NovelToon NovelToon
Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Time Travel
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Laksmi Harsa

kecelakan tragis itu merenggut nyawa Kiara, setelah mengetahui fakta bahwa dia dikhianati suaminya.

Tetapi Tuhan selalu memberi plot twist yang tidak pernah bisa kita tebak. Kiara mendadak terbangun kembali ke lima tahun lalu tepat di hari pertama pernikahan kontrak mereka dimulai.

Menyadari bahwa dia kembali mengulang waktu, kali ini Kiara bertekad untuk mengumpulkan uang lalu kabur demi menyelamatkan nyawanya. Akan tetapi, Kiara justru dibuat syok oleh perubahan drastis Dante, sang mafia kejam yang tiba-tiba berubah menjadi super bucin, posesif, dan memanjakan Kiara dengan uangnya yang tidak akan pernah habis itu. Kiara tidak pernah tahu bahwa suaminya yang kejam itu ternyata juga ikut bereinkarnasi dari masa depan, membawa rasa bersalah dan sejuta penyesalan yang siap melakukan apa saja agar sang istri tidak pernah pergi lagi dari pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laksmi Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Hrdaya jantung hatiku berbisik lirih menyambut hadirnya getaran yang baru. Raga hasrat suci ini mulai tumbuh indah, menuntun langkah menuju jiwamu. Watsalya kasihmu yang tulus menghapus seluruh keraguan dalam sanubariku.

...----------------...

Dante duduk dengan punggung tegak, satu lengannya masih melingkar protektif di pinggang Kiara, menarik tubuh istrinya agar tetap menempel pada dada bidangnya. Tatapan mata hitam Dante yang sekelam malam bergerak menatap keluar jendela helikopter, memandangi lampu-lampu kota yang berkelap-kelip di bawah sana. Wajahnya yang tegas tampak mengeras, menyimpan amarah yang siap meledak kapan saja.

Sementara itu, Kiara bersandar pada dada Dante dengan pikiran yang melayang jauh. Hangatnya tubuh pria itu dan aroma maskulin bercampur tembakau mahal yang menguar dari pakaian Dante biasanya mampu menenangkannya. Namun malam ini, pelukan itu justru terasa seperti sangkar yang penuh dengan misteri. Kata-kata Kairo tentang mendiang ibunya terus berputar-putar di dalam kepalanya bak kaset rusak.

"Pria itu... dia mencari sesuatu yang dimiliki oleh mendiang ibumu"

Kiara meremas ujung jaket kulitnya sendiri. Ia melirik sedikit ke atas, menatap rahang kokoh Dante yang terkatup rapat. Di kehidupan pertamanya, ia tidak pernah tahu alasan Dante memilihnya. Ia selalu berpikir bahwa dirinya hanyalah korban dari ketamakan ayahnya dan kekejaman seorang bos mafia. Namun sekarang, setelah diberi kesempatan hidup untuk kedua kalinya, Kiara menyadari bahwa tirai kabut yang menutupi konspirasi di sekelilingnya jauh lebih tebal dari yang ia duga.

Begitu helikopter mendarat dengan mulus di helipad pribadi mansion Belmont, puluhan pengawal berjas hitam sudah berbaris rapi di bawah guyuran sisa-sisa hujan gerimis. Dante turun terlebih dahulu, lalu tanpa memedulikan protes sekecil apa pun dari Kiara, ia kembali mengangkat tubuh istrinya itu dalam gendongan maskulinnya, melangkah lebar menuruni tangga helipad menuju bangunan utama mansion.

"Lepaskan aku, Dante. Aku bisa berjalan sendiri," bisik Kiara setengah memohon, merasa risi karena puluhan pasang mata pengawal dan pelayan menyaksikan mereka.

"Diam, Kiara," jawab Dante dingin dan mutlak, tanpa menghentikan langkah kakinya. "Kau baru saja melewati serangan bersenjata. Jangan membuang energimu untuk berdebat denganku malam ini."

Dante membawa Kiara langsung menuju kamar tidur utama mereka di lantai atas, melewati koridor panjang dengan langkah-langkah yang tegas. Begitu pintu kamar jati yang tebal itu tertutup rapat dan terkunci, Dante baru menurunkan Kiara secara perlahan di atas sofa beludru panjang. Pria itu kemudian membuka jas hitamnya yang sudah basah oleh air hujan, melemparkannya begitu saja ke lantai, lalu melepaskan dua kancing teratas kemeja hitamnya demi memberi ruang untuk napasnya yang memburu.

Kiara memperhatikan setiap gerak-gerik suaminya dengan saksama. Atmosfer di dalam kamar itu mendadak berubah menjadi sangat intim namun penuh dengan ketegangan yang tak kasatmata.

Dante melangkah mendekati Kiara, lalu berlutut di hadapan sofa tempat istrinya duduk. Kedua tangannya yang besar dan dipenuhi kapalan karena senjata api mencengkeram lembut kedua sisi paha Kiara, mengunci pergerakan wanita itu. Dante mendongak, menatap langsung ke dalam manik mata Kiara dengan tatapan yang begitu intens, penuh dengan rasa kepemilikan dan... secercah kecemasan yang mendalam.

"Mengapa kau pergi ke tempat itu, Kiara?" suara bariton Dante terdengar rendah, bergetar menahan emosi. "Aku sudah memerintahkanmu untuk tetap tinggal di mansion. Mengapa kau melanggar perintahku dan membawa Marcus ke rumah sakit distrik barat?"

Kiara mencoba menstabilkan detak jantungnya yang berpacu kencang. Ia menolak untuk mengalihkan pandangannya dari sepasang mata elang milik Dante. "Aku hanya ingin melihat dengan mataku sendiri bagaimana akhir dari hidup pria yang telah menghancurkan masa lalu mendiang ibuku, Tuan Belmont. Apakah pergi melihat keadilan ditegakkan adalah sebuah kejahatan?"

Dante menyipitkan matanya, cengkeramannya di paha Kiara sedikit mengencang, namun tidak sampai menyakiti istrinya. "Kau hampir mati malam ini, Kiara. Jika aku terlambat beberapa detik saja di atap gedung itu, peluru dari bajingan-bajingan itu sudah menembus dadamu. Apakah kau tahu apa yang akan kulakukan pada dunia ini jika hal itu sampai terjadi?"

"Apa? Kau akan menghancurkan kota ini? Mengamuk seperti monster?" potong Kiara berani, suaranya naik satu oktav. "Kau selalu bertindak seolah-olah kau peduli padaku, Dante! Kau menghancurkan keluarga Kairo, kau mengusir Sora dari hidupmu, dan kau mengurungku di dalam mansion ini dengan dalih melindungiku! Tapi... apakah semua ini benar-benar demi diriku? Ataukah ada alasan lain yang sengaja kau sembunyikan dariku?!"

Pertanyaan frontal dari Kiara membuat keheningan seketika melanda kamar mewah tersebut. Dante tidak langsung menjawab. Ekspresi wajahnya yang semula dipenuhi kemarahan mendadak berubah menjadi sangat datar.

Dante perlahan bangkit dari posisi berlututnya, berdiri menjulang di depan Kiara, memberikan efek intimidasi yang luar biasa. Namun, Kiara menolak untuk menciut. Ia ikut berdiri dari sofa, menantang tatapan mata suaminya dengan keberanian yang ia kumpulkan dari sisa-sisa rasa takutnya malam ini.

"Apa yang Kairo katakan padamu di dalam kamar rawat itu, Kiara?" tanya Dante dengan suara yang terlampau tenang, namun justru ketenangan itulah yang membuat bulu kuduk Kiara meremang. Pria ini tahu. Dante atau setidaknya para pengawal pasti memiliki alat penyadap atau Marcus telah melaporkan sesuatu.

Kiara mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh. "Dia mengatakan bahwa kau tidak menikahiku karena diriku. Dia bilang kau sedang mencari sesuatu yang berhubungan dengan mendiang ibuku. Dokumen lama atau rahasia garis keturunan keluarga kandungku yang sengaja kau hapus jejaknya dengan cara menghancurkan bisnis Kairo!" Kiara maju satu langkah, menatap tepat ke manik mata hitam Dante. "Katakan padaku yang sebenarnya, Dante Belmont! Apakah pernikahan ini... apakah semua sikap manis dan godaanmu belakangan ini hanya sandiwara untuk memanfaatkanku?!"

Dante menatap Kiara lekat-lekat selama beberapa saat yang terasa seperti keabadian. Hujan di luar jendela kembali turun dengan lebat, menghasilkan suara rintik yang menghantam kaca kamar seolah menjadi latar belakang dari drama yang sedang terjadi di antara mereka.

Tiba-tiba, Dante melangkah maju dengan cepat, memangkas jarak di antara mereka. Sebelum Kiara sempat bereaksi, Dante sudah merengkuh pinggang ramping Kiara dan mendorong tubuh wanita itu hingga punggungnya membentur dinding kamar yang kokoh. Dante mengurung tubuh Kiara dengan kedua lengan kekarnya yang bertumpu di dinding, menundukkan wajahnya hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan.

Aroma tubuh Dante yang maskulin dan panas seketika mengepung seluruh indra penciuman Kiara, membuat pertahanan mentalnya mulai goyah.

"Sandiwara, hmm?" bisik Dante tepat di depan bibir Kiara, suara baritonnya terdengar sangat seksi namun sarat dengan bahaya. "Kau pikir sentuhanku malam demi malam di atas ranjang itu adalah sandiwara, Nyonya Belmont? Kau pikir caraku menikmati setiap desahan dan namaku yang kau sebut saat kau berada di bawah kuasaku adalah bagian dari sebuah rencana bisnis?"

Wajah Kiara seketika memerah padam mendengarkan kalimat-kalimat vulgar yang diucapkan Dante tanpa beban. "J-jangan mengalihkan pembicaraan, Dante! Jawab pertanyaanku!"

Dante tidak menjawab dengan kata-kata. Sebaliknya, ia memiringkan kepalanya dan langsung menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang sangat dalam, menuntut, dan penuh dengan gairah yang dominan. Ciuman Dante malam ini tidak memiliki kelembutan sama sekali; itu adalah ciuman dari seorang pria yang sedang menghukum istrinya karena telah meragukan kepemilikannya. Pria itu menyesap dan melumat bibir ranum Kiara dengan intensitas yang membuat Kiara lemas, terpaksa mencengkeram erat pundak kemeja hitam Dante agar tidak terjatuh ke lantai.

Setiap kali Kiara mencoba melepaskan diri atau memalingkan wajahnya, Dante justru semakin mempererat pelukannya di pinggang Kiara, mengangkat tubuh wanita itu sedikit hingga ujung jari kaki Kiara hampir tidak menyentuh lantai. Pergulatan bibir itu berlangsung lama dan panas, hingga akhirnya Dante melepaskan tautan mereka secara perlahan, menyisakan bibir Kiara yang sedikit membengkak dan napas mereka berdua yang tersengal-sengal.

Dante menempelkan dahinya pada dahi Kiara yang masih berkeringat dingin, menatap mata istrinya yang kini tampak sayu dan dipenuhi oleh kabut gairah.

"Dengar baik-baik, Kiara," bisik Dante dengan suara yang rendah dan penuh penekanan di setiap katanya. "Aku tidak menyangkal bahwa keluarga kandung ibumu memiliki sejarah kelam yang berhubungan dengan dunia bawah di masa lalu. Aku juga tidak menyangkal bahwa ada beberapa dokumen lama yang saat ini masih aku simpan rapat."

Jantung Kiara berdegup kencang mendengar pengakuan itu. Jadi, Kairo tidak sepenuhnya berbohong.

"Kiara," Dante melanjutkan, jemarinya yang kasar bergerak lembut mengelus bibir bawah Kiara yang memerah akibat ciumannya tadi. "Jika aku hanya menginginkan dokumen atau rahasia itu, aku bisa saja membunuh Kairo sejak bertahun-tahun yang lalu, mengambil apa yang kuinginkan, dan membiarkanmu membusuk di gudang rumahnya tanpa pernah mempedulikan keberadaanmu. Aku adalah seorang Belmont, Kiara. Aku mengambil apa yang kuinginkan dengan darah dan kekuatan, bukan dengan cara menikahi seorang wanita dan menjadikannya ratu di kerajaanku."

Dante menurunkan pandangannya ke leher Kiara, tempat tanda merah yang ia tinggalkan semalam masih terlihat jelas. "Aku menikahimu karena aku menginginkanmu. Aku menghancurkan mereka karena mereka telah berani menyentuh milikku. Dan tikus-tikus dari distrik timur yang menyerangmu malam ini... aku bersumpah demi nama Belmont, sebelum matahari terbit besok pagi, mereka semua sudah akan menjadi mayat yang membusuk di dasar sungai."

Kiara tertegun, seluruh argumen dan kemarahan yang ia persiapkan seolah menguap begitu saja mendengar pernyataan Dante yang protektif. Pria ini begitu dominan, begitu mengerikan di dunia luar, namun di dalam kamar ini, ia menyerahkan seluruh intensitasnya hanya untuk meyakinkan Kiara tentang posisinya.

"Lalu... apa isi dari dokumen tentang ibuku itu, Dante?" tanya Kiara dengan suara yang jauh lebih lirih, menyiratkan rasa lelah dan keingintahuan yang mendalam.

Dante menegakkan tubuhnya, menatap Kiara dengan tatapan mata yang kembali mendingin namun penuh dengan kelembutan yang tersembunyi. "Itu adalah sesuatu yang belum saatnya kau ketahui, Sayang. Tugasmu sekarang hanyalah mandi, bersihkan tubuhmu, dan beristirahatlah dengan tenang. Biarkan suamimu ini yang menyelesaikan sisa pekerjaan kotor malam ini."

Dante mengecup dahi Kiara sekilas, lalu berbalik badan dan melangkah menuju pintu kamar. Sebelum ia membuka pintu, ia menoleh sedikit ke arah Kiara yang masih berdiri mematung di dekat dinding.

"Kiara... jangan pernah berpikir untuk menyelidiki ruang kerjaku secara sembunyi-sembunyi saat aku tidak ada. Sistem keamanan di ruangan itu tidak akan ragu untuk mematahkan jemari cantikmu jika kau memasukkan kode yang salah," ucap Dante dengan seringai tipis yang menggemaskan sekaligus mengerikan di ujung kalimatnya.

1
Shaqueena Wibowo
lanjt thor, minimal 2 bab lah 🤭
Shaqueena Wibowo
si jack ini punya nyawa cadangan kah? berani ganggu mama kiara gw
Shaqueena Wibowo
terimakasih untuk karya yang sejauh ini luar biasa thor 😍
Shaqueena Wibowo
siapa yang teror mama kiara gw???
Dhisha
lanjut Thor... suka banget kalau papa Dante mode sangar
Laksmi Harsa: ikutin terus mama papa dante ya kak
total 1 replies
Dhisha
hari ini agak telat update ya Thor? aku nungguin dari tadi loh
Laksmi Harsa: hari ini agak sibuk di dunia fana 🤭 tapi masih berusaha buat sempetin update walau agak telat. btw... makasih udah selalu mampir yaa kak 😍
total 1 replies
Dhisha
hayoo siapa yang telpon mama Kiara gw
Laksmi Harsa: penasaran yaa.... stay tune ok 🤭
total 1 replies
Dhisha
yaah... tanda² nggak jadi ikut mama Kiara kabur deh
Laksmi Harsa: kita culik mama Kiara aja apa gimana nih kak, paksa kabur 🤣
total 1 replies
Dhisha
nah kaaan, mama Kiara mending urungin deh niat kaburnya. papa Dante kan sekarang udah mode jinak 🤣
Dhisha: aku juga mau kali Thor... bagi napa, jangan diambil sendiri 😄
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
maaf ngelunjak thor... bisa kali double up 🤭
Laksmi Harsa: peregangan otot dulu kak 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ciee... mama kiara, udah mulai khawatir 😍
Laksmi Harsa: mama Kiara udah mulai kecantol pesona papa Dante 😄
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
nggak bisa... aku udah nahan diri buat nabung bab, eh pas ada notif update dari mama kiara langsung gatel pingin baca 🤭
Shaqueena Wibowo: siap kawal Belmont family sampe punya anak cucu nih thor
total 2 replies
Dhisha
Nah kaaan... mama Kiara udah kepelet sama pesona papa dante🤣 Thor... bisa kali satu bab lagi 🤭
Dhisha: ditunggu bab selanjutnya thor💪
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
penasaran sih.. rahasia apa yang di simpan dante. please thor... lanjut 😍🤭
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa like, dan beri ulasannya. jadi makin semangat aku nulisnya 😍🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
my hero dante 😍
Laksmi Harsa: love papa Dante
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kairo ini minta di masukin selokan kyaknya
Laksmi Harsa: ayo kak... aku temenin 🤣
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kusebut kau si tampan dan perkasa dante 😍
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa beri ulasan 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
jujur... keren banget ceritanya, minim typo dan bahasanya mudah dimengerti. 👍
Laksmi Harsa: kak... terimakasih 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
cuma kiara yang tau rasanya dante 🤭
Laksmi Harsa: gurih pasti ya kak 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
dante mode sugar daddy 😍
Laksmi Harsa: mau yang kyak Dante ya kak? 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!