NovelToon NovelToon
Misteri Penunggu Lantai 4

Misteri Penunggu Lantai 4

Status: tamat
Genre:Teen / Horor / Misteri / Cintapertama / Tamat
Popularitas:120.9k
Nilai: 5
Nama Author: Caroline Gie White

Juna akhirnya mau berhubungan lagi dengan hal gaib yang hampir bertahun-tahun dia coba hindari, karena ada sesosok hantu cewek berseragam, Louise, yang sudah menjadi rahasia umum di SMA Ksatria Negara sering menampakkan dirinya kepada siapapun yang mencoba membicarakan dan mengusiknya.

Pada awalnya Juna tidak mengenali sosok itu sampai pada akhirnya dia mau mendengarkan Louise yang ternyata kakak sepupunya yang tewas ditangan pacarnya.

Dan Juna pun dengan dibantu Ariel, cewek yang bisa membuatnya merasa berani menghadapi Louise, mencoba memecahkan misteri tewasnya Louise, serta mencari dimana jasadnya dikubur.


Jangan lupa utk like, komen (biar aku bisa terus memperbaiki karya aku), dan vote yaaa.. thanks a lot!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caroline Gie White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FLASHBACK

3 tahun lalu..

“Hai, sendirian?” Dirga duduk di hadapan seorang cewek di kantin. Cewek itu pun tersenyum canggung. “Aku, Dirga.” Dirga mengulurkan tangannya ke arah cewek itu yang lalu disambutnya. “Kamu pasti Louise.”

“Darimana Kakak tahu nama aku?”

“Enggak mungkinlah aku enggak tahu nama cewek secantik kamu.”

Cewek yang bernama Louise itu tidak berhasil menyembunyikan semburat merah di pipinya. “Modus.”

Dirga tertawa. “Oh iya, kamu mau ikut ekskul pecinta alam aku enggak?”

“Pecinta alam? Aku enggak pernah ikut kegiatan kaya gitu.”

“Enggak masalah, dan kamu enggak usah khawatir karena aku bakal selalu menjaga kamu, karena aku.. suka sama kamu.”

Lagi-lagi Louise tidak bisa menolak pesona yang diberikan Dirga. Apalagi dia sudah terpesona sewaktu melihat Dirga untuk pertama kalinya dihari pertama MOS. Ditambah Dirga secara tiba-tiba mengutarakan perasaannya. Jadi tanpa pikir panjang, Louise pun menerima tawaran Dirga.

“Dirga! Aku mau ngomong sama kamu.”

Dirga mendongak dari dokumen di mejanya lalu berpaling ke arah beberapa anggota yang ada di dalam sekretariat lalu meminta mereka untuk keluar dan meninggalkannya hanya dengan Louise. Biarpun Dirga sudah lulus, tapi pengaruhnya masih kuat di ekskulnya. Dan dia belum sepenuhnya mempercayakan semua urusan kegiatan ekskulnya ke orang lain.

“Ada apa?”

“Jangan kamu kira aku enggak tahu ya kalau kamu tadi flirting (merayu) anak baru. Maksud kamu apa?”

“Kamu jangan salah sangka dulu. Aku melakukan itu buat menarik anggota baru saja kok.”

“Bohong! Oh, aku tahu sekarang. Jangan-jangan, kamu juga melakukan hal itu sama aku dulu biar aku mau ikut ekskul kamu, iya kan?”

Dirga bangun dari duduknya dan menghampiri Louise. “Kok kamu mikir kaya gitu sih? Ya enggaklah. Aku sayang sama kamu. Jadi jangan pernah menyamakan kamu sama cewek-cewek itu.”

“Bohong! Aku yakin, kamu bakal melakukan hal yang sama kaya yang kamu lakukan ke aku!!”

“Shut up!! Jangan pernah bentak-bentak aku!!”

“Kenapa?! Biar semua orang tahu kelicikan kamu!!”

PLAKK..

Sebuah tamparan mendarat di pipi Louise. Louise pun terkejut sambil memegang pipinya yang memerah dan menatap Dirga dengan marah.

“Aku janji, bakal ada orang yang bisa membongkar kebusukan kamu, Ga. Kamu tunggu saja.”

Louise lalu keluar dari sekretariat tanpa tahu kalau Kenny mendengar semuanya.

Malam harinya, Louise masih harus berkutat dengan tugas yang diberikan salah satu wakil Dirga untuk mengurusi dokumen anak-anak baru yang akan mengikuti diklat. Sebenarnya dia sudah tidak mau mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan organisasi tapi karena dia adalah panitia inti, jadi mau tidak mau dia harus rela mengerjakannya.

Ketika sedang asyik dengan laptopnya, tanpa dia sadari ada seseorang mendekatinya dari belakang lalu sebuah lengan kuat mencekik lehernya. Dengan sekuat tenaga Louise berontak dan mencoba melepaskan lengan yang menghalangi jalan nafasnya namun usaha yang dia lakukan tidak berhasil. Beberapa detik kemudian lengan itu pun berhasil membuatnya tidak berdaya.

“Sebelum lo melawan gue, lo harus tahu dulu seberapa besar kekuatan lo.”

Dirga tersenyum sinis menatap Louise yang sudah tidak bernyawa di kursinya.

Ariel, dengan tubuh masih dirasuki Louise, berpaling menatap Dirga dengan tatapan tajam penuh dendam lalu menghampirinya dan langsung mencekal kerah baju Dirga dan mengangkatnya lalu menghempaskannya ke tembok di belakangnya dengan keras. Dirga pun meringis kesakitan. Punggungnya terasa seperti habis ditabrak mobil dengan keras.

“Jasad aku ada di antara tembok itu.” Tangan Ariel menunjuk ke arah tembok pembatas perpustakaan dengan laboratorium, tempat dia menghempaskan badan Dirga tadi. “Dan dia sendiri yang menguburkan aku di situ.”

“Enggak bakal ada orang yang percaya sama omongan kalian.” Dengan tertatih dia mencoba berdiri. “Karena apa? Karena gue bakal membunuh kalian juga.”

Dirga mendorong Juna ke arah pagar koridor dan sayangnya Juna dalam posisi yang tidak siap dan akhirnya dia pasrah terhempas keluar pembatas. Dirga pun melarikan diri. Ariel menangkap tangan Juna yang bertahan memegang sisi pagar sehingga posisinya menggantung di ketinggian. Ariel menatap Juna sambil tersenyum.

“Terimakasih atas bantuan kamu selama ini. Dan aku mohon, sempurnakan kematian aku dan aku bisa menjanjikan kamu satu hal. Kamu juga akan terlepas dari penderitaan kamu selama ini.”

“Maksud kamu?”

“Ariel satu-satunya orang yang bakal buat kamu cepat pulih. Bye, Juna.”

Tiba-tiba Ariel melepaskan pegangan tangannya di tangan Juna. Juna pun hanya bisa terdiam merasakan badannya melayang lalu sedetik kemudian menghantam pohon mahoni lalu terhempas di pinggir lapangan. Badannya kaku dan pandangannya pun gelap seketika.

“Junaaa!!” Kenny histeris.

Ariel menoleh dan melihat Kenny sudah berada di lantai 4 dan melihat Juna yang sudah tergeletak di pinggir lapangan. Louise pun keluar dari badan Ariel yang membuatnya terkulai lemas. Kenny menangkap badan Ariel dan mencoba menyadarkannya.

“Kak Kenny? Juna mana, Kak?”

“Juna.. Juna.. jatuh, Riel.”

Ariel terkejut lalu bangun dan melihat Juna sudah terkapar berlumuran darah di pinggir lapangan.

“Junaaaaa!!!”

To be continued.....

1
Sri Wiludjeng
bagus cerita nya .. cepet selesai gak pake muter2.
Galuh Jennaira
Paling suka klo happy ending /Sob/
Galuh Jennaira
Karma berlaku ya dirga /Angry/
Galuh Jennaira
Juna oh juna /Heart/
Galuh Jennaira
Like pertama utk mu thor..
Dwi Agustina
bagus beneraaaaaan👍👍👍👍👍👍
Càröliné Gie White: Alhamdulilah.. Makasih kak sudah mau baca karya aku..
total 1 replies
Roslinah Minsong
lanjut thor
Càröliné Gie White: Tmakasih kak..
total 1 replies
Ayya Alfahrizy
aduh thor,ga usah pake visual jg x, merinding 😱😱😱😱
Càröliné Gie White: Maaf ya kak.. Biar dapet imajinasi ceritanya.. 🥹😇
total 1 replies
Murni Banty
sangat menarik alur ceritanya.. semangat trus di tunggu novel selanjutnya yg buat merinding
Càröliné Gie White: Tmakasih kak sudah mampir dan baca karya aku..
total 1 replies
Ayano
Dan feelingku makin kuat nih jadinya 😳😳
Ayano
Aku akan anggep Ariel ma Juna cocok

Boleh gak kakak thor?
Càröliné Gie White: Boleh banget..
total 1 replies
Ayano
Boleh gak aku anggep itu kek pertemuan sama calon calon
Ayano
Yang poto terakhir bikin aku shock 😨

Setan beneran itu keknya
Ayano
Kakak thor
Nama Zafrannya bagus ☺☺


Kek nama anime
Ayano
Halo kak diriku ninggalin jejak dulu buat mampir. Nanti mampir berkala. Kalau senggang silahkan mampir
Càröliné Gie White: Hai salam kenal.. Makasih sudah mampir ya 🙏
total 1 replies
Evi mugihartati
cerita seru bgt kon udh tamat sich
Càröliné Gie White: Sedang proses kak 🤗
total 3 replies
Shinta Teja
judulnya "masters of the sun",,,coba aja kamu tonton,Juna!!!
mustaqim jm
Ceritanya gak bertele-tele dengan gaya bahasa yang juga simple.
Sriyani Yani
lanjutkan
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓻𝓮𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷𝓷 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓰𝓪𝓴 𝓫𝓮𝓻𝓽𝓮𝓵𝓮" 𝓼𝓪𝔂𝓪 𝓼𝔂𝓾𝓴𝓪👍👍👍👏👏👏😘😘😘
Càröliné Gie White: Tmakasih kak..🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!