NovelToon NovelToon
Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Emma Shu

Menjadi pengantin yang tak direstui membuat Aiza dan Akhmar harus berperang dengan perasaan masing- masing meski sebenarnya saling cinta. Bahkan Akhmar bersikap dingin pada Aiza supaya Aiza menyerah dan mundur dari pernikahan, tapi Aiza malah melakukan sesuatu yang tak diduga. Membuat Akhmar menjadi takluk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Haru

Hari ini Aiza nyaris seperti ratu, tidak diperkenankan ngapa- ngapain oleh abahnya. Bahkan tidak diijinkan mengurus pembangunan pondok pesantren yang sedang dalam proses. 

Ismail justru memerintah Akhmar yang menangani pembangunan itu, termasuk melarang Akhmar bekerja di tokonya sendiri. 

Akhmar mentaati perintah mertuanya, ia pergi ke lokasi pembangunan pondok pesantren dengan menggunakan mobil yang diantar oleh Roni sesuai kemauannya.

Aiza keluar dari salon naik taksi dan langsung ke rumah makan. Ingin makan nasi padang. Sudah sekian lama lidahnya tidak merasakan masakan padang. Yang menjadi tujuannya sekarang adalah dendeng batakok. Ia menunggu Nayla, sayangnya Nayla tidak bisa datang. Biasalah, sahabatnyanitu disibukkan dengan urusan desain baju. Sambil menunggu makanan disajikan, Aiza berselancar dengan hape. 

Di sisi lain, Akhmar menyudahi pekerjaannya di lokasi pembangunan pondok pesantren. Sore itu ia menyetir mobil menuju ke rumah. Satu tangannya menggerakkan setiran, tangan lainnya memegangi kaleng minuman yang sesekali ia teguk.

Sesampainya di rumah, Akhmar langsung masuk. Mendapati Aldan dan Adam yang tengah berbincang serius. Sejurus pandangan Aldan dan Adam langsung tertuju ke arah Akhmar saat melihat pria tampan itu melangkah mendekat.

Akhmar dapat melihat dengan jelas ekspresi wajah Adam yang marah, juga ekspresi wajah Aldan yang sedih berbaur dengan kecewa.

"Mas Aldan, aku ke sini untuk menjelaskan semuanya!" ucap Akhmar. "Bahwa aku nggak bermaksud merebut Aiza darimu, dia dulu memang dekat denganku, kami sangat dekat sebagai guru dan murid mengaji. Tapi nggak ada sedikit pun niatku untuk mengambil dia darimu, apa lagi dengan cara seburuk itu."

Aldan memalingkan pamdangan, terlihat tidak mempercayai Akhmar.

"Mas Aldan, kejadian kemarin benar- benar di luar kendaliku. Aku nggak sadar kapan seseorang membawaku ke kamar itu dan menidurkanku di sana. Entah ini sebuah skandal, penjebakan, atau hanya kebetulan. Aku yang jelas akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut," sambung Akhmar.

Aldan kembali menatap Akhmar dengan tatapan sedih. Ia menepuk pundak Akhmar dan dengan raut kecewa, ia berkata, "Aiza itu gadis yang baik di mata Mas. Terlepas dari masalah kemarin, Mas hanya ingin kamu menjaganya dengan baik. Dia sekarang adalah istrimu."

Akhmar terpaku mendengar perkataan itu. Di tengah perasaan terluka dan merasa dikhianati, Aldan masih bisa berbesar hati. Aldan sedang kesal dan kecewa pada Akhmar, tapi lihatlah apa yang dia katakan, betapa lapang hatinya.

"Aku nggak butuh kata- kata itu, Mas. Aku butuh kepercayaanmu. Untuk apa Mas ucapkan itu kalau saja Mas sendiri nggak percaya sama aku?" Akhmar ingin meyakinkan, tapi harus dengan cara apa. "Sudahlah, aku nggak akan banyak bicara lagi. Sebab aku tau Mas Aldan nggak akan pernah mempercayaiku hanya dengan sebatas omongan begini."

"Kalau begitu carilah bukti untuk membuktikan bahwa ucapanmu itu benar!" tegas Adam dengan suara mengguntur. Sorot matanya horor. Tatapan dan nada suara itu sudah lama tidak Akhmar terima setelah kejadian terakhir ia diusir dari rumah, dan sekarang kembali terulang.

Akhmar hanya diam. Menahan sesuatu yang membara di dalam dada. Setiap kali papanya menunjukkan kemarahan, entah kenapa Akhmar merasa sangat murka. Namun ia berusaha untuk tetap diam tanpa membalas ucapan papanya, sebab jika ia bicara, maka yang keluar hanyalah kata- kata yang akan menyakitkan. Lebih baik diam. Akhmar sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi lebih baik, tidak seharusnya ia kembali memperlihatkan sikap buruk.

"Sudah! Pergilah!" Aldan memberi isyarat dengan anggukan kepala, tak ingin terjadi keributan lagi. 

Inilah yang membuat Akhmar selalu merasa dipeluk oleh kakaknya.

Bersambung

Klik like dulu ya

1
NFC
mita itu pasti
NFC
aku baca yg istri gadaian dulu kak emma. skr baru baca ini. mundur donk. eh tyt ini jg session ke 2 nya. wkwkkwk.
Marhaban ya Nur17
oh berarti bener y dulunya akhmar bergajul
Marhaban ya Nur17
tambah lagi yg somflak wkwkkw
Marhaban ya Nur17
nayla sama Aldan neh
Marhaban ya Nur17
serang lansung mar
Marhaban ya Nur17
ngeyel se lu di ksh tau
Marhaban ya Nur17
lama kali dah iklan
Marhaban ya Nur17
ini neh orang pinter tp kuminter wkwkwkw ngaku paling bener n suci
Marhaban ya Nur17
g ngomong ada aiza y klo ngemeng mah pasti tambah heboh
Marhaban ya Nur17
lama" tua bangke Ismail ini nyebelin
Marhaban ya Nur17
kiyai gelo wkkwkkwkw rasain tuh 😄😄😄😄
Marhaban ya Nur17
thor" wkkwkwk ceker
Marhaban ya Nur17
skin to skin kali se akhmar supaya aiza g kedinginan
Marhaban ya Nur17
jreng"
Marhaban ya Nur17
sekarang giliran aiza yg cuekin akhmar neh wkwkkw
Marhaban ya Nur17
rasain lu
Marhaban ya Nur17
kok kiyai tp hatinya pendendam gtu wkwkwk lucu
Marhaban ya Nur17
justru pak kiyai nya yg malah grngsi wkwkkwkw mentang" gtu
Marhaban ya Nur17
kaget gw tp ketawa wkkwkkw binti singa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!