NovelToon NovelToon
Ketos Dan Gadis Dingin

Ketos Dan Gadis Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.3
Nama Author: Chinta Maulana

Author update hari, SELASA dan KAMIS

Reyna Maureen Alexandria seorang gadis dingin tak tersentuh. dia juga seorang ketua Geng motor Black Rose.

Reyhan Saputra Smith adalah ketua OSIS sekaligus kapten basket disekolah TUNAS BANGSA. Reyhan adalah cowok dingin dan cuek dia terkenal di sekolah Tunas bangsa disebut Ketos kutub karena sifatnya yang dingin sama orang lain.

Reyhan juga adalah siswa paling pintar disekola Tunas bangsa. Setelah kedatangan siswi baru yang bernama Reyna, Reyhan menjadi pribadi banyak bicara.

Apakah mereka akan tumbuh benih-benih cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 003: Pertemuan di Kantin dan Danau

Reyna menyantap makanannya dengan tenang, seolah tak ada satu hal pun yang bisa mengganggunya. Namun, ketenangan itu sedikit terusik saat riuh rendah suara gadis-gadis di sekitar kantin terdengar memekakkan telinga.

"Gila, Reyhan keren banget, deh!"

"Iya, lihat tuh Dimas dan Brian juga ada. Ganteng-ganteng semua, cool abis!"

Tiga sosok paling berpengaruh di sekolah itu, para most wanted yang paling diidamkan memasuki kantin dengan aura yang begitu kuat hingga semua mata tertuju pada mereka. Dimas mengedarkan pandangan, mencari tempat kosong, namun hampir seluruh meja sudah terisi penuh.

"Kursi penuh semua, nih," gumam Dimas.

Pandangan mereka pun jatuh pada satu-satunya meja yang masih memiliki ruang kosong, tempat Reyna duduk sendirian. Reyhan berjalan mendahului menuju meja itu, diikuti kedua temannya.

"Boleh kami duduk di sini? Di tempat lain sudah penuh," ujar Dimas ramah.

Reyna mengangkat wajah sekilas, menatap ketiga pemuda itu satu per satu dengan tatapan datar, lalu mengangguk pelan sebagai tanda boleh. Mereka pun duduk, sementara Brian beranjak pergi untuk memesan makanan dan minuman untuk mereka bertiga.

Dimas yang periang tak bisa diam saja. Ia menyodorkan tangan kanannya ke arah Reyna sambil tersenyum. "Perkenalkan, nama gue Dimas. Lo murid baru ya?"

Reyna hanya diam menatap uluran tangan itu tanpa berniat membalasnya. Tangan Dimas tergantung di udara beberapa saat sebelum akhirnya ditarik kembali dengan rasa malu.

"Itu di sebelah gue ada Reyhan, Ketua OSIS kita lho," tunjuk Dimas, berusaha mencairkan suasana. Reyna hanya melirik sekilas, lalu kembali menyantap makanannya tanpa respon. "Terus yang tadi pergi namanya Brian..."

"Berisik," potong Reyna ketus. Kesabarannya habis mendengar celoteh panjang lebar Dimas yang tak ada hentinya.

Tanpa menunggu reaksi mereka, Reyna langsung berdiri dan pergi meninggalkan meja itu. Baginya, makan dengan tenang jauh lebih penting daripada harus meladeni mereka.

Sepulang sekolah, Reyna tak langsung pulang ke rumah. Ia mengarahkan motornya menuju markas besar gengnya. Di sana, anak buahnya sudah berkumpul. Dion, orang kepercayaannya, menyambut kedatangannya.

"Kapan ada balapan lagi?" tanya Reyna dengan nada datar khasnya.

"Malam ini ada pertandingan, Queen," jawab Dion singkat dan jelas.

"Daftarkan gue," perintahnya tegas, lalu ia berbalik badan.

"Mau ke mana lagi?" tanya Dion bingung.

"Ada urusan gue Pulang dulu," jawab Reyna sambil berlalu pergi dan menaiki motornya.

Ia memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang, tak terburu-buru. Tujuannya kini adalah sebuah danau tenang di pinggiran kota, tempat favoritnya saat ingin sendiri. Ia mematikan mesin, lalu duduk di tepi danau, melemparkan batu-batu kecil ke dalam air sambil termenung.

Suara langkah kaki mendekat, namun Reyna tak menoleh.

"Boleh gue duduk di sini?" tanya sebuah suara berat.

Reyna hanya mengangguk tanpa menatap. Sosok itu pun duduk di sampingnya. Suasana hening menyelimuti mereka berdua, tak ada yang berani memulai percakapan. Pria itu sesekali melirik ke arah gadis di sampingnya, namun Reyna tetap fokus pada air danau yang bergelombang pelan.

Saat Reyna beranjak berdiri hendak pergi, pria itu bertanya spontan, "Mau ke mana?" Ia lalu terlihat gugup dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Ma... maksud gue, apa gue ganggu sampai lo mau pergi?"

"Enggak," jawab Reyna datar, lalu melangkah pergi menuju motornya dan melesat menjauh.

Pria itu tak lain adalah Reyhan, hanya menatap motor itu hingga hilang dari pandangan. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring.

"Menarik. Hanya dia yang sama sekali tidak tertarik dengan pesonaku," gumamnya pelan.

Ponselnya berdering memecah lamunan. "Halo, ada apa?"

"Rey! Lo di mana sih? Kami sudah nungguin lo hampir satu jam di markas, tapi nggak datang-datang," gerutu Dimas dari seberang telepon.

"Di danau," jawab Reyhan singkat, lalu mematikan sambungan teleponnya.

Tak lama kemudian, Reyhan sudah berada di markasnya bersama Dimas dan Brian. Ia duduk bersandar santai.

"Ada apa lagi?" tanya Reyhan.

Dimas langsung bersemangat. "Denger nih, malam ini ada balapan liar lagi. Kabarnya, Ratu Racing yang legendaris itu bakal ikut turun tangan lagi."

"Terus hubungannya sama gue apa?" tanya Reyhan bingung.

"Gue sudah daftarin lo buat tanding lawan dia. Gue pengen lihat siapa yang lebih hebat antara lo sama Ratu Racing itu," jawab Dimas polos.

Reyhan menatap tajam temannya, seolah ingin memakannya hidup-hidup karena bertindak semena-mena.

"Eh, santai dong, Bro. Jangan marah-marah, nanti cepet tua lho," cegah Dimas sambil nyengir.

Reyhan menghela napas kasar, berusaha menahan emosi. "Jam berapa acaranya?"

"Jam dua belas malam," jawab Brian cepat.

Reyhan langsung berdiri dan berjalan keluar.

"Lho? Cepat amat lo pulang, Rey?" tanya Brian heran.

"Ada urusan," jawabnya singkat.

Ia masuk ke dalam mobilnya dan melaju perlahan menuju rumahnya. Sesampainya di halaman, ia bergegas masuk dan mengedarkan pandangan mencari sosok ibunya, namun rumah itu terasa begitu sepi dan sunyi.

1
Someone
Bagus
Mm Nguter
kecewa dgn akhir ceritanya jadi ku ksh bintang 1
Mm Nguter
kok tamatnya begini sih, knp Reyhan dan Reyna gk berbahagia, kok kyk jadi ngegantung gini ya, jadi gimana gitu rasanya, 😥😥😥. karena aku gk puas, ku ksh bintang 1 saja
Vina Tamaela
Cerita taik bnyk pemain melipur kemana2 beroutar2 gak jelas alurnya pelakor dat dit bosan gue skip
Vina Tamaela
Cerita kok sampah receh banget ya gue ngerti namax fiksi pasti gak masuk akal
Vina Tamaela
Cerita kok melipir kemana2
Richsields
👍
Maa Yanti Maa Yanti
ulat bulu amelia ada teman nya blum tahu siapa genk mereka tunggu bbkblur wahai ulat gatelll 🤣🤣🤣🤣
Maa Yanti Maa Yanti
visual nya ganteng " dn cantik 😍💕 terima ksih thoorr ku cayang 🫶🥰😍 cerita nya seruuuu bngett seht sllu dn sukses 💪💪
Foto Video
agak jauh ya bund, smpe luar negeri
Lukman
bukannya golongan AB bisa pake golongan darah apa aja
mommy min
jangan lupa mampir yah kak di ceo angkuh itu jodohku
asahyeon yoonmin
biasanya visual Reyhan Jimin,biar pas jadi jirose
Anonim
Knp jadi ga jelas ceritanyaaa ya thor?
Anonim
Sdh smp bab 106 baca nya, kirain cerita percintaan remaja aja ternyata smp mafia ya, tetap diselesaikan baca nya smp ending
Ufiyyyy
itu bneran topeng ky gtu ka??dr mananya buat nutupin identitas.... klo org yg kenl psti tau gstus wajahnya wlpun pke topeng ap lg cm ky gtu. klo pake cadar baru iya bsa ntupin smua wajahnya/pke msker itu lbih msuk akl klo buat ntupin identitas&lbih msuk akl ke kmpus pke cadar/masker d bnding pje topeng. saran aja kak biar lbh mnarik
Dewi Ink: Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
total 1 replies
Ufiyyyy
knp stiap yah(ayah) slulu tdk ada h nya.. typo ap gmn???
Ufiyyyy
mudahxmuda
bedahxbeda
kepalahxkepala
Ufiyyyy
biasain pnggunaan bhasanya yg tepat kak, biar enknd bacanya... klo ada slh stu yg krakternya medok kedaerahn y g pa2, tp bukn brrti semua jd pke aksen daerh trtntu jg. .
bedah, melongoh.,
wlpun reader tau mksudny tp kurang enk aja d bacanya.
Ufiyyyy
recing??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!