GEAR TEARS
Novel Bertema Mecha Militer
Di dunia yang telah hancur oleh kemunculan makhluk misterius bernama Cataclysm, umat manusia hanya mampu bertahan hidup di dalam kubah raksasa yang disebut Station. Untuk melindungi peradaban yang tersisa, organisasi militer The Hawk membentuk pasukan elit Grey Wings, para pilot yang mengendalikan robot tempur raksasa bernama Neo Gear.
Shin, seorang pilot muda Grey Wings Station 05, menjalani hidupnya seperti pilot lainnya hingga bertemu dengan seorang wanita misterius bernama Belial. Dengan tanduk biru, ekor panjang, dan kekuatan yang melampaui manusia biasa, Belial menyimpan rahasia yang dapat mengubah segalanya: ia adalah seorang hybrid manusia dan Cataclysm.
Di tengah meningkatnya serangan Cataclysm dan konspirasi yang tersembunyi di balik organisasi The Hawk, Shin dan Belial perlahan membangun ikatan yang seharusnya tidak pernah ada. Namun, ketika masa lalu yang telah lama dikubur mulai bangkit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KIRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 "Dibawah Air"
Chapter 20
Tim 05 melakukan kunjungan sekaligus operasi gabungan bersama Tim 02 di Station 02. Begitu mereka tiba, rasa kagum sulit disembunyikan. Dari balik kaca pelindung yang menjulang, terbentang pemandangan bawah laut yang luas, seakan seluruh samudra menjadi tirai biru bagi tempat itu. Bayangan ikan-ikan raksasa melintas perlahan, cahaya matahari menembus air membentuk garis-garis emas yang menari di dinding kaca. Station 02, yang berdiri kokoh di dasar laut.
“saya kapten tim 02... Seusuran.. mohon kerja samanya” ucap kapten Seusuran lalu berjabat tangan dengan Sua. “jadi.. kalian hidup dibawah laut?” tanya Lei dengan sopan. “yup itu benar... karena didalam laut... magma disini jauh lebih melimpah daripada didarat..” jawab Seusuran. “ngomong ngomong aku dengar berita kalian yang berhasil mengalahkan Cataclysm dengan Prime Gear.. kalian luar biasa” puji Seusuran. “hehe.. jadi sekarang kita terkenal nih” ucap Zhou dengan agak sombong. “hey! Itu kan berkat bantuan Belial dan Shin!” bantah Huah dengan blak blakan.
Belial dan Shin hanya terkekeh kecil, namun diam-diam Belial merapatkan tubuhnya, memeluk lengan Shin dengan mesra. Dari kejauhan, Lei hanya bisa menatap, rasa khawatir semakin menggerogoti hatinya. Saat ruangan akhirnya sepi, ia menghampiri Sua dengan raut serius. “Sua... ini soal Shin...” suaranya berat. Mata Sua langsung membesar, kaget, “ada apa?” tanyanya cepat. “Shin... akhir akhir ini sakit... dan aku yakin... ada kaitannya dengan Belial,” ucap Lei dengan nada tegas tapi penuh keraguan. “apa maksudmu?” Sua memicingkan mata, curiga sekaligus waspada. Lei akhirnya menjelaskan dengan singkat, tentang kondisi Shin yang selalu sakit sepulang misi, tentang tanduk kecil di dahinya, tentang kekhawatiran yang tak bisa ia pendam lagi. Sua terdiam, dan setelah mendengar semua itu, ia menoleh ke arah Shin. tatapannya perlahan dipenuhi bayangan cemas yang dalam.
Saat diruang brifing station 02 Sua terlihat sangat khawatir dengan Shin hingga tak fokus dalam strategi. Lawan mereka adalah Cataclysm bertipe Pisces dengan kelas Thrones. “tim 02 akan memancing Cataclysm itu kewilayah air dangkal, lalu kalian tim 05 akan mengeksekusinya diwilayah air dangkal, karena Cataclysm itu akan sulit bergerak di sektaran air dangkal” ucap Seusuran.
“tapi... apakah bisa Neo Gear kami beroprasi didalam air?” tanya Lei. “tenang saja.. kami sudah memberikan perangkat kedap air khusus untuk Gear kalian..” ucap Jin Hae. Ini pertama kalinya Tim 05 beroprasi dibawah air. Saat digarage Shin bersiap siap memasuki kokpit Raven. Sua dari kejauhan menatap Shin dengan cemas namun ia harus fokus pada misi.
Saat misi dimulai, sesuai rencana, Cataclysm itu dipancing menuju wilayah air dangkal. Anhinga melesat ke depan, menusukkan tombaknya ke tubuh Cataclysm berbentuk ikan itu, mencoba memaksanya mengikuti jalur. Namun makhluk itu meraung di dalam air, menolak patuh, lalu menyelam deras sebelum menghantam Anhinga dengan dorongan brutal. Getaran benturan menyebar hingga permukaan. Kormoran segera bergerak, melilitkan tali tombaknya pada ekor Cataclysm. Namun dengan sekali kibasan ekor yang sekuat baja, Kormoran terhempas ke samping, hampir kehilangan kendali. Pelikan berusaha mengambil alih, menusukkan senjatanya pada sirip atas, mencoba menarik kendali makhluk itu. Tetapi Cataclysm meronta liar, tubuhnya melengkung dengan tenaga yang tak masuk akal, menolak setiap upaya untuk ditundukkan.
Common Loon dan Coots melesat dari dua arah, mengulur tali tombak mereka hingga melilit rapat pada kedua sirip Cataclysm. Tali itu menegang, berderit keras seperti akan putus, sementara kedua Gear menarik sekuat tenaga. Awalnya makhluk itu meronta, tubuhnya bergetar liar, namun perlahan kekuatan tarikan bersama membuatnya goyah. Dengan raungan penuh amarah, Cataclysm itu akhirnya terseret, dipaksa masuk ke perairan dangkal. Gerakannya kini terbatas, sirip besarnya menghantam permukaan air tanpa daya. Tim 05 sudah menunggu. Pigeon menurunkan target, melepaskan torpedo dari lengannya. Ledakan menghantam tubuh Cataclysm, membuat air memercik tinggi dan memekakkan telinga. Cataclysm itu meraung murka, lalu melesat menyeruduk ke arah Pigeon dengan tenaga brutal. Namun tepat sebelum menghantam, Eagle muncul di antara keduanya. Dengan kekuatan masif, Eagle mendorong tubuh Cataclysm itu hingga terhempas ke samping, menciptakan gelombang besar yang mengguncang permukaan laut. Saat makhluk itu mencoba melarikan diri lagi, Phoenix melompat ke atas, mengayunkan tombaknya yang berubah menjadi tali, lalu melilitkan ekor Cataclysm. Dengan tarikan penuh tenaga, Phoenix berhasil menahan laju kabur makhluk itu, menyeretnya kembali ke tengah jalur pertempuran.
Stork melesat bagaikan kilatan baja. Dengan hentakan penuh tenaga, ia menancapkan tombaknya tepat ke kepala Cataclysm. Suara logam beradu dengan tulang terdengar keras, lalu kepala makhluk itu terhempas ke bawah, tertancap kuat hingga menembus dasar laut. Air bergejolak hebat, pusaran tercipta di sekitar tubuh raksasa itu yang kini terperangkap, menggelepar tak berdaya.
Raven tidak menunggu sedetik pun. Gear itu menukik dari ketinggian, dengan cakarnya. Dalam satu gerakan cepat, Raven menusuk dada Cataclysm, menembus lapisan keras seperti baja hingga akhirnya mencapai Core. Cahaya asing berkilat dari dalam tubuh monster itu, lalu dalam sekejap hancur meledak, melepaskan gelembung besar yang naik ke permukaan laut. Tubuh Cataclysm itu terdiam, runtuh tanpa daya, lalu perlahan tenggelam ke kedalaman. Kesunyian menyelimuti setelah raungan mengerikan itu berakhir. “Target... tereksekusi.” suara tenang dari kokpit Raven memecah keheningan. Tim 02 dan 05 saling menghela napas lega. Misi berakhir sukses, namun ketegangan masih menggantung di dada mereka.
Setelah misi berakhir dan tim 02 serta tim 05 saling bersalaman dengan tawa kecil yang menutupi lelah, Belial berdiri menyendiri di tepi dermaga, angin laut menggoyangkan rambut panjangnya . Layya anggota pembimbing tim 02 mendekat dan berucap lirih, “aku tidak menyangka orang semematikan dirimu bisa jadi selembut itu hanya karena satu pria.” Belial menatap laut dengan dingin lalu menjawab singkat namun jujur, “dia… menerima aku apa adanya,” dan Layya yang semula tajam akhirnya hanya mengangguk paham, sementara cahaya lampu Station memantul di permukaan laut, memperlihatkan Belial yang tetap asing dari keramaian namun perlahan dipeluk kehangatan yang ia sendiri baru mulai mengerti.