Tia adalah Seorang perempuan Desa yang merantau ke kota untuk memperbaiki perekonomian keluarga.Dia perempuan cerdas, tangguh,dan menyayangi ibunya.Singkat cerita Dia menemukan jodohnya dan membawa ibunya tinggal di kota bersamanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yantiri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 Ungkapan Jason
Tapi kita berbeda....
Hening....
Aku bukan berasal dari keluarga yang kaya raya.Ibuku hanyalah pedagang sayur.Ayah sudah lama meninggal, untuk bersekolah disini pun aku hanya mengandalkan beasiswa.
"Kamu masih mau berteman denganku?...
Hampir 3th tidak ada yang mau berteman denganku.kenapa kamu mau berteman denganku? ....aneh sekali!," kataku.
Jason terdiam tanpa mengucap sepatah katapun.Dia bingung mau memulai dari mana.Hatinya begitu perih mendengar perkataan Tia. Tidak menyangka hampir selama 3th, perlakuannya membuat Tia sakit hati.
Disaat Jason terdiam,Tia buru-buru mengambil kunci ditangannya pergi tanpa pamit. Di sepanjang jalan,Tia memikirkan Jason mengapa jadi berubah seperti itu.Tak terasa Tia sampai di rumahnya.
Lalu Tia merebahkan tubuhnya di kamar. Kamar sempit yang penuh kenangan. Bersih,nyaman dan rapi. Banyak piagam-piagam penghargaan dia pajang di dindingnya.Foto- foto sewaktu kecilnya
dia pajang di samping meja belajarnya. Banyak olimpiade dia ikuti,Tia memang anak yang cerdas.
Tia tertidur lama hingga melupakan waktu asarnya. Perutnya pun keroncongan.Dia bergegas ke dapur untuk makan malam."Enaknya anak gadis,Laper langsung makan...kenapa gak sekalian saja tidur sampai pagi,"kata ibuku.
"Yaa ma'af bunda ratu....,"kataku
Ibuku luar biasa, walaupun cerewet tapi aku rindu. Semenjak ayahku meninggal,ibu banting tulang mencukupi kebutuhanku.Dia tak mengenal lelah, hampir semua waktunya dihabiskan untuk bekerja. Derita ibu tak pernah habis, setiap hari ibu dikejar-kejar rentenir. Sehabis meninggal,ayahku meninggalkan hutang. Tiap bulan bunganya makin menumpuk,entah sudah berapa jumlahnya.
Olimpiade matematika tinggal menghitung hari.Setiap hari aku pelajari soal-soal latihan.Tak terasa sudah pukul 23.00.Mataku lelah sangat.Kring...kring...kring hpku berdering ada panggilan masuk tak dikenal. Mau diangkat rasanya takut....
Tidak diangkat, penasaran....
Bismillah....aku angkat panggilan telepon.
Jason:"hallo..."
Tia:Deg,Jason....
Jason:"Ya,ini aku....kamu blum tidur? jangan tutup dulu cuma 5 menit "
Tia:"Ok,cepat .ada apa?"
Jason:"Besok temui aku di taman,ada hal penting yang mau aku bicarakan."
Tia:"Ma'af gak bisa, hari Minggu jadwalku bantu ibu jualan di pasar".
Jason:"No, tanpa penolakan.
Tut...Jason mematikan panggilannya.
Tia tertidur sampai subuh.Seperti biasa Tia mengantar ibunya kepasar.Hari ini Tia membantu ibunya sampai siang.Banyak orang yang membeli dagangannya , dagangannya rame habis semua. Lalu kami beres-beres dan pulang ke rumah.
Tia teringat pesan Jason untuk janji bertemu di taman.Sebenarnya dia malas bertemu Jason.Mengingat ancaman Jesika dulu.Dia berpikir akan ada masalah datang jika berhubungan dengan Jason dan Jesika.
Sore hari, Jason terus menerus menghubungiku.Beberapa panggilan aku abaikan, hingga panggilan ke 10 dia mengirim kan pesan,"Datang sendiri atau aku datang menjemputmu ke rumah!."
Aku pun segera pergi menemuinya di taman kota.Kulihat dia sedang duduk di taman,aku menghampirinya dan duduk disampingnya.
Jason :"Akhirnya kamu datang juga!".
Tia:"ya,apa maumu?".
Jason:"Ma'af aku sudah sering menyakitimu... ma'af aku sering menghinamu.... bolehkah aku kenal lebih dekat denganmu?
Tia:"Sebenarnya ini rencana apa lagi?".Kamu taruhan dengan temanmu untuk mendekatiku?"
Jason:"Terserah ini reel dari aku sendiri".
Tiapun terdiam tanpa berkata lagi.Sebenarnya Tia gak pernah dendam,dia selalu melupakan kejahatan temannya.Dia tidak pernah dendam.Tia berdiri dan berkata,"ok kita berteman tapi hanya diluar sekolah.Di sekolah kita jangan terlalu dekat,jujur aku tidak nyaman.
Jasonpun menyetujui Tia.Tak lama jasonpun berdiri dan hendak pergi. Tanpa menoleh Jason berkata,"Aku diam bukan tidak peduli....aku diam bukan tidak memperhatikan mu tapi aku menunggu waktu yang tepat. Aku menyukaimu sejak lama Tia ayu ningtias....". Lalu pergi meninggalkanku.
Tia diam membisu....
💪 terimakasih