapi saya, tidak." Jawab Bang Riegan. Ia melanjutkan dengan nada rendah yang hanya bisa didengar oleh keduanya: "Mereka butuh tempat berlindung yang aman. Jika saya tidak sanggup berdiri lagi, saya ingin mereka tetap memiliki ayah yang tangguh, istri yang dicintai dengan cara yang terhormat, dan masa depan yang tidak tergantung pada nasib buruk saya. Ini bukan soal menyerahkan istri. Ini soal menjaga keutuhan keluarga ini dengan cara yang paling sulit dan paling menekan batin saya."

Bang Hernando mendengarkan tanpa menoleh, rahangnya menggeretak menahan diri. "Lalu kau pikir dengan menyerahkannya pada saya, semuanya akan baik-baik saja??? Kau pikir saya bisa menjaga dia hanya sebagai tanggung jawab, tanpa ada perasaan yang tumbuh di tengah jalan???? Apa kau benar-benar ikhlas seandainya saya benar-benar mencintai Phia?? Bagaimana kalau saya khilaf?????" Suaranya terdengar parau, mengakui sesuatu yang paling ia benci.. Sebuah kemunafikan.

"Karena saya tau sifatmu, saya tau watakmu. Saya berani bicara padamu. Kau pria yang memegang janji dan kehormatan diri lebih dari nyawamu sendiri, maka hanya kaulah yang bisa kupercaya menjaganya. Jika suatu saat perasaan itu muncul, saya hanya bisa mendo'akan semoga kalian bahagia." Jawab Bang Riegan.

Hela nafas Bang Hernando terlepas panjang, ia mengembuskan semua kekesalan, keraguan, dan ketakutannya dalam satu tarikan nafas yang berat. Tangan kanannya mengepal kuat.

"Kau benar-benar memaksaku berjalan di atas api, Riegan." ujarnya pelan, suaranya kembali tegas namun kali ini diselimuti kesungguhan yang tak terbantahkan. "Ingat satu hal. Kau sudah menantangku seperti ini. Kau menjatuhkan permasalahan rumah tanggamu padaku. Setelah kau benar-benar berangkat ke USA kau tanggung satu perusahaan milik saya..!! Urusan Phia biar apa kata Tuhan..!!"

"Tapi........."

"Diam, Riegan..!! Kau bukan Tuhan..!!! Jalani dulu pengobatanmu..!!" Bentak Bang Hernando tanpa sadar.

Dari kejauhan Phia hanya melihat kedua pria itu terlihat serius berbicara, namun ia tidak tau bahwa di balik percakapan singkat itu telah terjalin sebuah janji rahasia yang akan mengubah arah nasib mereka semua. Ia melambaikan tangan memanggil suaminya, dan Bang Riegan segera berjalan menghampiri istrinya, meninggalkan Bang Hernando yang berdiri sendirian di tempatnya. Bang Hernando memandangi punggung mereka dengan tatapan pedih, antara kesetiaan, pengorbanan, dan perasaan terlarang yang kini ia rasakan dalam diam.

Suasana konser yang semula meriah dan penuh tawa, dalam waktu beberapa menit mendadak berubah menjadi kacau. Di tengah lagu andalan yang sedang dinyanyikan, tiba-tiba terdengar suara teriakan bercampur benturan keras dari arah bagian belakang penonton. Kerumunan yang semula tertib mulai berdesakan, terdengar teriakan panik.

"Paakk.. Tolong, ada yang bawa senjata tajam..!!!"

Bang Hernando memasang mata emangnya, ia waspada menyoroti semua titik kerusuhan. Insting tempurnya langsung awas. Ia mengambil HT untuk mengarahkan pasukannya. "Seluruh anggota team menyebar, fokuskan pada sektor tengah. Semua pasukan siaga..!!!! Pisahkan kerumunan..!!!! Jangan biarkan menjalar sampai ke depan panggung..!!!!!!"

Saat kericuhan mulai meledak, penonton pun berlarian panik ke segala arah, Bang Riegan memanfaatkan kekacauan itu untuk melangkah mundur perlahan, menjauh dari keramaian. Ia sudah merasakan tenaganya nyaris habis. Jantungnya berdegup tak beraturan, pandangannya mulai berkunang-kunang. Kini setiap langkah terasa begitu berat. Ia tau jika tetap tinggal, ia hanya akan menjadi beban dan justru menyeret Phia ke dalam bahaya lebih besar.

Dengan sisa kesadaran dan kekuatan yang masih ada, ia bergerak menuju pagar samping yang jarang dilalui orang. Sebelum benar-benar pergi, ia sempat menyelipkan sebuah amplop tertutup di tangan salah satu petugas keamanan sipil yang ia kenal, berpesan singkat dengan suara parau. "Tolong cari Ibu Phia, dia sedang bersama pengawas keamanan utama. Berikan amplop berwarna coklat ini. Katakan dari Letnan Riegan..!!"

Tak lama kemudian, tubuhnya yang semakin lemah akhirnya melangkah keluar dan menghilang di balik kegelapan malam, tanpa menoleh sedikit pun. Ia memilih pergi tanpa jejak. Bukan karena takut, tapi karena ingin memutuskan rantai beban yang selama ini membelenggu.

//

Saat Bang Hernando sibuk menangani kericuhan, ada file resmi bersifat rahasia, masuk ke dalam ponselnya. File dari Markas yang menerangkan bahwa Letnan Riegan resmi bisa meninggalkan tempat.

"B******n.. Kau benar-benar kurang ajar, Rieg." Umpatnya.

Belum selesai dengan pikirannya, ia melihat Phia terhimpit kerumunan pria. Terlihat pria lain membawa senjata tajam hendak menusuk. Langkahnya pun bergerak cepat. Ia menarik Phia di belakang punggungnya lalu menghajar perusuh tersebut.

Tak lama anggotanya tiba dan menyeret pria tersebut. Bang Hernando segera membawa Phia ke tempat yang lebih aman.

"Kamu baik-baik saja?? Ada yang luka??" Tanya Bang Hernando.

Phia mengangguk, ia masih mencari-cari sosok Bang Riegan dalam kegelapan, di sela suasana konser yang mulai stabil.

"Permisi.. Bu Phia, ada titipan surat dari Letnan Riegan." Kata seorang pihak keamanan sipil.

Phia mengambil surat tersebut lalu membacanya setelah pria tersebut pergi. Bang Hernando mulai waspada, ia sengaja bergeser dari posisinya dengan hati waspada.

Benar saja, setelah tubuhnya mendadak terhuyung lemas ke dada bidang Bang Hernando. Membaca surat tersebut, dunia Phia seolah runtuh. Ia tertegun, tangisnya pecah begitu saja. Perasaannya seketika kecewa, bingung, dan sakit hati bercampur menjadi satu. "Abang pergi begitu saja? Pergi setelah semua janji yang Abang ucapkan???? Apakah selama ini Phia memang hanya sebagai bahan permainanmu????" batin Phia hancur lebur.

Bang Hernando mengambil surat tersebut, dadanya pun terasa panas terbakar hingga kepalanya pun terasa nyeri merasakan beban pikiran bertumpuk.

'B******k... Apa harus seperti ini, Rieg??? Saya tau kamu frustasi, tapi caramu terlalu sadis. Phia tidak akan kuat menerima caramu.'

Phia histeris dalam pelukan Bang Hernando. Sebagai seorang pria.. Untuk pertama kalinya ia pun ikut terhanyut dan tidak sanggup melihat penderitaan Phia.

"Jahaaaat.. Dia jahaaaat.. Phia benci Riegaaann..!! Phia nggak mau anak iniiiiii......!!!"

"Istighfar, Phia.. Nggak baik bicara begitu..!!!!" Bujuk Bang Hernando sambil membawa Phia di tenda pos keamanan.

.

.

.

.

1
Tanti
semangat Bang Hernan💪💪💪
Tanti
sakit terlalu dalam🥹🥹 ....dua²nya sama² ada rasa tp terbelenggu krn janji dan kekecewaaan🥹🥹

lanjut mba Nara👍👍
Maysuri
sakitnya sampai keubun"....
dyah EkaPratiwi
jangan menyuksa diri bang her
dyah EkaPratiwi
😭😭 sakit banget kalau dijawab gt bang hen
Maysuri
semaput y bang d tendang pusakanya am phia....😁😁😁
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣
Ayu FazRina Satiasari
pria dingin dan kaku ..sekalinya jatuh Cinta....Posesif banget..💞💞💞😍 tp aku suka sosok bang hernando bertanggung jawab tanpa membuka jati diri sebenarnya sulthann🤭🤩🤩🤩💞
dyah EkaPratiwi
phia beneran jurusan kuliahnya?
Elly Maryani
bilang kembang mawar nanti dikasih mawar kuburan,,,diluar Nurul bang Nando ini
Tanti
🤣🤣🤣bener² bang Hernand...
Bang Jan...udah beri bang Hernad pencerahan tp knp jadinya kyk gini😄😄🤭

kocak ini ...lanjut mba Nara👍
Ayu FazRina Satiasari
wkwkwkwwkwkk.....benar2 di luar ekspektasi kejutannya inii....🤭😅
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 kog bisa kembang api bang hernand
Septi Astuti
🤣🤣 dancing flower🤭
Lola Maulia
🥰🥰🥰🥰🥰
Tanti
wiiiihhh....phia tryt udah dilamar... phia tetap semangat yaaa💪💪

lanjut mba nara🤭
Maysuri
pia knp begitu cepat kau berpaling...
dyah EkaPratiwi
lekas pulih phia
Septi Astuti: 😄kangen band mb ...lagi jadul🤭
total 3 replies
Tanti
Mantap Bang Hernando, phia seperti lihat fotocopy sifatnya Bang Riegan. semangat ya Phia💪💪
semangat jg buat mba Nara👍
Ayu FazRina Satiasari
aaaahhhhh d gantungin sama mban Author ini...🤭🤭🤭Semakinmpenasaran bingiits arahnya kmna inii😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!