Jodoh, rezeki dan kematian adalah hal yang memang penuh dengan misteri. Sebabnya kita memang tidak tahu siapa yang akan jadi jodoh kita kelak.
Rili Askana menjadi galau tingkat dewa, diumur yang hampir genap 30 tahun. Dia tidak kunjung menikah'. Angin segarpun datang, disaat teman kerjanya menawarkan diri untuk menikahi nya. Tapi, disaat cinta-cintanya kekasihnya itu hilang tanpa bekas.
Kesedihannya bertambah parah, disaat Dia masih galau dipaksa nikah oleh orang tuanya dengan pria yang tidak dikenalnya.
Bagaimana kisah Rili? akankah Dia bahagia dengan pernikahannya.
Temukan jawaban misterinya di Novel ini.
Ini bukan cerita horor. Ini cerita yang bisa menguras emosi dan gelak tawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedih yang tak berujung
Waktu terus berlalu, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tapi pria yang ditunggu tak kunjung datang. Jangankan datang, kabarnya saja pun tidak ada. Genap sudah 3 bulan Yasir menghilang bak ditelan bumi.
Wanita yang ditinggal pergi oleh kekasihnya tersebut, kini sudah seperti bunga yang layu. Rili melewati hari-hari dengan tidak semangat, tidak selera makan dan selalu memilih di ruang yang kedap dan menutup diri dikamar. Terkadang ibunya datang menghibur dan memberi pandangan pada putrinya tersebut. Bahwa hidup harus terus lanjut, jangan meratapi hidup karena putus cinta.
Sudah satu bulan ini sejak kepergian Yasir, Rili selalu bangun dengan mata yang sembab, pikiran yang kacau. Sama sekali tidak berniat untuk bangun dari tempat tidur dan bertemu dengan orang banyak, tapi dia masih bisa berfikir jernih. Dia harus bangun karena dia punya tanggung jawab atas pekerjaannya.
Di kantor didepan banyak orang, dia terpaksa ikut tertawa pada obrolan ringan agar nampak baik-baik saja, Tapi di dalam hatinya ada perasaan berat dan dada sering terasa sesak. Semua hari terlihat sama selalu mendung dan berawan. Ya, gadis ini patah hati. Dia merasa dibohongi oleh cintanya.
Brakkkk.... Rili melempar kan tubuhnya keranjang empuknya, Dia meraih bantal guling dan mendaratkan wajahnya yang sudah basah karena air mata. Wanita itu menangis sejadi-jadinya, dia menangis dalam keadaan telungkup. Tangannya dikepal dan memukul-mukul ranjang empuknya.
"Kenapa? Kenapa kamu lakukan ini padaku Yasir? kamu pembohong, kamu jahat. Hiks...hiks...hiks...!" Rili menangis sekuat-kuatnya. Akal sehatnya sudah dirasuki syetan.
"Aku benci kamu, benci......." Rili menangis sambil mengacak-acak tempat tidurnya dan bantal terlempar ke sembarang tempat. Wanita ini bener-bener kehilangan akal sehatnya gara-gara seorang pria yang belum tentu mencintainya.
"Kamu bilang cinta, sayang, tidak bisa sedetik pun tanpa aku. bulshit..... hiks...hiks
.hiks... kenapa kamu lakukan ini padaku. Kenapa kamu menghilang dan tidak bisa dihubungi." Rili menangis sambil terus mengoceh merutuki kebodohannya yang selalu berharap kedatangan pria itu.
"Aku sangat merindukanmu. Benerkah kamu tidak mengingatku lagi?" hiks...hiks...hiks... Rili kembali menangis. Wanita itu bahkan sekarang susah bernafas, karena cairan dihidungnya sudah menggumpal.
Wanita yang sedang galau tersebut mencoba menghubungi no handphone Yasir kembali. Tetap saja suara operator yang menjawab.
Nomor Yang anda tuju tidak dapat dihubungi, mohon periksa kembali no tujuan anda.
Rili melempar hapenya, untung tidak jatuh kelantai. Kalau jatuh dan rusak, gimana? Tentulah wanita itu akan rugi.
"Sudah tiga bulan, katamu masalah mu akan selesai dalam tiga bulan dan kamu akan datang melamarku. Jangankan untuk melamar, memberikan kabarpun tidak pernah. Apa maksudmu melakukan ini padaku? hiks....hiks... hiks..." Rili masih menangis sembari mengelap ingusnya dengan selimutnya. Wanita ini memang jorok setelah patah hati.
Beginilah resiko kalau terlalu mencintai seseorang. Disaat orang yang kita cintai tidak seperti yang kita inginkan maka kekecewaan yang datang. Maka cintailah sesuatu itu dengan sekedarnya, disaat dia pergi maka kamu tidak merasa sakit sekali. Karena memang Sang Penciptalah yang seharusnya kita cintai, karena DIA tidak akan pernah meninggalkan kita ummatnya, walau kita melakukan dosa besar. Allah masih memberi kita kesempatan untuk bertaubat. Karena Allah Maha Pengampun (Al Ghaffaar ).
Ceklek, mama Rili memasuki kamar putrinya yang sudah seperti kapal pecah, bantal terletak di sembarang tempat. Mama Rili geleng-geleng kepala melihat tingkah laku putrinya tersebut. Malam ini setelah habis sholat isya mama Rili kembali menenangkan putrinya yang galau tingkat dewa tersebut. Mamanya mengerti perasaan Rili, karena baru kali ini putrinya merasakan patah hati, tentu batinnya belum kuat karena belum biasa patah hati.
Mama Rili duduk disebelah Rili dan mengusap kepala putrinya. Rili memutar kepalanya untuk melihat mamanya.
"Sampai kapan kamu seperti ini nak? cukup, cukup sudah kamu menangisi dia. Jangan kamu siksa dirimu hanya karena pria yang tidak mencintaimu. itu namanya bodoh. Kalau kamu sakit siapa yang akan repot, mama juga yang repot. Jadi mama mohon dewasalah, ikhlaskan semua yang terjadi." Mama Rili kembali menasehati putrinya seperti malam-malam yang lewat.
Kini Rili mengubah posisinya, wanita yang galau karena cinta itu kini menempatkan kepalanya di paha ibunya. Memang benar adanya hanya ibu kitalah yang bener-bener mencintai kita. Seorang ibu akan selalu mencintai anak-anaknya dan memberikan yang terbaik untuk anaknya.
"Sakit ma, sakit." Ucap Rili masih dalam Isak tangisnya.
"Jujur pada mama, hubunganmu sudah sejauh mana dengan Yasir nak, kenapa kamu sehancur ini karena dia."
"Apa maksud dari ucapan mama?"
"Setahu mama kalian berhubungan baru sebulan, seharusnya kamu bisa melupakannya dengan cepat nak?" Tanya mama Rili dengan penuh selidik. Mama Rili beranggapan bahwa putrinya sudah melampaui batas, makanya waktu itu Yasir mendesak ingin menikah siri dengan putrinya tersebut.
"Kamu masih sucikan nak?" Tanya mama Rili sembari memperhatikan mimik wajah putrinya dengan seksama
"Kenapa mama bertanya seperti itu?"
"Jawab aja pertanyaan mama dengan jujur."
"Rili masih suci ma." Jawab Rili dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Akupun tak tahu apakah diriku ini masih Suci atau tidak lagi, yang jelas aku masih perawan. Guman Rili dalam hatinya.
"Syukurlah. Mulai malam ini, mama tidak ingin lagi melihat kejadian seperti ini lagi. Kamu jangan menangisi kepergian pria yang tidak punya perasaan itu. Kalau kamu masih tetap bersikap seperti ini berarti kamu ingin melihat Ayah dan mama sakit, karena ayah sudah mulai kepikiran dengan sikap kekanakan mu ini." Ucap mama Rili sambil membantu putrinya duduk.
Rili diam saja, wanita itu mungkin sedang mencerna perkataan ibunya.
"Buka hatimu pada pria lain, agar kamu bisa melupakannya. Itu pria yang dijodohin Tante Mirna kenapa tidak pernah lagi mama lihat menelpon kamu?" Tanya mama Rili dengan wajah bingung.
"Rili tidak mau dijodohin sama dia ma. Hati Rili gak sreg ngomong sama dia. Jadi sebulan yang lalu waktu dia menelpon, Rili minta sama dia agar jangan menghubungi Rili lagi, karena Rili sudah punya calon." Ucap Rili dengan masih menangis.
"Calon yang mana maksudmu? Yasir? Dia bahkan tidak ada kabar sudah lebih dari tiga bulan. Kenapa kamu masih menunggunya." Ucap mama Rili sambil mengguncang bahu putrinya.
"Rili masih tetap akan menunggu Abang Yasir ma, Rili yakin dia mencintai Rili." Jawab Rili dengan tegas kepada mamanya.
"Kalau dia cinta dia pasti akan memberimu kabar nak. Sadar kamu." Ucap mamanya mulai kesal.
Rili kembali menangis, dia teringat ucapan Yasir agar tetap menunggunya.
"Lupakan dia." Ucap mama Rili dengan tegas.
"Minggu depan pria yang dikenalkan Tante Mirna akan datang bertamu ke rumah kita. Mama harap jangan tunjukkan wajah setres mu itu dihadapan banyak orang."
"Koq bisa. Rili sudah bilang sama dia agar jangan menghubungi Rili lagi, kenapa dia masih ingin bertemu ma." Tanya Rili dengan bingung.
"Dua Minggu lalu mama berkunjung ke rumah Tante Mirna, mama menceritakan tentang dirimu yang hampir gila karena pria misterius itu. Mungkin tantemu menghubunginya.
"Aku gak mau ma. Aku tidak mau dijodohin sama dia. Dia itu sudah tua ma. Gak mau Rili." Ucap Rili sambil meraih tangan mamanya. Rili membujuk mamanya agar perjodohan itu tidak usah dilanjutkan.
"Coba aja dulu ya nak, kamukan belum lihat orangnya gimana. Biar umur tua kalau tampang masih muda, ya gak apa-apa. Itu lebih bagus jadi dia dewasa nantinya dia lebih bisa mengalah." kilah mama Rili.
"Apa mama sudah pernah melihatnya ma? Apa mama tahu bagaimana keluarganya? Jangan asal menjodohkan Rili ma. Rili mau menenangkan diri dulu satu tahun lagi. Rili gak mau dijodohin sama dia TiTiiiikkk." Ucap Rili dengan kesal sambil menelungkupkan tubuhnya dan kembali menangis.
"Ingat umur nak."
"Rili tahu ma berapa umur Rili, tapi Rili tidak mau menikah terpaksa karena didesak umur." Ucap Rili dengan masih posisi yang sama. wajahnya di atas guling.
"Orang yang patah hati memang susah dinasehati."
"Aku heran kenapa dia ngotot mau dijodohin sama Rili, dia itu bukan saudara kita. Tante Mirna pun kenal sama dia saat Tante Mirna melaksanakan umroh. Dia jadi TKI di Arab Saudi. Kenapa Tante Mirna langsung beranggapan dia pria baik. Padahal keluarganya pun Tante tidak tahu gimana. Kampung dia aja jauh ma dari tempat kita sekarang. Enam jam perjalanan. Kenapa dia mau mencari jodoh jauh-jauh kesini." Rili mencecar ibunya dengan banyak pertanyaan.
"Baiklah kalau kamu tidak mau, gak apa-apa, tapi kalau dia datang Minggu depan bertamu ke rumah kita. kamu sopan ya nak." Ucap mama Rili sembari bergegas mau meninggalkan kamar putrinya.
"Iya ma."
"Kamu langsung tidur, jangan menangisi Yasir lagi." ucap mamanya dan kemudian menutup pintu kamar Rili.
Kini Rili menghampiri lemari pakaiannya, dia mengambil kotak perhiasan. Dikotak itu dia menyimpan perhiasan yang diberikan Yasir. Ada cincin, gelang dan dia juga menyimpan liontin pemberian teman kecilnya dikotak itu. Dia memperhatikan ke 3 jenis perhiasan tersebut. Dia baru sadar perhiasan itu seperti satu set.
"Kenapa Seperti satu set perhiasan ya?" Rili berbicara sendiri. Tapi dia tidak terlalu ambil pusing dengan perhiasan dari pemberian orang yang berbeda itu.
Rili mengambil cincin pemberian Yasir dan memasukkannya ke jari manisnya. Tak terasa air matanya tumpah kembali. Kebersamaan bersama Yasir melintas lagi di pikirannya. sebulan penuh mereka selalu bersama. Dikantor mereka selalu makan siang bersama. Yasir selalu meminta dibawakan bekal makan siang. Karena Yasir sangat menyukai masakan Rili.
Rili kembali menangis mengingat moment indah kebersamaan mereka. Kini Rili tampak memperhatikan pakaian yang setiap minggunya dihadiahkan Yasir kepadanya. Semua pakaian yang diberikan Yasir adalah pakaian ber merk.
"Bagaimana bisa aku melupakanmu bang, dengan semua yang sudah kamu lakukan terhadapku." Rili kembali menangis dan mengambil jaket Yasir yang pernah Yasir berikan pada Rili. Wanita yang lagi rapuh itu memakai jaket tersebut. Rili kembali membaringkan tubuhnya di ranjang empuknya. Entah karena sudah kelelahan karena menangis, tidak menunggu lama, Rili sudah tertidur dengan nyenyak
Rili melihat Yasir datang menghampiri nya dengan stelan Jas warna putih, dipadu dengan kemeja dan dasi warna senada. Disaat Yasir hendak menggapai tangan Rili, tiba-tiba tangan Yasir ditarik seorang wanita cantik memakai gaun yang senada dengan warna jas Yasir. Yasir dibawa pergi oleh wanita cantik tersebut.
Jangan pergi.... jangan tinggalkan aku. Jangannnnn......! Rili terbangun dari mimpi buruknya.
Bersambung.
Mohon beri like, coment, vote dan jadikan novel ini sebagai favorit.
Terimakasih
awal ny aq da gk mau melanjut kn bc..krn kesan ny terllu bertele2..lambat ..tp nth kenapa aq penasarn..
tp makin ke sini ..aq mkin mewek...😭😭😭
lanjut min...