Gara-gara ucapan nenek misterius yang entah darimana asalnya, Raya dan Rafa terpaksa menerima perjodohan oleh kedua orangtua mereka yang bersahabat.
NOVEL INI MASIH BANYAK YANG BELUM DIREVISI, MOHON MAAF BILA MASIH BANYAK KESALAHAN PENULISAN🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azra ziya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Nafas baru
Jangan takut pada sesuatu yang belum pasti terjadi, tidak masalah waspada, hanya saja jangan sampai membuat panik dan stres.
"Aduh ma perut Raya mules." Raya yang sedang mengunyah cemilan di ruang tamu, meringis kesakitan meminta tolong pada Aima yang berada tidak jauh, karena hari ini memang kehamilan Raya sudah masuk bulan kesembilan.
"Kamu mau ngelahirin Ray?" Aima panik
"Kayaknya ma sakit banget."
"Mama telpon Rafa sama bunda dulu."
"Kamu tunggu sebentar!" Aima langsung menelpon Rafa dan Rahma bahwa Raya sudah mau melahirkan.
Lima belas menit kemudian, Rafa pun tiba dirumah. Dan Aima memapah Raya menuju mobil, untuk mengantarkan Raya kerumah sakit terdekat.
"Kamu bawa persiapan melahirkan kan Raya Raf!" suruh Aima.
"Iya ma." Rafa menuju kamar mengambil tas pakaian yang sudah disiapkan jauh-jauh hari.
Mereka pun melaju, menuju rumah sakit bersalin. Setelah sampai Raya di bawa masuk kedalam ruang bersalin untuk diperiksa.
"Baru buka tiga Bu, sabar ya!" ucap sang bidan yang menangani Raya.
"Masih lama ya Bu? kok rasanya sakit banget?" tanya Raya sambil meringis menahan sakit.
Sementara Rafa setia menunggunya disamping. Sambil mengelus kepala Raya dan sesekali mengusap perut Raya agar mengurangi rasa sakit yang Raya alami.
Rahma yang juga baru datang menyusul, ikut mambantu menenangkan putrinya yang kesakitan, begitu juga Aima.
Setelah hampir tiga jam menahan sakit. Raya pun kembali diperiksa. Setelah pembukaan lengkap. Raya disuruh mengejan, bidan menyuruh orang lain, selain suami untuk menunggu diluar ruangan. karena pasien sudah waktunya melahirkan.
Rafa hanya terdiam melihat perjuangan Raya melahirkan. Ikut merasakan setiap Raya meringis kesakitan berusaha mengeluarkan bayinya.
"Dikit lagi Bu..!!."
"Iya bagus..."
"Oeeee......" suara tangis bayi akhirnya terdengar di ruangan itu.
"Selamat ya Bu, bayinya laki-laki." bidan pun membawa bayi Raya untuk dibersihkan dan meletakkan bayi mungil itu ditempat bayi, disamping Raya.
Rafa segera mengazankan bayinya, yang terlelap.
Aima dan Rahma segera masuk kedalam ruangan Raya. Setelah bidan yang menangani Raya mempersilahkan masuk.
"Eh cucu nenek ganteng banget." puji Rahma melihat cucunya yang sangat mirip Rafa.
"Kamu gimana perasaannya Ray?" tanya Aima yang melihat Raya masih pucat dan terbaring dengan tangan di infus.
"Baik ma, cuma lemes aja."
"Makan ya Mama suapin." Aima yang memang sudah menyiapkan makanan langsung menyuapi Raya.
Rafa menatap kagum pada Raya yang sudah berjuang melahirkan bayinya. Rasa bersalah pun dirasakan Rafa saat ini, saat itu pula ia berjanji akan membuat Raya bahagia walaupun harus berkorban untuk Raya.
Setelah sehari dirumah sakit, Raya sudah diizinkan pulang, karna kondisinya sudah membaik.
Keluarga lengkap membawa Raya dan bayinya pulang kerumah Aima. Mereka bahagia menyambut kelahiran cucu pertama mereka. Bayu dan Yuda sibuk memikirkan kan nama untuk cucunya. Sementara Aima dan Rahma sibuk mengurus cucunya bergantian, dan Rafa masih tetap berada disamping Raya jika sewaktu-waktu Raya butuh bantuan. Lusi adik Raya hanya sibuk menyantap cemilan sambil duduk disofa, sesekali melihat ponakannya yang sangat tampan.
"Jadi namanya siapa ni?" tanya Aima yang sedang menimang cucunya.
"Ghaisan Anggara ." Ucap Bayu yakin.
"Artinya apa pa?" tanya Rafa.
"Anak yang rupawan, cucunya Bayu Anggara."
Jawab Bayu sambil tertawa.
Semua orang pun ikut tertawa dan senang. Raya yang memandang kedua keluarga itu bahagia pun ikut bahagia, namun ada satu yang semakin membuatnya senang.
"Akhirnya janji ini sudah terpenuhi." batin Raya...
* * *
Kisah baru akan dimulai dengan cerita hidup Raya yang baru.....tetap jangan bosan yah sayang.......nantikan konflik baru tapi tetap gak berat......semangat!!!!!!!!
Kau dengar gosip aja udh marah berhari hari, pdahal cuma gosip.
Semantara drimu dgn sadar, dn sukarela berhubngan dgn laki2 lain bahkan smpai jumpa kluarganya disaat berstatus istri org