Dimitri Owen...terbangun dengan kenyataan kalau dia di tuduh sebagai pelaku kejahatan serius padahal ia tak pernah melakukannya...
Sejak hari itu..hidupnya berubah....menyadari bahwa ada sosok lain di dalam dirinya bernama Kenan Owen....yang hidupnya hanya mengincar seorang gadis bernama Arrabelle Beatrix, akankah sisi gelap itu mendapatkan keinginannya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hutang
Ketika selesai melampiaskan hasratnya, Kenan tertawa puas...berbanding terbalik dengan Arrabelle yang menangis..ia tak bisa menerima semua yang di lakukan Kenan kepadanya, seluruh tubuhnya kesakitan...ada banyak tanda dan Arrabell tak mampu bertahan..
Kenan menatap mata Arrabell dalam ketenangannya..
''Arrabell...kau mau kemana..''
''Kemana saja asal tidak melihatmu..''ucap Arrabell melangkah menuju pintu kamar dan hendak membukanya..
''Jangan berani keluar dari sana Arrabell..
Gadis itu menghentikan langkahnya, dia kesal sekali karna ia begitu lemah..di hadapan Kenan..
Kenan bangkit dari ranjang dan mendekati Arrabell dan meraihnya agar mereka saling menatap..untuk kesekian kalinya Kenan melihat airmata kesakitan di mata Arrabell....
''Gadis keras kepala..tak bisakah kau menerimaku dengan rela..''
''Bagaimana kalau aku membalikan kata-katamu..tak bisakah kau melepaskan aku...ada banyak wanita yang bisa memuaskanmu lebih dariku, aku sama sekali tak bisa menerimamu Kenan...''
''Oh yah.....memang ada banyak wanita di luar sana namun yang aku inginkan hanya kau...jadi Arrabell kau tak bisa lari darikku..''
''Sampai kapan...katakan padaku Kenan..apakah sampai kau bosan padaku dan mungkin akan membuangkku..'
Kenan tersenyum...
''Kau berpikir seperti itu Arrabell...dengarkan aku kau tak berhak tau sampai kapan aku menginginkanmu Arra...karna apa kau adalah mutlak milikku..''
''Kau selalu bicara tentang milik...tapi bukankah kau tidak berhak...kita tidak saling mengenal jadi..ini tidak masuk akal..''
Kenan tertawa kesal..lalu melangkah menuju lemarinya mengambil sebuah berkas dan menunjukannya di depan mata Arrabell dan membiarkan gadis itu membacanya..
Tubuh Arra bergetar ketika dia menyadari bahwa Ayah berhutang sangat banyak pada Kenan...dan ketika ayah tak bisa membayar hutang maka Arra menjadi jaminannya..
''100 M......''ucap Arrabell dengan airmata penuh kehancuran..
''Tubuhmu sudah menjadi milikku, aku...hanya mengambil apa yang aku punya Arrabell..''
Dada Arrabelle terasa sesak mendengar ucapan Kenan yang begitu menyakitkan...dengan kata lain Ayah telah menjualnya pada Kenan...?
''Tidak mungkin.......''suara Arrabell bergertar seiring tangisannya terdengar pilu..
''Tidak mungkin ayah menjualku itu tidak mungkin.........''tangis Arrabell tak percaya..
Sementara Kenan menahan bahu gadis itu cukup keras..
''Mulai sekarang, turutilah semua mauku Arrabell karna sampai matipun kau tak akan pernah membayar semua hutang ayahmu..''desis Kenan dengan tajam..
Usai berkata....Kenan melangkah keluar dari kamar Arrabell dan meninggalkan gadis yang menangis itu,....
Arrabell terlalu syok menyadari hidupnya sudah hancur sejak awal dan semua itu karna Ayahnya...
Bagaimana mungkin ayah tega kepadanya....??
*****************************
Arrabell telah menjadi pelampiasan hasrat Kenan yang kejam, tiada hari tanpa pria itu menyentuhnya..sudah berkali-kali ia mencoba bunuh diri namun gagal..hal itu semakin membuat Arrabell putus asa..tak ada harapan untuknya melarikan diri dari sosok Kenan...apalagi hutang ayahnya terlalu besar untuk dia bayar...ia sudah jatuh miskin tanpa sedikitpun harta yang tersisa, selain deposite yang tak seberapa.
Kenan hanya menginginkan kepuasan, selain itu dia tidak bersikap keras...dan sepenuhnya membebaskan Arrabelle. pria ini tak pernah lagi marah karna dia selalu mendapatkan keinginannya namun Tekanannnya terlalu besar...keinginannya untuk menikah dengan Arrabell tidak di setujui Arrabell karna sekali lagi dia tidak mau terikat dengan pria itu selamanya, sekarang saja sudah mengerikan apalagi nanti jika mereka menikah...Arrabell masih menyimpan harapan untuk melarikan diri...dan harapan itu tidak pernah padam..
Pagi ini di meja makan..
Keduanya duduk berhadapan, sementara Kenan menatap Arrabell dengan tajam..
''Aku harus pergi beberapa hari dari kota ini..aku harap kau tidak berpikir untuk pergi Arrabell..''
Gadis itu meneguk minuman di tangannya..dia menghela nafas..
''Aku akan menunggumu seperti biasa..aku tak akan kemanapun kalau itu maksudmu Kenan..''
''Bagus,...''
Pria itu bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekati Arrabell yang menatapnya...ia mengulurkan tangannya dan menyentuh wajah Arrabell dengan lembut..namun sedikit menekan disana...tatapannya mengeras..
''Jangan pernah menghianatiku Arrabell, karna jika aku mengetahuinya aku akan mengurungmu di ruang bawah tanah selamanya tanpa kesempatan kau melihat matahari..''
Tubuh Arrabell bergetar ketika ia mendengar ancaman terbuka dari Kenan. Arrabelle seketika mengangguk patuh, sekuat tenaga dia menekan hatinya yang sakit sekali..
''Aku mengerti Kenan..''
Wajah Kenan terlihat lebih tenang,...lalu mereka melangkah menuju pintu depan rumahnya yang super megah itu, sembari memeluk Arrabell pria itu melangkah lambat seaakn dia tak ingin berpisah dari Arrabell..
''Kali ini kau tak akan sendirian, tapi ada kakak dan adik tiriku yang akan menemanimu sayang..''
Arrabell mengangkat wajahnya...
''Benarkah...''
''Yah...sebentar lagi mobil mereka datang..''
''Bagus...aku tidak sendirian..''
Arrabell mengangguk, dan tak berapa lama kemudian, muncul sebuah mobil dari gerbang dan akhirnya berhenti di depan rumah besar itu..seorang pria dan wanita yang cukup dewasa tak jauh beda dari Kenan keluar dari sana..
''Dimitri.......''
''Hey....Stevi dan Tomi..''ucap Kenan tersenyum lembut..
Hingga Arrabell menyipitkan matanya dengan tajam..mengapa Kenan memperkenalkan dirinya sebagai Dimitri...apakah mereka tak tau kalau dia sebenarnya..
''Kau cantik sekali..''ucap Kenan memeluk Stevi dan Tomi bergantian..
Mereka lalu menatap ke arah Arrabell dan tersenyum sambil mengulurkan tangannya..
''Dan siapa bidadari ini..''
''Di calon adik iparmu Tomi..''ucap Kenan dengan tajam..
Tomi pun mengangguk menatap Arrabell penuh rasa kagum, bahkan ia tak bisa mengalihkan tatapannya..
''Berapa lama kau akan berada disana untuk tugasmu..''tatap Tomi pada Kenan..
''Mungkin satu minggu...tak ada yang menjaga Arrabell karna itu aku memanggil kalian..''
''Tentu saja..kami akan berteman baik..''ucap Stevi dengan mata berbinar dia seperti sedang mendapatkan lotere..
Satu-satunya yang di rasakan Arrabelle adalah tidak nyaman...tentu saja..melihat kakak beradik ini langsung membuatnya cemas entah mengapa...mungkin hanya perasaannya saja..
''Kau menggunakan cctv..''tanya Stevi penasaran..
Kenan mengangkat bahu..
''Aku tak suka dengan benda mati...aku lebih percaya kalian berdua jadi tolong jaga Arrabell..untukku..''
''Tak masalah....aku akan menjaga kakak iparku dengan baik.''ucap Stevi dengan senyuman misterius.
Kenan lalu menatap mata Arrabelle dan menangkap keraguan di mata gadis itu lalu ia mendekati Arrabell dan menangkap wajah manis itu dan membawanya dekat..
''Aku akan merindukanmu sayangku..''
''Yah....''balas Arrabell dengan tatapan beku..
Kenan lalu menghela nafas...lalu ia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Arrbelle di depan Tomi dan Stevi..yang menatap dengan tajam..
''Aku akan cepat kembali Arrabell..''
''Baiklah hati-hati...''balas Arrabell pelan..
Kenan mengangguk penuh senyum, lalu masuk ke dalam mobil...di ikuti Gavin di belakangnya dan tak lama kemudian mobil meninggalkan halaman rumah...belum lagi mobil keluar dari gerbang, Stevi langsung berlari masuk tanpa perduli pada Arrabell, melihatpun tidak....
Sementara Tomi mendekati Arrabell dan tersenyum..
''Astaga...simpanan adikku cantik sekali..''ucap Tomi dengan senyuman nakal..
Arra mengangkat wajahnya...ia tak terima...
''Apa maksudmu.....''
Tomi tersenyum dingin........
aku teringat novel yg sangat aku favoritkan tpi dia sdh gak update di noveltoon
.