Mentari Handoyo, seorang putri angkat dari Mirna Arzeta Wijaya. Ia harus menyembunyikan identitas aslinya dari Laura, putri kandung Mirna. Mentari bekerja sebagai seorang pengasuh untuk mengelabui kakak angkatnya itu.
Ia hanya menandatangani surat kontrak kerja selama setahun. Siapa sangka, ia terjebak dalam jeratan ayah dari anak yang diasuhnya. Waktu setahun itu bertambah panjang, karena ia melakukan pernikahan kontrak dengan sang majikan.
Siapa sebenarnya Mentari? Mungkinkah mereka bisa saling jatuh cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Monic!" seru seorang gadis SMA tahun terakhir di depan gerbang.
Gadis yang dipanggil, menoleh, tersenyum tipis seraya melambaikan tangan. Monica menggandeng lengan sahabatnya, Rea. Mereka berdua sama-sama sedang merasa gugup hari ini.
"Duh, lulus nggak, ya?" tanya Rea yang berdiri paling belakang bersama Monic, diantara kerumunan siswa yang sedang melihat papan informasi sekolah.
"Gak tau. Mudah-mudahan lulus deh," jawab Monica sekedarnya untuk menyembunyikan rasa gugupnya.
"Kamu, kok kaya yang gak semangat gitu, sih?" Rea menatapnya dengan dahi mengerut.
"Tidak apa-apa. Lagian, kalaupun aku lulus, aku gak akan langsung kuliah," jawabnya enteng.
"Lho? Sayang kalau gak kuliah, Mon. Masa orang kaya seperti kamu pendidikannya terputus," kata Rea, menyayangkan sikap Monic.
"Yang bilang gak mau kuliah, siapa? Aku bilang, gak kuliah dulu. Istirahat dulu setahun, baru nanti daftar kuliah. Capek otak belajar terus," jawabnya cuek.
Rea menggelengkan kepala. Mereka yang orangtuanya hidup pas-pasan saja semangat untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Bagaimana bisa, seorang Monic yang notabene hidupnya berkecukupan malah ingin berhenti menuntut ilmu? Mau merasa aneh, tapi Rea tak bisa melakukannya.
Sejak masuk kelas dua belas, Rea sering mendengar Monic berkata mau liburan setahun penuh. Saat itu, Rea pikir Monic hanya bercanda. Ternyata, kini Rea tahu kebenaran ucapan gadis itu.
"Emang mau liburan kèmana sih, Mon? Sampe kamu pengen setahun penuh liburannya," selidik Rea, penasaran.
"Kepo, ya?" Monica tersenyum melihat sahabatnya penasaran setengah mati. "Aku mau menenangkan diri di desa biar otak fresh, paru-paru sehat jauh dari polusi udara di kota.
"Hahaha... Seorang Monic hidup di desa? Haha...." Rea tak mampu membendung tawa. Seorang Monica yang selalu hidup glamor di kota tiba-tiba ingin tinggal di desa. Seperti mendengar telur ayam berbentuk segitiga, mustahil. Namun, tatapan serius sahabatnya membuat ia segera meralat ucapannya, "Maaf, maaf ...."
Monica maju perlahan, melihat pengumuman kelulusan yang dipajang di papan. Lagi dan lagi. Monica mendapatkan urutan pertama diantara nilai ujian anak lainnya.
"Hah," gumamnya lesu.
Monica bosan dengan kesehariannya. Diberi anugerah kepintaran yang istimewa, ia justru diasingkan teman-temannya. Hanya Rea saja yang bersedia menjadi sahabatnya. Ia ingin memiliki banyak teman, bermain seperti remaja-remaja lain.
Membayangkan hidup sederhana di desa membuatnya sangat bersemangat. Kedua orang tuanya tidak memberi izin pada awalnya. Namun, melihat gadis itu jadi murung membuat mereka mengalah.
Will, sang ayah sudah membeli sebuah villa sederhana di desa di luar kota. Mereka memberi izin, tapi tak lebih dari satu tahun. Tahun depan, Monica harus melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
"Yah, kita gak bisa kuliah bareng. Seperti biasa, nilaimu selalu nomor satu. Nilaiku selalu dibawahmu," kata Rea sambil menunduk lesu.
"Ayolah, kita 'kan selalu seperti itu sejak pertama masuk sekolah. Kenapa patah semangat begitu. Banyak yang nilainya dibawahmu juga," kata Monica menghibur sahabatnya.
Dalam pelukan Monica, Rea tersenyum misterius. Entah apa yang tersembunyi dibalik senyumannya. Berbeda dengan Monica yang tersenyum tulus seraya menepuk punggung Rea.
○Bersambung○
Hai hai reader. Balik lagi bareng Monica yang dah upgrade hehe. Bantu kasih semangat buat author ya. Terima kasih yang sudah mampir dan membaca, sehat selalu buat reader semuanya. See you bye bye
next chap.. jgn terlalu panas thor.., diluar cuaca nya udh panas.. 😁😁
dear Laura.., knp Will milih Tari.., krn hati nya Tari putih bersih jd terpancar di aura nya.. sementara lau.. hati lau hitam kotor penuh dengki.. jd nya aura lau tuh gelap.. 😡😡
#readersebel (😂😂)
semangat othor.. ☕
bakalan malu tuh si model karbitan.. 😁😁
ayo thor.. lanjut.. 😍😍
tengah hari dibikin makin panas.. hahay.. 😂
mmng yg paling enak itu belah duren yg jatuh dr pohon nya.. (bkn terpaksa) 😁😁
kuy.. ditunggu bunyi gedebuk nya duren yg jatoh.. 😅😅
btw, gimana reaksi ayah nya william.. klo tau anaknya nikah dgn wanita lain yg bkn pilihan nya.. 🤔🤔
next>> 😁
GPL yak.. 😁😁 pinisirin nih.. 🙈