NovelToon NovelToon
Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.

Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.

Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.

Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?

Namun.

Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.

"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."

"Ka...kamu siapa?"

"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."

Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.

Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hangat

Mengendarai mobilnya dalam kecepatan tinggi. Entah kenapa wanita sial itu malah memilih mengembangkan bisnis butiknya daripada membuka bisnis restauran.

Tidak seperti dalam cerita novel, apa karena butterfly effect akibat dirinya yang merubah alur cerita novel? Chantika menghela napas berusaha untuk tenang. Setidaknya protagonis pria masih berpihak padanya. Tidak ada yang perlu ditakuti.

Menghentikan mobilnya kala telah sampai di kediaman keluarganya. Menghela napas, ini hari minggu sudah pasti kedua orang tuanya ada di rumah.

Chantika adalah anak yang paling disayangi dan dimanjakan kedua orang tuanya dan Violetta. Sedikit provokasi maka Prana dan Dania akan membenci Violetta.

Karena itu, air matanya mengalir. Berlari ke dalam rumah, berusaha mengundang perhatian.

Mata Prana tertuju pada putri bungsunya yang baru datang."Chantika, kenapa menangis?" Tanya sang ayah.

"Iya sayang... kemari." Ucap Dania terdengar lembut.

Chantika berlari mendekat, kemudian memeluk ibunya."Ibu aku tidak menyangka kakak benar-benar membenciku."

Dania membalas pelukan putrinya, mengusap kepala Chantika pelan, berusaha menenangkannya."Apa anak sial itu mencoba melukaimu lagi?" tanyanya.

Pelan, Chantika mengangguk."Kakak menamparku di depan umum. Mengatakan aku merebut tunangannya. Ibu dan ayah tau, aku tidak bermaksud begitu. Aku tidak sengaja tidur dengan Sebastian."

"Sialan! Tidak tau terimakasih!" Dania menghela napas mengontrol emosinya. Kembali memeluk putrinya."Chantika kamu tenang ya? Nanti ibu akan menghukumnya."

"Kakak melakukan bisnis tidak sehat. Dia menjual pakaian dengan diskon tinggi. Tanpa mengambil keuntungan. Kakak berniat menghancurkan usahaku, kami akan hancur bersama kalau seperti ini." Isakan tangis Chantika terdengar. Dengan cara ini, kedua orang tuanya akan membantunya untuk menghancurkan usaha Violetta.

Perlahan Dania menghapus air mata cap buaya putrinya. Menghela napas berucap pelan."Sayang, ibu berikan tambahan modal. Kamu sewa desainer yang lebih bagus. Buat harga yang lebih murah. Yang terpenting kamu tidak boleh kalah dengan anak sial itu."

Prana hanya melirik ke arah istrinya kemudian berdecih."Violetta memang tidak tahu terimakasih. Sudah disekolahkan, dididik, diberi makan. Bukannya membanggakan dengan menjadi wanita sukses, kemudian menikah dengan keluarga konglomerat. Tapi malah menghalangi jalan Chantika. Sebagai kakak dia seharusnya mengalah pada adiknya."

"Ayah..." Chantika mendekati ayahnya. Entah kenapa kedua orang tuanya memang lebih fokus menyayangi Chantika. Apa mungkin karena Chantika sakit-sakitan?

Entahlah, yang jelas dalam cerita novel yang dibacanya. Chantika seharusnya sudah mati akibat penyakit bawaan tiga tahun lalu. Sedangkan Violetta begitu dimanjakan oleh kedua orang tuanya setelah kematian Chantika.

Alur sudah berubah jauh, benar-benar menyimpang. Karena dirinya yang kini ada dalam tubuh Chantika dalam keadaan sehat.

Cinta kedua orang tua, ditambah rasa kasih dari protagonis pria. Semuanya adalah miliknya harus menjadi miliknya.

"Seharusnya kakak mengalah pada bisnis butik yang aku buat. Kemudian mulai membuka bisnis restauran. Barulah akan sukses." Benar-benar isakan tangis yang memilukan.

"Chantika, kakakmu sudah berbuat jahat padamu. Bagaimana kamu dapat begitu peduli padanya. Anak ibu tersayang memang paling baik. Seperti malaikat..." Dania menghela napas kasar, memuji putrinya.

"Benar, apapun yang kamu katakan tentang bisnis ayah akan menjadi kenyataan. Bintang keberuntungan." Pujian yang diucapkan oleh Prana.

Chantika menghela napas, benar-benar hal yang mudah mendapatkan perhatian ibu dan ayahnya. Dirinya sama sekali tidak mengerti dengan segalanya.

***

Violetta menghela napas, kembali ke rumah adalah hal yang paling menyesakkan. Tidak ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, omelan dan hukuman yang terkadang benar-benar keterlaluan.

Melangkah dengan cepat, sedangkan Galan masih mengikutinya hingga kini. Ruang tamu terlihat begitu gelap pertanda kedua orang tuanya mungkin sudah tidur.

Tapi.

Tak!

Suara sakelar lampu terdengar. Matanya menelisik menoleh, Dania dan Prana berdiri di sana menatap penuh kebencian padanya.

"Violetta! Apa lagi yang kamu lakukan kali ini?" Bentak sang ayah mencengkeram lengan putrinya cukup kencang.

"Apa ayah akan membela anak kesayangan ayah lagi?" Tanya Violetta menatap nyalang.

Plak!

Benar saja, ini sudah biasa terjadi, benar-benar biasa. Tamparan benar-benar kencang didapatkan olehnya. Dari dulu sampai sekarang masih sama saja.

"Aku juga anakmu! Apa bedanya aku dengan Chantika?" Ucap Violetta dengan nada suara bergetar.

"Bedanya? Chantika lebih baik, lebih murni darimu yang picik sejak lahir. Aku menyesal melahirkan anak yang bahkan tidak bisa menjaga perasaan adiknya." Dania mengepalkan tangannya penuh kebencian.

"Pegangi dia!" Perintah Dania pada seorang pelayan di tempat ini.

Tubuh Violetta dipegangi. Prana melepaskan ikat pinggangnya.

Suara yang nyaring terdengar, gadis yang dicambuk menggunakan ikat pinggang.

"Ayah! Sakit!" Teriakan yang terdengar memilukan. Tapi tentu saja bagaikan tidak ada belas kasih.

Tidak dapat menggunakan opsi bantuan sistem, mengingat poinnya saat ini nol. Tangan Galan bergerak, pemuda yang bingung harus bagaimana. Untuk pertama kalinya dirinya tidak tahu.

Memegang jemari tangan Violetta."Nona harus bertahan..." ucapnya pelan.

Violetta menghela napas, ini tidak akan apa-apa. Hanya sakit sebentar.

"Tutup usaha butik mu!" Bentak Prana menendang bagian perut putrinya.

Kondisi tubuh Violetta saat ini benar-benar bagaikan data yang masuk ke dalam otak sang pemuda.

"He... hentikan..." gumamnya tidak dapat berbuat apapun.

Hingga kala Violetta terjatuh. Perut bagian bawahnya diinjak berkali-kali. Jeritan terdengar, mungkin rasa sakit yang membuatnya tidak sadarkan diri.

"Begitu saja sudah pingsan. Kurung dia digudang!" Perintah Dania pada pelayan. Bergelayut manja, melangkah pergi bersama suaminya.

Benar saja tubuh Violetta diletakkan di dalam gudang. Begitu gelap dan dingin, perlahan darah keluar dari bagian bawahnya.

"Robekan pada rahim akibat benturan. Kondisi host dapat mengancam nyawanya. Dalam kondisi normal pengangkatan rahim harus dilakukan." Gumam pemuda yang berdiri diam dengan air mata tertahan di pelupuk matanya. Tidak menetes sama sekali.

"Kondisi mengancam nyawa. Ini kesempatan hidup yang saya berikan." Ucapnya mendekat, menyentuh pelan kening Violetta.

Sinar aneh terlihat di tubuh Violetta. Seluruh lukanya sembuh perlahan, termasuk luka dalam yang diderita olehnya. Pemberitahuan terlihat pada layar transparan.

'Peringatan! Penyelamatan hidup darurat telah dipergunakan 2 kali. Harap tidak menggunakannya lebih dari 3 kali.'

Galan hanya tersenyum, akhir yang bahagia untuk nonanya harus didapatkan.

Perlahan Violetta terbangun dengan cepat. Napasnya tidak teratur, mengamati tempat ini. Gudang? Dirinya kembali dikurung dalam gudang?

Tapi setelah dicambuk dan dipukuli anehnya tubuhnya tidak terasa sakit. Mengamati minidress yang dikenakannya, basah oleh darah. Tapi tidak ada bekas luka atau rasa sakit.

"Kamu menggunakan kemampuanmu?" Tanya Violetta gemetar.

"Sudah seharusnya, saya berada di tempat ini untuk melayani nona." Pemuda yang menunduk penuh senyuman.

Sedangkan Violetta tiba-tiba memeluknya. Air mata gadis itu mengalir."Kamu sudah menggunakan kesempatan kedua. Jangan selamatkan hidupku lagi!" Bentaknya.

Tapi tidak ada jawaban. Pemuda itu hanya masih berdiri diam, membalas pelukan Violetta.

Sama sekali tidak mengerti tapi kondisi mental manusia akan merasa lebih baik, jika mendapatkan sedikit kehangatan.

1
Aisyah Ranni
lanjut Galan buat gegar otak,patah tulang ,hilang ingatan sekalian, dan satu lg katakan klo Prana hanya ayah bayangan utk Violetta 😂
imel
sejauh apa kira kira si Prana melesat?
melewati lembah?
atau melewati bukit?
Tatiek Faruq
ayoo Galan, tunjukkan pesona dan kuasamu/Drool/
yesi yuniar
apapun akan dilakukan galan demi vio 👍👍
Indar
bagus Galan 👍👍 lanjutkan jgn dikasih ampun org kaya tuan Prana
Eka Awa
galan mulai punya emosi😆
imau
murahan sekali mereka berdua
imau
kayak barang aja bisa disimpan 😄
Senjaa💞
dasar prana,sdh numpang tdk tau diri...ayo galan basmi manusia2 menjijikan itu...
Ummah Intan
poin kek akan bertambah
Rlyn
mau liat cantika sama keluarga 4su ny sengsara thorrr/Scream/
Ufi Yani
galan:tuan prana... apa perlu aq umumkn siapa kau sbenarnya dhadapan umum??/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Curse/
Ummah Intan
jd buat Sebastian cemburu padamu utk mendapatkan poin
iin marlina
mantap
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih
Indar
cumi2 kering Sebastian dan kuntilanak Chantika bakal kebakaran jenggot nih kl tahu ada pria tampan ganteng ga ketulungan di butiknya Violetta
Ufi Yani
untung byk tu influencr dtg kstu.....
Nada She Embun
koh... hadirkan visual Galan.. Galan aku padamuu 🤣🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
mampus gak tuh, udah ditinggalkan baru tau penyesalan
Nur Wahyuni
keren ilmu marketingnya si vio.. jaman sekarang apalah arti tipi dibanding sosial media..
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
calon ibu mertua idaman masa depan nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!