NovelToon NovelToon
I Will Go To Your Destiny

I Will Go To Your Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Fantasi / Time Travel
Popularitas:76
Nilai: 5
Nama Author: M.Khaidar Ali Fathan

Perjalanan celah dimensi antar ruang angkasa, seorang pangeran kerajaan menjadi pengamat takdir dari sang Penjaga cahaya dari kegelapan absolute yang terus melahap semuanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Khaidar Ali Fathan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman, Dan Pertemuan dari Takdir

Di balik sebuah planet yang indah dan bercahaya, sebuah pesawat kecil tampak melayang di kejauhan. Pesawat itu bergerak sunyi, mengorbit dalam jarak aman sedang memantau situasi di bawah sana.

"Lapor, Tuan. Aku telah menemukan planet yang mempunyai kekuatan besar nan melimpah," ucap sosok di dalam kokpit, bibirnya menyeringai kecil penuh arti.

Dari layar komunikasi, sebuah suara berat dan dingin terdengar. "Kirim saja koordinatnya. Kami akan ke sana setelah aku menyedot habis seluruh kekuatan galaksi di sini. Untuk sekarang, kutugaskan kau selidiki dulu apakah planet itu mempunyai kehidupan atau tidak. Kunantikan kabar terbaru darimu."

"Siap, Tuan!"

Beralih ke sebuah kamar megah di dalam istana kerajaan.

Devan, yang sebelumnya terombang-ambing di dalam lorong wormhole, perlahan membuka matanya. mengerang pelan, mendapati dirinya terbaring di atas ranjang. Saat melihat ke bawah, beberapa bagian tubuhnya sudah terbalut kain perban.

"Wuaahh, tunggu sebentar! Aku berada di mana ini?" gumam Devan kebingungan.

Tiba-tiba, daun pintu terbuka. Seorang pelayan tua dan seorang gadis muda bergaun anggun melangkah masuk ke dalam kamar.

"Wah, ternyata dia sudah sadar," ucap sang tuan putri. Ia menoleh ke arah pelayannya. "Bi, bisa tolong bawakan beberapa buah dan makanan?"

"Baik, Tuan Putri" jawab pelayan itu sopan lalu mengundurkan diri.

Devan yang masih linglung mencoba menegakkan tubuhnya. Melihat itu, sang putri langsung mendekat dengan raut cemas.

"Maaf, apa masih ada bagian-bagian yang sakit? Kalau masih ada, tolong beritahukan!"

"Terima kasih, aku tidak apa-apa," jawab Devan, meringis sedikit. "Kau siapa? Dan kenapa aku bisa di sini?"

Gadis itu memperkenalkan diri. "Perkenalkan, namaku Putri Kinanti Ars, putri dari Kerajaan Central Nova. Salam... Oh ya, aku menemukanmu terkapar di ujung sungai taman kerajaan. Aku melihat beberapa luka di tubuhmu, makanya aku membawamu untuk diobati di sini. Oh ya, namamu siapa ya? Soalnya aku belum pernah melihat pakaian yang kau kenakan di daerah sini. Apakah kau dari daerah yang lain?"

Mendengar pertanyaan itu, Devan sempat ragu sejenak sebelum menjawab. "Namaku Devan Orb. Aku berasal dari bumi."

"Bumi?" Kinanti tampak bingung. "Aku belum pernah mendengar nama itu di daerah planet ini. Apakah itu daerah baru? Aku biasanya membantu Ayah sekaligus belajar struktur berkas-berkas daerah yang ada di planet Nova."

(Tunggu, dia bilang planet? Berarti aku berada di planet lain! Apakah aku harus memberitahu tentang planet bumi? Hmmm, sepertinya untuk sekarang aku akan rahasiakan bahwa aku berasal dari luar angkasa. Yap, untuk menjaga identitasku tetap aman di planet ini.)

"Yap, daerah bumi berada di bagian utara," bohong Devan cepat, mencoba bersikap tenang.

"Utara?" Kinanti tampak semakin bingung.

"Yang aku tahu, daerah utara hanya terdapat daerah Aureal, Exar, dan Vidar. Aku tidak pernah tahu ada daerah bumi."

"Desaku berada di antara Aureal dan Exar, tepatnya di pedalaman," timpal Devan, menyusun alibi spontan.

"Oh, desa!" Kinanti langsung menjentikkan jarinya, merasa mendapat jawaban. "Aku kira kau berasal dari kota. Hmmm, karena itu kau memakai pakaian tebal dan berat ya, untuk menjaga suhu tubuhmu?"

"Ya, benar, Tuan Putri." Devan mengangguk lega, bersyukur pakaian antariksa miliknya dikira pakaian adat pedalaman yang dingin.

"Hm, paham, paham. Oh ya, kenapa kamu bisa sampai ke sini?"

Devan memutar otak, menyusun cerita fiktif yang sekiranya masuk akal. "Aku sebenarnya sedang bermusuhan dengan keluargaku. Keluargaku menginginkan aku untuk mewarisi perkebunannya, tapi aku mempunyai cita-cita sendiri untuk menjadi prajurit kesatria kerajaan. Keluargaku menentangnya karena mereka tidak ingin aku menjadi pesuruh istana. Aku sudah berusaha membujuk ayahku, tapi ayahku terus bilang

'Kalau kau tidak suka dengan pilihanku, pergilah sana menjadi kacung kerajaan yang kau idam-idamkan!' Aku yang mendengar hal itu pun marah dan berlari ke dalam hutan. Di hutan aku tersesat, ditambah lagi dari kejauhan aku melihat hewan bertaring yang nampak kelaparan mulai mengejarku. Aku pun berlari ke segala arah, tanpa kuduga aku terjatuh ke jurang yang di bawahnya terdapat sungai. Aku mungkin terbawa arus sungai sampai ke sini."

Kinanti mendengarkan dengan saksama, lalu tatapannya sedikit meredup. "Hmm, maaf bila kau menganggapku naif. Ayahku pernah belajar, apa pun yang terjadi kau jangan sampai memusuhi keluargamu. Itulah yang dia tetapkan, sehingga sekarang dia menjadi raja yang sangat disayangi di planet Nova ini. Tapi jujur saja, aku juga mempunyai satu orang di keluargaku yang masih tidak mau mengakui keberadaanku... Kakakku, Kak Kirana. Ah, sudahlah, tidak usah dipikirkan." Kinanti mengembuskan napas pendek sambil merenung.

Devan diam sejenak, mengamati raut wajah Kinanti yang mendadak muram seolah terus terbebani oleh pikiran tersebut.

Mencoba mencairkan suasana, Kinanti kembali tersenyum. "Oh ya, kau billing mau menjadi prajurit di kerajaan ini ya? Aku bisa sedikit membantumu. Tapi kata tabib, kau tidak boleh memaksakan tubuhmu dulu. Nanti saja kalau kau sudah mulai membaik, paling tidak seminggu. Soalnya pendaftaran menjadi prajurit lumayan menguras tubuh."

"Tenang, Tuan Putri, aku sudah tidak apa-apa. Aduh, duh, duh!" Devan mencoba langsung bangkit dan berdiri, namun badannya langsung menjerit kesakitan.

"Tuh, kan! Tubuhmu masih belum sembuh benar. Sebaiknya kau beristirahat sekarang!" seru Kinanti panik,sambil membantu Devan untuk kembali merebahkan diri ke kasur.

"Maaf, Tuan Putri. Aduh, jadi merepotkan," ucap Devan malu.

"Tidak apa-apa. Aku juga ingin seperti ayahku, menjadi pemimpin yang baik buat rakyatnya."

Devan terdiam sejenak sebelum memberanikan diri bertanya. "Maaf kalau hal ini lancang, Tuan Putri. Tapi apakah besok Tuan Putri mempunyai agenda kerajaan? Aku ingin sekali berjalan-jalan besok melihat daerah Central. Tapi kalau memang Putri sibuk, saya bisa sendiri kok."

Kinanti tampak menimbang-nimbang jadwalnya. "Hmmm, sepertinya besok siang aku luang. Soalnya pagi aku harus ke sekolah kerajaan. Nanti sepulang dari sana aku akan ke sini lagi. Oh ya, nanti kalau kau minta apa-apa, bilang saja ke pelayan yang ada di depan pintu kamar. Baiklah, aku pergi dulu ya."

"Baiklah, terima kasih."

Sang tuan putri pun melangkah keluar. Namun, sesaat setelah pintu tertutup dan suasana menjadi sunyi, telinga Devan tiba-tiba menangkap suara yang sangat akrab di kepalanya. Suara itu menggema begitu kuat.

"Devannnn! Devan!"

Devan tersentak kaget. Dengan panik, ia langsung meraih pergelangan tangannya, mencari perangkat komunikator. "Halo? Halo! Aku di sini! Tunggu... Jamku mati. Tapi kenapa suara mereka terdengar jelas?"

Devan menoleh cepat ke arah jendela. Tidak ada siapa-siapa di luar. Hanya ada hamparan taman dan aliran sungai yang mengalir tenang. Devan menghela napas, menyadari itu mungkin hanyalah halusinasinya saja

(Tunggu, apa aku sebenarnya hanya bermimpi? Atau ini adalah kehidupan setelah kematian? Oh ya, aku teringat, sebelumnya aku kan terjebak di ruangan tuas itu.)

Di kala kebingungan, Devan berusaha keras untuk tetap tenang dan menyusun logika di otaknya.

(Planet Nova ini mirip seperti bumi. Ada manusia, oksigen yang sama, air, bahkan bahasa. Aku seperti berada di bumi sekarang. dia bilang aku terkapar di sungai! Berarti harusnya ruangan pesawat itu masih ada di sekitar sana! Tunggu, dia menemukan diriku sendiri atau dengan pengawalnya? Apa ruangan itu sedang disita sekarang? Aku harus cari jawabannya besok. Aku harap teman-temanku masih hidup di luar sana.)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!