NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Permaisuri

Kembalinya Sang Permaisuri

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:211.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: va_jiyoon

Semua telah terjadi, Zhang Gu Yue tersadar akan segala kebodohan nya, namun semua telah sia-sia. Kini dengan tubuh yang telah hancur dan bayi nya yang bahkan belum sempat melihat dan merasakan bagaimana hangat nya sinar mentari, mereka sama-sama terkapar di atas tanah yang begitu dingin bak tak memiliki perasaan. Tubuh itu mati dengan segala rasa penyesalan dan rasa sakit yang tak terbayang lagi.

Namun kini ia, Zhang Gu Yue kembali diberi kesempatan terlahir kembali. Ia berjanji akan menebus segala kesalahan dan kebodohan nya di masa lalu.

📌 Note :

1. Jangan plagiat

2. Kalau gak suka ya udah gapapa gak usah di baca

3. Selamat baca bagi yang mau

4. Jangan lupa like, komen, dan follow

5. CERITA FIKSI (KHAYALAN PENULIS)

THANK YOUUU🤍

《 va_jiyoon 》

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon va_jiyoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

《 03 》 Terlahir Kembali

...~ happy reading ~...

...♧♧♧...

"Akhhh..." rintih seorang gadis dengan pakaian sederhana nya yang berwarna coklat lusuh.

Perlahan mata indah itu terbuka dan menatap sinar mentari yang begitu menyilaukan mata. Setelah beberapa saat menyesuaikan dengan keadaan sekitar, akhirnya mata yang berwarna bak buah aprikot itu terbuka dengan sempurna menatap lingkungan di sekitar nya.

"Dimana ini?" lirih Zhang Gu Yue kebingungan.

Sejauh mata memandang, dia hanya bisa melihat pepohonan, semak-semak, serta beberapa bebatuan. Tubuh nya yang kurus kering berusaha bangkit dan otak nya ia paksa bekerja keras mencerna apa yang sedang terjadi saat ini.

"Bukan kah aku sudah mati?" tanya Zhang Gu Yue pada diri nya sendiri.

"Bagaimana bisa, tidak mungkin i-ini, ak-aku kembali? apa ini, jika tidak salah aku sekarang berumur lima belas tahun dimana aku masih diasingkan?" monolog Zhang Gu Yue.

Seketika matanya menyorotkan dendam yang begitu besar, tangan nya mengepal erat, dan detak jantung nya bekerja dua kali lebih cepat. Dia telah mengingat semua penderitaan, penghinaan, penghianatan, dan rasa sakit yang telah ia alami.

Kini ia telah terlahir kembali, dewa dan dewi langit telah memberi nya kesempatan. Maka ia akan menggunakan kesempatan itu dengan sebaik-baik nya, ia berjanji akan membalaskan setiap darah yang menetes. Ia tak akan mengulangi kebodohan nya untuk kedua kali. Semua yang menyakiti nya harus merasakan hal setimpal dan dia, Zhang Gu Yue akan membalaskan nya.

Dia melihat tangan nya yang terasa begitu kasar dan kotor, tubuh nya yang tak terawat, sungguh ia akan membalaskan semua nya. Namun dari itu semua, kecantikan yang ia miliki tidak pernah luntur ia hanya perlu sedikit merawat tubuhnya mulai sekarang.

Dedaunan di sekitar nya berjatuhan begitu saja ketanah yang menandakan jika kini tengah berlangsung nya musim panas. Dia ingat, di kehidupan sebelum nya, setelah musim panas yang indah ini ada musim hujan yang menanti dengan berbagai musibah yang berdatangan. Jika ia tak salah hitung maka musim hujan itu harusnya datang sekitar dua bulan mulai sekarang.

Dulu dia yang berada di pedesaan terpencil pun tak luput mengalami musibah itu, dimana dia melihat banyak orang-orang yang jatuh sakit dan berujung kehilangan nyawa mereka satu persatu. Banyak tabib, namun mereka sama sekali tidak bisa mengatasi permasalahan itu.

Penyakit itu memang tergolong baru dengan tanda-tanda demam di awal lalu mengalami kejang sebelum berakhir hanya bisa seperti mayat hidup yang tak bisa melakukan apapun dan hanya bisa terbaring di atas ranjang setiap hari namun dengan nafas yang masih melekat. Dan setelah nya, mereka hanya tinggal menunggu waktu sampai maut yang menjemput.

"Aku bisa memanfaatkan bencana ini untuk kembali pulang ke tempat dimana aku seharusnya tinggal. Lagi pula bencana ini sama sekali tidak bisa dihentikan, jadi aku akan memanfaatkan nya" ucap Zhang Gu Yue.

Dulu ia mengingat jika setelah wabah penyakit itu sudah sangat parah dan tidak ada satu orang pun yang bisa menemukan penawar dari penyakit tersebut, seorang dewa obat turun tangan langsung dan menyembuhkan mereka dengan obat racikan nya. Beruntung lah saat itu Zhang Gu Yue sempat membaca apa saja bahan yang diperlukan dan bagaimana cara membuat obat tersebut.

Dua bulan, seharus nya menjadi waktu yang sangat cukup bagi nya untuk bisa belajar ilmu medis dan kembali mengasah ketrampilan nya dalam beberapa hal. Karena saat ini ia sudah terlajur berada di tengah hutan, ia pun berniat mengumpulkan tanaman obat untuk ia jual nantinya. Tak banyak yang ia tahu sebenarnya, namun untuk sekarang itu bukan hal yang paling utama, ia butuh uang untuk bertahan hidup, selanjutnya ia akan belajar dan bekerja dengan keras.

"Permisi, apakah ada orang disini?" tanya Zhang Gu Yue memasuki sebuah rumah tabib dengan tanaman obat yang ada di keranjang nya.

"Klinik sedang tutup, kembali lah" terdengar suara lelaki dari dalam ruangan.

"Ah aku datang bukan untuk berobat, aku ingin menjual beberapa tanaman obat yang aku cari di hutan" ucap Zhang Gu Yue.

Mendengar hal itu, tabib tua dengan jenggot putih yang panjang muncul, "Anak kecil ini lagi, kembali lah aku sudah tak berminat lagi"

"Tuan tunggu, setidak nya lihat lah dulu apa yang aku bawa" ucap Zhang Gu Yue.

Akhir-akhir ini kondisi nya sedang sakit jadi ia tak bisa mencari tanaman obat sendiri dan kini berakhir klinik nya kehabisan tanaman obat sehingga ia harus menutup sementara klinik tersebut. Dengan malas, Tabib Gong itu melirik keranjang yang di bawa Zhang Gu Yue. Seketika, mata nya terbelalak saat melihat banyak nya tanaman obat di sana dan satu bunga berwarna merah darah adalah hal yang paling menarik perhatian nya.

"Ekhem... baiklah tiga koin untuk semua itu" ucap Tabib Gong.

"Bukan kah itu terlalu sedikit?" tanya Zhang Gu Yue.

"Itu sudah sesuai standar, kau mau mengharapkan apa dengan tanaman obat murah itu"

"Kalau Tabib Gong tidak berminat baiklah tidak masalah, aku akan menjual ini ke tempat lain" ia tak sebodoh itu, memang tanaman obat yang ia kumpulkan itu tak terlalu berharga, namun dengan jumlah nya yang lumayan ini setidak nya ia bisa mendapatkan delapan perak.

"Baiklah-baiklah empat koin"

"Lima koin atau tidak sama sekali"

"Hahh... baiklah lima koin, apakah kau puas sekarang?!" ucap Tabib Gong sambil memberikan lima koin nya dengan kesal. Kekesalan nya tak berhenti saat ia melihat Zhang Gu Yue memberikan tanaman obat nya tanpa bunga merah darah itu.

"Aw bunga itu juga!"

"Ah maaf Tuan, bunga ini tidak di jual. Aku kebetulan menemukan nya dan aku menyukai bunga ini, jadi aku ingin membawa nya pulang" ucap Zhang Gu Yue.

"Satu tael perak untuk nya!" tawar Tabib Gong.

Zhang Gu Yue terkejut saat Tabib Gong dengan mudah nya menawar satu bunga nya dengan satu tael perak, ternyata bunga ini sangat berharga. Bunga yang memang ia dapat kan dengan susah payah dan dari banyak nya bunga seperti itu yang ia temukan tadi, ia memang hanya mengambil satu karena ia tak tau jika bunga itu juga termasuk tanaman obat. Ia hanya berniat menyimpan bunga itu sebagai pajangan di rumah nantinya.

"Aku memang tidak menjual nya, Tuan. Aku ingin menjadikan nya pajangan saja di rumah. Apakah ini begitu berharga sehingga anda menawar nya dengan harga tinggi?" tanya Zhang Gu Yue tersenyum licik, bodoh jika ia belum mengerti situasi menguntungkan saat ini.

"Gadis ini, aku sudah menawar nya begitu tinggi tapi dia malah berniat menyimpan bunga itu sebagai hiasan? hah menyebalkan!" batin Tabib Gong.

"Tidak jadi, pergilah" ada nada kecewa yang terselip saat ia mengucapkan kata tersebut.

"Tuan sebenarnya aku bisa saja memberikan bunga ini dan memberikan bunga seperti ini pada mu setiap hari, namun aku tidak ingin perak sebagai bayaran nya" ucap Zhang Gu Yue berhasil membuat Tabib Gong menatap dengan penuh binar.

"Benarkah, apa yang kau inginkan?"

"Aku ingin kau mengajarkan ilmu medis sebagai bayaran atas bunga merah ini, bagaimana? kedepan nya aku akan memberikan bunga ini secara gratis dan kau hanya perlu membayar tanaman obat ku yang sederhana saja"

Sebenarnya itu adalah tawaran yang menguntung kan bagi nya, untung saja gadis kecil itu tidak mengetahui jika bunga merah darah itu langka dan jika di jual bisa mencapai tiga tael perak. Selain itu, dia juga tidak perlu bersusah payah lagi mencari tanaman obat, gadis itu akan mencarikan untuk nya dan ia membayar dengan harga murah. Membayangkan hal itu saja sudah membuat hati Tabib Gong menghangat.

"Baik baik, aku terima tawaran mu. Mulai sekarang kau murid ku" ucap Tabib Gong senang.

Zhang Gu Yue tersenyum senang, dengan cepat ia memposisikan tubuh nya untuk memberi hormat pada guru nya saat ini. Dan itu membuat hati Tuan Gong semakin senang, entah semalam ia bermimpi apa sehingga siang ini ia mendapatkan keuntungan yang begitu banyak.

"Bangun lah, siapa nama mu gadis kecil?" tanya Tuan Gong dengan suara yang mulai berubah bersahabat.

"Hamba hanyalah gadis biasa dan nama saya, Yue" jawab Zhang Gu Yue.

Tidak mungkin juga ia mengungkap identitas asli nya sebagai putri sah dari seorang Jendral Besar Zhang dan keturunan mentri berpengaruh Gu. Bisa-bisa ia dianggap gila dan di usir dengan cepat sebelum ia mendapatkan apa yang ia mau. Tabib Gong ini sebenarnya adalah salah satu tabib terbaik, hanya saja nasib nya yang kurang beruntung membuat nya harus tinggal di pedesaan kecil seperti sekarang. Hanya itulah yang dia tau tentang Tabib Gong.

Langkah pertama nya berjalan dengan lancar, selanjutnya ia harus berusaha lebih keras untuk mengembalikan apa yang sudah di rampas dari genggaman nya.

"Ibu, bertahan lah sebenar lagi. Yue'er akan segera mengembalikan posisi Nyonya itu pada mu" batin nya mengingat jika ibu nya mungkin kini tengah bersedih atas kepergian nya.

Ibu nya ini begitu lembut dan sangat menyayangi anak-anak nya, terlebih pada sang putri yang bernama Zhang Gu Yue. Kini putri nya itu diasingkan akibat sebuah kesalahan bodoh yang direkayasa oleh selir ayah nya. Dan akibat dari hal itu, membuat Gu Qing, sang ibu pun jatuh sakit dan begitu terlarut dalam kesedihan yang begitu mendalam, sehingga mengakibatkan seluruh kendali sebagai Nyonya Zhang kini berpindah tangan.

Pengasingan Zhang Gu Yue pun sengaja di rahasiakan karena dianggap sebagai aib keluarga. Namun yang sebenarnya terjadi adalah, mereka tidak ingin berita itu sampai di telinga kakek dan paman Zhang Gu Yue yang begitu menyayangi Gu Qing dan keturunan nya.

...♧♧♧...

1
Affan Arifin
oh ya siapa aja sih yang dapet ingatan sebelumnya bukannya ada 3 ya ,tapi kok yang satu gak muncul ya .maksutnya yang nyerang bulan kembar itu lo👍🙏
Affan Arifin: dah papa namanya juga manusia tempat salah dan dosa
total 2 replies
Erna Masliana
selesai... bagus ceritanya 👍👍
Erna Masliana
putri Xia jadi tabib dewa bagus tuh
Erna Masliana
ya ampun banyak anak 👍👍
Erna Masliana
oh Kasim berkeluarga juga.. kukira Kasim itu yang tidak bisa punya keturunan
Erna Masliana
betul
Erna Masliana
di gantung? harusnya di penggal biar jelas matinya
Erna Masliana
maaf maaf gampang banget
Erna Masliana
OGAH
Erna Masliana
kuharap ibu dan bayinya mati karena lemah..biar tidak jadi pemberontak di kemudian hari apalagi dia lahir dari bibit setan
Erna Masliana
harta para pengkhianat kemana gak mungkin kan harta itu musnah.. apalagi s sangui itu
Erna Masliana
cuih para pejabat bodoh
Erna Masliana
Yue terlalu lunak harusnya lumpuhkan dulu baru jelaskan
Erna Masliana
harusnya s Zhang Yan ini di tabok dulu sampe bocor jangan lupa kedua orang tua nya juga kasih shock terapi minimal kejang.. masih dendam aku sama mereka.. apalagi s selir kuharap dia di depak
Erna Masliana
Jun terlalu ceroboh mentang mentang di suruh menghadap sendiri terus benar benar tidak ngajak seorang pun.. terus para pengawal Kaisar juga segitu lemah kah dan sedikit juga kok bisa nurut ke Mentri pergantian penjaga sedangkan majikannya Kaisar..dan yang berwenang setelah Kaisar tentunya Kasim
Erna Masliana
Yue diem pun pasti di usik.. mending gerak bantu biar cepat
Erna Masliana
racun pasti... tapi anehnya tabib kerajaan selalu kalah hebat dari tabib luar
Erna Masliana
tugas sebenarnya memang menghalangi Feng naik tahta.. karena kalau dia naik tahta rakyat menderita
Erna Masliana
kenapa harus ngikuti arus s penjahat sampai segitunya
Erna Masliana
kenapa tidak curiga.. padahal sudah jelas keburukan di depan mata.. cara minta maaf pun tidak tulus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!