Seorang dokter muda yang sangat di segani banyak orang karena kepintaran dan keahliannya dalam menangani pasien.
Suatu hari ia dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara konferensi pers namun ada yang menyabotase mobil pribadi nya.
Bagaimanakah nasib dokter muda tersebut?
Akankah dia selamat atau..
Yuk temukan jawabannya di dalam cerita ini..!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xvynglta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Familiar
Setelah insiden turnamen yang mengguncang seluruh akademi, para tetua akhirnya mengumumkan
“Seluruh murid diberikan waktu libur. Kalian boleh kembali ke rumah atau berkelana untuk memperdalam pengalaman.”
"Nona sekarang kita akan kemana? " tanya Nuan
"Aku berfikir lebih baik kita liburan di ibu kota saja." jawab Fang Yin
"Ahh baiklah nona, aku akan menyiapkan barang bawaan kita." ucap Nuan
Saat melewati hutan kematian, suara benturan tiba-tiba terdengar.
CLANG!
Nuan langsung waspada.
“Sepertinya ada sesuatu nona.”
Fang Yin mengangguk.
“Ayo kita lihat.”
Di depan mereka sebuah kereta kuda mewah sedang diserang oleh sekelompok bandit. Pengawal di sana sudah banyak yang terluka
"Apa mau kalian hah!" tanya pemuda yang sedang di serang
"Kami hanya menginginkan nyawa kalian hahahaha." ucap para bandit
Tanpa banyak kata Fang Yin melangkah maju
“Berhenti.”
Suara tenang tapi langsung membuat semua orang menoleh
Bandit itu tertawa
“Gadis kecil mau jadi pahlawan?”
"Hanya melawan kalian saja, bukan masalah besar." ucap Fang Yin
Detik berikutnya Fang Yin menyerang menggunakan kemampuan bela dirinya
Satu gerakan saja sudah membuat beberapa bandit itu terpental
Hanzo muncul dengan api emas, dalam hitungan detik
BOOM!!
semua bandit jatuh tak berdaya, hanya tersisa satu yang masih bertahan.
"Tuan aku menemukan lencana ini di dalam saku bandit itu." ucap Fang Yin sambil memberikannya kepada pemuda itu
"Baiklah terimakasih, aku akan menyelidiki nya."
Pintu kereta terbuka perlahan, seorang wanita anggun turun wajahnya lembut namun berwibawa.
Terima kasih atas bantuanmu nak” ucap wanita itu hangat
Fang Yin menatap mereka dan tiba-tiba hatinya bergetar.Wanita itu entah kenapa terasa begitu familiar. Seperti ibunya di dunia modern.
Dan pemuda di sampingnya Fang Yin baru menyadari wajahnya mirip dengan kakaknya dulu.Fang Yin membeku sesaat air mata tanpa sadar jatuh perlahan.
Nuan panik
“Nona? anda kenapa.”
Namun Fang Yin melangkah maju dan tanpa
sadar memeluk wanita itu. Pertahanan Fang Yin runtuh ia menangis sejadi-jadinya tanpa sadar, karena ia begitu merindukan keluarga nya di dunia sana.
Wanita itu terkejut namun tidak menolak. Justru ia membalas pelukan itu dengan lembut
“Anak ini, kenapa hati ku merasa hangat saat memeluknya.” bisiknya pelan
Pemuda di sampingnya menatap dengan heran
“Apa ibu dan dia saling mengenal?”
Fang Yin perlahan melepas pelukan.
“Maaf aku hanya merasa sangat familiar.”
“Tidak apa nak, aku sangat berterimakasih karena kau sudah menolong nyawa ku." Wanita itu tersenyum hangat
“Aku Lin Xia,” ucap wanita itu lembut
“Dan ini putraku, Lin Hua.”
Fang Yin akhirnya menyadari sesuatu.
“Nona mereka..mereka keluarga kekaisaran?!” ucap Nuan hampir pingsan
Fang Yin dan Nuan langsung berlutut memohon ampun"
Maafkan hamba Permaisuri, Maafkan hamba Putra Mahkota, yang telah buta tidak menyadari keberadaan Yang Mulia."
"Hamba pantas dihukum mati karena telah bersikap lancang."
"Sudah tidak apa, kalian sudah menyelamatkan nyawa ku dan putra ku." ucap Permaisuri Lin Xia
"Justru kami yang berterimakasih karena kalian sudah menolong kami." ucap Pangeran Lin Hua
Permaisuri menatap Fang Yin dengan mata lembut
“Kalau tidak keberatan ikutlah bersama kami ke istana.”
Fang Yin ragu sejenak namun perasaan hangat itu terlalu kuat untuk ditolak
“Baiklah Permaisuri." ucap Fang Yin
Akhirnya mereka berangkat menuju Kekaisaran Lin.
"Maaf Permaisuri jika hamba lancang, izinkan hamba bertanya kenapa anda dan Putra Mahkota bisa berada di tengah hutan kematian?" tanya Fang Yin hati-hati
"Sebenarnya kami sedang mencari Ling Zhi(jamur keabadian), tetapi di tengah jalan tiba-tiba sekelompok bandit tadi menyerang kami." jawab Permaisuri
"Bolehkah hamba tahu untuk siapa jamur keabadian itu?" tanya Fang Yin
"Untuk ayahanda kaisar, karena ayahanda sudah berbulan-bulan terkena racun jadi kami harus mencari jamur itu sebagai penawarnya." jawab Pangeran Lin Hua
"Kebetulan sekali hamba memiliki tanaman itu, jika boleh hamba ingin memeriksa kaisar Lin karena hamba tahu sedikit tentang pengobatan." ucap Fang Yin
"Nak kau sangat baik dan berbudi luhur, setelah sampai istana aku akan memberimu hadiah." ucap Permaisuri
"Jika boleh tahu kamu dari kediaman mana?" tanya Pangeran
"Dulu hamba adalah putri Jendral Xu namun sekarang kami tidak mempunyai ikatan darah lagi." jawab Fang Yin
"Kenapa seperti itu?" tanya Permaisuri
"Dulu..setelah ibu hamba meninggal, Jendral Xu terhasut oleh perkataan Selir Chun dan menyalahkan hamba atas kematian ibu hamba. Hamba hanyalah seorang putri yang terabaikan hingga akhirnya hamba diusir dan masuk ke Akademi Chengdu." jawab Fang Yin
"Jendral Xu benar-benar buta, kenapa dia bisa membuang anak sah dan lebih mementingkan selirnya." geram Pangeran Lin Hua
"Tidak apa Pangeran, karena sekarang hamba bisa bebas dari kediaman itu." ucap Fang Yin
Saat tiba di istana Fang Yin dibawa menuju ke Aula Kekaisaran Lin
Dan saat ia bertemu dengan seseorang di aula utama ia benar-benar membeku.Seorang pria berwibawa duduk di singgasana, wajahnya tegas namun hangat. Dan sangat mirip dengan ayah Fang Yin di dunia modern.
Air mata kembali jatuh Fang Yin menangis dalam diam. Kenapa seolah takdir mempertemukannya kembali dengan keluarga nya.
"Permaisuri kenapa kamu kembali dengan Fang Yin?" tanya Kaisar Lin
"Yang Mulia anda sudah mengenal Fang Yin?" tanya Permaisuri
"Ya dia adalah murid berprestasi di Akademi, kultivasi nya sudah berada di ranah tinggi dia juga memiliki hewan kontrak ilahi." jelas Kaisar Lin
"Terimakasih atas pujian Yang Mulia." ucap Fang Yin
"Kebetulan sekali hamba ingin mengenalkan kepada Yang Mulia jika Fang Yin tadi sudah menolong ku dan Pangeran saat kami di hadang bandit." ucap Permaisuri
"Siapa yang berani menyerang Permaisuri dan Putra ku!" ucap Kaisar Lin
"Ayahanda tadi saat Fang Yin menolong kami dia menemukan lencana ini di saku bandit itu, dan setelah hamba menyelidikinya ternyata ini adalah lencana milik Perdana Menteri." ucap Pangeran Lin Hua
"Kurang ajar! berani-beraninya mencelakai keluarga kerajaan!" marah Kaisar Lin
"Pengawal panggil perdana menteri sekarang!! "
"Tunggu ayahanda, ini bukan saatnya lebih baik kita tunggu apa yang akan dilakukan perdana menteri jika tau aku dan ibunda masih selamat.
Dan juga aku akan menyelidiki kinerja perdana menteri." ucap Pangeran Lin Hua
"Hmm baiklah aku percaya padamu pangeran, jika ada sesuatu segera laporkan pada ayah." ucap Kaisar
"Nona Fang Yin,” panggil Kaisar Lin
Fang Yin segera memberi hormat.
“Yang Mulia.”
“Karena kau telah menyelamatkan putra dan permaisuriku, kau juga telah memberikan bantuan yang sangat besar kepada Kekaisaran Lin. Katakan kepadaku, apa yang kau inginkan?” Kaisar Lin menatap gadis itu cukup lama.
"Yang Mulia tidak perlu memberikan apa pun.” jawab Fang Yin
Kaisar Lin menggeleng
“Tidak. Sebagai seorang Kaisar, aku tidak akan membiarkan jasa seseorang berlalu begitu saja tanpa balasan.”
“Kalau begitu bolehkah hadiah itu hamba minta besok?”
Semua orang di aula sedikit terkejut.
“Besok?” tanya Kaisar Lin.
"Hamba belum tahu hadiah apa yang paling tepat untuk hamba saat ini. Jadi, izinkan hamba meminta hadiah tersebut ketika waktunya sudah tepat.” ucap Fang yin
Kaisar Lin kemudian tertawa kecil
“Baik permintaan yang bijaksana.”
“Terima kasih, Yang Mulia.”
Namun sebelum percakapan berlanjut, Fang Yin kembali menatap Kaisar Lin.
“Yang Mulia bolehkah hamba memeriksa keadaan tubuh Anda?”
Kaisar Lin mengangkat alis.
"Apa kau tau jika aku sakit? "
Fang Yin mengangguk.
“Saat di perjalanan permaisuri memberitahu hamba bahwa anda sedang sakit dan membutuhkan jamur keabadian."
Salah seorang tabib istana segera berkata,
“Yang Mulia memang telah mengalami kelemahan selama beberapa bulan terakhir. Kami sudah memberikan berbagai obat, tetapi keadaan beliau hanya membaik sementara.”
Fang Yin terdiam
Ia kemudian berkata pelan,
“Kalau begitu, izinkan saya memeriksanya.”
Namun sebelum Fang Yin sempat melakukan pemeriksaan lebih lanjut, seorang pria tua berjubah putih melangkah maju.
Ia adalah Tabib Istana Qiu Ren, tabib senior yang telah mengabdi kepada keluarga kekaisaran selama puluhan tahun.
“Yang Mulia, hamba tidak setuju.” ucap Qiu Ren sambil membungkuk
“Dengan apa?”Kaisar Lin menatapnya.
“Dengan membiarkan gadis ini mengobati Yang Mulia.”Qiu Ren melirik Fang Yin.
Nuan langsung mengerutkan kening.
Fang Yin sendiri tetap tenang.
“Bukan hanya karena Nona Fang Yin masih terlalu muda. Ia juga bukan tabib istana. Bahkan teknik pengobatan yang digunakannya tidak pernah hamba lihat sebelumnya.”
Ia menatap Kaisar Lin dengan penuh kekhawatiran.
“Terlebih lagi dia seorang wanita.”
“Tabib Qiu, apa maksudmu?” Kaisar mengerutkan kening
“Hamba tidak bermaksud merendahkan Nona Fang Yin. Namun tubuh Yang Mulia adalah tubuh seorang Kaisar. Kesalahan sedikit saja dapat membahayakan nyawa kaisar!"Tabib Qiu menjawab tegas
Ia kembali menatap Fang Yin.
“Seorang gadis seusianya seharusnya tidak mengambil risiko sebesar ini.”
Nuan hampir membalas, tetapi Fang Yin mengangkat tangannya, meminta Nuan untuk tenang.
Fang Yin kemudian menatap tabib qiu
“Tabib Qiu jika anda tidak percaya kepada kemampuan saya, saya tidak akan memaksa Anda untuk percaya.”
Fang Yin melanjutkan dengan tenang,
“Tetapi sebelum mengatakan bahwa saya tidak mampu, apakah Anda sudah memeriksa denyut Yang Mulia sekali lagi?”
“Aku sudah memeriksanya berkali-kali.” jawab Tabib Qiu
“Dan apa kesimpulan Anda?”
“Yang Mulia mengalami kelemahan energi spiritual yang tidak diketahui penyebabnya.”
“Itulah perbedaannya.” Fang Yin mengangguk
Ia berjalan mendekati Kaisar Lin.
“Yang Anda lihat adalah kelemahan. Yang saya lihat adalah racun yang bersembunyi di balik energi spiritual.”
“Bagaimana Anda bisa begitu yakin?” Tabib Qiu mengerutkan kening
“Karena racun itu masih berada di dalam tubuh Yang Mulia.” jawab Fang Yin
Aula kembali sunyi, dan Tabib Qiu masih tidak yakin.
“Kalau begitu, buktikan saja." ucap Tabib Qiu
Fang Yin menoleh.
“Dengan senang hati, pastinya akan saya buktikan yang terbaik."
Fang Yin duduk di hadapan Kaisar Lin.
Ia mengulurkan tangan dan memeriksa denyutnya.
Beberapa saat kemudian, ia mengerutkan kening.
“Racun ini sudah berada di tubuh Yang Mulia cukup lama.”
Tabib Qiu segera mendekat
“Mustahil, aku dan tabib istana lainnya sudah memeriksa kondisi Yang Mulia dan kami tidak menemukan tanda-tanda adanya racun."
Fang Yin menunjuk bagian tertentu pada jalur energi Kaisar Lin.
“Di sini ada sesuatu, racun tersebut menyamarkan dirinya dengan energi spiritual Yang Mulia. Itulah sebabnya pemeriksaan biasa sulit mendeteksinya.”
Tabib Qiu tidak langsung menjawab
untuk pertama kalinya, keraguan di wajahnya berubah menjadi keterkejutan.
Namun ia masih berkata,
“Mengetahui racunnya berbeda dengan mampu mengeluarkannya.”
“Benar.”Fang Yin tersenyum tipis
Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil.Ketika tutupnya dibuka, aroma obat spiritual langsung memenuhi ruangan.
Di dalamnya terdapat Ling Zhi yang memancarkan energi murni.
“Ling Zhi?!”Tabib Qiu langsung membelalakkan mata.
Beberapa tabib lain ikut terkejut.
“Bagaimana mungkin”
“Itu tanaman obat yang sangat langka!”
Fang Yin menutup kotak tersebut
“Saya memilikinya.”
Tabib Qiu menatap Fang Yin dengan ekspresi yang mulai berubah.
“Tabib Qiu, Anda boleh tetap mengawasi proses pengobatan saya.” ucap Fang Yin
Ia mengambil seperangkat jarum akupunktur.
“Jika saya melakukan kesalahan, hentikan saya.”
Tabib Qiu terdiam beberapa detik
"Baik aku akan mengawasimu." jawab Tabib Qui
Fang Yin mulai menempatkan jarum pada titik-titik energi tertentu.
Tabib Qiu memperhatikan dengan sangat serius, awalnya ia masih mengerutkan kening.
Namun beberapa saat kemudian, ekspresinya berubah.
“Teknik ini..”
Energi spiritual Fang Yin perlahan bergerak
melalui titik-titik akupunktur.
Ling Zhi yang telah disiapkan kemudian diberikan kepada Kaisar Lin.
Tidak lama setelah itu, aura gelap mulai keluar dari tubuh sang Kaisar.
“Itu benar-benar racun!” Tabib Qiu berdiri terpaku
Fang Yin tidak menjawab, ia terus mengendalikan energi hingga sisa racun terakhir berhasil dikeluarkan.
Setelah semuanya selesai, Fang Yin mencabut jarum satu per satu.
Kaisar Lin menarik napas panjang, tubuhnya terasa jauh lebih ringan.
Tabib Qiu menatap Fang Yin cukup lama, kemudian ia membungkuk dalam-dalam.
“Maafkan aku yang telah buta karena meremahkan kemampuan anda nona."
“Tidak apa-apa tabib,aku memakluminya." jawab Fang Yin
“Tidak, aku terlalu cepat menilai Anda hanya karena usia dan jenis kelamin.”
Ia menatap Ling Zhi yang tersisa.
“Mulai hari ini, hamba tidak akan lagi meragukan kemampuan Nona Fang Yin hanya karena Anda seorang wanita.”
Fang Yin tersenyum kecil
“Tabib Qiu tidak perlu merasa bersalah, keraguan juga bisa menjadi bentuk kehati-hatian.”
“Kalau begitu, Nona Fang Yin suatu hari nanti, izinkan hamba mempelajari teknik pengobatan Anda.”
Nuan yang berdiri di belakang langsung tersenyum bangga.
“Sudah kubilang, nonaku memang hebat.”
Fang Yin hanya tertawa kecil
Namun di singgasana, Kaisar Lin memperhatikan
semuanya dengan tatapan penuh penghargaan.
Kini ia semakin yakin gadis yang datang secara tidak sengaja ke dalam hidup keluarganya ini bukanlah gadis biasa.
Dan hadiah yang akan diberikannya kepada Fang Yin esok hari akan menjadi keputusan terbesar yang pernah ia buat.
Namun di balik itu pangeran diam-diam mulai memiliki rasa terhadap Fang Yin
...----------------...
Haii Readers👋
Maaf yah author baru sempat update, kalian tetap excited kan nunggu kisah Fang Yin dan Kaisar Pei Yue?😍
Kalau gitu jangan lupa like, follow, comment, dan vote yahh
dukung author terus supaya rajin update!! 😁
Happy Reading❤