Lika-liku perjalanan rumit antara Frisilia Calista dan Jeni Anggoro yang memiliki ikatan persahabatan sedari kecil yang melahirkan kisah cinta diantara mereka. Banyak konflik dan tragedi yang harus mereka hadapi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lysta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesal
"Maaf apakah kau bisa meninggalkan kami berdua?"pintanya setelah dia berjalan menghampiri kami
"Baiklah saya permisi."akupun pergi meninggalkan mereka kulirik sesaat ke arah Jeni pandangan kami saling beradu akupun mengangguk sebagai isyarat untuk meminta ijin dan diapun membalas dengan anggukan pula.Kulihat sekilas wanita itu tidak melepas sedikitpun pandangannya memperhatikan Jeni.
Akupun melangkah menuju ruang resepsionis dan kulihat 2 wanita itu sedang asyik mengobrol.ku hampiri mereka dengan sigap mereka berdiri .
"Ada yang bisa kami bantu?"sambutnya.Ku lihat tag nama di bajunya dia bernama Dewi.Namun melihat raut wajahnya dia seperti terpaksa untuk tersenyum.
Akupun melirik ke semua arah,pagi ini belum ada tamu yang datang kecuali ibunya Jeni
"Baiklah aku ingin menanyakan suatu hal pada kalian sebagai sekertaris pak Anggoro?"
"silahkan sekertaris Frisilia apa yang ingin anda tanyakan?"Dewi pun dengan masih menyunggingkan senyuman menanggapiku
"Apa pekerjaan kalian disini sebagai resepsionis?"
"Tentu saja melayani para tamu yang akan bertemu dengan Pak Anggoro."Jawabnya kembali
"Termasuk keluarganya bukan?"
Merekapun menjawab bersamaan dengan anggukan
"Terus apakah kalian memberi privasi khusus untuk keluarganya dengan membiarkan mereka masuk ke ruangan seenak mereka tanpa konfirmasi dulu padaku sebagai sekertaris barunya?"
"Anda tau benar sekertaris Frisilia ! nona Elena dan Nyonya Wijaya Anggoro adalah keluarga terpenting pak Anggoro.Dan kami tidak bisa mencegahnya."dia menjawabnya dengan beralasan karena dia menyadari diawal aku masuk untuk ke 2 kalinya aku dikejutkan oleh tamu keluarga yang masuk tanpa permisi dan mereka tidak menghubungiku dulu
"Tapi setidaknya hubungi saya agar pak Anggoro merasa berguna telah memperkerjakan kalian.Terus terang peraturan kalian seperti ini tidak dibenarkan.Kalian tidak menghormati privasi atasan kalian dan membiarkan sembarang orang masuk tanpa permisi walaupun itu keluarganya sendiri"
"Anda Sekertaris baru pak Anggoro anda tidak berhak mengoreksi kami.Kami sudah bekerja disini lebih dulu dan kami tahu benar apa yang harus kami lakukan."bela salah satu resepsionis yang bernama Wina
"Jadi karena saya karyawati baru anda menganggap saya tidak perlu mengoreksi kalian?"
"Saya tidak menyangka anda ternyata lebih berani dari yang saya bayangkan."ucap wanita satunya lagi
"Sebelum saya bertugas disini saya terima sistem menerima tamu sesuai yang kalian gunakan.Tapi kini berbeda kini saya bekerja bersama kalian dan Pak Anggoro.Ada baiknya kita rubah sedikit agar pekerjaan kita berjalan dengan baik.Saya pun menerima koreksi kalian bila memang ada yang salah,marilah kita saling bekerjasama."terangnku pelan dan berharap mereka memahaminya
Mereka pun terdiam
"Perkataanku barusan mungkin sedikit menyinggung perasaan kalian dan tidak dibenarkan bila ada kesalahan tidak ada yang mengoreksi dan diperbaiki.Dan saya meminta maaf bila perkataan saya menyinggung kalian.Tapi saya harap kedepannya tolong bekerjasamalah dengan baik sebagai tim.Itu jauh lebih mudah agar kita sama-sama bekerja dengan baik dan atasan kita merasa puas atas pekerjaan kita."terangku dengan nada pelan
"Kamipun meminta maaf atas kelalaian kami dan tidak adanya itikad baik menghubungi anda sekertaris Frisilia."
"Saya maklumi karena kita belum saling mengenal dan ayo mulai saat ini kita perbaiki kinerja kita.."sambutku sambil tersenyum pada mereka
"Baikklah..terimakasih sudah memberi tahu kesalahan kami."
"Ya sudah aku pamit dulu .."Akupun pergi beranjak meninggalkan mereka yang kini terlihat tersenyum tulus
"Beruntung sekali kita memiliki seorang sekertaris yang tidak hanya cantik namun bersahabat dan pintar."terang salahsatu resepsionis itu pada temannya
''Kau benar.."
Disebuah ruangan kecil di lorong menuju toilet bersandar Sekertaris Farhan yang sedang tersenyum.Dari tadi dia bersembunyi disana dan menyimak kejadian tadi.Dia semakin dibuat takjub dan semakin tertarik pada gadis itu
***
"Ibu butuh penjelasan tentang sekertaris barumu itu..?''
Jeni menyunggingkan senyuman sinisnya
"Melihat posisi ibu apa perlu saya menjelaskannya?"
"Baiklah..ibu akan berbicara langsung dengannya."Diapun melempar pandangan ke arah pintu
"Apa yang sebenarnya ibu mau?"
"Hanya sekedar memastikan"dengan tatapan tajam
"tentang ? ah mungkin kah Elena salahsatu narasumber ibu ? Dan saya ingin menanyakan sesuatu pada ibu.."
"Tanyakanlah..!"
"Apakah dia menceritakan kejelekan Sekertarisku ?Apa perbuatannya yang kurasa sangat buruk ? Dengarkan ibu ! Terus terang selama ini saya tidak bisa merubah sifatnya itu.Saya harap Ibu sebagai calon mertuanya akan lebih mudah merubahnya."
"Apa maksudmu?"
Jenipun berjalan dan mengambil map berisi berkas-berkas dan memberikannya pada ibunya
"Ini hanya sebagian catatan kecil kerugian yang telah calon menantu tersayang Anda lakukan."
Ibunya pun membuka lembaran dan memnaca demi lembaran.
"Sepertinya bukan hanya ini saja catatan keonaran yang ia lakukan.Tentu saja utusan yang dikirim ayahnya akan lebih sering dia gunakan untuk menyelesaikan semua keonaran yang ia buatdan saya yakin mereka tidak akan berani mengumpulkan atau mencatatnya"
"Dan harus ibu dengarkan ! Kemarin ia menabrak seorang wanita tua dan secara kebetulan sekertaris yang barusan ibu lihat membantu korban itu sampai utusanku datang.Dan apa yang ia lakukan untuk membalasnya.bukannya berterimakasih ia malah bersikap seperti anak remaja menyakiti sekertarisku hanya karena rasa cemburu."
Ibunya pun terdiam
"Dan saya harap anda sebagai ibu mertua bisa mendidiknya agar bisa menjadi pendampingku yang layak seperti yang kalian inginkan."
"Baiklah untuk hari ini mari kita tunda membahas sekertarismu itu.Dan lanjutkan pekerjaanmu.."pamitnya
Jenipun mengangguk dengan senyuman kemenangan.Ibupun pergi dengan membawa map yang Jeni berikan tadi.
Jenipun menyandarkan tubuhnya untuk melepaskan rasa lelahnya.Lelah yang ia rasa bukan saja karena setumpuk pekerjaan yang harus ia tuntaskan.Namun lelah dengan kepura-puraan atas sikap nya menerima segala aturan yang ia dapatkan dari kedua orang tuanya itu.
Terdengar ketukan pintu dan terlihat Farhan
"Maaf pak ini data dari hasil seluruh penjualan semua cabang yang perlu anda periksa dan tanda tangani."
"Taruhlah diatas meja !"
"Maaf anda terlihat lelah."
Dan Dibalas dengan anggukan
"Apakah sekertaris Frisilia belum kembali.?"
"Sepertinya dia memiliki urusan dengan bagian marketing,sebelum ibu datang sepertinya dia sedang membuat laporan hasil rapat tadi pagi."
"Perlu saya panggil kemari?"
"Biarkan saja ! duduklah kemari ! saya perlu berbicara denganmu."
Sekertaris farhanpun duduk didepannya
"Setelah kufikir lagi aku merasa bersalah pada Frisilia."
"Mengapa begitu pak.Anda sudah lama mencarinya dan ini cara satu-satunya agar anda bisa berhubungan baik dengannya."
"Itu menurut Egoku tapi untuk dia sebaliknya."
farhanpun terdiam
"Pada awal dia masuk pun aku sudah tidak bisa melindunginya dari perbuatan Elena.itu hal kecil dan sekarang dia harus menghadapi ayahnya yang membenciku karena perbuatan masa laluku.Kemudian ibu.Ini akan terasa sulit baginya dan kurasa aku telah membawanya ke zona tidak menyenangkan?"
"Saya melihat Sekertaris Frisilia lebih tangguh dan pintar.Dia akan bisa bertahan melawan segala nya saya yakin."
"Kau tahu dari mana?"
"Anda teman baiknya saya rasa anda yang lebih tahu dirinya."
"Kadang dia melakukan hal ceroboh."
"Anda benar sekali."
"Maksudmu?"
"Tadi kami berangkat bersama dan apa yang membuat saya ingin tertawa..."
Jeni memandang tajam Farhan dan membuat Farhan menghentikan tawa dan senyum riangnya
"Bapak jangan salah sangka.Kami berangkat bersama karena saya yakin dia tidak mengetahui rumah anda dan dihari pertamanya kewajiban saya harus mengarahkan apa yang harus dia lakukan."
"Dan bagian yang membuatmu merasa ingin tertawa.?"dengan tatapan tajam
"Ah soal itu ..."Sekertaris Farhan terdiam sesaat
"ceritakanlah.."
"Mungkin karena dia masih canggung dia tidak bisa memasang tali seat belt nya..dengan begitu saja tali itu terlepas ..melihatnya seperti itu wajahnya terlihat imut..ah maaf pak."
"Kau makin memperlihatkan rasa tertarikmu padanya."Jenipun menampakkan wajah tak suka
"ah maaf pak ..anda jangan berlebihan..anda dimasa lalu selalu bersamanya pasti anda lebih tahu bagaimana sekertaris Frisilia bersikap yang bisa merubah suasana menjadi ceria."
"Dia memang seperti itu dan karena itu saya merasa tidak ingin melepaskannya ."
"Dan tadi saya melihat bagaimana sekertaris Frisilia mengoreksi kinerja resepsionis.?"
"Apa yang telah ia lakukan?"
"Dia meminta kerjasama sebagai tim dengan gayanya yang bersahabat.Dan luar biasa cara yang ia sampaikan mampu dengan baik diterima kedua resepsionis kita.Saya benar-benar terkesan padanya.Pantas saja Pak Ardi saat dimemintanya untuk menyerahkan sekertarisnya membutuhkan anda untuk turun tangan."
"Dia memang sangat cantik juga lucu dan pintar walaupun kadang-kadang ceroboh."
Terdengar ketukan pintu dan mereka yakin itu gadis yang menjadi topik pembicaraan mereka,pintupun terbuka dan memang benar gadis itu datang dengan wajah tersenyum,namun terlihat Ardi berdiri tepat dan berjalan bersamanya hingga membuat wajah Jeni seketika berubah masam.
"Apakah kehadiranku mengganggu kalian?"sapanya
"Apa yang membuatmu datang kemari kawan."sambut balik Jeni dan mereka pun bersalaman kemudian berpelukan layaknya kawan lama yang lama tak berjumpa
"Kau telah mencuri sekertarisku bagaimana bisa aku bisa tenang sebelum melihatnya terlihat lebih nyaman bekerja denganmu."
"aah mari duduk.."
"saya permisi dulu pak"pamit Farhan
"Begitupun saya permisi .."pamit sekertaris Frisilia
"Tunggu sekretaris Frisilia bukankah saya kemari bermaksud bertemu denganmu."cegah Ardi
Dan terlihat Jeni memandang Ardi dengan tatapan tajam
"Saya tidak pergi lama Pak,rasanya tidak sopan tidak menyuguhkan sekedar camilan dan minuman."
"Ahh jangan repot-repot saya yakin Jeni akan menuntaskan janjinya untuk mentlaktirku.Silahkan duduk bersama kami."
Frisiliapun memandang Jeni dan dijawab anggukan.Gadis itupun duduk dikursi diantara kedua lelaki tampan itu
Ya Tuhan ini membuatku ingin melompat ke dasar sumur yang paling dalam
Bagaimana aku bisa berhadapan dengan mereka berdua
Dengan segala pesona yang mereka miliki
Kuatkan dirimu Frisilia
"Bagaimana rasanya setelah bekerja bersama dia?"
"Apakah anda bekerjasama dengannya untuk mengejutkan saya?Saya yakin anda pasti tau semuanya tentang kami."ocehku lembut sambil menatap tajam matanya
"Maafkan saya karena tidak berterus terang.Yang pantas disalahkan adalah orang didepanku ini."Belanya sambil tersenyum manis padaku akupun dibuat tersipu
Namun saat ku lirik Jeni dia menampakkan tatapan sinis
ayolah Jeni kau bukan kekasihku mengapa kau bersikap begitu..kau berubah menjadi lelaki yang sedang cemburu..
"Apakah tugasmu sudah selesai."dengan nada ketus
"Karena terlalu banyak gangguan jadinya tertunda."jawabku tegas
"lanjutkan pekerjaanmu tapi sebelum kau melanjutkan pekerjaanmu tolong ke ruangan Farhan ada beberapa data yang perlu kau rekap."
"Baiklah ..kalau begitu saya permisi dulu."pamitku dengan setengah kesal ku pergi meninggalkan mereka tanpa menunggu jawaban .
Kau keterlaluan Jeni aku mau pergi suruh bergabung dengan kalian dan setelah bergabung kau mengusirku..dasar lelaki menyebalkan..
"Kenapa kau begitu tega mengusirnya."
"Dan membiarkan kau terus bicara seakan merayunya kau memang kawan yang bisa menusukku"
"Kau terlalu berlebihan kawan.Kini ku lihat jelas kau benar-benar menyukainya."
"Kau sudah mengetahuinya tapi dengan sengaja merayunya."
"Apakah tadi aku terlihat merayunya?Kau memang pencemburu kawan .Itu tidak baik !Rasanya aku baru melihatnya selama menjadi temanmu."
Jenipun tersenyum tipis mendengarnya
"Tidak adakah sekedar segelas minuman kau suguhkan untukku"
"Kau sama saja akan membuat mata Frisilia melotot saat melihatnya."
"Apakah dia tidak mengetahuinya.?"
"Untuk saat ini belum.."
Aku berjanji untuk tidak mengkonsumsi obat penenang itu tapi saat ku dilanda keresahan yang masih kadang datang menerpaku.Aku melenyapkan dengan minum-minum dan ku harap kau mengerti
Akhirnya bertemu kembali Semangat frisilia..
lanjuttttttt thor
lanjutt thor
lanjut thor
ikutan nangis
lanjuttttt
tapi ceritanya bagus banget