NovelToon NovelToon
Pengasuh Sang Pewaris (Dia Tahu Segalanya)

Pengasuh Sang Pewaris (Dia Tahu Segalanya)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Ibu susu
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Dituduh menjual jasad anak kandungnya sendiri, Raznalira Utami (28 th) tidak hanya kehilangan buah hatinya tetapi juga rumah tangganya. Suaminya menceraikannya tanpa memberi kesempatan untuk menjelaskan.

Dalam keterpurukan hidupnya, Razna menerima tawaran menjadi ibu susu bagi bayi laki-laki milik seorang duda muda konglomerat, Rendra Mahardika (35th). Demi bertahan hidup, ia menekan masa lalunya dan masuk ke dunia baru yang terasa asing, dingin, dan penuh rahasia.

Namun takdir seolah belum selesai mempermainkannya.
Di rumah megah itu, Razna bertemu dengan seorang wanita misterius yang membuat darahnya seketika membeku. Wanita tua yang dulu membeli jasad anaknya.

Apa tujuan sebenarnya wanita itu membeli jasad bayi Razna?
Apa hubungan wanita tua itu dengan Rendra?

Kecurigaan Razna berubah menjadi ketakutan saat perlahan ia menyadari sesuatu yang mustahil, apakah itu?


Happy reading 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 Kemarahan Rendra

Rendra melangkah mendekat dengan wajah yang memerah karena marah. Tatapannya tajam menyorot Razna yang masih menggendong Finza sambil menangis.

"Kenapa Finza bisa jatuh?" tanyanya sekali lagi. Suaranya kali ini lebih rendah namun penuh tekanan.

Razna menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Matanya terpejam, dadanya sesak menahan rasa bersalah. Dia mencoba untuk bisa menjawab dengan jujur.

"Saya hanya tinggal sebentar, Tuan...hanya ke kamar mandi...." suaranya pecah, matanya masih mengeluarkan air mata.

"Sebentar?" Danara kembali menyela sambil menggeleng prihatin, dia menyorot tajam Razna yang terlihat jelas merasa bersalah.

"Bayi sekecil itu ditinggal sendiri di kasur setinggi ini? Astaga Mbak, kamu punya otak ga sih? Aku aja yang belum punya anak ngerti kalau itu berbahaya," lanjutnya menyudutkan.

Ucapan Danara seperti sebuah pisau yang menusuk luka hati Razna secara bertubi.

Rendra mengepalkan tangannya, giginya bergemeletuk. Namun sebelum emosinya semakin memuncak, tangisan Finza mendadak terdengar melemah. Hal ini membuat Rendra berubah panik.

"Cepat bawa Finza ke rumah sakit!" titahnya dengan suara tinggi.

Tanpa menunggu jawaban, Rendra langsung mengambil Finza dari gendongan Razna. Bayi tersebut masih terisak kecil sambil memejamkan matanya.

Tubuh Razna langsung limbung melihat kondisi Finza yang seperti itu. Dia sangat khawatir benturan keras di kepala Finza membuat kepalanya mengalami cedera serius atau luka dalam yang berbahaya.

"Maafkan saya Tuan...saya benar-benar tidak sengaja...." tangisnya lirih sambil mengikuti langkah Rendra.

"Kalau terjadi apa-apa pada Finza, kamu harus menerima konsekuensinya," jawab Rendra marah, dengan langkah cepat.

Danara diam-diam tersenyum puas melihat sikap Rendra yang berubah pada Razna. Dia segera menyusul dari belakang.

Mobil melaju menuju rumah sakit dengan kecepatan tinggi. Sepanjang perjalanan, Rendra terus mengusap kepala belakang Finza dengan lembut dan hati-hati.

Mata Finza masih terpejam, napasnya tersengal kecil di sela isak tangisnya.

"Papa di sini Sayang. Kamu harus kuat ," gumamnya penuh kecemasan.

Sesampainya di rumah sakit, Finza langsung mendapatkan penanganan yang intensif dari dokter anak.

Rendra tidak bisa tenang sebelum ada kepastian tentang kondisi Finza yang sebenarnya.

Sementara Razna hanya duduk dengan kepala menunduk, air matanya masih merembes keluar. Dia pun masih cemas dengan situasi tersebut.

Danara yang berada di situ berpura-pura menenangkan meskipun dalam hatinya sedang bersorak menikmati drama yang dia ciptakan sendiri.

"Sudahlah Mbak, nasi sudah menjadi bubur... bagaimanapun hasilnya, tidak bisa mengubah apapun. Kita berdoa aja semoga Finza engga kenapa-napa. Kasihan juga anak sekecil itu harus jatuh dari kasur yang tinggi," katanya lembut tapi membuat Razna merasa tertekan.

Beberapa menit kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan. Dia menghentikan langkahnya manakala Rendra menghampirinya.

"Dok, bagaimana kondisi anak saya?" tanya Rendra cepat.

Dokter melepas maskernya lalu menghela nafasnya dengan pelan.

"Alhamdulillah kondisi bayinya stabil. Tidak ada benturan serius. Tapi bagian belakang kepalanya memar ringan, jadi harus dipantau selama dua puluh empat jam,"

Rendra mengusap wajahnya, mengucap syukur karena Finza selamat. Kini dia merasa lega mendengar penuturan dokter yang menangani anaknya.

"Alhamdulillah ya Allah..." lirih Razna sambil tersenyum lega.

Baru saja mereka merasa tenang dengan penjelasan dokter, Razna merasa terhantam batu karang saat dokter menanyakan sesuatu.

"Maaf kalau boleh tahu, siapa yang menjaga bayi saat kejadian?"

Deg!

Razna perlahan berdiri sambil mengangkat tangannya.

"Saya, dok..." jawabnya dengan suara bergetar. Jantungnya hampir copot mendapat tatapan serius dari dokter.

"Anda ibu dari bayi itu?" tanyanya serius.

"Bukan..." sela Danara cepat," Dia itu hanya seorang pengasuh bayi di keluarga kami,"

"Oh maaf, saya pikir Anda ibu kandungnya. Kalau begitu siapa ibu kandungnya?"

"Ibunya sudah meninggal, dok," jelas Rendra menunduk sedih.

Danara dengan cepat langsung pindah posisi dengan berdiri tepat di depan dokter

"Tapi saya calon ibunya, dok," timpal Danara percaya diri. Dia tersenyum bangga namun rasa bangga itu tidak berlangsung lama saat mata Rendra menatapnya dengan tajam.

"Ups....maaf keceplosan..." ujar Danara sambil menutup bibirnya.

Rendra menghela nafas dalam-dalam. Dia menggelengkan kepalanya. Di situasi seperti ini, Danara masih saja bercanda.

“Jadi begini, tolong siapa pun yang menjaganya, bayi seusia anak Anda tidak boleh ditinggal sendiri di tempat tinggi walaupun hanya sebentar. Apalagi tidak ada pengaman yang menahan gerakan si bayi. Ini akan berakibat fatal. Sekali lengah bisa sangat berbahaya.” jelas dokter serius.

Razna menunduk semakin dalam, menerima kesalahan yang sudah diperbuatnya.

"Maaf, dok...saya memang salah," untuk kesekian kalinya Razna mengakui kesalahannya.

Rendra memejamkan matanya sejenak. Rahangnya mengeras menahan emosi yang membuncah. Rasa takutnya masih tersisa.

Danara diam-diam melirik Razna dengan senyuman tipis penuh kemenangan.

"Mampus kamu Razna...." gumamnya dalam hati.

Namun tanpa mereka sadari, Surti yang sejak tadi ikut menyusul Razna dengan ojek motor memperhatikan gestur Danara dengan penuh kecurigaan.

Saat mereka pergi ke rumah sakit, Surti dan pelayan lain melakukan pemeriksaan kamar. Di sanalah dia menemukan sebuah keganjilan.

Surti tahu betul kebiasaan Razna. Dia tidak pernah lupa untuk selalu memasang bantal sebagai pengaman agar bayinya tidak terjatuh dari kasur.

"Setahu saya, Mbak Razna selalu memasang bantal sebagai penahan. Bantalnya lumayan panjang dan cukup berat untuk seukuran bayi jadi bantal tersebut tidak mudah geser atau terjatuh, kecuali ada seseorang yang sengaja memindahkan bantal-bantal itu di tempat lain," jelas Surti seolah masih mencerna temuannya sendiri.

Danara terhenyak, tubuhnya menegang.

Tatapan Surti mengarah lurus ke arah Danara yang mulai gelisah.

"Aneh...sungguh aneh. Biasanya aman walaupun ditinggal. Apalagi ditinggal sebentar. Lagi pula Finza itu kan belum bisa merayap, baru guling-guling aja. Dan saya pastikan memang bantalnya engga bakalan geser hanya karena tersentuh tubuh Finza."

Danara langsung memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan kegelisahannya yang mulai terlihat jelas.

"Memangnya aneh gimana, Ti?" tanyanya berusaha terdengar santai dan tenang agar tidak ketahuan ulahnya.

Surti mengeryit pelan sambil mengingat detail sesuatu yang dilihatnya. Dalam hatinya, ia harus melindungi orang yang tidak bersalah. Selama ini dia sudah merasa muak dengan sikap Danara. Kini ia harus memberanikan diri untuk melawan dan membongkar kebusukan perempuan itu.

Sementara itu Danara mulai terpojok, ada kekhawatiran kedoknya akan terungkap di hadapan dokter dan Rendra.

"Awas saja kalau kamu berani macam-macam denganku....aku tidak akan tinggal diam, Surti..." gumamnya serius.

1
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
sudah ada bukti dan terbukti kalo Danara lah pelaku jatuhnya Finza jangan dibiarkan tinggal dirumahmu lagi lah Ren bisa bisa dia lebih nekad lagi karena usahanya sudah gagal 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
keren banget 👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu jatuh cinta lagi 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😣
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
nahhhh.. tunggu hukuman mu naraa.. bukti sudah jelas...sekarang kau ngk kan bisa megelakk....
bnar kata renndra.. patuhin aja razz
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
woy Danara kau itu udah ketahuan masih aja ngeles lagian Rendra juga udah jelas jelas bilang dia tidak akan menikah lagi dlm wkt dekat dan kau pun tak dianggap special jadi segera sadar neng😏😒
Yuningsih Nining
👎mampooosh loe danara, bukti ada noh, mental mu mungkin langsung down kena tuh fakta, cardihlgan nya masih loe pk hahah serasa puas, iih dosa sebener nya ya ini sy begini tp kesel sm si danara
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Lahh niatan buruk mu ituhh nara
raz.. kan dia kerja.. tp kmcemburu .. dan km yg berharap sama Rendra
padahal Rendra ngk suka ma km.. dia ngangap km adik .. pahamm!
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
nahhh kembalikan aja dia.. fiadisitu kan sebagai tantenya firza bukan ibunya
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Nahh .. kecerobohan yg akan mengungkapkan kebenaran...
udah jadi adek ipar masih aja ngelunjak pgen jdi istri... ngk tau diri
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pembohong, rasakan akibatnya 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
akhirnya ada bukti akurat 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tuh dengerin 😔
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
mampus luuu Danara semoga Rendra bisa membuka kebusukan adik iparnya sendiri yang membuat Finza jatuh dari atas tempat tidur biar sekalian diusir keluar dari rumah bahaya kali ada Danara didekat Finza bisa bisa dia lakukan aksi lanjutan 🤔
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
Rendra kau kau kan orang berada mumpung Danara ada di RS suruh orang pasang cctv di kamar Finza atau ditiap ruangan biar kau lihat sendiri kelakuan Danara 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sabar Razna kebenaran pasti akan terungkap 😔
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Dasar Nara.. mulut mu kudu di lskbann.... SE enak yaaa bilang kyak gtu..
Degar sendiri kan dra klakuan adek ipar mu...
Yuningsih Nining
Rendra gercep. lah pasang CCTV tersembunyi disekitaran kmr debay mu finza diam²Gak Razna bi surti aplg danara tau , biar ada kejelasan dari bertigaan itu mn yang bener, buat km jg ada tenang mungkin gas was?
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
Danara ini berbahaya keknya agak sakit jiwanya Razna harus waspada karena pasti masih akan ada rencana busuk lainnya yang akan dilakukannya 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!