NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Favorit Brams Ravendra

Istri Kontrak Favorit Brams Ravendra

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romantis / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Komedi / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sibewok

Ranum Haura. Gadis muda berusia 20 tahun, pergi ke kota untuk menghadiri interview di sebuah perusahaan farmasi. Namun interviewnya gagal, karena ia harus meluangkan waktunya menolong pria yang terlihat sesak nafas.

Ranum yang punya keahlian pijat refleksi, segera menolongnya, ia menekan titik syaraf pria paruh baya yang bernama Pak Barra itu.

Atas bentuk terima kasihnya, Pak Barra menjodohkan Ranum dengan cucunya, CEO kaya raya, tampan, bernama Brams Satria Ravendra.

Tapi. Brams menyodorkan pernikahan Kontrak pada Ranum tanpa sepengetahuan kakeknya.

Dan ketika Ranum diketahui hamil, Ranum pun diam-diam pergi meninggalkan Brams, sebelum kontraknya selesai.
Apakah Brams akan melepaskan Ranum?

Simak kisah selengkapnya. Jangan lupa. Ulasan, like, komentarnya ya. Untuk dukung novel ini. 😊🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sibewok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 - Brams Pergi Setelah Menikah

Malam harinya, di kediaman Ravendra.

Tok. Tok. Tok.

Ketukan keras dan tergesa di pintu kamar membuat Ranum terlonjak. Ia yang sedari tadi duduk di tepi ranjang, refleks menegakkan tubuh.

Napasnya masih belum sepenuhnya teratur.

Dua jam lalu, ia resmi menjadi istri Brams Ravendra. Seorang pria yang belum ia kenal.

Ranum menunduk, menatap gaun putih sederhana yang masih melekat di tubuhnya. Gaun itu kini terasa berat, seperti menyimpan banyak makna yang belum sempat ia pahami.

Lalu pandangannya jatuh pada selembar kertas di tangannya.

'Surat Pernikahan Kontrak.'

Setelah ijab kabul selesai di hadapan Pak Barra, Brams menyodorkan surat itu padanya, diam-diam, di kamar ini. Tanpa saksi. Tanpa waktu berpikir.

Ranum mengingat jelas kata-kata Brams Ravendra padanya.

“Aku ingin membuat Kakek ku diam. Jadi pernikahan kita ini hanya untuk satu tahun. Dan kau tenang saja, tidak akan ada pewaris Ravendra tumbuh di rahim mu.”

Dan Ranum menandatanganinya. Tidak ada pilihan dan waktu untuk berpikir lagi bagi Ranum, Karena di samping itu Ranum di beri kepercayaan oleh Pak Barra. Yaitu untuk menyembuhkan penyakit Brams.

Ranum terjebak dalam situasi yang tak bisa ia pilih salah satunya.

Di hadapan Pak Barra dan publik, Ia di anggap istri sah Brams, namun di balik itu ia hanya istri kontrak dan setelah satu tahun, ia akan bercerai dengan Brams, sesuai dengan apa yang Brams inginkan.

Ranum menghela napas panjang, lalu melipat surat itu dan menyimpannya ke dalam laci.

Tok! Tok! Tok!

“Nyonya! Mohon segera buka pintunya!”

Sapaan itu masih terasa asing di telinganya. Namun Ranum segera berdiri dan membuka pintu.

Seorang pelayan muda berdiri di sana, wajahnya pucat dan panik.

“Nyonya, Anda harus segera ke kamar Tuan Besar Barra. Beliau terlihat sangat lemas.”

“Apa?!”

Ranum tak menunggu penjelasan lain. Ia langsung berlari.

Lorong rumah megah keluarga Ravendra terasa begitu panjang malam itu. Gaun putihnya berkibar, langkahnya nyaris tersandung, namun ia tak peduli.

Yang ada di pikirannya hanya satu.

Pak Barra.

Ketika sampai di depan kamar besar itu, dua pelayan segera menyingkir memberi jalan.

Ranum masuk.

“Pa-Pak Barra?” suaranya bergetar.

Pak Barra duduk di tempat tidur, wajahnya pucat, tubuhnya tampak lemas seperti kehilangan banyak energi.

“Ranum…” suara itu rendah, bergetar lemah. “Maaf… kamu sampai harus melihat Kakek begini.”

Ranum mendekat cepat. “Astaghfirullah, Pak… apa yang terjadi?”

Pak Barra mengusap keningnya yang berpeluh di bantu oleh Ranum. “Brams.”

Ranum berhenti seketika. “Brams? Kenapa dengan Brams?”

Pak Barra meremas ujung selimutnya, terlihat geram sekaligus kecewa.

“Pria itu…”

Pak Barra menarik napas pendek, menahan amarah.

“…dia saat ini ada di Club malam Loveria.”

Ranum berkedip. “Club… malam?”

“Ya.”

Nada itu berat, penuh malu. Pak Barra malu pada Ranum, Brams malah menghabiskan malam pernikahannya di tempat itu. Dengan musik bising, minuman… dan entah siapa.

Ranum diam.

Ia tidak marah.

Anehnya, ia hanya… wajar saja.

Ia baru mengenal Brams beberapa jam lalu, dan pria itu memang tipe manusia yang ego dan kepalanya mungkin lebih keras dari baja.

Maka kejadian ini… tidak mengejutkan bagi Ranum.

Pak Barra menunduk, menutupi wajahnya.

“Ranum… maafkan Kakek. Seharusnya Kakek mendidik Brams lebih baik. Tapi...”

Bahunya bergetar sedikit.

“Kakek tidak mau keluarga ini dipermalukan. Kakek mohon… bawalah dia pulang.”

Ranum spontan memegang tangan Pak Barra. Tangan itu dingin, lemah.

“Pak Barra, jangan meminta maaf. Saya tidak tersinggung. Saya hanya khawatir pada kesehatan Bapak.”

Ia menelan ludah.

“Saya akan menjemput Brams. Saya janji.” Ucap Ranum.

"Dan berjanjilah untuk memanggil Kakek mulai saat ini Ranum." Gadis itu mengangguk pelan.

Pak Barra menatapnya. Mata tua itu menyimpan kelegaan, dan rasa menyesal yang dalam.

“Terima kasih… Ranum. Kau lebih baik dari yang Kakek bayangkan.”

Ia mengangguk pada seorang pelayan.

“Siapkan mobil untuk menantu Ravendra. Antar dia ke Club' Loveria.”

Ranum menarik napas panjang.

Ia menatap gaunnya yang kusut, jilbabnya yang sudah mulai longgar,

Bahkan ia belum mengganti baju pernikahannya.

Tapi waktunya mendesak.

Dan demi pria tua ini… ia rela.

“Baiklah…” Ranum membetulkan jilbab seadanya. Tapi wajahnya masih terlihat cantik.

“Saya akan pergi sekarang.”

Di depan pintu utama, sebuah mobil hitam besar sudah menunggu. Supir pribadi Pak Barra menunduk hormat.

“Silakan, Nyonya Ranum.”

Ranum membuka pintu, duduk, lalu menarik nafas panjang.

Malam pernikahannya?

Hanya berisi lari-lari, panik, dan kini… harus pergi ke club malam untuk menjemput suaminya.

Ia menatap bayangannya sendiri di jendela mobil.

Gaun putih sederhana, wajah lelah, mata besar yang masih menyimpan kegugupan.

“Ya Allah…” gumam Ranum lirih.

“Mudah-mudahan aku tidak ditendang keluar klub.”

Mobil pun melaju menuju Loveria, tempat dimana Brams Satria Ravendra sedang menghabiskan malamnya bersama kebebasan… dan mungkin huru-hara.

Bersambung...

1
partini
wow
partini
betul ke cucumu Dammmm stupid
masa iya ga lihat cara devan ke istri nya macam mana 🤦
partini
waduh buta ga yah,,aihhh Kunti bogel beraksi
tuh kucing bukan dapat tuan tapi dapat Ba Bu
Meow: buta sementara kak, biar Brams di buat repot dulu sebelum di tinggal Ranum 🤭
total 1 replies
한스 |HANSEN|Author DarkRomance
bantu kakak 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!