Setelah lima tahun menderita karena perlakuan dingin orang lain, serta dibenci oleh suaminya setelah menikah, dan mengalami kebangkrutan, akhirnya Lowellyn memutuskan untuk mengajukan permohonan perceraian.
mendapatkan informasi tentang pengajuan perceraian dari sang istri, Lionel Valden langsung bergegas untuk kembali.
Namun saat di perjalanan pulang, Lionel Valden mengalami kecelakaan, yang membuatnya tiba-tiba kehilangan ingatannya dan jatuh cinta pada sang istri.
Akankah dari amnesia akan membawa hasil yang dinantikan oleh lowellyn setelah leonel pulih.
Skip kalau gak suka>>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puputlupitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21- Seorang Genius Lionel Valden
Chapter 21- Seorang Genius Lionel Valden
Meskipun begitu, dia merasa senang. Tetapi ketik dia melirik ke arah Lionel, ekspresi Lionel terlihat bahwa dia tidak terlalu senang dengan hal ini.
Ketika dia menatap tindakan Lowellyn yang menawarkan makanan ke Zayn Valentine dengan sikap harmonis, matanya terlihat penuh tuduhan dan ada sedikit rasa sakit dihatinya. Setiap kali Lowellyn menyendok sesendok sup, tatapannya hanya mengikutinya. Sontak saja ketika dia mendapatkan tatapan itu, dia merasa seperti tengah merampok makanan dari seorang anak kecil. Dan pada akhirnya, dia hanya memberi Zayn Valentine satu mangkok kurang.
Melihatnya yang merasa bersalah kepadanya, Zayn Valentine tersenyum lembut. Lowellyn sedikit malu saat melihat senyuman Zayn, dia mengalihkan pandangannya dan berkata dengan lembut, "Kalian coba saja. Mungkin rasanya tidak enak..."
Setelah mereka menyesap satu sendok yang berisi sup ke dalam mulut. Mereka berhenti sejenak, dan kemudian mereka memakan kembali sup kental itu. Setelah beberapa saat, kedua pria itu mengucapkan kata-kata, "Rasanya sangat enak" hampir bersamaan.
Mendengar kedua pria itu mengucapkan kata-kata yang sama, Lowellyn tidak bisa mempercayainya. Dan ketika dia melirik ke arah Lionel, hatinya sedikit berdenyut dan berkata, "Benarkah... apakah itu benar-benar enak?" Dia menantikan jawaban suaminya.
Hatinya semakin berdenyut, dia masih ingat dengan jelas ketika ia ingin belajar memasak saat itu. Dia hanya ingin mendengar kata-kata pujian dari suaminya. Hanya saja saat itu dia masih di bawah pengaruh, dan dia juga tidak memiliki kesabaran. Tetapi sekarang dia sudah menyadari semuanya.
Lionel menganggukkan sedikit kepalanya sambil tersenyum, dan menyesap kembali supnya, "Ya. Ini sangat lezat! dan buburnya juga terasa enak, tidak seperti kemarin."
Melihatnya yang terlihat ragu-ragu dengan kemampuannya, Zayn Valentine tersendiri dan berkata, "Ini memang enak sekali, saya sangat terkesan karena kemampuan memasak Nona Lowellyn luar biasa! Kemampuan anda tidak kalah dengan para chef di restauran." Dia kembali menyesap sup di dalam mangkoknya yang terlihat sedikit lagi.
Wajah Lowellyn sangat tersipu setelah menerima pujian dari kedua orang itu.
Setelah dia selesai mencicipi bubur dan supnya, dia melihat ke arah Lionel yang sedari tadi menatapnya dingin. Melihatnya yang seperti ini untuk pertama kalinya, dia tertawa di dalam hatinya dan kemudian berkata:
"Uhuk! Baiklah, sekarang aku harus pergi. Bagaimanapun juga, sepertinya jenderal tidak ingin aku berlama-lama tinggal disini dan menganggu waktu kalian berdua." Dia beranjak dari tempat duduknya dan meletakkan mangkok supnya.
Lowellyn merasa canggung dan buru-buru berkata, "Bagaimana, bagaimana mungkin... Anda sama sekali tidak menganggu waktu kami." Dia menatap Zyan dengan wajah sedikit bersalah.
"Hahahaha... Aku bisa merasakannya." Dia melirik Lionel dan tersenyum bahagia, lalu berkata, "Meskipun saat ini jenderal tidak mengingatkanku. Tetapi, kupikir dia menjadi lebih imut dan lucu dari sebelumnya."
Seketika Lowellyn tertegun, dan merasa ada sesuatu yang tengah menggeliat di dalam hatinya, "Imut?"
"Ya, imut. Hmm.. Apakah ada yang salah?" Dia melirik Lowellyn sejenak dan berkata dalam hatinya, "Sepertinya aku sudah terlalu banyak bicara." Dia buru-buru memalingkan wajahnya dan melambai pada Lionel, "Aku pergi sekarang, senior sampai jumpa lagi di kamp militer."
Lionel menatapnya kosong dan sengaja tidak menanggapinya. Melihatnya seperti ini Zyan Valentine tidak peduli, dia berjalan beberapa langkah ke depan. Dan ketika dia hampir sampai pintu, tiba-tiba dia memikirkan sesuatu dan berhenti, "Hmm... Ngomong-ngomong, Nona Lowellyn. Aku ingin pergi berkunjung ke rumah anda, jika jenderal sudah keluar dari rumah sakit. Apakah boleh?" Dia membalikkan badannya dan menatap Lowellyn.
Dengan cepat Lowellyn mengangguk dan berkata, "Tentu, tentu saja boleh! Anda bisa datang kapanpun anda mau."
Setelah mendengar jawaban dari Lowellyn, dia melanjutkan jalannya kembali. Segera setelah Zyan Valentine pergi. Lionel menghela nafas lega, dia merasa bahwa pengganggu akhirnya telah hilang. Gerakannya mulai melambat, lembut dan sopan.
Sebenarnya keluarga Valden adalah pribumi dari Negara S, di kotak Qinzou ini. Akan tetapi tidak setua keluarga Valentine dan keluarga kaisar. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki hak tinggal tetap. Apalagi gelar terakhir dalam keluarga mereka menghilang setelah ayah dan kakeknya meninggal. Keluarga Valden yang tersisa menjadi orang biasa. Dan jika saldo mereka berada di garis merah, mereka akan di usir dari kota Qinzou. Tetapi, setelah Lionel menjadi presdir dengan kerja kerasnya, dia akhirnya berhasil membuat saldo mereka berada di atas. Karena merasa tidak cukup dengan hal ini, dia akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam militer.
Tekadnya sangat kuat, dan ketika Lionel menjadi jenderal besar nanti, dia tidak akan terpengaruh dengan saldo batas, dan keluarganya akan berada di zona aman meskipun dia sudah mati. Oleh karena itu, Lionel telah belajar etiket yang sangat baik sejak dia masih kecil, dia selalu berusaha dengan keras demi tujuannya, dan dia tidak pernah membuang-buang waktunya sedetik pun dengan hal-hal sepele.
Dia mempelajari etiket saat umurnya 5 tahun, dan saat umurnya 10 tahun di mulai mempelajari hal-hal baru, di saat anak-anak lainnya bermain dan bersenang-senang. Dia hanya menghabiskan waktunya untuk belajar dan berlatih. Dia adalah seorang genius, ketika umurnya beranjak ke 17 tahun, dia memulai karier bisnisnya dan magang di sebuah perusahaan terkenal.
Karena kepintaran dan kemampuannya yang luar biasa, banyak perusahaan yang mencoba memperebutkannya. Bahkan kaisar pernah memintanya untuk menjadi sekretaris pribadinya, namun di tolak. Dia hanya mengikuti insting dan pikirannya. Ketika umurnya 23 tahun dia membuat perusahaannya sendiri dan merekrut beberapa orang pintar. Bisnisnya sangat maju dan berkembang, akan tetapi hal ini tidak memungkinkan dirinya akan berada di garis aman.
Setelah dia selesai makan, dia kembali ke citranya yang amnesia dan berkata dengan ekspresi sedikit tidak suka, "Kenapa kamu berjanji padanya untuk membiarkannya datang ke rumah kita?" Dia terus memandanginya dan tiba-tiba mengerutkan alis dan bibirnya, lalu berkata kembali, "Kamu, apakah kamu ingin selingkuh dariku?" Dia tampak sangat waspada dan sedikit marah.
Ketika dia mendengar kata-kata ini, sontak saja dia merasa gugup dan wajahnya berubah merah, "Mana mungkin! Aku tidak ada niatan untuk selingkuh!" Dia menghela nafasnya lalu berkata, "Zyan... Ah, tidak. Maksudku letnan jenderal Zyan bilang, dia ke rumah untuk menemuimu. Dan itu tidak ada hubungannya denganku."
Lionel menjadi suram dan berkata, "Tapi aku tidak setuju. Aku tidak suka jika dia datang lagi, karena dia hanya akan merusak pemandangan."
Dia menatap Lionel dan berkata, "Tapi orang-orang menyebutkan bahwa penolakan adalah perilaku yang buruk 'kan? dan itu tidak sesuai dengan etiket. Lagi pula dia adalah bawahan sekaligus mitramu."
-
^^^Bersambung...^^^