Sedang dalam proses REVISI. Jika tanda ini sudah menghilang berarti Novel ini akan lanjut ke Season 02.
Setelah menghilang selama lima tahun, Jian Bai akhirnya muncul dan akan mencari orang yang telah membunuh keluarganya.
Jian Bai adalah tuan muda dari keluarga Jian, Keluarga tersebut memiliki bisnis cukup baik di kota Beijing Cina.
Karena persaingan bisnis keluarga Jian tidak sengaja memprovokasi keluarga-keluarga terkuat di daratan Cina, Akhirnya semua keluarga Jian di bantai habis dan menyisakan Jian Bai seorang.
Jian Bai saat itu tidak memiliki kekuatan untuk melawan tau pun balas dendam, ia pun mengasingkan diri.
Setelah mengalami penderitaan selama hidupnya. ia tidak sengaja menemukan keajaiban dalam hidupnya dan memiliki kekuatan yang luar biasa saat pengasingannya.
Jian Bai menemukan kalung yang sangat misterius, kalung itu membuat nya menjadi kuat dan tidak terkalahkan.
Mungkin Jian Bai akan menemukan pelaku pembunuhan terhadap keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WKamil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20.
Tanpa berfikir panjang Su Mei menarik tangan Chu Ying dan langsung ke mobil. " Ayo! ikut aku." ujar Su Mei.
Tentara bayaran itu mengumpulkan tekanan sekuatan Spiritual di ujung jarinya dan langsung melepaskannya seperti lares ke arah Su Mei dan Chu Ying yang ingin memasuki mobil.
PHHIWW!!
Jian Bai pun ingin menahan serangan tersebut dengan kekuatan spiritualnya yang membentuk prisai.
THHISSS!! Serang tersebut di tangkis oleh Jian Bai.
" Hey! lawanmu adalah aku, kenapa kau menyerah wanita? " kata Jian Bai.
" Lumayan, pantas saja pembunuh bayaran di tingkat Trainee tidak bisa membunuhmu, ternyata kau seorang spiritual. " kata tentara bayaran tersebut.
Su Mei dan Chu Ying pun berhasil masuk ke dalam mobil, dan di luar hanya Jian Bai saja bersama tentara bayaran. Tempat itu sangat sepi tidak ada sama sekali orang yang berada di luar. Melainkan hanya Jian Bai dan tentara bayaran tersebut.
Tentara bayaran tersebut langsung berlari sangat cepat ke hadapan Jian Bai dan langsung menyerang dengan kaki kananya. Seakan mengincar leher Jian Bai sebelah kiri.
" Apa! " Jian Bai kaget melihat orang itu berlari sangat cepat.
Jian Bai tidak sempat menghidari serang tersebut. Melainkan ia hanya bisa menakangkis seranganya dengan kedua tanganya sendiri.
TAAKKK!!
" Kau kira, aku tidak bisa membaca gerakanmu." kata Jian Bai.
" Ini belum seberapa, Terima ini! " kata tentara bayaran tersebut.
Tentara bayaran pun mengalirkan kekuatan spiritual ke kakinya yang di tangkis oleh Jian Bai dan seolah-olah ada dorongan kuat.
BRRRETT!!
Karena Jian Bai tidak mampu menahan serangan tersebut ia pun terpetal sampai ke luar jalan dan mengatakan pohon di pinggir jalan.
BRAAKKK!!
" Aaarghhh." ucap Jian Bai.
" Jian Bai! " teriakan Su Mei dalam mobil yang melihat Jian Bai terpental cukup jauh.
' Kak... Jian. " batin Chu Ying melihat jelas dengan matanya bahwa Jian Bai terpental.
" Adik! kita harus membantu Jian Bai! " kata Su Mei.
Karena kaget Su Mei pun ingin membuka pintu mobilnya, namun di hentikan oleh Chu Ying.
" Kakak ipar jangan! apa kamu tidak mendengarkan kak Jian barusan. Kalo kita keluar dari mobil, kita hanya akan menjadi beban kak Jian." kata Chu Ying.
" Ta... tapi Jain Bai. " kata Su Mei.
" Tenang saja kak Jian pasti menang melawannya." kata Chu Ying.
' Jian Bai aku hanya bisa mendo'akan mu dari dalam mobil ini. kamu harus menang melawan orang itu.' batin Su Mei.
Jian Bai pun bangkit dan langsung berdiri. " Arghh... sakit sekali rasanya menghantam pohon dengan badanku sendiri. " ujar Jian Bai sambil mengusap darah di bibirnya.
" Hohohoy! ternyata masih bisa berdiri ya! setelah menerima serang kuat ku. " kata tentara bayaran tersebut.
" Cihh! itu yang kau serang kuat. kali ini giliranku. " kata Jian Bai sambil mengeluarkan aura spiritual gelapnya.
Kini di sekitar tubuhnya Jian Bai di penuhi dengan aura spiritual gelap.
" Jurus Dark step (Langkah kegelapan). " ucap Jian Bai, hanya hitung satu detik, ia pun langsung berada di belakang tentara bayaran tersebut.
"Apa! dia menghilang. " ucap tentara bayaran tersebut kaget melihat Jian Bai menghilang.
Kekuatan Jurus Dark step (Langkah kegelapan) mempercet gerakan berlari dan tidak sebanding dengan gerakan berlari tentara bayaran tersebut.
" Hey! dia belakangmu. " ucap Jian Bai yang ingin memukul si tentara tersebut dengan tangan yang di penuhi spiritual kegelapan.
Saat tentara bayaran tersebut menengok ke belakang. Ia pun terkena serangan pukulan Jian Bai.
BUUKKKK!
Pukulan Jian Bai pun berhasil mengenai tepat pada wajah tentara bayaran tersebut dan terpental sama seperti Jian Bai. Namun jarak terpentalnya lebih jauh.
BRRRETT!!
Tidak hanya terpental jauh bahkan tentara bayaran tersebut menghatam beberapa pohon di belakangnya.
BRAKK BRAKK BRAKK!
" ARRGHHHH! " teriakan tentara bayaran kesakitan saat mengantam pohon terakhir.
" Cihh. " ucap Jian Bai.
Su Mei dan Chu Ying kaget dan tidak percaya Jian Bai memukul balik tentara bayaran tersebut bahkan serangnya lebih hebat dari tentara bayaran tersebut.
" Apa! " ucap Su Mei dan Chu Ying di dalam mobil.
' Aku tidak percaya, Jian Bai memiliki kekuatan hebat seperti itu. " batin Su Mei.
Sementara itu jarak yang cukup jauh, tentara bayaran tersebut bersandar di pohon dan merasakan sakit di wajahnya.
Tidak hanya itu ia pun mengeluarkan darah dari mulutnya. " Uhuk.. uhuk... uhuk! " tentara bayaran tersebut meuntah darah.
' Kenapa? kenapa aku kalah dari orang itu, aku tidak akan gagal dalam misi ini. Tidak ada cara lain aku harus menggunakan pil kekuatan yang dikasih oleh ketua kepadaku.' batin tentara bayaran tersebut.
Tentara bayaran tersebut mengambil kotak kecil di sakunya. Ia pun membuka kotak kecil tersebut ternyata di dalam kotak kecil itu ada sebuah Pil berbentuk bola berwarna merah.
Tentara Bayaran itu mengambil Pil dari dalam kotak kecil. " Aku tidak punya pilihan lagi, ini jalan satu-satunya." kata tentara bayaran langsung menelan Pil tersebut.
Tiba-tiba tentara bayaran itu seperti menerima tekanan spiritual kuat dari Pil tersebut.
AARRGGHHHH!! teriakan tentara bayaran itu.
SSRROONGGG!! aura tekanan spiritual yang sangat besar, itu mengelilingi tentara bayaran tersebut.
Tentara bayaran tersebut pun langsung mengontrol tekanan spiritual yang sangat kuat dan berhasil mengendalikannya.
Namun ada yang aneh dengan matanya, bola mata tentara bayaran berubah menjadi merah dan di penuhi dengan aura iblis yang ingin membunuh.
" Hahahaha! Kekuatan yang sangat luar biasa. Aku belum pernah merasakan tekanan spiritual kuat seperti ini. " kata tentara bayaran tersebut.
' Jian Bai! Aku pastikan hari ini adalah kematianmu.' batin tentara bayaran.
" Hahahahah!! " tentara bayaran yang tertawa dan langsung berjalan menuju ke arah Jian Bai.
Sementara itu Jian Bai menghampiri Su Mei dan Chu Ying di dalam mobil yang berada tidak jauh dari sana.
" Apa kalian tidak apa-apa? " tanya Jian Bai.
Su Mei pun langsung menurunkan kaca mobilnya. " Tidak apa-apa tidak apa-apa! Harusnya aku yang menanyakan itu kepadamu, dasar bodoh kenapa masih mempedulikan kami. Sedangkan kamu yang terluka. " jawab Su Mei yang langsung merangkul Jian Bai dan Su Mei pun memeluknya.
' Sepertinya kakak ipar sangat menyayangi kak Jian.' batin Chu Ying melihat mereka berdua.
Tiba-tiba Jian Bai merasakan aura pembunuh yang sangat besar. ' Kenapa? aku merasa ada aura pembunuh yang sangat besar. Jangan-jangan dia masih hidup.' batin Jian Bai dan langsung melepaskan peluk dari Su Mei.
" Ada apa? Jian Bai." tanya Su Mei.
' Lebih baik aku menyuruh Su Mei dan Chu Ying pergi dari sini, aku merasakan aura ini tidak biasa. ' batin Jian Bai sambil melihat ke arah di mana tentara bayaran itu terpental jauh.
" Su Mei dengarkan aku, sekarang kalian berdua pergi menjauh dari sini. Cari tempat aman berlindung atau kamu ketempatnya Bei Ming." kata Jian Bai yang menyuruh Su Mei pergi.
" Kenapa aku harus pergi, apa? orang itu masih hidup. " kata Su Mei.
" Iya dia masih hidup, sekarang dia berbeda dengan yang tadi." kata Jian Bai sambil melihat ke arah dimana tentara bayaran tersebut akan muncul.
' Sebenarnya aku tidak mau meninggalkan mu, aku hanya bisa berdo'a saja untuk mu. ' batin Su Mei.
" Jian Bai kau harus menang, aku menunggumu." ucap Su Mei langsung menyalakan mobil dan pergi dari sana.