Area Dewasa 17+
Bryan Hendrawan, Seorang CEO Arogan dari perusahaan Hendrawan.
Suatu hari, ia dijebak seseorang hingga ia merenggut kesucian seorang gadis yang sangat dibenci nya.
"kau manusia brensek Bryan!!" teriak gadis itu.
"mari kita membuktikan ucapan mu. aku akan membuat kata 'brensek' itu menjadi kenyataan" jawab Bryan dengan seringai licik nya.
gadis yang dibenci Bryan ternyata menyimpan sejuta luka dimasa lalu nya.
apa yang menyebabkan Bryan begitu membenci gadis itu?
bagaimana nasib gadis malang itu setelah di renggut kesucian nya oleh Bryan?
dan bagaimana reaksi Bryan ketika tau bahwa gadis yang dibenci nya hanya dijadikan kambing hitam oleh orang tua nya?
nantikan kisah nya di Tuan Arogan Suamiku.
Dilarang plagiat.. jika tidak suka, nggak usah baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pertama Bekerja
Mia segera membasuh mulut nya yang terasa kecut dan wajah nya yang pucat.
"Aduh, kok lemes gini ya?" Batin nya.
kepala nya mendadak pusing, namun ia tetapencoba meraih kesadaran nya.
setelah agak mendingan, Mia segera ke lantai bawah untuk kembali belajar cara memasak.
"Hoekkkk"
"Hoekkk"
Ia merasa mual saat mencium bau masakan itu.
Ia berlari ke kamar terdekatnya dan masuk ke toilet untuk memuntahkan isi perutnya lagi.
Dinda melihat Mia yang akan berjalan ke dapur lalu lari ke kamar lain.
Ia melihat Mia yang mual mual. Ia pun memutuskan untuk mengikuti Mia.
Dinda mendengar suara orang muntah dari dalam kamar mandi kamar itu.
Beberapa saat kemudian, Mia keluar dari kamar mandi itu.
Ia melebarkan mata nya kaget saat melihat Dinda di depan nya.
"Apa anda sakit nyonya?" Tanya Dinda.
"Ti tidak, aku tidak sakit" jawab Mia.
Dinda memicingkan matanya melihat majikan nya itu.
"Anda hamil?" Selidik Dinda.
Mia menggeleng cepat
"Ti tidak, a aku hanya masuk angin saja" kilah Mia.
"Ayolah nyonya, bukankah kita berteman? Seharusnya anda jujur dengan saya. Anda hamil kan?" Selidik Dinda lagi.
"I iya, tapi jangan katakan ini pada siapa pun. Kumohon" pinta Mia.
"Tapi kenapa nyonya?"
"Ti tidak papa, pokok nya jangan katakan pada siapapun termasuk Bryan dan mama" ucap Mia.
Dinda pun mengangguk setuju.
"Maaf Din, kayaknya hari ini aku nggak bisa bantuin masak deh" ucap Mia.
"Tidak apa nyonya, lagi pula ini bukanlah tugas anda"ucap Dinda.
Mia pun mengangguk, ia kembali ke kamar nya.
Ia menyiapkan baju dan air mandi untuk Bryan.
Ia membangunkan Bryan yang masih tertidur pulas.
"Mas, bangun" Mia menggoyang goyangkan lengan suami nya.
Bryan pun mengerjapkan mata nya bangun.
"Buruan mandi mas, airnya udah aku siapin" ucap Mia.
Bryan pun bangun dari pembaringan nya dan mulai melangkahkan kaki nya ke kamar mandi.
Setelah Bryan selesai mandi, kini gantian Mia yang mandi karna ia ingin pergi ke kantor Alex hari ini.
"Kau mau kemana?" Tanya Bryan saat melihat Mia sudah berpakaian rapi dengan rok selutut dan kemeja putih nya.
"Aku mau kerja mas" jawab Mia.
Bryan menaikan sebelah alis nya.
Tapi ia juga tak melarang istrinya untuk bekerja.
"Syukurlah, tidak akan ada yang datang ke kantor ku" batin Bryan.
Mia memutuskan untuk tidak sarapan karna perutnya akan mual saat mencium aroma masakan itu.
Di jalan, Mia mampir ke salah satu minimarket untuk membeli roti guna mengganjal perutnya.
Sesampainya di kantor Alex, ia segera ke ruangan Alex dan menyerahkan berkas yang di bawa nya.
"Kau langsung saja bekerja di ruang divisi pemasaran. Kamu tidak masalah kan kalau di tempatkan di bagian itu?" ucap Alex.
"Tidak papa kok, aku seharus nya berterimakasih banyak karna kau mau menerimaku bekerja di perusahaan ini" Mia berucap tulus.
"Bahkan aku pernah merasakan hal yang lebih berat dari apapun" gumam Mia lirih namun masih di dengar jelas oleh Alex.
"Kau mengatakan sesuatu?"
Mia menggeleng cepat
"Baiklah, aku ke ruanganku dulu. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih padamu Alex"
Mia berjalan menuju devisi nya dan mulai mengerjakan pekerjaan nya.
Jam makan siang..
Mia merasakan perutnya lapar karna ia hanya makan roti pagi tadi.