NovelToon NovelToon
Tertolak Rindu

Tertolak Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Perhatian Kian Sakala selalu tercuri pada teman perempuan SMAnya, Wanda Safia yang selalu diperlakukan seperti babu oleh Aditama Hasta.

Wajah lelah dan tertekannya selalu mengusik hati manusiawinya Kian. Tapi sepertinya pertolongannya terhadalp Wanda malah selalu berbuah pahit untuk temannya itu

Semoga suka, ya♡♡♡
Spin off Pesona Cassanova. Tapi bisa dibaca terpisah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketakutan Panji Hasta

"Apa? Wanda sekarang di tempat orang tua Kian?" Mirelin sangat kaget begitu tau tentang ini. Dia datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari suaminya kalo putranya sedang berada di rumah sakit.

Karena mengalami benturan yang cukup keras pada kepalanya, Panji meminta Aditama melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Terutama di bagian kepalanya.

"Tenanglah. Nanti aku akan bicara pada Dewa." Mereka sekarang sedang berada di luar ruangan MRI. Panji berusaha menenangkan istrinya yang panik luar biasa.

"Ngga mungkin aku bisa tenang. Bagaimana kalo rahasiamu terbong---."

"Mereka sudah tau." Panji memotong ucapan penuh kemarahan istrinya.

"AP---." Mirelin menutup mulutnya dengan mata terbelalak. Tubuhnya langsung lemas. Sekarang dia duduk dan menyandarkan punggungnya di kursi tunggu yang tersedia di sana. Wajahnya langsung pucat pasi. Bayangan akan dipermalukan teman teman sosialitanya membuatnya merasa sangat tertekan.

"Dewa berjanji akan merahasiakannya asalkan kita melepas Wanda," ucap Panji Hasta sambil duduk di sampingnya. Wajahnya tampak frustasi.

Mirelin menatap suaminya yang kini mencondongkan tubuhnya agak ke depan dengan menopang kedua ujung sikunya pada masing masing lututnya.

"Kamu setuju?" sergahnya tak percaya Ini rahasia besar mereka. Selama bertahun tahun baik baik saja mereka menyimpannya. Hanya keluarga inti yang tau. Selain itu dia juga ngga rela Wanda mendapatkan kehidupan yang layak.

Maunya Mirelin, Wanda hidup susah dan menderita. Syukur syukur Wanda menyusul mamanya karena sudah ngga tahan lagi dengan hidupnya.

"Terpaksa." Panji menggusar rambutnya.

Mirelin meradang.

"Kenapa anaknya Dewa tertarik sekali dengan anak tak jelas itu. Apa yang dia lihat darinya?!" Dalam kalutnya Mirelin jadi sangat emosi, walaupun dia masih bisa mengontrol volume suaranya hingga tidak sampai berteriak.

Mirelin memijat kepalanya dengan kuat. Dia benar benar tidak habis pikir dengan selera anak Dewa.

"Masih banyak yang cantik cantik dari kalangan kita. Kenapa anaknya Dewa malah punya selera rendah," umpatnya tiada henti.

Tidak ada istimewanya dari anak h@ram suaminya!

Panji menggusar rambutnya frustasi mendengar umpatan istrinya tentang putri yang tidak ingin diakuinya.

"Aku ngga mau Aditama sampai tau siapa Wanda." Mirelin meracau lagi dalam takut dan marahnya. Dia cemas dan khawatir dengan citra baiknya.

"Diamlah, Mirelin. Sikapmu bisa membuat Tama curiga." Panji memberikan peringatan sambil melihat ke arah pintu yang masih tertutup.

"Semua gara gara kamu," kecam Mirelin dengan suara bergetar. Dia benar benar marah dan benci dengan suaminya. Kalo saja mereka tidak sedang berada di rumah sakit, dia pasti akan mencakar wajah suaminya.

*

*

*

Seseorang mengetuk pintu kamar tempat Wanda dirawat. Kian meletakkan mangkok yang berisi nasi supnya ke atas meja.

"Sebentar, aku lihat dulu."

Wanda menganggukkan kepalanya dan menatap punggung Kian yang menjauh. Ada rasa tenang dan aman yang menyerap di dalam hatinya. Ketakutan yang selalu menderanya seketika lenyap.

Dia beruntung Kian sangat peduli padanya.

Ngga lama kemudian Kian masuk sambil membawa sebuah koper ukuran sedang.

"Nenekmu yang bawa. Katanya isinya seragam dan buku buku pelajaran kamu."

DEG

Neneknya merestuinya tinggal bersama Kian? Wanda sulit mempercayainya.

"Dia tidak bisa menemuimu, katanya ngga mau kamu melihatnya menangis dan membuatmu sedih."

Wanda membeku mendengarnya. Tidak mau membuatnya sedih, ulangnya getir dalam hati. Padahal selama ini neneknya-satu satunya keluarganya, tidak pernah menghibur apalagi membelanya ketika dia dimarahi Aditama dan Nyonya Mirelin, neneknya membiarkannya.

"Mami dan daddy menawarkan nenek ikut kamu aja. Tapi nenekmu menolak, karena dia sudah berhutang budi terlalu banyak pada keluarga si lemah itu," jelas Kian lagi.

Wanda hanya ber-ooo. Dia pun tak yakin neneknya akan mau bersamanya. Neneknya terlalu setia dengan keluarga Adiitama.

Tapi yang cukup menyentuh hatinya, neneknya kepikiran mengantarkan seragam dan buku bukunya. Harusnya neneknya biarkan aja, kan?

"Makan lagi, dihabisin, ya. Ini masakan buatan mami."

Sudah lama tidak ada yang perhatian dengannya. Di rumah Aditama, dia membuat bekalnya sendiri. Memang dia bebas menggunakan stok yang ada di dapur, neneknya juga tidak pernah menegur ketika subuh subuh dia sudah berada di dapur. Tapi Wanda tentu saja tau diri, menggunakan secukupnya saja. Dia juga tidak berani menyentuh bahan makanan yang mahal mahal.

Wanda tidak sungkan lagi membuka mulutnya dengan matanya yang tiba tiba memanas.

*

*

*

Panji tidak menunggu hasil pemeriksaan Aditama, dia langsung membuat janji untuk bertemu dengan Dewa di perusahannnya siang ini.

"Anak anak kita selalu ngga sepahaman, ya." Panji membuka percakapan dengan santai.

Dewa tersenyum.

"Ya, namanya masih SMA. Masih mencari jati diri."

Panji mengangguk, menyetujui kata kata Dewa.

"Keadaan Wanda bagaimana?" tanya Panji mencoba mengumpulkan kekuatannya Dia merasa terintimidasi dengan tatapan dan sikap tenang Dewa.

"Sudah membaik."

Hening, hanya terdengar helaan nafas berat Panji.

"Dewa, masalah Wanda masalah keluarga kami. Aku minta kamu jangan ikut campur."

Dewa tersenyum miring.

"Aku tidak bisa membiarkan anak yang diinginkan anakku hidup menderita."

Hampir saja Panhi mendengus.

"Kian menginginkan Wanda sebagai apa? Bukannya sama seperti Aditama, jadi asistennya," tuduh Panji.

Senyum miring Dewa melebar.

"Begitu menurutmu?"

Panji menatap Dewa tajam.

"Yang jelas putraku akan memberikan rasa aman buat Wanda."

Panji terdiam, terbayang Kian yang melindungi Wanda dari tendangan putranya Aditama.

"Tapi kamu ngga bisa mengambil Wanda begitu saja. Walinya masih bekerja di rumahku," tegas Panji.

"Juga papanya," sambar Dewa dingin. Sebenarnya Dewa sudah muak melihat Panji yang lebih merelakan putrinya disiksa anaknya. Mungkin juga istrinya.

"Itu urusanku. Kamu orang luar."

Dewa mengangguk. Dia mengutak atik layar ipadnya dan memperlihatkannya pada Panji.

"Aku berhasil mendapatkan rekaman cctv perlakuan kasar Aditama pada Wanda. Ini kasus pembuliyan. Bisa masuk ranah hukum."

Panji tertegun. Ada rasa sakit yang menusuk hatinya ketika melihat tatap sedih Wanda.

"Kalo Aditama tau yang diperlakukannya dengan kasar itu adiknya, menurutmu dia akan menyesal atau tidak?"

Panji tertegun. Dia tidak tau jawabannya. Yang dia takutkan Aditama akan membencinya karena sudah mengkhianati mamanya.

"Kalo kamu memaksa membawa Wanda pulang, silahkan. Tapi aku ngga menjamin rahasia Wanda sebagai putrimu terbongkar."

Panji tersenyum kecut. Dia tau, ancaman Dewa sangat serius.

"Apa jaminannya kalo rahasia Wanda aman jika bersama keluargamu."

"Ngga ada jaminan."

Panji mendelikkan matanya mendengar jawaban santa Dewa.

Dewa masih mengekalkan senyum miringnya.

"Tapi yang bisa aku pastikan, Wanda akan mendapatkan kebahagiaan yang harusnya dia dapatkan darimu."

Panji menundukkan kepalanya. Dia memang papa yang pengecut untuk Wanda.

1
Pujierde
aiiish gak malu gitu hidup jadi benalu gak punya harga diri donk gw klo jadi wanda ogah punya suami jadi benalu pada orang tuanya wlo hartanya berjibun
Pujierde
sepertinya perkiraan kamu salah deh soalnya para sepupu yang tengil" itu sudah memicu amarah aditama
Pujierde
ya ampun ngebet banget mw nikah siiiiih kamu masih muda kiaaaaan belum waktunya nikah kamu mw ngasih apa sama istrimu masa jadi benalu orang tua siiiih malu tau sama daddy kamu yg kerja dan mapan dulu baru menikah
Rahmawati
penasaran nanti gimana sikap tama kl tahu Wanda saudaranya
Bunda Keisha
Nasibnya Wanda hampir sama dengan Emely, cuma Emily disayang Papa dan saudara tirinya.. ❤
Pujierde: betul banget bun bedanya saudara tirinya yang sudah jadi istri aaron (klo gak salah) sudah tau dari mereka masih kecil dan papanya emily gak selingkah tapi di jebak sama rekan bisnisnya
total 3 replies
Khey Rachmat
jgn sampe menyesal km panji trs2 belain si anak cengeng... mending jujur aja sihhh
🟡MENTARY
om Erza mempet bu guru
anggita
iklan☝☝like👍
Rahmawati
ternyata daadyy dewa gk sembarangan ngasih ijin nikah, di gembleng dulu biar siap jd kepala keluarga
NurKasih
Jodoh mahesa apakah dlm circle kian cs😄
NurKasih
Moga aja nanti bila tama tahu wanda adik nya tidak membenci wanda lagi dan akan merasa menyesal kerna perlakuan nya yg terlalu jahat, udahlah panji jika isteri mu masih x memaafkan kisah lalu mu tinggalkan saja, lagian sekarang isteri mu selingkuh atas dasar ingin balas dendam..cari la wanita yg bisa menerima masa lalu mu.. Moga tama punya hati baik seperti mu bkn seperti ibunya yg pendendam
falea sezi
nenek nya goblok🤣 si tua bego😒
🟡MENTARY
Keren
🟡MENTARY
Untung Ada Keyra
Susma Wati
pelan -pelan rahasia tentang wanda terbongkar dan aditama mengetahuinya, akan sehancur apakah aditama mengetahuinya rahasia tentang wanda, dan rahasia tentang papa dan mamanya yang ternyata saling selingkuh, tapi kalau mamanya wanda beda ya dia korban dari panji yang memaksa nya memuaskan hasrat bejat nya, kalau merelin mah memang sengaja niat selingkuh, alasan nya mau balas panji, tapi dengan kelakuan merelin apakah aditama akan memaklumi kelakuan ibunya!
Rahmawati
daripada terus ditutupi mending kasih tu aja sih, sudah resikomu panji dibenci sama anakmu sendiri
Lusi Hariyani
semoga aditama th klo wanda adik y
Pujierde
aditama itu dan dia bakalan cari tau siapa wanda semoga aditama tidak semakin membenci wanda ketika mengetahui kebenarannya
Pujierde
kenakan lo klo kamu menghormati nenek sebagai tangan kanan kakek dan nenek kamu tama setidaknya kamu menganggap wanda teman kamu
Pujierde
mantaaaaap 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!