Zahra tak menyangka, rumahtangga yang dia jaga selama enam tahun itu, sekarang sedang diambang kehancuran, karena pengkianatan sang suaminya, yang baru dia ketahui.
Zahra yang tengah hamil itu syok melihat sang suami menduakannya, hingga ia nyaris kehilangan calon anaknya.
"Aku tidak akan melabrakmu sekarang, tapi tunggu nanti, saat aku sudah menemukan semua bukti perselingkuhanmu, akan aku buat kamu tidak bisa mengelak, mas!"
"Dirumah seperti suami idaman, tapi ketika kamu di luar, kamu melakulan hal menjijikan seperti ini, mas!"
Lalu bagaimana sikap Zahra, ketika tahu sang suami sudah menduakannya, apa dia akan bertahan karena anak, atau memilih bercerai?!
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukacoretan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tahu semuanya
Flashback..
Dor
Dor..
Dua tembakan melesat ditubuh seorang perempuan cantik dan anggun. Namanya Aluna.
"Aluna!" teriak Xavier.
Xavier langsung menangkap tubuh Aluna, dengan sigap.
"Aluna, kenapa kamu melakukan ini," ucap Xavier.
"Xavier, dulu kamu menolong aku, jadi sekarang sudah seharusnya aku menolong hidup kamu," ucap Aluna, suara serah, hampir tidak terdengan.
Darah bercucuran, Aluna terua menahan rasa sakitnya tanpa merintih sedikit pun.
"Aluna!" teriak Andrea dari luar.
"Kak," jawab Aluna tersenyum menatap sang kakak.
"Kenapa kamu melakukan itu Aluna, kenapa! Bagaimana hidup kakak tanpa kamu," ucap Andrea menangis terisak.
"Kita harus segera membawa Aluna ke RS," kata Xavier.
"Biar saya yang bawa, jauhkan tanganmu!" pekik Andrea.
Andrea membawa tubuh mungil Aluna, karena darah segar terus keluar dari tubuh Aluna.
"Bertahanlah, kamu pasti akan segera tertolong," ucap Andrea dengan raut wajah cemas.
Kepergian Aluna dengan Andrea, disusul oleh Xavier.
Karena peperangan antar musuh, Aluna menjadi korban dari keegoisan mereka.
Andrea tangan kanan Xavier, yang selama ini sudah selalu menemani Xavier.
Andrea dengan Xavier sudah dekat selama mereka bersekolah, bahkan sampai sekarang. Apa lagi Xavier mempunyai hubungan dengan adik Andrea.
"Tolong dok, periksa adik saya," pinta Andrea memohon.
Tiga Dokter langsung membawa Aluna kedalam ruangan operasi, guna akan mengeluarkan peluru didalam tubuh Aluna.
"Bagaimana dengan kondisi Aluna?" tanya Xavier.
"Masih ditangani didalam," jawab Andrea ketus.
"Saya tidak tahu, kalo Aluna akan tahu tentang hal ini, bahkan dia menolong saya," ucap Xavier.
"Seharusnya kau lebih menjaga Aluna," ujar Andrea kesal,
"Aluna itu adik kesayangan saya, kalo dia kenapa-kenapa, saya tidak akan tinggal diam," lanjut Andrea.
Mendengar itu, Xavier menundukan kepalanya, dia mengaku salah, karena sudah lalai menjaga calon istrinya.
Pernikahan Xavier dengan Aluna akan dilangsungkan esok hari, karena dia akan segera menikah, jadi Xavier mau menuntaskan masalahnya dengan mafia lain.
"Ceklek"
Pintu terbuka, dokter langsung menemui keduanya.
"Bagimana dengan kondisi adik saya dok?" tanya Andrea.
"Pasien mengalami kritis, bahkan tadi sampai kejang-kejang," ucap sang dokter.
"Dok, apa kami boleh melihatnya?" tanya Xavier.
"Silahkan, tapi jangan lama-lama," jawab dokter.
Xavier dengan Andrea langsung bergegas masuk kedalam ruangan itu.
"Aluna, maaf kan aku, aku tidak bisa menjaga kamu," ucap Xavier, sembari mencium tangan Aluna,
"Xavier, aku bahagia sudah menolong kamu, jangan terlalu mengkhawatirkan aku," kata Aluna tersenyum.
"Kamu harus kuat, pernikahan kita besok," ucap Xavier.
Aluna mengangguk, lalu pandangannya teralih kearah sang kakak.
"Kak Andrea," panggil Aluna.
"Kakak disini, kakak akan selalu buat kamu," kata Andrea, menyentuh tangan Aluna.
"Kalo aku tiada, kakak harus janji, tidak menyalahkan Xavier," ucap Aluna.
"Jangan seperti itu, kamu akan kembali kedalam pelukan kakak, dengan keadaan sehat," ujar Andrea, terus mengelus tangan Aluna.
"Aku bahagia karena tuhan sudah memberikam sosok pria seperti kalian dalam hidup aku," ucap Aluna.
"Aku sudah ngak kuat, sepertinya sudah waktunya aku menyusul ayah."
"Terima kasih Xavier, selama aku denganmu, ada banyak kebahagiaan baru yang kamu ciptakan buat aku. Setelah aku tiada, lanjutkan hidupmu dengan baik," ucap Aluna
"Dan untuk kakak, kalo aku tiada sekarang, kakak jangan memusuhi Xavier, kalian sudah dekat sejak dulu, jadi jangan renggang karena aku," lanjut Aluna.
"Kami tidak suka, kamu mengatakan hal seperti itu Aluna," kata Andrea.
Setelah mengatakan itu, Aluna tersenyum manis kearah keduanya, lalu menutup mata untuk selamanya.
"Aluna, bagun!"
Xavier dengan Andrea terus menggoyangkan tubuh mungil Aluna, tapi tidak ada reaksi apapun.
"Dokter!" teriak Xavier.
Dokter langsung menangani Aluna dengan gesit.
"Bagaimana dengan keadaannya, doker?" tanya Andrea.
"Kami turut berduka cita atas meninggalnya nona Aluna, maaf kalo kami tidak bisa menolongnya," ucap dokter.
Mendengar kabar buruk itu, seluruh tubuh keduanya lemas tak berdaya.
"Tidak mungkin, Aluna!"
Setelah Aluna tiada, Andrea dengan Xavier menjadi musuh yang lupa akan kedekatannya dulu.
Flashback off.
***
"Begitu ceritanya, Zahra," ucap Andrea.
"Jadi, Xavier menikahi aku karena wajahku sangat mirip dengan mantan kekasihnya," kata Zahra.
"Bukan hanya mirip, tapi memang kamu seperti adikku Aluna," ujar Andrea.
"Lihat dong foto Aluna," pinta Zahra.
Andrea langsung memberikan foto adiknya kepada Zahra.
"Gila, wajahku memang benar-benar sama," ucap Zahra tak percaya.
"Makanya saat pertama kali Xavier bertemu denganmu, dia langsung jatuh cinta denganmu" kata Andrea.
"Bukan jatuh cinta denganku, tapi dengan Aluna. Karena, kami mempunyai wajah yang sama," balas Zahra.
"Terus, setelah Lo tahu ini, apa langkah selanjutnya?" tanya Rika.
"Gua mau bicarain ini dengan Xavier, menurut gua sih ini cuman masala masalalu, dia belum selesai dengan masalalunya," jawab Zahra.
"Lo bakal lanjutin hubungan dengan Xavier?" tanya Rika.
"Ngak tahu, liat aja nanti," jawab Zahra.
"Zahra!" panggil Andrea.
"Bolehkan aku memeluk kamu, sebagai tanda rindu dengan sosok adikku?" tanya Andrea.
"Boleh, tapi saat kamu memeluk aku, bayangkan kalo aku Aluna, adik kamu," jawab Zahra.
Dengan sigap, Andrea langsung memeluk Zahra dengan sangan erat, dia merasa kalo dirinya sekarang memeluk Aluna.
"Aluna, kakak rindu sekali denganmu," ucap Andrea, sembari menangis.
Karena tak tega, Zahra membalas pelukan Andrea yang sangat erat.
"Aku yakin kalo Aluna orang baik, jadi kamu harus mengikhlaskan dia, agar dia tenang disana," ucap Zahra.
Andrea melepaskan tangan dari tubuh Zahra, lalu dia menatap wajah Zahra.
"Cup"
Andrea mencium kening Zahra, sontak saja Zahra melototkan matanya.
"Brengsek, bajingan!"
Xavier menghajar Andrea, karena Andrea telah mencium kening Zahra.
"Sudah cukup Xavier," teriak Zahra.
"Oh, jadi kamu membela dia, lelaki brengsek ini, hah!" bentak Xavier.
"Jangan membentak dia, Xavier!" pekik Andrea.
"Dasar wanita murahan, dicium laki-laki lain mau saja, ternyata kamu sama saja seperti wanita diluar sana, kamu tidak seperti Alunaku," ucap Xavier.
"Dur"
Seperti disambar petir, omongan Xavier membuat hati Zahra perih.
"Kenapa hatiku sangat perih sekali, saat dia mengatakan itu," batin Zahra.
Zahra menahan air matanya agar tidak membasahi wajahmya. Tapi, pipinya sudah merah karena menahan tangisan.
"Xavier!" bentak Andrea.
"Aku sudah tahu semuanya Xavier, kalo kamu menikahi aku karena wajahku mirip dengan Aluna, makanya kamu ingin menikah cepat-cepat," ucap Zahra.
"Dasar bajingan, kenapa kau mengatakan itu dengan Zahra!" kesal Xavier kepada Andrea.
"Andrea tidak salah, justu dia mengambil langkah yang benar," sahut Zahra,
"Kamu jahat Xavier, aku baru pertama kali melihat laki-laki sejahat kamu," lanjut Zahra.
"Diam saja, kau tidak tahu apa-apa Zahra!" pekik Xavier.
"Urungkan niatmu untuk menikahi Zahra, karena niatnya sudah salah," kata Andrea.
"Diamlah!" pekik Xavier.
Plak
Zahra menampar pipi sebelah kiri milik Xavier.
"Jangan dekati aku lagi, aku tidak sudi."
***
pntsn aja dia mksa bgt,trnyta pnya pnykt mntal....
dr awl udh bhong,tar jd kbiasaan...lgian xavier ga cnta sm zahra,tp krna wjhnya mrip aluna....hdpnya ga bkln bhgia kl b slesai sm msa lalunya...
Alur ceritanya bagus dan konfliknya tidak begitu terlalu rumit...
pemilihan kosakata sangat baik dan mudah untuk dipahami...
terimakasih buat kk othor,
semoga sukses ❤️
dan andrea tanpa sadar bilang bahwa zahra mirip dengan seseorang??? nah, bisa menjadi petunjuk masalah xavier.
tkut bgt kl mreka nyktin zahra ....
trs knp jg dia mksa buat nkah sm zahra????🤔🤔🤔
yg 1 aja msih ngejar,nongol lg yg baru....
mga zahra dpt yg trbaik deh,jgn smp ky yg onoh.....
Zahra bkln jd rbutan nih....tp mga dia dptn jdoh trbaik,jgn smp ky yg onoh.....