NovelToon NovelToon
Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Epik Petualangan / Komedi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: djase

Kisah dari seorang pemuda yang di hina karena gaya kungfunya yang unik. Apakah dia bisa menjadi legenda di masa depan, atau justru menjadi aib . Mari masuk ke novel ku yuk.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: "PERTAMA KALI DI AKADEMI KUNGFU QINGLONG"

 

Akademi Kungfu Besar Qinglong memang benar-benar megah. Bangunan utama berbentuk tubuh naga yang panjang dengan atap berwarna keemasan yang bersinar di bawah sinar matahari sore. Di sekelilingnya ada beberapa bangunan kecil yang menjadi tempat latihan, asrama, dan dapur. Jalan-jalan di dalam akademi dibuat dari batu besar yang rata dan dihiasi dengan ukiran naga yang indah.

"Wah... ini jauh lebih besar dari yang aku bayangkan!" teriak Luan dengan mata membulat lebar, sambil melihat sekeliling dengan penuh kagum.

"Iya dong! Akademi ini sudah berdiri lebih dari seratus tahun dan memiliki ratusan siswa dari berbagai klan." jawab Chen Hao dengan bangga. Dia kemudian mengajak Luan dan Lin Mei menuju bangunan utama untuk bertemu dengan Kepala Akademi.

Di dalam ruangan utama yang luas dan sejuk, seorang lelaki tua dengan janggut putih panjang sedang duduk di belakang meja besar yang terbuat dari kayu bambu tua. Dia mengenakan baju berwarna biru tua dengan bordir naga emas di bagian dada – ini adalah Master Qing Long, Kepala Akademi yang juga pemimpin Klan Qinglong.

"Selamat datang Chen Hao. Kamu sudah sampai dengan selamat ya?" ujar Master Qing Long dengan suara yang dalam tapi hangat. Matanya kemudian berpindah ke arah Luan dan Lin Mei. "Dan ini pasti anak muda yang kamu sebutkan, Zhao Luan. Dan kamu pasti ahli obat yang terkenal dari Desa Herbal Cemara, Lin Mei."

Luan langsung berdiri tegak dan sedikit gugup. "T-Tuan Master, saya Zhao Luan. Terima kasih sudah menerima saya untuk belajar di sini."

"Jangan sungkan ya anak muda. Aku sudah dengar tentang kemampuanmu dari Chen Hao. Mari kita lihat langsung gaya kungfu mu ya." Master Qing Long berdiri dan mengajak Luan ke luar ke lapangan latihan utama.

Lapangan itu sudah penuh dengan siswa yang sedang berlatih. Saat melihat Master Qing Long datang bersama anak muda yang tidak dikenal, mereka langsung berhenti latihan dan berkumpul untuk menyaksikan.

"Silakan tunjukkan apa yang kamu bisa, Zhao Luan." ujar Master Qing Long dengan berdiri beberapa langkah di depan Luan.

Luan mengambil napas dalam-dalam dan mulai menunjukkan gerakan Wu Wei Shen Quan nya. Dia bergerak seperti aliran air yang tenang, bergoyang seperti dedaunan yang terbawa angin, dan rileks seperti orang yang sedang menikmati pagi hari. Meskipun gerakannya terlihat lembut dan seperti menari, semua orang bisa merasakan kekuatan tersembunyi di baliknya.

Master Qing Long mengangguk-angguk dengan puas. "Bagus sekali! Gaya yang sangat langka dan sulit dikuasai. Kamu memang pantas belajar di sini." Dia kemudian melihat ke arah siswa-siswa yang sedang menyaksikan. "Siswa-siswa sekalian! Zhao Luan akan menjadi teman sekelas kalian. Jangan pernah meremehkannya hanya karena gaya kungfu nya yang berbeda ya!"

Namun suara mengejek terdengar dari belakang kelompok siswa. "Gaya kungfu seperti itu bisa disebut kungfu? Cuma seperti orang yang sedang bermain saja!"

Seorang pemuda tinggi dengan wajah menyombong keluar dari balik kelompok. Dia mengenakan baju berwarna merah dengan bordir emas di bagian lengan – ini adalah Zhao Tian, anggota Klan Qinglong yang juga juara kungfu akademi selama dua tahun berturut-turut.

"Hei kamu! Berani tidak kamu duel dengan aku? Biar aku tunjukkan apa itu kungfu yang sebenarnya!" teriak Zhao Tian dengan tatapan menyindir.

Chen Hao langsung mendekat dan berbicara dengan keras. "Zhao Tian! Jangan sekali-kali menyuruhi teman baru kita!"

"Apa masalahnya Chen Hao? Kalau dia benar-benar kuat, dia tidak akan takut untuk duel dengan aku bukan?" jawab Zhao Tian dengan senyum menyombong.

Master Qing Long mengangkat tangan untuk menenangkan mereka. "Baiklah, jika memang ingin duel, silakan saja. Tapi ingat aturan akademi – tidak boleh terlalu keras dan harus berhenti jika salah satu sudah menyerah."

Mereka berdiri berhadapan di tengah lapangan. Zhao Tian langsung mengumpulkan qi nya dengan cepat, membuat tinjunya bersinar dengan warna merah pekat. "Pukulan Naga Merah!" Dia menyerang dengan kecepatan luar biasa, tinjunya siap menghantam wajah Luan.

Luan menghindar dengan gerakan yang lembut, kemudian mencoba menyerang dengan gaya nya. Tapi Zhao Tian sangat cepat dan bisa menghindari semua serangan Luan dengan mudah.

"Lihat saja! Gaya kungfu mu tidak berguna apa-apa!" teriak Zhao Tian saat menyerang lagi dengan serangan yang lebih kuat.

Luan mulai merasa kesulitan. Dia mencoba menyerap kekuatan Zhao Tian tapi sepertinya lawan nya sudah tahu cara menghadapinya – setiap kali Luan ingin menyentuh nya, Zhao Tian langsung menarik tangan nya kembali.

Saat Zhao Tian akan memberikan serangan akhir, Lin Mei tiba-tiba berbicara dari pinggir lapangan. "Luan! Jangan berpikir tentang menang atau kalah! Ingat apa yang aku ajarkan padamu tentang aliran qi!"

Luan merasa seperti terkena kilatan petunjuk. Dia berhenti berusaha menyerang dan mulai hanya fokus pada diri nya sendiri – mengikuti aliran angin, merasakan getaran tanah, dan menyerap energi alam di sekitarnya. Saat Zhao Tian menyerang lagi, Luan tidak menghindar tapi hanya berdiri dengan tenang dan mengangkat tangan nya perlahan.

Saat tinju Zhao Tian menyentuh telapak tangan Luan, seluruh kekuatan nya langsung terserap dan kemudian dialirkan ke seluruh tubuh Luan – membuat dia bersinar dengan cahaya keemasan yang lembut. Zhao Tian terpental mundur dan jatuh di tanah dengan terkejut.

"Apa... apa ini?" bisik Zhao Tian dengan mata membulat lebar.

Luan langsung mendekatinya dan membantunya berdiri. "Maaf ya kalau aku terlalu kuat. Aku tidak bermaksud menyakitimu."

Master Qing Long tersenyum puas dan mengangguk. "Baiklah, duel sudah selesai. Zhao Luan menang dengan jelas." Dia kemudian melihat ke arah Zhao Tian dengan tatapan tegas. "Zhao Tian, kamu harus belajar dari Zhao Luan bahwa kekuatan bukanlah segalanya. Kadang kala kelembutan bisa mengalahkan kekerasan."

Zhao Tian menunduk dengan rasa malu. "Maafkan aku Tuan Master. Aku akan belajar lebih keras dan tidak akan meremehkan orang lain lagi."

Setelah kejadian itu, siswa-siswa mulai mengelilingi Luan dengan penuh kagum. Beberapa dari mereka bahkan meminta untuk diajari gaya kungfu nya yang unik. Lin Mei datang dengan senyum dan memberikan permen manis kepada Luan.

"Bagus sekali Luan! Kamu sudah bisa mengontrol gaya kungfu mu dengan lebih baik." ujar Lin Mei dengan suara ramah.

"Terima kasih kak Lin Mei. Kalau bukan karena kamu, aku sudah kalah tadi." jawab Luan dengan senyum manis saat sedang mengunyah permen manis nya.

Chen Hao juga datang dengan senyum. "Kamu luar biasa Luan. Aku yakin kamu akan menjadi ahli kungfu yang hebat di sini."

Saat matahari mulai terbenam, mereka pergi ke asrama yang sudah disiapkan untuk Luan dan Lin Mei. Asrama itu bersih dan nyaman dengan jendela yang menghadap ke taman bunga akademi. Luan melihat ke luar jendela dengan penuh semangat.

"Aku tidak sabar untuk mulai belajar di sini kak Lin Mei. Aku ingin menjadi lebih kuat agar bisa melindungi orang-orang yang kubenci." ujar Luan dengan suara penuh keyakinan.

Lin Mei tersenyum dan mengangguk. "Aku tahu kamu bisa Luan. Sekarang kamu harus istirahat dulu ya, besok kita akan mulai hari pertama belajar di akademi."

Di luar asrama, Master Qing Long sedang berbicara dengan salah satu guru akademi. "Zhao Luan memang memiliki bakat yang luar biasa. Tapi jalan nya tidak akan mudah. Ada banyak tantangan yang akan datang dan dia harus siap menghadapinya."

"Apakah kita harus memberitahunya tentang rahasia yang tersembunyi di akademi ini, Tuan Master?" tanya guru tersebut.

"Belum saat nya. Biarkan dia belajar dan berkembang terlebih dahulu. Saat yang tepat tiba, dia akan mengetahuinya sendiri." jawab Master Qing Long sebelum berjalan menjauh dengan langkah yang tenang.

 

..."HARI PERTAMA BELAJAR DI AKADEMI"...

 

Bunyi lonceng akademi berbunyi keras pukul delapan pagi, menyambut hari pertama belajar Zhao Luan dan Lin Mei. Luan sudah bangun lebih awal dan sedang berlatih gerakan Wu Wei Shen Quan nya di halaman depan asrama, sementara Lin Mei sedang menyiapkan makanan pagi dari bahan-bahan yang dia bawa dari desa.

"Luan! Sudah siap makan belum? Kalau tidak cepat kamu akan terlambat untuk pelajaran pertama!" panggil Lin Mei sambil menyajikan bubur jagung dengan lauk ikan bakar yang masih hangat.

"Sebentar lagi kak! Aku mau selesaikan satu gerakan saja!" jawab Luan sambil melengkungkan tubuhnya seperti sedang memeluk udara. Tak lama kemudian dia berlari ke arah meja dan langsung menyantap bubur dengan lahap.

"Wah rasanya enak banget kak! Kamu memang pandai memasak juga selain jadi ahli obat." puji Luan dengan mulut yang penuh makanan.

"Jangan makan terlalu cepat dong, nanti kamu akan tersedak!" ujar Lin Mei dengan tersenyum, sambil memberikan air putih kepada Luan.

Setelah sarapan, mereka berjalan menuju gedung pelajaran utama. Jalan ke sana sudah penuh dengan siswa yang sedang bergerak ke arah berbagai ruangan pelajaran. Beberapa dari mereka menyapa Luan dengan ramah setelah melihat duelnya kemarin, sementara yang lain masih melihatnya dengan rasa penasaran.

Mereka sampai di ruangan pelajaran dasar kungfu yang luas dan penuh dengan alas latihan. Di depan kelas sudah berdiri seorang guru wanita dengan rambut hitam yang diikat rapi dan baju berwarna hijau tua – ini adalah Guru Yan, yang mengajar pelajaran dasar tentang pengendalian qi.

"Selamat pagi siswa-siswa! Hari ini kita punya dua siswa baru yang akan bergabung dengan kita – Zhao Luan dan Lin Mei. Mari kita berikan sambutan hangat kepada mereka!" ujar Guru Yan dengan suara ceria, membuat seluruh kelas bertepuk tangan.

Zhao Tian juga ada di kelas itu. Dia melihat Luan dengan tatapan yang tidak lagi menyombong, tapi lebih ke rasa rasa ingin tahu. Luan menyapa dia dengan senyum dan Zhao Tian mengangguk kembali sebagai balasan.

"Baiklah, mari kita mulai pelajaran hari ini. Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana mengumpulkan dan mengendalikan qi di dalam tubuh kita..."

Guru Yan mulai menjelaskan dengan rinci tentang dasar-dasar qi dan cara mengontrolnya. Luan mendengarkan dengan sangat seksama, mencatat setiap kata penting di buku catatannya. Namun saat mereka mulai melakukan latihan praktik, masalah muncul.

"Zhao Luan, apa kamu tidak bisa mengumpulkan qi seperti teman-temanmu?" tanya Guru Yan dengan tatapan khawatir saat melihat Luan yang tidak bisa membuat qi nya bersinar seperti yang diajarkan.

Beberapa siswa mulai berbisik-bisik dan sedikit mengejek. Tapi sebelum mereka bisa berkata apa-apa, Lin Mei sudah berbicara: "Maaf Guru Yan, tubuh Luan sedikit berbeda. Dia tidak bisa menyimpan qi seperti orang lain, tapi dia punya cara sendiri untuk mengendalikan energi."

"Benarkah? Yuk tunjukkan kepada kita semua ya Zhao Luan." ujar Guru Yan dengan rasa ingin tahu.

Luan berdiri dan mulai menunjukkan gaya nya. Saat dia bergerak, semua orang bisa merasakan bagaimana energi alam di sekitarnya mulai terkonsentrasi ke arah dia. Meskipun tidak ada cahaya yang muncul dari tubuhnya, kekuatan yang terpancar sangat jelas terasa.

"Luar biasa! Ini adalah gaya kungfu yang sangat langka. Aku hanya pernah membacanya di buku kuno akademi." ujar Guru Yan dengan kagum. Dia kemudian mengajak Luan untuk menunjukkan cara nya kepada teman-temannya.

Setelah pelajaran kungfu selesai, mereka pergi ke ruangan lain untuk pelajaran obat dan kesehatan yang diajarkan oleh Guru Li, seorang lelaki tua yang sangat ahli tentang tumbuhan obat. Lin Mei bersinar sangat cerah di pelajaran ini – dia bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar dan bahkan bisa menjelaskan tentang jenis tumbuhan obat yang tidak diketahui oleh Guru Li.

"Lin Mei benar-benar ahli dalam bidang ini. Kamu bisa menjadi asisten saya jika kamu mau." ujar Guru Li dengan senyum puas.

"Tentu saja Guru Li! Saya sangat senang bisa membantu." jawab Lin Mei dengan penuh semangat.

Pada sore hari, mereka memiliki pelajaran latihan fisik di lapangan luar. Chen Hao datang untuk bergabung dengan mereka, bersama dengan beberapa teman lainnya. Mereka melakukan berbagai latihan seperti berlari, mendaki bukit kecil di belakang akademi, dan berlatih teknik dasar bertarung.

"Hei Luan, mau kita berlatih bersama saja?" tanya Zhao Tian yang datang mendekati Luan saat istirahat.

Luan sedikit terkejut tapi langsung tersenyum. "Tentu saja! Aku juga ingin belajar dari kamu lho."

Mereka mulai berlatih bersama dengan cara yang lebih santai. Zhao Tian mengajari Luan tentang teknik bertahan yang kuat, sementara Luan mengajari Zhao Tian tentang cara mengikuti aliran energi agar gerakan menjadi lebih lancar. Mereka mulai saling menghargai kemampuan masing-masing dan menjadi teman yang baik.

Saat matahari mulai terbenam, mereka semua duduk di atas bukit kecil menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah. Lin Mei memberikan ramuan hangat yang dia buat dari tumbuhan obat untuk semua orang.

"Ramuan ini bisa membuat tubuh kita tetap hangat dan kuat lho." ujar Lin Mei sambil memberikan cangkir ramuan kepada masing-masing orang.

"Wah rasanya enak sekali kak Lin Mei! Tidak pahit sama sekali!" teriak Luan dengan senang hati.

"Kalau kamu saja yang bilang itu Luan. Kalau orang lain mungkin akan bilang rasanya agak pahit." jawab Chen Hao dengan tertawa.

Mereka semua tertawa dan mulai berbicara tentang harapan dan impian mereka di akademi. Zhao Tian mengaku ingin menjadi juara turnamen kungfu akademi yang akan diadakan dalam beberapa bulan lagi. Luan bilang dia hanya ingin bisa menguasai gaya kungfu nya dengan lebih baik agar bisa melindungi orang-orang yang dia cintai.

"Kita harus berlatih bersama-sama ya agar bisa mencapai tujuan kita masing-masing!" ujar Luan dengan semangat yang menular.

Semua orang mengangguk dan bersetuju. Mereka berjanji untuk saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam perjalanan mereka di akademi.

Di kejauhan, Master Qing Long dan Guru Yan sedang menyaksikan mereka dari atas menara pengawas akademi.

"Mereka adalah generasi muda yang sangat menjanjikan." ujar Guru Yan dengan senyum puas.

"Ya benar sekali. Tapi kita harus siap karena tantangan besar akan segera datang. Turnamen kungfu tahunan ini tidak akan seperti biasanya. Ada kekuatan gelap yang mulai mengintai akademi kita." jawab Master Qing Long dengan suara yang lebih serius.

Guru Yan mengernyitkan kening. "Apakah kita harus memperingatkan mereka, Tuan Master?"

"Belum. Biarkan mereka menikmati masa muda mereka dan belajar dengan baik. Saat yang tepat tiba, mereka akan tahu apa yang harus dilakukan." ujar Master Qing Long sebelum berjalan menjauh, menyisakan Guru Yan yang masih melihat ke arah kelompok anak muda yang sedang tertawa riang di bawah.

1
pinguin
semangat kk💪🤗
djase: maacih kak💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!