NovelToon NovelToon
System Kocok Dadu

System Kocok Dadu

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:365.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Alveandra

Seva Adelray bawahan seorang Gangster. Berkelahi tidak bisa, pegang senjata apa lagi, mental bertarungnya setipis tisu. Namun, kalau di suruh melarikan diri Seva ahlinya.

Kehidupan Seva hanyalah seorang pesuruh kelompok Gangster Ghost di kota Vox.

Penindasan oleh rekannya sendiri itu sudah biasa, bahkan Seva juga sering menjadi samsak tinju rekan-rekannya sendiri jika mereka ingin melampiaskan amarah.

Seva yang tidak memiliki keluarga, ia hanya bisa pasrah mengikuti kelompok tersebut, karena jika pun melarikan diri akan dibunuh oleh mereka.

Suatu ketika Seva yang sedang melarikan diri saat di jadikan umpan dan hampir terbunuh. Ia tidak sengaja menemukan System Dadu ditempat dirinya sembunyi, hingga akhirnya dirinya menemukan kekuatan untuk melawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria berdarah Dingin

Noah menggunakan teknik terkuatnya untuk cepat menyelesaikan misi, agar tuannya senang mendengar ia membunuh pemimpin baru, separuh wilayah kota Original.

Sayangnya itu semua hanya ada di angan Noah. Seva menyeringai ketika Noah mendekat ke arahnya.

Bang

Pletak

Argh!

Noah berteriak histeris ketika tendangan terkuatnya dihantam tinju besi Seva hingga kakinya patah Seketika.

Brug

"Kau....!" Noah menggeram sambil menatap Seva dengan tajam, ia memegangi kakinya yang patah.

Seva tersenyum penuh arti. "Kamu memang cukup kuat, tapi sayang sekali aku bukanlah orang yang mudah untuk dikalahkan, pria seperti mu."

Seva mendekat ke arah Noah, jelas saja Noah sedikit menghindar, ia menyeret tubuhnya mundur untuk menjauh dari pria yang sedang mendekatinya tersebut.

Noah menggertakkan giginya, dengan bertumpukan menggunakan tangan sambil menahan sakit ia menggunakan tendangan memutar dengan kaki kirinya yang belum patah.

Swuzz

Pletak

Arghh

Brug

Noah ambruk dilantai, kedua kakinya kini patah, pria itu meraung kesakitan dan mulai berkeringat dingin.

"Apa kau masih bisa sombong?"

Krak

Arghh

Seva sengaja menginjak tulang patah Noah, sehingga pria tersebut benar-benar merasakan sakit yang luar biasa.

Wajah Noah memucat ketika melihat seringai jahat Seva, pria itu menelan ludah karena ia bukan melihat seorang manusia melainkan Iblis yang sedang berdiri didepannya.

Krak

Krak

Argh!

Noah berteriak kembali, akan tetapi Seva terus menginjak kedua kakinya yang patah, hingga daging dan kulitnya robek dan mengeluarkan darah segar.

"Mana tadi kata-kata sombong mu, bedebah!" raung Seva yang terlihat berbeda dari sebelumnya.

Krek

Argh!

Seva terus menyiksa pria itu, hingga ia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi, seluruh tubuhnya sangat lemas karena rasa sakit yang menderanya.

Seva menginjak wajah Noah. Pria itu hanya bisa pasrah, lebih baik ia di bunuh dengan cepat daripada harus di siksa terus menerus oleh Seva.

"Padahal jika kamu seperti Arlot dan yang lainnya, aku mungkin akan memberikan kesempatan, tapi nampaknya kelompok Darkness hanyalah sekelompok orang-orang bodoh saja!" seru Seva sinis.

Noah sudah tidak berniat melawan, ia hanya bisa diam di lantai dengan tubuh yang sudah sangat lemas karena kehabisan banyak darah.

Seva mengangkat kakinya, ia mengambil Sniper Noah dan menodongkannya dengan dekat di mata pria tersebut.

Noah menelan ludah, rasa takutnya melebihi apa pun, ia benar-benar menyesal telah melawan orang yang berdarah dingin seperti Seva.

"Tidurlah dengan damai, sampah!" ucap Seva sambil menyeringai.

Dor!

Kepala Noah seketika berlubang, bola matanya hancur. Pria itu membelalakkan satu matanya yang masih utuh kemudian tewas seketika setelah beberapa saat masih bergerak.

Seva membawa Sniper milik Noah dan meninggalkan mayat pria itu begitu saja, ia langsung kembali ke tempat Arlot dan Risu berada yang sedang menghabisi bawahan Noah.

Terlihat bawahan Noah yang terdesak sedang berlari mundur, Seva yang melihat hal itu dengan santainya menembaki mereka satu persatu dengan Sniper ditangannya.

Semua tembakannya tepat mengenai kepala hingga mereka semua tewas seketika.

Arlot dan Risu mendongak, melihat ke arah tembakan, terlihat tuan mereka yang sedang memegang senjata sambil tersenyum ke arah mereka.

"Benar-benar orang yang mengerikan, tampaknya Noah sudah tewas," ucap Arlot.

Risu menghela napas. "Karena itulah aku tidak berani membantahnya, Rex saja hampir di bunuh jika aku tidak langsung membungkuk padanya waktu rapat," ucap Risu tidak berdaya.

"Hahaha... kalian untung saja tidak langsung di bunuh, Ven saja yang terkenal kejam, di bunuhnya dengan mudah," Arlot tertawa seperti orang bodoh.

"Kamu serius Ven di bunuh tuan Seva?" tanya Risu penasaran.

"Ya, waktu transaksi ke Kota Vox, beliau membunuhnya tanpa sepengetahuan kami, sebenarnya tuan Seva juga bisa membunuh kami semua, tapi tampaknya beliau punya rencana lain," jawab Arlot tidak berdaya.

Risu mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. "Tidak apa, setidaknya sekarang kita memiliki bos yang bisa di andalkan."

"Kamu benar," jawab Arlot sambil tersenyum.

Mereka berdua langsung menghampiri Seva yang sedang turun dari gedung tempat Noah membidik mereka.

Terlihat Seva yang baru keluar dari gedung sambil membawa Sniper Noah. Risu dan Arlot membungkuk hormat ketika berada didepan bosnya tersebut.

"Ada berapa lagi orang sepertinya?" tanya Seva sambil mendongak ke atas.

Arlot bergegas menjawab. "Empat petinggi yang kurang lebih kekuatannya hampir mirip dengan orang yang anda kalahkan dan tentunya Drake pemimpin mereka memiliki kemampuan di atas mereka semua."

Seva mengangguk mengerti. "Wilayah ini sekarang sudah menjadi wilayah kita, kerahkan bawahan kalian! Risu kau yang akan memimpin mereka di sini dan kau, Arlot! Tetaplah bersama Luci, dia tidak tahu tempat ini!"

"Maaf tuan, saya tadi panik, jadi ikut membantu ke sini," jawabnya ketakutan.

Seva menghela napas. "Segera pulang, bawa Luci ke Mansion Helen! Jangan lupa kirim bawahanmu lagi kemari!" perintah Seva tegas.

"Baik tuan!" Arlot dengan ketakutan bergegas pergi dari sana.

Sementara Seva mengajak Risu untuk mendiskusikan sesuatu agar bisa melindungi tempat tersebut.

Mereka berdua masuk ke sebuah gedung didekat sana. Seva duduk di kursi usang yang ada didalam gedung.

"Apa di antara kalian tidak ada yang bisa menggunakan Sniper?" tanya Seva pada Risu.

"Ada beberapa tuan, tapi jarak tembak mereka tidak sejauh anda," jawabnya sopan.

Seva mengangguk mengerti. "Tidak apa, panggil mereka untuk berjaga di wilayah ini, untuk tempat mereka berjaga kamu atur sendiri, aku yakin kamu tahu lokasi yang tepat untuk itu."

"Dimengerti tuan," jawab Risu.

Seva beranjak dari duduknya, ia menepuk bahu Risu menandakan kalau pria itu percaya padanya lalu meninggalkan tempat tersebut, kembali ke Mansion Helen.

Risu merasa bangga, ia bergerak dengan cepat mengkoordinasikan bawahannya untuk menjaga tempat tersebut.

1
ZAHRANI
mana kelanjutannya thor
Aries Hikmal
💝
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
semo ada kelanjutannya
FAJRI KUNINGAN: tidak akan ada kelanjutannya
total 1 replies
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
tetap semangat dalam berkarya , salam sehat sukses selalu
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
mantab tetap swmangat
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
hem cari mati saja kalian
umar aryo
Luar biasa
farid fariadi
good
farid fariadi
kill them all
farid fariadi
kucing mana yg dikasih ikan nolak?
Raysonic Lans™
oke
§i↑↓Pemula
Luar biasa
§i↑↓Pemula
tembak tembak dor dor dor tembak tembak
§i↑↓Pemula
Dor
Dor
Dor
Dor1000x
Samsul Bahri
Biasa
Minartie
apa sih yg direncanakan silas???🙏🏻🙏🏻🙏🏻
dhani satria
Luar biasa
dhani satria
gitarisnya oasis ni
dhani satria
Luci nta luna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!