NovelToon NovelToon
Pesona Ibu Tiri BADASS

Pesona Ibu Tiri BADASS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Ibu Tiri
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.

Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.

Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.

Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:

"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."

↔ UPDATE 2X SEHARI, JAM 12 SIANG DAN JAM 3 SORE.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PITB - 03.

...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...

​"Seminggu dari sekarang, persiapkan semua yang saya bicarakan sebelumnya, Lodra. Dan saya tidak ingin ada kesalahan, apapun alasannya, paham?!"

​"Baik, saya paham, Nona!" suara berat Lodra di seberang telepon terdengar mantap sebelum sambungan itu terputus.

Setelah itu, Regatta kembali menelfon Raka Adinata, agar dia segera mengurus perceraiannya dengan dalih 'Tergugat Ghoib', agar bisa cepat di proses oleh Pengadilan Agama.

Setelah semuanya terorganisir dengan cermat, dia menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan ke arah pekatnya langit malam.

Di tangannya, sebuah iPad masih menyala, menampilkan sebuah konfirmasi pesan dari Raka Adinata di Jakarta, yang telah menyetujui semua persyaratan pernikahan resmi mereka.

Pernikahan mereka memang akan berlangsung sederhana di Panti Asuhan 'Restu Bunda', jauh dari sorotan berbagai sorotan media yang sedang gencar-gencarnya mencari kabar terbaru dari sang 'Mantan Konglomerat' terkaya di Jakarta itu.

Namun bagi seorang Regatta, kesederhanaan di permukaan ini harus dibentengi oleh sebuah keamanan tingkat tinggi dari balik layar.

Keesokan harinya, Bandung kembali diguyur oleh gerimis tipis.

Di saat Bunda Lastri sibuk mempersiapkan semuanya bersama para adik-adik panti, Regatta justru kedatangan tamu yang tak terduga.

Sebuah mobil MPV hitam dengan kaca super gelap berhenti tepat di depan gerbang Panti Asuhan.

Klak ... Sreeet!

Pintu gesernya terbuka, dan muncul dua orang wanita dengan setelan kasual, usianya sekitar 25 tahun, berpostur tegap, dan berwajah datar, melangkah turun dari dalam sana.

Mereka berjalan dengan ritme yang sangat teratur, gaya jalan seorang militer yang sedang menyamar.

Keduanya serentak membungkukkan badannya untuk menyapa, saat Regatta membawa mereka ke halaman samping.

"Queen," sapa mereka serentak.

"Kalista, Kaylin ..." sambut Regatta, sambil melipat kedua tangannya di depan da-da.

Dia menatap dengan lekat dua bawahan terbaiknya pilihan Lodra dari Regall Security.

"Mulai minggu depan, identitas kalian adalah pengasuh baru untuk triplets. Kalian akan mengasuh pewaris dari Adinata Group, mereka adalah: Dewanta, Dionata, dan Dewinta Adinata," ujar Regatta, memberikan instruksi.

"Suster Ratna yang sekarang mengasuh mereka akan segera diberhentikan dari pekerjaannya, karena saya mendeteksi sebuah aliran dana mencurigakan yang masuk ke dalam rekeningnya dari pihak eksternal."

"Tugas kalian adalah melindungi ketiga anak sambung saya itu dengan ketat selama 24 jam. Jangan biarkan siapapun menyentuh makanan, minuman, atau pakaian anak-anak tanpa pemeriksaan dari kalian, paham?!" ujar Regatta dengan nada tegas.

"Kami paham, Nona!"

"Lalu, bagaimana dengan Tuan Raka?" tanya Kalista, yang wajahnya sedatar papan tulis.

"Biarkan dia fokus untuk membangun kembali puing-puing Adinata Group, dengan pengamanan 24 jam dalam senyap. Untuk para musuhnya yang bermain di kegelapan, kita akan menyelesaikannya tanpa perlu dia tahu ..." jawab Regatta dengan sebuah seringaian khas seorang 'Queen Relia'.

...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...

Seminggu berlalu dengan cepat, dan hari pernikahan antara Regatta dan Raka pun tiba.

Aula Panti Asuhan 'Restu Bunda' telah disulap menjadi sebuah ruang akad yang khidmat. Hanya ada Ayah Kamal, Bunda Lastri, tetangga di sekitar panti, penghulu, dan seorang wali nikah untuk Regatta.

Tepat jam delapan pagi, mobil SUV mewah milik Raka Adinata pun tiba di lokasi acara. Dia hanya mengenakan setelan jas putih dengan potongan klasik sederhana, tanpa adanya pengawalan yang mencolok.

Namun, yang membuat suasana Panti itu menjadi heboh adalah kehadiran tiga 'Minion' yang kompak mengenakan tuksedo warna hitam, termasuk Dewinta, si bontot.

Wajah mereka yang identik dan imut segera menarik perhatian para anak-anak panti yang ada di sana, membuat suasana menjadi gaduh.

"Mooommy Ega ...!!" teriak Dewinta penuh semangat.

Dia berlari menerobos barisan kursi, saat melihat Regatta keluar dari salah satu kamar dengan mengenakan sebuah kebaya putih modern yang sederhana.

Dewanta si wajah datar dan Dionata si ceria pun ikut menyusul di belakang Dewinta, mengabaikan Daddy mereka yang langsung menghela napas panjang, saat melihat kelakuan ketiga 'Kecebong' itu.

Regatta berjongkok untuk menyambut mereka dengan wajah sumringah, hatinya menghangat melihat kelakuan ketiga anak sambungnya itu.

Mereka ternyata menerimanya dengan tulus, tanpa ada 'drama' penolakan.

"Uhhh! Anak-anak Mommy ternyata sangat tampan dan cantik! Mommy semakin jatuh cinta sama kalian ... Muach!" sambut Regatta, sambil menci-um pipi mereka masing-masing.

"Triple D, kembali ke tempat duduk kalian sekarang! Acaranya akan segera dimulai," tegur Raka dengan suara rendah yang penuh wibawa.

"Okay, Daddy!"

Dengan wajah cemberut yang menggemaskan, mereka langsung kembali ke tempatnya sambil menatap Regatta dengan mata berbinar.

Bagi mereka bertiga, wanita aneh yang menyelamatkan Daddy mereka malam itu benar-benar terlihat seperti 'Ibu Peri' hari ini.

"Baiklah, acara pernikahan ini akan saya mulai!" ujar Penghulu di depan meja mereka.

"Ananda Raka Adinata, apakah Anda sudah siap melakukan Ijab hari ini?" tanya Pak Penghulu.

"Saya siap, Pak!" jawab Raka mantap.

"Baik. Jika sudah siap, maka jabatlah tangan wali nikah di sebelah saya ini, dan ikuti kata-katanya, setelah dia selesai mengucapkannya," ujar Pak Penghulu.

"Baik,"

Raka Adinata menjabat tangan seorang wali nikah, dan menatapnya dengan sungguh-sungguh.

"Ananda Raka Adinata Bin Almarhum Suryaputra Adinata, saya nikahkan dan kawinkan Engkau dengan Adinda Regatta Aulia Binti Abdulah dengan mas kawin seperangkat alat sholat, satu unit apartemen mewah di bilangan Sudirman Jakarta, dan satu unit mobil sedan dibayar tunai!"

"Saya terima nikah dan kawinnya Adinda Regatta Aulia Binti Abdulah dengan mas kawin yang tersebut di atas, dibayar tunai!" sambut Raka dengan sekali tarikan napas.

Suasana hening sejenak, lalu~

"Bagaimana para saksi?"

"SAH! SAH! SAH!"

"SAH ...!"

"Alhamdulilah ..."

Setelah prosesi penyematan cincin dan tanda-tangan buku nikah, maka pernikahan mereka pun selesai.

Sekarang, Regatta Aulia telah resmi menyandang status sebagai 'Nyonya Raka Adinata'.

Acara dilanjutkan dengan makan-makan dan pemberian selamat kepada kedua pengantin tersebut, sambil mengadakan sesi foto bersama pengantin.

Setelah semuanya selesai, Raka berjalan perlahan ke arah Regatta, yang sedang membersihkan sisa cokelat di pipi Dionata.

"Semua dokumen kepindahan kamu ke Jakarta dan barang-barangmu sudah aku urus," ujar Raka pelan, sambil menatap Regatta dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Terima kasih atas semuanya, Ega ..." lanjutnya dengan suara parau.

Bagaimana dia tidak merasa berterima-kasih dengan wanita cantik ini, jika dia masih mau menerima dirinya dan anak-anaknya dengan tulus, walau hanya sebuah pernikahan kontrak, ditengah-tengah peliknya masalah dirinya?

Mana ada wanita yang bisa menerima dirinya yang sudah bangkrut ini seperti seorang Regatta Aulia?

Regatta langsung berdiri dari duduknya, lalu dia menatap Raka dengan sebuah senyuman di wajahnya.

"Sama-sama, Mas Raka. Tapi, ingatlah ... ini adalah awal dari kontrak lima tahun kita. Jangan lupakan semua poin-poin perjanjian yang sudah kita sepakati bersama, oke?!" ujar Regatta dengan nada peringatan yang menekan.

"Saya akan mulai melindungi anak-anak Mas Raka, dimulai dari memecat para pekerja Mas yang tidak kompeten di mata saya, bagaimana?" lanjutnya dengan nada bertanya yang tegas.

"Tentu saja, lakukan sesukamu. Asalkan anak-anak saya aman, maka saya tidak akan melarangmu. Dan saya bukanlah seorang pria yang suka melanggar perjanjian bisnis," sahut Raka dingin, yang sudah kembali ke mode 'Alpha-nya'.

Setelah mendengar 'wejangan' dari Ayah Kamal dan Bunda Lastri, mereka pun akhirnya bertolak kembali menuju Jakarta.

Namun, sebelum mobil mereka sempat keluar dari Gerbang Tol Pasteur, iPad Regatta bergetar hebat.

Sebuah notifikasi dengan enkripsi tingkat tinggi dari markas pusat Regall Security muncul di layar.

[IMPORTANT ALERT!]

Sistem mendeteksi pergerakan dari kediaman Utama Keluarga Besar Adinata. Dua jam yang lalu, Paman suami Anda, Dwipangga Adinata, mengadakan sebuah pertemuan rahasia dengan salah satu perwakilan investor asing di hotel bintang lima-Jakarta Pusat.

Agenda pertemuan itu adalah: Mematikan sisa saham Adinata Group di pasar sekuritas besok pagi.

Regatta melirikkan matanya ke arah samping dengan waspada.

Dia melihat Raka yang sedang tertidur pulas karena lelah, sementara Triple D sudah terlelap di kursi belakang bersama Kalista dan Keylin, yang mengawasi sekitarnya dengan waspada.

Sudut bibir Regatta terangkat melihatnya, sementara jari lentiknya dengan lihai mengetik sebuah perintah balasan ke dalam sistem Regall Security.

"Luncurkan dua investor legal tiruan yang sudah kita persiapkan kemarin. Suntikkan dana segar sebesar 500 miliar ke lantai bursa, tepat saat pasar dibuka besok pagi, pakai nama 'Anonim'. Biarkan Dwipangga merasakan kemenangan sementara, sebelum kita menjatuhkan mentalnya di akhir pekan nanti."

Setelah dia menyelesaikan pesannya itu, dia langsung menutup iPad-nya, lalu bersandar santai di kursi mobil mewah itu sambil menatap jalanan yang mulai basah oleh gerimis di wilayah Jakarta.

"Selamat datang di permainan yang sesungguhnya, para manusia licik!" monolog Regatta.

"Kalian pikir, kalian sedang berhadapan dengan seorang Raka Adinata yang putus-asa? Hahahahaha! Sayangnya, sekarang ada seorang 'Queen Relia' yang berdiri dibelakangnya!"

...🍃☀†๏ вэ ¢๏и†เиµэ∂☀🍃...

1
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih atas hadir dan dukungannya, Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yue Li MZy
halo mampir di cerita KA uthor,semoga ceritanya tidak Hiatus ditengah dan smgtt ya
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih dukungannya, Kak Yue Li ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
beybi T.Halim
kita ngelapak dimari.,mudah2an seruuu ceritanya👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Beybi ... Semoga suka dengan ceritanya, ya ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Asra
Keren kak! semangat selalu, di tunggu up-nya.
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Asra ... 🤗🙏🏻😊💚💚💚💚💚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!