Masa Remaja yang ku sebut indah dan menyenangkan. Justru membawa aku pada sebuah penyesalan.
Sebuah kebanggaan dan kesenangan sesaat tapi membuat aku kehilangan segalanya. Dia yang dengan lantang menyatakan cintanya, Ayah, masa depanku serta malaikat kecil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karena Cinta.
Diakhir sementaranya, Sena ikut kegiatan kampus, dimana semua mahasiswa dari setiap fakultas berkumpul dan mahasiswa berprestasi di minta untuk naik ke atas podium, memberikan motivasi kepada Mahasiswa yang hadir serta pengalaman mereka hingga berada di posisi ini.
Dan Sena adalah satu dari sederet mahasiswa berprestasi itu, begitu gilirannya untuk berbicara. Wanita itu naik keatas podium sesuai Arahan MC.
Tidak banyak yang Sena bicarakan, dia memberikan motivasi sesuai yang dia bisa. Jika sebelum-sebelumnya mereka yang berdiri ditempatnya, mengunakan teks pada satu atau dua lembar kertas HVS, yang telah mereka siapkan sebelumnya.
Sena justru tidak melakukan hal itu dan hanya mengandalkan kata-kata yang keluar dari Hati serta pengalamannya.
Hingga di ujung pembicaraannya. Rekan sesama mahasiswanya, selaku MC bertanya." Ada kah kata-kata yang ingin dia persembahkan kepada mamanya." Pertanyaan yang sama, di berikan kepada mahasiswa-mahasiswa berprestasi lainnya, karena mereka tahu di balik-balik kesuksesan seorang anak.
Ada dukungan, doa serta kerja keras orang hebatnya. Itu sebabnya pernyataan ini di siapkan.
Sena pun tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, wanita itu mulai memposisikan mic di depan bibir, beberapa kali menarik nafas berat kemudian menghembuskan-nya dan hal itu di saksikan serta di dengar seluruh mahasiswa yang hadir, karena berbicara tentang sosok malaikat tak bersayap itu. pasti akan menyentuh hati." Jika harus membuat kata perkata untuk menggambarkan betapa baiknya mama. Aku lebih memilih menangis, kenapa?_" Ucapannya terpotong karena air mata yang tiba-tiba menetes tanpa henti dari kedua sudut matanya. Dia buru-buru mengusap cairan bening itu, tapi nyatanya cairan itu tidak mau berhenti menetes. " Karena mama punya kebaikan serta kasih sayang, tidak akan bisa di gambarkan dengan kata-kata." Lanjutnya membuat iya mendapatkan tepuk tangan.
Sena masih berdiri di tempatnya, menatap seluruh mahasiswa yang Hadir kemudian menceritakan sedikit pengalaman hidupnya untuk, siapa tahu bisa menjadi pembelajaran. " Dulu waktu kecil, papa selalu menekankan untuk aku untuk belajar, belajar dan belajar. Hingga aku bisa menjadi yang berprestasi. Semua yang papa katakan untuk Aku, aku dapat rasakan sampai saat ini. Papa bilang kedepannya apa yang aku pelajari, Pasti akan membantu di kemudian hari dan aku percaya itu karena aku sendiri yang merasakan. Tapi sehebat apapun kasih sayang sarta dukungan orang tua. Aku tetaplah manusia biasa yang bisa merasakan bosan juga keliru. Hingga aku mengecewakan kedua orang serta memberikan luka yang amat sangat dalam kepada mereka. Dan dari sekian banyak orang menceritakan rumah. Aku juga mendapatkan hal itu, tidak tahu dengan papa, karena papa sudah lebih dulu meninggalkan aku sebelum mengucapkan sepatah katapun. Tapi rumah yang aku dapatkan ada di mama. Mama menerima aku dengan ikhlas. Mama selipkan semua kemarahan serta rasa kecewanya. Karena mama berpikir jika luka yang aku rasakan jauh lebih besar dari yang dia rasakan, itulah hebatnya mama. Bahkan mama abaikan semua ucapan tetangga yang pedes melebihi merica. Karena aku buat hatinya, Aku jantung hati mama. Cinta memang soal penerimaan. Tapi yang bisa menerima kita dengan hati yang lapang cuman orang tua terlebih untuk mama. Dan dari Cinta orang tua lah, aku bisa menerima kenyataan. Terjatuh, terluka sampai hancur. Tapi karena cinta mama dan papa aku bisa berdiri disini hari ini. Jangan mengklaim di sayang pacar atau teman. Hingga lupa akan cinta yang tak pernah putus dari orang tua. Mari kita sama-sama Pulang dari sini, kita renungkan sudah, berbuat apa untuk membalas mama dan papa punya kebaikan. " Ucapannya panjang kali lebar hingga membuat mereka yang hadir terdiam, karena ucapan wanita itu memang benar adanya.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Begitu acara itu selesai, Sena pulang ke rumah! Sudah tiga hari dia libur bekerja, karena dokternya, sedang keluar kota.
Sampainya di rumah, Sena melihat sebuah mobil mewah terparkir di depan rumah pamannya. Sedangkan Paman dan bibirnya tidak ada di rumah hari ini, mereka sedang mengunjungi ibunya dan Daffa, sekaligus ingin jalan-jalan.
Tinggal dia dan adik sepupunya Della. Kening Sena mengerut, sembari menelisik mobil yang ada di hadapannya.
Tidak ingin terus penasaran tanpa jawaban, Sena memutuskan untuk bertanya kepada, security yang bertugas.
" Pak, mobil siapa ini?" Tanya Sena, wanita itu sedikit berteriak karena letak pos security sedikit jauh dari tempatnya berdiri sembari menunjuk mobil yang terparkir itu.
" Itu neng, mobil temannya non Della." Jawab sang security, karena sempat melihat mereka saling bergandengan masuk kedalam rumah.
" Teman Della?" Tanya Sena tidak percaya,' kok tumben, Della bawah teman ke rumah?' tanya Sena dalam hatinya, karena se-ingat Sena. Della bukan orang yang mudah, bergaul bahkan dia tidak pernah membawa teman ke rumah, sebelum-sebelumnya.
" Iya non, mereka sudah sejam di dalam, belum juga keluar." Ucap Sang security lagi, membuat Sena semakin khawatir, pikiran wanita itu kini mulai kemana-mana.
" Temannya cewek apa cowok?" Tanya Sena lagi. berharap sang security menjawab cewek. tapi sayangnya tidak sesuai jawaban.
" Kalau nggak salah lihat, Cowok neng."
" Apa." Pekik, Sena wanita itu langsung berlari masuk kedalam rumah pamannya, sebelum Adiknya itu, berbuat yang tidak-tidak dengan temannya. Walaupun hal itu belum tentu terjadi tapi sebagai kakak yang baik, Sena tidak ingin Della sampai salah langkah seperti dirinya.