Menikah terlalu muda, dengan emosi yang belum stabil, Niken dan Raja akhirnya malah bercerai. Keduanya menikah saat kuliah, dan belum lulus sudah berpisah.
Waktu kemudian mempertemukan keduanya, di tempat dan situasi yang sangat jauh berbeda. Keduanya bekerja di satu perusahaan yang sama. Bagaimana kisah dan aksi kocak Raja dan Niken menyembunyikan fakta pada rekan kerja mereka, bahwa mereka pernah menikah? Saksikan keseruan kisah romantis komedi mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KAGET
Godaan Mantan, Bagian 21
Oleh Sept
"Gilaaaa kamu, Ja!" pekik Niken.
Niken sempat shock, tapi sebenarnya dia gak kaget. Karena dulu memang Raja kadang seperti itu. Suka ngomong asal, kadang humoris, absurd, tapi Niken suka. Sampai mau menikah muda, meski mereka masih sama-sama kuliah.
"Canda, Ken. Habisnya kamu kelihatan sedih begitu," celetuk Raja.
"Gak lucu!" balas Niken.
"Tapi serius loh ... ukurannya sudah beda! Nomor celana sama CD juga sudah gak kaya dulu," gumam Raja tanpa malu. Dia seolah penuh percaya diri promosi barang pribadinya.
"Astaga! Raja!!!" Niken noleh ke kebelakang, takut ada mamanya.
"Salah obat ya kamu, Ja!" tambah Niken.
Raja tersenyum cerah, dia seakan kembali ke masa lalu. Bercanda bersama Niken, membahas hal gak penting, receh, tapi membuat mereka merasa happy, tanpa beban.
"Mama mana? Panggilin dong, aku mau pamit," titah Raja dengan sok akrabnya.
"Udah, sono aja. Pulang ya pulang aja!" omel Niken yang melihat Raja makin ngelunjak.
"Apa aku masuk? Manggil sendiri?" ucap Raja.
"Rajaaa!" desis Niken kemudian membuang napas panjang. Niken lalu masuk ke dalam rumah, memanggil-manggil mamanya.
"Ma ... Mama ... Raja mau balik!" Niken memanggil mamanya dengan setengah teriak.
Tidak lama kemudian, dari dalam kamar mama Reni keluar.
"Loh? Sudah sampai rumah. Mana Raja? Bagaimana? Kalian gak apa-apa kan? Katanya sampai urusan sama polisi segala?" Mama Reni jelas khawatir, karena tadi katanya kecelakaan di jalan.
"Gak apa-apa, Ma. Sudah diselesaikan sama Raja. Tuh, orangnya mau pamit." Niken lalu ke dapur.
"Sekalian bikin minuman untuk Raja, Ken," seru Mama Reni.
"Gak usah, Ma. Dia mau pulang," jawab Niken sambil buka kulkas.
Malas sekali dia membuat minuman untuk mantan suaminya itu. Bisa-bisa Raja malah betah dan gak pulang-pulang.
"Nikennn!!!" seru mamanya.
"Ishh ... Iya ... iya."
Akhirnya Niken mengalah.
***
Raja terlihat sumringah saat ngobrol bersama mantan mertuanya. Entah keduanya berbicara apa, yang jelas saat Niken keluar sambil bawa minuman, mereka malah langsung diam. Membuat Niken menatap curiga.
"Mama ngobrol apa sama Raja? Trus ngapain langsung diem?" Niken menatap curiga.
"Apa sih kamu, Ken. Sudah duduk sini!" kata sang mama.
Raja langsung minum, kemudian pamit. "Raja pulang dulu, Ma."
"Sudah datang taksinya?" tanya mama Reni.
"Sudah, sudah dekat sini," jawab Raja sambil melihat aplikasii di hp nya.
"Ken ... aku balik, ya," pamit Raja. Laki-laki itu tiba-tiba saja mengusap rambut Niken di depan mama Reni, membuat Niken langsung menghindar.
"Apasih, Raja!" Niken mendesis kesal lalu memegangi kepalanya.
Raja justru mengerlingkan mata, membuat Niken langsung cemberut.
***
Setelah Raja pergi, Mama Reni pun menggoda putrinya. Entah mengapa, mama Reni kok ikut senang.
"Kalian sudah baikan, ya?" Mama Reni melirik Niken.
"Apa sih, Ma."
"Raja pria baik, Niken." Mama Reni dari dulu memang selalu memuji mantan menantunya itu.
"Hemm ...."
"Mungkin kalian masih berjodoh," ucap mama Reni. Siapa tahu memang masih ada jodoh.
"Baru juga ketemu lagi, jodoh apanya, Ma?"
Mama Reni menarik napas dalam-dalam, kemudian mengusap tangannya sendiri.
"Ya, mungkin ini jalan kalian untuk jalan bersama lagi."
Niken diam sesaat.
"Lihat nanti saja, Ma. Niken gak buru-buru nikah lagi," kata Niken kemudian masuk kamarnya. Mungkin masih trauma atas kegagalan pernikahan yang pertama.
***
Sementara itu, Raja kini sudah ada di rumahnya. Sang mama kaget, karena Raja kepalanya diperban.
"Ya ampun, kamu kenapa, Raja?"
"Tadi kecelakaan kecil di jalan."
"Kok bisa? Terus bagaimana?"
"Ya gak bagaimana-bagaimana. Mama lihat sendiri, Raja sudah tidak apa-apa."
"Kamu nabrak atau ditabrak?" Sang mama sudah mirip wartawan. Pertanyaan yang dilontarkan banyak sekali.
"Nyerempet dikit, Ma. Nanti Raja ceritain. Sekarang Raja mau bahas hal lain."
"Hal lain? Maksud kamu?"
"Raja akan menikah."
Wajah sang mama langsung sumringah. Akhirnya, duda karatan mau nikah juga.
"Syukurlah, siapa calonnya?" Sang mama yang tadinya khawatir karena luka di kepala Raja, seketika berubah berbinar. Senang Raja mau menikah lagi.
"Mama sudah kenal, kok."
"Siapa? Salah satu wanita yang pernah Mama jodohin sama kamu?" Wanita itu mulai kepo.
Raja menggeleng keras.
"Bukan ..."
"Jangan bikin Mama penasaran, ayo ... katakan! Siapa wanita beruntung itu?"
Raja menatap mamanya, dia sedang menguji sang mama. Bagaimana reaksinya jika dia menyebut nama Niken. Padahal, kenyataannya Niken belum mau diajak nikah lagi. Raja sekarang cuma lagi testing.
"Niken, Ma."
Jam seperti langsung berhenti berputar.
..