Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.
Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___
"Hallo, Mas Sersan"
Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Pemberitahuan Kegiatan.
Tet tet tet tet tet.
Bell berbunyi sebanyak lima kali, pertanda siswa di minta untuk berkumpul di halaman sekolah. Dan para siswa pun berbondong-bondong pergi ke halaman untuk berkumpul di sana. Ada keterkejutan, dan ada pula yang merasa senang, karena melihat para Tentara muda dan tampan yang sedang berdiri gagah di halaman sekolah.
Tak terkecuali dengan Nayra dan Sari. Mata keduanya akan enggan untuk berkedip, tak ingin melewatkan pemandangan indah di depan sana.
"Waahhhh, ganteng-ganteng banget." Pekik Sari senang.
"Emang tadi kamu nggak lihat mereka di sini, Sar?"
"Tadi?" Ulang Sari bingung.
"Iya."
"Enggak." Jawab Sari menggeleng.
"Emang kamu ke kelas lewat mana? Aku lewat koridor ada lihat mereka tadi di sini." Ujar Nayra.
"Oh pantesan. Tadi Aku jalan belakang, heee." Jawab Sari menyengir.
"Shttt," tegur ketua kelas, baru lah mereka semua diam.
Salah satu perwakilan dari TNI maju ke depan, maju dengan gagah dan tampan. Dan untuk anggota TNI itu, sudah meminta izin kepada Kepala Sekolah dan dewan Guru.
"Selamat pagi adik-adik."
"Selamat pagi Pak," jawab seluruh siswa.
"Perkenalkan nama saya Diki, berdirinya saya mau di sini, saya mewakili teman-teman Tentara yang lain."
"Baik, Yang kami hormati Kepala Sekolah beserta jajaran guru, Yang kami banggakan para siswa-siswi SMA Nusa Bangsa. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya, pada hari ini kita dapat berkumpul dalam kegiatan pembinaan kedisiplinan dan pembentukan karakter bagi generasi muda di Sekolah. Kami dari Tentara Nasional Indonesia hadir bukan untuk menakut-nakuti, apalagi menghukum, melainkan untuk membina, membimbing, dan menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, serta mental yang kuat sebagai bekal adik-adik dalam meraih masa depan."
Sang Tentara pun melanjutkan ucapannya. "Disiplin bukan sekadar baris-berbaris, tetapi tentang tepat waktu, jujur, hormat kepada guru dan orang tua, serta bertanggung jawab atas pilihan hidup. Karakter yang kuat hari ini akan menentukan siapa kalian di masa depan.
Melalui kegiatan ini, kami berharap adik-adik mampu menjadi pelajar yang tangguh, berakhlak, berprestasi, dan cinta tanah air, sehingga kelak menjadi kebanggaan keluarga, sekolah, dan bangsa Indonesia. Demikian pembukaan dari kami, Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan kebaikan bagi kita semua."
"Untuk selanjutnya akan di sampaikan oleh Sersan Arga, untuk Sersan Arga, saya persilahkan."
Arga melangkah dengan sorot mata tajam. Seperti biasa, wajah datar tanpa ekspresi.
"Saya Sersan Arga, dari Tentara Nasional Indonesia. Saya minta kalian semua melihat ke depan dan mendengarkan baik-baik.
Saya tidak akan berteriak, Karena orang yang serius tidak perlu suara keras untuk mendengar.
Kalian hadir di sini, karena ada satu hal yang perlu diperbaiki, yaitu sikap, disiplin, dan tanggung jawab. Saya bicara jujur, banyak anak muda gagal, bukan karena tidak mampu,
tetapi karena meremehkan aturan dan menunda perubahan.
Disiplin bukan tentang baris-berbaris, Disiplin adalah, datang tepat waktu, patuh tanpa disuruh berulang-ulang menghormati Guru dan bertanggung jawab atas kesalahan sendiri
Di luar sana, dunia tidak peduli kalian capek, malas, atau tidak mood. Dunia hanya melihat hasil dan sikap. Di kegiatan ini, saya tidak mencari siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling mau berubah. Kalau hari ini kalian masih menganggap aturan sebagai beban,
maka masa depan akan terasa berat. Tapi kalau kalian belajar disiplin sekarang,
kalian sedang menyelamatkan diri kalian sendiri.
Sekolah memberi kalian kesempatan,
Jangan di sia-siakan. Ikuti pembinaan ini dengan serius, karena takut pada saya,
tetapi karena kalian menghargai masa depan kalian sendiri."
"SIAP MENGIKUTI PEMBINAAN?"
"SIAP!
"Bagus. Nanti sore, kita sudah memulai kegiatan ini. Persiapan diri kalian dan persiapkan kebutuhan kalian. Karena selama beberapa hari dari hari ini, kalian akan menginap di Sekolah. Mungkin satu atau dua Minggu ke depan, kalian juga akan di minta tetap mengikuti kegiatan ini di Sekolah, khususnya pada malam hari. Jadi, untuk hari ini, kalian sudah bisa izin lagi kepada keluarga kalian masing-masing. Ingat, saya tidak suka siswa yang menyepelekan kegiatan ini, jika ada yang tidak berkenan, silahkan maju ke depan dan berikan alasan yang jelas." Ucap Sersan Arga dengan tegas, bahkan ia melangkah agar lebih dekat dengan para Siswa.
"Gimana ya? Hari ini ayah pulang, gimana aku bisa menyelesaikan masalah ini, kalau aku aja nginap di Sekolah." Ucap Nayra dalam hatinya.
Jika malam ini mereka sudah memulai kegiatan, bagaimana ia bisa bertemu ayahnya dan membahas tentang kelakuan ayah nya di luar Kota.
"Semoga ayah pulang nya lebih cepat, supaya aku bisa ketemu ayah dan membicarakan soal pengkhianatan nya sama Mama."
"Nay, jangan melamun. Kamu gak lihat, kak Arga ngeliatin kamu dari tadi." Tegur Sari dengan berbisik.
Mendengar ucapan Sari, Nayra melihat ke arah Sersan Arga. Dan bener saja, kalau kakak dari Dinda itu sedang menatapnya dengan sorot mata tajam.
Nayra mengedipkan sebelah matanya, membuat Arga langsung menoleh ke arah lain. Nayra tersenyum puas, melihat tingkah Arga.
"Sekian dari saya, selanjutnya saya serahkan kepada Kepala Sekolah." Kata Arga.
Arga mundur, mempersilahkan Kepala Sekolah untuk menyampaikan beberapa kata kepada seluruh siswa nya.
"Baik semuanya, saya akan menyampaikan beberapa kata untuk kalian semua. Yang pertama, jangan ada yang lari dari kegiatan kita ini. Kedua, saya tidak ingin orang tua kalian memprotes ke sekolah dengan adanya kegiatan ini, jadi sebelum kalian ke sekolah, kalian harus izin dan minta tanda tangan orang tua kalian, di surat yang sudah saya berikan kemarin. Ketiga, saat bel istirahat berbunyi, kalian langsung pulang untuk mempersiapkan apa saja yang akan kalian bawa ke sekolah. Jam 03.00 sore kalian harus sudah kumpul di sekolah, karena jam 04.00 sore kalian sudah mulai kegiatan pertama. Sekian dari saya, terima kasih."
Setelah Kepala Sekolah selesai berbicara, para siswa langsung bergegas masuk ke dalam kelas, karena pelajaran pertama akan segera di mulai.
************