NovelToon NovelToon
Mayat Gudang Kimia

Mayat Gudang Kimia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Dunia Masa Depan
Popularitas:388
Nilai: 5
Nama Author: Martin deBs Komarudin1670

" Tolong keluarkan saya darisini...!! Saya mau keluar... Tolong bukain pintunya....!! " Triakan
keras Heru salah seorang eks pekerja pabrik garmen yang berlokasi di sentra industri terkemuka tak satupun ada yang merespon.
Entah tujuannya apa ia berkunjung ke area gudang yang sudah lama tutup akibat krisis yang berkepanjangan. Gudang kimia yang dulunya merupakan salah satu pabrik textile
terbesar yang pernah menyerap tenaga kerja
mencapai ribuan orang itu, kini tinggal nama saja karena sudah di alihfungsikan menjadi gudang penyimpanan zat kimia kain, sangat berbahaya bagi manusia . Gudang itu sendiri dulunya merupakan pabrik Garment terbesar yang pernah ada di negeri ini. Dan sekarang keberadaan gudang itu sendiri terbengkalai, tidak terawat sebagai mana mestinya. Kotor dan berdebu serta sebagian beberapa mesin operatornya banyak yang berkarat. Namun dibalik itu pun gudang kimia yang letaknya tak jauh dari deretan pabrik pabrik lainnya banyak menyimpan misteri kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martin deBs Komarudin1670, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Robin di geruduk sekelompok orang

Kemudian perlahan ia mendekati ruangan yang dianggapnya sangat perlu untuk dilihat dan barangkali juga ada toilet disitu. Sangat hati hati driver mobil box itu mendekati ruangan yang dijadikan tempat penyimpanan zat kimia berbahaya tersebut. Langkah demi langkah pria yang belum pernah sama sekali memasuki gudang kimia tersebut sangat kepo ingin tau ruangan yang sedikit terpisah dari ruangan lain namun cukup besar juga dan ada pintunya yang terlihat kokoh, terbuat dari campuran bahan besi dan baja . Pintunya nampak rapat tapi tak terkunci, berbeda seperti pintu pintu yang lain dilihatnya biasa aja, pintu itu justru berkisi kisi layaknya seperti terali besi yang sering dijumpai di rumah tahanan Cipinang atau ruang khusus penjaraan di kantor polisi.

Supir kepo itu terus merambat masuk dalam keadaan pintu terali terbuka. Supir mobil box itu langsung nyelonong masuk begitu saja , dengan harapan mungkin ada kamar toilet didalamnya. Namun apa yang terlihat isi yang ada didalamnya, supir itu langsung tercengang tidak percaya kalo didalam ruangan itu banyak serpihan tulang belulang dan bahkan ada yang masih utuh berbentuk kerangka manusia. Tubuh supir itu gemetar hebat, rasa mules di perutnya mendadak hilang begitu saja, yang ada timbul rasa panik dan cemas. Kini yang ada di pikirannya gimana ia harus cepat cepat keluar dari ruangan kimia yang sudah dijadikan tempat penampungan mayat mayat yang jadi korban aksi biadabnya Jumadi Sekarang tidak ada pilihan lain lagi selain harus segera lari dari tempat yang menjadi simbol kramatnya bagi para pekerja bekas pabrik garment tersebut. Tapi apa yang terjadi ? Ternyata rencana sang supir itu langsung tercium oleh Jumadi yang sudah berdiri di depan pintu ruang penyimpan zat zat kimia itu.

" Kamu mau kemana.....? Tanya Jumadi dengan nada sinis didepan supir yang hendak pergi meninggalkan ruang zat kimia yang perlahan aroma baunya mulai menyengat hidung.

" Tolong bukain pintunya, Pak.....? Saya mau

keluar dari sini.....? " Pinta supir pada Jumadi yang sudah lebih dulu menutup pintu terali besi itu. Wajah Jumadi mulai terlihat sinisnya.

" Gak semudah itu....? " Jawab Jumadi dengan tenang dan pelan namun wajahnya terlihat penuh dengan kekesalan pada supir yang menurutnya telah membuat kesalahan besar karena sudah berani memasuki area terlarang dimana banyak tulang manusia berserakan didalamnya. Dan itu artinya jika supir dibiarkan keluar dari ruangan tersebut pasti ia akan cerita soal temuannya yang mencengangkan supir.

" Pak tolong..... Saya ditungguin kenek saya di

 luar saya harus buru buru ke gudang lagi

untuk mengirim barang... " Kata supir yang mulia terlihat ketakutan melihat wajah Jumadi yang menatap tajam.

" Teman pasti akan mati juga.... Hehehe... " Kata

Jumadi dengan nada sinis diiringi wajahnya yang mulai geram dari cara menatapnya.

" Apa maksud bapak....??? " Tanya supir cemas menatap Jumadi.

" Siapa saja yang berani masuk gudang ini akan

 mati..... Untuk apa kamu masuk ke ruang ini....

Bukannya kamu ingin ke toilet....?! " Tanya Jumadi yang menganggap supir mobil box telah memanipulasi rencananya. Bilang ingin ke toilet gak taunya masuk ke ruang yang dianggapnya paling steril untuk tak dimasuki. oleh siapapun, termasuk supir itu yang awalnya tidak tau apa apa dan kini mau gak mau harus berurusan dengan Jumadi .

" Jujur Pak..... Saya benar-benar gak tau.... Saya

kira disini ada toilet.... Makanya saya masuk..."

Jawab supir polos dengan hati cemas.

" Gudang ini sangat besar dan luas, tapi kenapa

kamu bisa bisanya masuk disini..... Toilet itu

 ada disana gak jauh dari pintu masuk..... Pasti

kamu sengaja ingin menyelidiki kegiatan saya

didalam gudang ini......! " Dibilang begitu supir terkejut gak terima. Sebab mana dirinya tau kalo didalam gudang itu tersimpan banyak kerangka manusia.

" Sumpah Pak.... Saya betul-betul gak tau.....!

 Tolong lepasin saya, Pak..... Saya berjanji gak

akan menceritakan semua yang ditemukan

disini.....Saya janji pak....! " Pinta sopir terus

memohon pada Jumadi yang sudah terlanjur kecewa. Pria security itu emang tak mengenal

toleransi. Sedikit saja kesalahan akibatnya akan menjadi fatal.

" Terlambat.... Saya udah gak butuh alasan

 kamu lagi......Selamat tinggal. " Ucap Jumadi kemudian langsung pergi meninggalkan sang sopir dalam keadaan pintu terkunci.

" Pak.... pak..!! Tolong bukain pintunya....!

 jangan tinggalkan saya disini pak....!!! " Teriak sopir sambil mencengkram erat jeruji pintu besi itu dan mendorong dorongnya. Namun sayang pintu sangat kokoh dan kuat jadi gak berarti apa-apa bagi tenaga sopir itu, meskipun pria sopir box tersebut sedikit gemuk. Namun tenaga yang di keluarkannya tidak sebanding dengan kekuatan pintu besi gudang kimia itu.

Jumadi terus berjalan tanpa mau mempeduli- kan suara teriakan sopir box tersebut.

Sementara kenek mobil box terlihat sangat gelisah menunggu temannya yang tengah buang air kecil namun tak muncul muncul juga batang hidungnya. Justru yang datang Jumadi

dengan wajah ceriahnya sambil tersenyum, sebagai hiasan belaka pertanda bahwa sopir temannya yang sedang ke kamar toilet tersebut tidak menemui bermasalah. Padahal temannya sopir itu sedang menunggu kematiannya.

" Temen saya masih di toilet, Pak.....? " Tanya kenek mobil box pada Jumadi yang nampak biasa biasa saja seperti tidak menampakkan sesuatu wajah yang aneh diperlihatkan pada kenek mobil box itu.

" Masih ada didalam.....Masuk aja Mas kedalam

kalo mau, takut kelamaan nunggu nanti... " Kata Jumadi dengan nada sopan mencoba merayu kenek mobil box itu. Kenek berpikir pikir sesaat soal penawaran Jumadi yang menurut hatinya sedikit meragukan. Namun jika ia harus menunggu, sampai kapan lamanya

kenek itu mesti bersabar. Baru satu jam aja ia udah uring uringan kesal.

Sementara ditempat berbeda , sekelompok orang yang berjumlah sekitar sepuluh orang mendatangi kediaman Robin yang rumahnya untuk sementara dijadikan kantor serikat para mantan pekerja pabrik garment . Dan Robin pun secara kebetulan sedang menerima rekan rekannya juga mantan pegawai garment yang menanyakan perihal tuntutan yang sedang diperjuangkan Robin bersama para tim advokat yang dibentuknya. Kelompok yang tidak puas atas kepemimpinan Robin yang dianggap telah gagal untuk menuntut bos pemilik Garment dalam hal ini Pak Chandra. Anehnya kelompok itu mencurigai Robin yang sengaja menculik sejumlah rekan rekannya yang hilang dan diantaranya yang belum lama terjadi yakni Vira

sama Wisnu. Kelompok itu jelas menuntut guna mengklarifikasi hilangnya beberapa teman yang dianggapnya tidak sejalan dengan Robin agar segera dikembalikan. Jelas Robin kebingungan.

" Hei Robin , cepat kembalikan semua teman

teman kami yang kamu culik....!!! Teriak salah seorang yang menjadi kordinator aksi tersebut.

Ditanya begitu jelas Robin kelabakan dan aneh.

" Saya menculik rekan kalian.....??? Maksudnya

apa ya.....? " Jawab Robin bingung mendengar tuduhan yang dianggapnya tidak mendasar itu.

" Alaaa.....!!! Jangan pura-pura Robin...! Sudah

jelas kamu tidak suka dengan semua teman

teman kami karena dianggapnya tidak sejalan

apa yang kamu rencanakan...!! " Ucap Yudi salah seorang kordinator yang juga sangat mengenal betul karakter Robin.

1
Haeqal Langit
Semangat admin! Aku mendukungmu💪
Luneaa
wah sepi kayak punyaku, semangat ya🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!