Viona Adisti wanita berumur 25 tahun adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya, akibat kecelakaan pesawat ketika itu Azlan selaku suami dari Viona yang menjadi pilotnya.
Viona menikah kembali dengan Zico Wijaya Kusuma 29 tahun, pemilik perusahaan terbesar WK Group selaku suami dari sahabatnya yaitu Alea Anggita Winarti, Alea telah meninggal dunia dan meninggalkan seorang putri cantik bernama Alika Queenara Kusuma.
Alea meminta Zico suaminya agar menjadikan Vio sebagai ibu sambung Alika yang masih berusia enam bulan, bisakah Vio menjadi ibu yang baik buat Alika dan bahagiakah Zico dengan Vio...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indry saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter SSS 21
Selesai menelfon Vio, Zico mulai siap siap untuk pulang, karena kerjaannya yang enggak menumpuk dia memilih pulang lebih awal.
Sementara Vio sudah di jalan menuju rumah dengan mengendarai mobilnya sendiri.
Tak lama kemudian sampai lah Vio dirumah, dirinya disambut oleh putri kecil yang sedang di gendong bik Mina, Vio turun dari mobil lalu menghampiri bik Mina dan mengambil alih pitri kecilnya itu.
"Hallo sayangnya mami.. udah mendi belum ini" ucap Vio mengajak Alika berbicara dan di jawab dengan ocehan lucu dari Alika.
"Udah mami Alika udah mandi sama bibik" Jawab bik Mina dan menirukan suara anak kecil.
"Bibik udah masak?" tanya Vio sembari masuk ke dalam rumah sambil menggendong Alika dan di ikuti sama bik Mina.
"Belum Nyonya, ini baru bibik mau masak" ucap bik Mina.
"Gak usah bik, biar Vio aja yang masak" ucap Vio.
"Tapi Nyonya kan capek, biar bibik aja ya". ucap bik Mina
"Gak kok bik Vio gak capek, bibik jagain Alika aja ya biar Vio yang masak nanti, sekarang Vio ke atas dulu mau mandi, bibik ajak Alika main lagi ya" ucap Vio sembari memindahkan Alika ke tangan bik Mina
"Baiklah Nyonya" ucap bik Mina dan menggendong Alika yang di berikan Vio
"Mami mandi dulu sama nanti mau masak, Alika sama bibik lagi ya, setelah selesai baru Alika sama mami sayang" pamit Vio dan mencium pipi gembul anak angkat yang sangat dia cintai itu
Vio berlalu ke lantai atas di mana kamarnya berada, setelah sampai Vio masuk ke kamar Alika, sampai di dalam kamar Vio tak melihat barang barangnya disana, awalnya Vio sempat kaget tidak melihat satupun barangnya di kamar Alika, sampai dia ingat kalo tadi pagi Zico meminta bik Mina menaruh barangnya dikamar Zico.
Vio kaluar dari kamar Alika dan masuk ke kamar Zico, Vio ragu ragu untuk mandi disana dan akhirnya Vio mandi di kamar Alika, selesai membersihkan dirinya Vio keluar kamar menuju dapur dan memulai aktivitas masaknya, sedang asyik memasak Zico pulang dari kantor dan menyapa Vio yang tengah berkutat dengan alat-alat masaknya.
"Selamat sore Vio" panggil Zico mengagetkan Vio yang tengah fokus memasak
"Astaga mas Zico kamu ngagetin aku ih.. mas Zico baru sampe?" ucap Vio dan bertanya kepada Zico
"Iya aku baru nyampe, Maaf ya.. udah bikin kamu kaget gitu, abis serius banget kayaknya, masak apa sih" tanya Zico
"Aku masak ayam goreng sambal hijau, nila bakar, sambal terasi, dan sayur sop"
"Wah enak banget nila bakar sama sambal terasi kan kesukaan aku, jadi laper nih"
"Yaudah gih mas ke atas bersih bersih dulu" seru Vio
"Oke aku ke atas dulu ya" pamit Zico
"Iya mas... " jawab Vio tanpa menoleh dan tetap asyik dengan memasak nya
Zico berlalu dari dapur dan masuk ke kamar, di kamar Zico melihat tas kerja Vio di atas sofa seketika senyumannya mengembang dan mengingat tadi malam dia tidur sekamar dengan Vio, dan malam ini sampai seterusnya dia akan terus sekamar dengan Vio.
Zico menaruh tas kerjanya dan membuka semua pakaiannya lalu melilitkan handuk di pinggang dan masuk ke kamar mandi, hampir setengah jam Zico di kamar mandi karna dia berendam dan tak di sangka Zico sejenak tertidur di dalam bath up.
Setelah selesai Zico keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya di kamar, Vio yang telah selesai memasak berniat memanggil Zico kekamar, Vio sudah memegang gagang pintu bermaksud hendak membuka pintu kamar tersebut, tetapi tiba-tiba saja Vio membayangkan Zico yang pernah masuk ke kamar Alika tanpa mengetuk pintu dahulu dan alhasil Zico malah melihat dirinya keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi sebagian tubuh nya.
Vio menggeleng gelengkan kepalanya dia pun tak jadi membuka langsung pintu itu, Vio bertukar untuk mengetuk pintu kamar Zico tersebut, dan memanggil nama Zico dari luar kamar.
Tok tok tok
"Mas Zico makanannya udah siap, setelah selesai langsung ke bawah ya" ucap Vio dari luar.
Zico yang mendengar panggilan Vio dari luar mengernyitkan dahinya.
"Kok manggilnya dari luar sih, gak masuk aja kekamar aku kan suaminya? dan ini kamarnya juga, kan bisa langsung masuk aja terus kasih taunya langsung ke aku, ini malah udah kayak majikan sama pembantu" ucap Zico yang menggerutu sendiri di kamar
"Ini pasti Vio masih sungkan aja kayaknya sama aku" imbuh Zico lagi
"Haish Vio... Vio... apa masih belum percaya sama aku yang beneran udah berubah kedia, aku bahkan mungkin sudah mulai ada ketertarikan sama dia, karna entah kenapa akhir akhir ini selalu mikirin dia dan gak bisa jauh dari dia" Zico masih saja menggerutu sambil keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan.
Sampai di meja makan Zico menarik salah satu kursi dan langsung duduk, Vio yang tengah menata makanan melihat Zico dan menyapanya.
"Mas Zico udah selesai? mau Vio ambilin nasi?" tanya Vio tetapi tak di jawab oleh Zico dan hanya memandang Vio tajam.
Vio yang di pandang seperti itu merasa heran dan mengernyitkan dahinya, lalu Vio melihat dirinya sendiri apa ada keanehan sebelum bertanya kepada Zico tentang maksud pandangannya, setelah dirasa tidak ada yang aneh atau mengganjal didirinya barulah Vio berani bertanya kenapa pada Zico.
"Mas Zico kenapa memandangi Vio kayak begitu, apa ada yang aneh sama Vio?" tanya Vio
"Iya kamu aneh Vio" jawab Zico dengan nada kesal.
"Hah benarkah mas? a-apa nya yang aneh mas?" tanya Vio lagi lalu melihat lihat pakaiannya sendiri.
"Kamu kenapa tadi manggil aku dari luar kamar udah kayak bibik aja, kenapa gak langsung masuk aja ke kamar itu kan kamar kamu juga, gak sopan manggil suami teriak teriak begitu" tanya Zico masih dengan nada kesalnya
"A-aku takut lancang mas, takut nanti pas aku masuk kamu lagi ganti baju kan gak sopan, sama kayak waktu itu kamu masuk kamar Alika gak ngetuk pintu dulu dan akhirnya aku yang baru keluar kamar mandi jadi kaget liat kamu ada dikamar" ujar Vio polos
"Astaga, lancang bagaimana Vio.. dan gak sopannya di mana coba, aku ini suamimu dan kamu masuk kekamar pas aku lagi ganti baju juga gak masalah, sekali lagi aku bilang aku ini suamimu Vio... suamimu... oke waktu itu memang aku lancang masuk ke kamar Alika tanpa ngetuk pintu dan ya aku lihat kamu keluar kamar mandi hanya memakai handuk dan handuk nya sangat pendek sekali bahkan menampakkan jelas paha mulus kamu, tapi itu kan waktu kita masih sama sama belum menerima keadaan ini"
"Tapi.. kalo aku pikir lagi itu hal yang wajar wajar aja Vio karna kita kan udah menikah, uda sah di mata agama, dan melihat kamu gak pake baju pun sah sah aja buat aku, karna aku suamimu, asal jangan di lihat orang lain aja itu baru gak boleh, yang boleh cuma aku" jelas Zico panjang lebar dan berhasil membuat wajah Vio seperti kepiting rebus ketika Zico bilang melihat paha mulusnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
HAI HAI KAK.. JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, RATE BINTANG 5, VOTE DAN FAVORIT KAN JUGA YA 😊😊
SEE YOU NEXT CHAPTER 😘😘😘
#CemangattThor😍