NovelToon NovelToon
PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Seratus tahun telah berlalu sejak Shi Hao mengorbankan kultivasinya menggunakan Teknik Terlarang untuk menyelamatkan Alam Atas dari kehancuran Kaisar Langit. Di Alam Atas, kedamaian semu tercipta di bawah pimpinan Dewan Bersama (Raja Yan, Lei Zhen, Ao Zun).

Namun, di sebuah desa fana yang terpencil, Shi Hao hidup bahagia sebagai petani buta dan lumpuh bersama istri fananya (Gu Qing Yi yang menyembunyikan identitasnya). Kepompong fana Shi Hao perlahan-lahan menyehatkan jiwanya yang hancur, menanamkan pemahaman Dao Kemanusiaan yang belum pernah dicapai oleh Dewa mana pun.

Kedamaian itu hancur ketika Dinding Dimensi Alam Atas robek. Shen Yu, Dewa Iblis dari Semesta Sembilan Nether yang telah menaklukkan ribuan alam, akhirnya tiba bersama pasukan jenderalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 34

Dunia Fana – Desa Angin Lembut.

Malam merangkak turun menyelimuti pedesaan. Angin musim semi berhembus membawa aroma tanah basah dan wangi bunga persik. Di halaman belakang, kesunyian malam dijaga dengan sangat disiplin oleh para "tamu" baru.

Kagendra sang gagak botak tertidur dengan kepala terselip di bawah sisa sayapnya di atas tiang jemuran. Siluman Harimau Perak mendengkur pelan di dalam lumbung padi, sementara Cendekiawan Wu yang malang telah meringkuk kelelahan di tumpukan jerami ruang kayu bakar setelah seharian penuh menyapu dan mengepel lantai batu.

Di dalam gubuk utama, suasana terasa sangat hangat dan damai. Cahaya keemasan dari pelita minyak menerangi ruangan sederhana itu, menciptakan bayangan siluet yang menari-nari di dinding bambu.

Di kamar tidur, Gu Qing Yi duduk di depan cermin tembaga yang sudah kusam. Ia baru saja selesai mandi, mengenakan gaun tidur sutra tipis berwarna seputih salju yang melekat sempurna pada lekuk tubuhnya yang tak tertandingi oleh bidadari mana pun di Sembilan Langit.

Dengan gerakan anggun, ia melepaskan jepit rambut giok teratai pemberian suaminya membiarkan rambut hitamnya yang sehalus sutra jatuh tergerai mengaliri punggungnya bagaikan tirai malam.

Tiba-tiba, sepasang lengan yang kokoh namun sangat hangat melingkar dari belakang, memeluk pinggang rampingnya dengan penuh kelembutan.

Shi Hao menumpukan dagunya di bahu Qing Yi. Aroma khas pria itu campuran antara wangi cendana, embun fana, dan hawa kemanusiaan yang murni seketika membuat Inti Dao di dalam Dantian Qing Yi bergetar penuh kerinduan.

"Kau wangi sekali, Istriku," bisik Shi Hao, suaranya serak dan berat, mengalun tepat di telinga Qing Yi hingga membuat Nyonya Raja Dewa itu meremang.

Qing Yi tersenyum, menyandarkan kepalanya ke dada bidang suaminya. Tangannya yang lembut mengusap lengan Shi Hao yang melingkari perutnya.

"Langit dan bumi baru saja bergejolak, Suamiku. Namun di dalam pelukanmu, aku merasa seolah seluruh alam semesta telah berhenti berputar," jawab Qing Yi lembut.

Shi Hao perlahan memutar tubuh Qing Yi hingga mereka saling berhadapan. Tangan kasarnya yang biasa memegang tombak pembelah surga kini bergerak dengan sangat hati-hati, membelai pipi istrinya seolah sedang menyentuh kelopak bunga teratai yang paling rapuh.

"Di masa lalu, tanganku ini hanya tahu cara mencabut nyawa dewa dan menghancurkan bintang," ucap Shi Hao, nada suaranya mengandung sedikit penyesalan kuno. "Tapi kini, aku hanya ingin menggunakan tangan ini untuk memelukmu hingga rambut kita memutih menjadi debu fana."

Qing Yi menatap kain rami putih yang menutupi mata kiri suaminya. Dengan jari-jarinya yang lentik, ia meraih simpul kain itu, dan menariknya perlahan hingga terlepas.

Mata kiri Asura Shi Hao tidak lagi memancarkan lautan darah yang mengerikan. Di hadapan wanita yang paling dicintainya, mata itu kembali jernih, memancarkan kedamaian samudera yang telah menemukan pantainya.

"Rambutku tidak akan memutih sendirian, Hao. Kita akan menua bersama di gubuk bambu ini," bisik Qing Yi.

Mata saling bertemu, dan jarak di antara mereka terkikis habis. Shi Hao menundukkan wajahnya, mempertemukan bibirnya dengan bibir istrinya. Ciuman yang awalnya lembut layaknya embun pagi perlahan berubah menjadi luapan rindu dan hasrat yang tertahan oleh ribuan tahun peperangan.

Shi Hao mengangkat tubuh Qing Yi dengan mudah, membawanya ke atas ranjang kayu yang beralaskan tikar anyaman dan selimut kapas tebal. Tirai kelambu bambu diturunkan, menutupi mereka dari sisa dunia luar.

Malam itu, tidak ada pergerakan Qi surgawi atau benturan energi spiritual. Yang ada hanyalah penyatuan Yin dan Yang yang paling murni dari dua makhluk tertinggi yang telah melepaskan mahkota dewa mereka. Napas mereka saling berpadu, keringat membasahi kulit, dan rintihan pelan yang tersamarkan oleh suara jangkrik malam menjadi melodi terindah dari Jalan Kemanusiaan.

Sang Kaisar Asura dan Sang Nyonya Dewa membuktikan bahwa puncak dari segala jenis kultivasi... adalah cinta fana yang sesungguhnya.

Keesokan Paginya...

Cahaya fajar menyusup melalui celah jendela kayu, menyorot wajah damai Shi Hao yang masih tertidur lelap dengan napas teratur. Lengannya masih melingkar posesif di tempat Qing Yi seharusnya berbaring.

Namun, bagian ranjang di sebelahnya telah kosong.

Di dapur, Gu Qing Yi sedang memegang tepi tungku tanah liat. Wajah cantiknya yang biasa memancarkan rona kemerahan kini terlihat pucat pasi.

Uhuk! Uhuk!

Qing Yi menutup mulutnya, mencoba menahan rasa mual yang tiba-tiba menyerang perutnya. Kepalanya terasa sangat pusing, sebuah sensasi yang mustahil dialami oleh sosok bertingkat Raja Dewa (God King). Kultivator di atas tahap Inti Emas saja sudah kebal terhadap segala jenis penyakit fana, apalagi dirinya!

"Ada... ada apa dengan tubuhku...?" gumam Qing Yi pelan, menyeka keringat dingin di pelipisnya.

Ia segera memejamkan mata, memfokuskan panca indra spiritualnya, lalu mengalirkan Qi untuk memeriksa kondisi Dantian dan lautan jiwanya. Ia menduga apakah ada sisa racun dari Kekacauan Purba milik Kagendra yang berhasil menyusup tanpa disadari.

Namun, saat indra spiritualnya menyapu bagian bawah perutnya... Qing Yi seketika membeku. Matanya terbuka lebar, memancarkan ketidakpercayaan yang melampaui kengerian melihat kehancuran.

Di dalam sana, tepat di pusat perpaduan antara Yin dan Yang, tidak ada racun. Tidak ada luka.

Yang ada... adalah sebuah Denyut Nadi Kehidupan yang Sangat Kecil.

Setitik cahaya keemasan kemerahan sedang berdetak berirama. Dug-dug... Dug-dug. Detak jantung itu memancarkan aura dominasi dari Garis Keturunan Asura, kemurnian dari Raja Dewa, dan secara menakjubkan, diselimuti sepenuhnya oleh kepolosan Jalan Kemanusiaan (Mortal Dao)!

Bibir Qing Yi bergetar hebat. Air mata kebahagiaan yang tak terbendung seketika mengalir membasahi pipinya. Tangannya perlahan turun, mengusap perutnya yang masih datar dengan kelembutan yang luar biasa.

Dewa dan Iblis sangat sulit, bahkan hampir mustahil untuk memiliki keturunan karena hukum alam semesta membatasi penyebaran darah tertinggi. Namun, karena mereka berdua telah menyegel kultivasi mereka dan hidup selaras dengan kesederhanaan dunia fana, surga (atau apa pun yang menggantikannya) telah memberikan berkah terbesar.

Ia sedang mengandung benih darah daging Shi Hao. Sang Kaisar Asura akan menjadi seorang ayah!

"Anakku..." bisik Qing Yi sambil menangis bahagia. Energi kehidupan dari janin suci itu begitu besar hingga secara pasif menyerap energi Qing Yi, menyebabkan rasa mual dan pusing fana yang ia alami pagi ini.

Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama karena sebuah fenomena terjadi.

Tepat pada detik denyut nadi janin itu menguat, Tunas Surga yang tertanam di halaman belakang mendadak meledak pertumbuhannya!

Hanya dalam satu tarikan napas, tunas itu tumbuh setinggi sepuluh Zhang (tiga puluh meter), dahan-dahannya merambat ke segala arah, membentuk pohon raksasa berdaun zamrud yang menutupi seluruh desa. Pohon Surga itu menundukkan dahan-dahannya, seolah memberikan penghormatan kepada janin di perut Qing Yi!

Di saat yang bersamaan, di kedalaman Jurang Kekacauan Purba yang sangat jauh, Leluhur Agung Ketiadaan sosok yang bahkan Leluhur Zun dan Leluhur Harimau Perak pun harus bersujud mendadak membuka jutaan matanya secara serentak.

"Seorang Anak Dao... telah dikandung!" raung Leluhur Agung, suaranya meremukkan dinding dimensi. "Keturunan Asura yang mewarisi Darah Dewa dan diresapi oleh Hukum Mortal! Jika anak itu dibiarkan lahir, ia akan menelan seluruh Kekacauan Purba kita tanpa sisa!"

Sebuah mata merah raksasa menatap menembus kehampaan, langsung mengunci koordinat rahim Gu Qing Yi.

"Kumpulkan seluruh Leluhur Sejati! Buka Tabung Dimensi Terlarang! Kita harus membunuh ibu dan janin itu sebelum Tali Pusar Kosmiknya terbentuk sempurna!"

Di dapur, Qing Yi mendongak tajam. Senyum keibuannya lenyap, digantikan oleh sorot mata Raja Dewa yang membekukan jiwa. Ia merasakan tatapan membunuh berskala kosmik yang sedang mengarah pada bayi di dalam perutnya.

1
Purnama Servis Kamera Demak
Seorang kaisar jadi penjaga gudang es. Wkwkwk
HINATA SHOYO
masuk..kehalaman.perkarang rumah.sihaou kelar hidup mau sekuat appn tdk artinya di mata sihaou🤣🤣🤣🤣
saniscara_Patriawuha
mantaffffff...
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Purnama Servis Kamera Demak
Jadi kan tetangga sebelah yang baik thor
OldMan
🤣🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
HINATA SHOYO
seru2.sgera up tor gaskeennnnnn💪💪💪💪💪3
saniscara_Patriawuha
sikattttt sudahhhhh manggg minnnn
saniscara_Patriawuha
gassssd pollll manggg surrrrrr....
OldMan
kereen baget ceritanya 🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
nadin al adiyaat syamn
jadi slice of life
HINATA SHOYO
gk ada harga.dirinya kalian di hadapan raja.sgla monster🤣🤣🤣
saniscara_Patriawuha
gassddd polllll deuiiiii....
saniscara_Patriawuha
gassss polllll....
HINATA SHOYO
cari penyakit masuk ke.halaman raja segela monster kelar hidupmu🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!