Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .
Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .
Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .
Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?
Ikuti kisahnya sampai selesai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Belum Saatnya Terbongkar
Menjelang petang semua penduduk desa masuk ke dalam rumah tanpa keluar lagi , di akhir bulan suro warga desa tidak ada yang berani keluar rumah dikarenakan akan ada makhluk tak kasat mata sedang mencari mangsa untuk di jadikan tumbal pesugihan terutama bagi anak-anak yang keluar pada malam hari .
Entah ini mitos atau kenyataan atau sebuah tradisi di desa tersebut bahkan sampai saat ini belum pernah ada korban karena mereka menganggap nyata dan takut berlebihan .
Antara takut dan berani Alif yang saat ini sedang ada tugas sekolah mengumpulkan tugas dan mengharuskan ia pergi ke warung membeli alat dari tugas sekolah tersebut .
Dengan modal nekad dan berani Alif pergi ke warung dengan berlari kencang . Baru saja sampai warung ia dikejutkan oleh sosok Amir sedang duduk di warung yang tertutup menatap tajam pada Alif tanpa ekspresi.
Alif berusaha tenang berjalan santai sambil mengetuk pintu warung tersebut ia menoleh ke arah Amir . "Permisi , mbak Irma ,“ panggilnya sambil melirik Amir yang duduk tanpa menyapa sama sekali tidak seperti kejadian siang waktu itu .
Pintu warung di buka dari dalam ," Mau beli apa ,Lif ?'" tanya Irma begitu melihat Alif berdiri di depan pintu . “Eh , mau beli lakban sama kertas HVS dan krayon ," jawab Alif .
Tidak lama kemudian Irma datang memberikan barang yang ditunjukan Alif dan memberikannya . “Berapa mbak ?" tanya Alif tanpa melihat Irma .
Irma merasa ada yang aneh pada wajah Alif melirik ke arah pandangan Alif namun tidak ada siapapun di luar membuat bulu kuduknya berdiri . "Lima belas ribu ," jawab Irma , Alif membarikan uangnya kemudian pergi begitu saja padahal masih ada kembalian .
Irma mengambil kembalian dan kembali pada Alif namun Alif sudah tidak ada akhirnya ia masuk ke dalam rumah sambil menutup pintu . "Ada apa itu Alif datang pergi seperti jailangkung saja ," gumamnya berjalan masuk ke dalam kamar .
Alif berlari kencang sampai rumah dengan napas memburu lalu masuk ke dalam langsung berjalan ke kamar . Murni melihat Alif ada yang tidak beres , ia mengikuti Alif masuk kamar .
"Alif ,"panggil Murni pada anak sulungnya . Alif menoleh sambil tersenyum . " Ada apa ,Bu ?" tanya Alif duduk di kursi dan membuat tugas .
Murni menghampiri Alif dan melihat apa yang Alif lakukan . “Apa ada yang ingin kamu ceritakan sama ibu ?" tanya Murni duduk di samping Alif dengan tatapan yang sulit diartikan .
“Tidak ada ," jawab Alif dengan bersikap biasa seolah tidak terjadi apa-apa . "Tadi kenapa kamu pulang seperti melihat hantu ,“ sahut Murni melirik wajah Alif yang berusaha menyembunyikan sesuatu
“Alif sedang ada tugas sekolah besok harus dikumpulkan ,“ kata Alif kemudian . "Ya sudah kalau begitu , ibu keluar ya ," kata Murni berjalan keluar kamar Alif , sebelum benar-benar pergi Murni menoleh ke arah Alif dengan tanpa sengaja ia melihat pantulan di cermin ada sosok misterius yang sangat samar bentuknya .
Murni keluar dari kamar dan kembali ke kamarnya duduk di depan meja rias melihat dirinya sendiri . Samsuri yang sedang tiduran belum memejamkan mata melihat istrinya merasa heran .
"Kamu kenapa ?' tanya Samsuri bangun dan duduk menghadap istrinya . "Aku tadi melihat Alif masuk rumah sambil berlari dan langsung masuk ke kamarnya , ketika aku tanya jawabnya sedang mengerjakan tugas , aku merasa Alif menyembunyikan sesuatu ," jawab Murni menghembuskan napas .
"Bukannya memang benar kalau sedang ada tugas sekolah kok menyembunyikan sesuatu ," Samsuri mendekatkan wajahnya lebih dekat di wajah istrinya sambil menyentuh kening istrinya namun biasa saja tidak panas .
"Apaan sih pegang kening segala memangnya aku sakit ?" Murni kesal dengan tindakan suaminya lalu beranjak dari tempat duduk naik ke atas tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya dan berusaha memejamkan matanya .ia merasa hari ini sangat melelahkan .
Samsuri diam saja melihat tingkah istrinya yang kesal padanya . "Memangnya ada apa dengan Alif ?" gumam Samsuri membayangkan Alif sedang sibuk dengan tugasnya . Lalu berbaring dan memeluk istrinya dari samping sedangkan istrinya membelakanginya tanpa menoleh pelukan dari suaminya .
menjelang dini hari Murni bangun turun dari tempat tidur menuju dapur memasak untuk sarapan pagi . Setelah selesai ia membersihkan tubuhnya dan menuju ruang makan .
Semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang makan , mereka menikmati sarapan pagi dengan tenang tanpa ada suara obrolan . Setelah selesai Murni membereskan peralatan makan dan mencuci lalu diletakkan di tempat masing-masing.
Ketiga anaknya berangkat ke sekolah , Murni dan Samsuri juga berangkat bekerja . Hari ini mereka berangkat bersama hanya saja Murni turun di jalan utama bertepatan dengan kedatangan mobil jemputan orang bekerja .
Di sekolah Alif dan Ilham mengumpulkan tugas sekolah , begitu juga dengan siswa lainnya . Waktu istirahat mereka pergi ke kantin membeli makanan .
"Alif , besok ada acara camping apa kamu ikut ?" tanya Ilham sambil mengaduk bakso lalu memasukkan ke dalam mulut . Alif tampak berpikir sejenak . "Sepertinya tidak ,soalnya aku ada keperluan ," jawab Alif .
Ilham menghentikan makannya mendengar jawaban Alif . "Keperluan apa ?" tanya Ilham menatap wajah Alif yang terlihat serius .
“Ada deh , mau tahu aja ," kata Alif sambil tersenyum . "Kamu kenapa sekarang pakai rahasia segala sih bikin penasaran saja ," sahut Ilham .
"Suatu saat aku akan cerita ," kata Alif sambil minum es teh . "Baiklah , aku tidak memaksa kalau kamu tidak mau cerita ," sahut Ilham menghabiskan kuah terakhir .
"Alif ," panggil seseorang berdiri di samping mereka dengan senyum manis . kedua remaja pria itu menoleh Ilham membalas senyuman gadis di sampingnya tapi tidak dengan Alif yang bersikap biasa saja menurutnya .
"Ada apa ?" tanya Alif mengalihkan pandangannya pada segelas es teh . Tania duduk di sebelah Alif sambil menggandeng tangan Alif dengan agresif membuat Alif risih dan melepaskan tangan Tania lalu beranjak dari tempat duduk .
Tania melihat penolakan dari Alif merasa marah , ia belum pernah di tolak oleh seorang pria dan kali ini ia di tolak oleh Alif itu membuatnya sangat marah .
Tania menatap tajam Alif yang pergi menjauhinya . "Alif ," teriak Tania . Alif menoleh dengan malas tanpa menjawab . "Bisa gak sih kamu itu ngerti kalau aku itu ada didekatmu , kenapa kamu itu benci benget sama aku memangnya aku salah apa sama kamu ?" bentak Tania sambil meneteskan airmata hatinya sangat sedih mendapat penolakan dari Alif karena ia sangat menyukai Alif sejak pertama kali masuk sekolah .
"Dengar baik-baik dan ingat perkataanku , fokuslah belajar agar mendapat nilai terbaik dan lulus dengan bangga , satu lagi tidak terlintas di pikiranku untuk pacaran ," kata Alif kemudian pergi dari sana .Tidak jauh dari tempat itu sepasang mata memperhatikan mereka .