Jiang Hao hanyalah pemuda yang lugu dan polos , jujur dan sedikit konyol , kehidupan sehari harinya seperti kebanyakan pemuda pada umumnya.
Memiliki cita cita keluarga yang bahagia dan keinginan untuk menjadi kaya .
Tapi kehidupan yang di idam idamkan di dalam pikirannya, tidak ada sama sekali.
Tatkala adik kandung yang baru pulang dari dinas militer masuk ke kehidupannya.
Merebut tunangan yang di mana dalam satu minggu akan ia nikahi, serta sikap dan sifat keluarganya yang berubah dengan memutuskan semua hubungan darah termasuk tunangan dan keluarganya.
Juga ia mendapat fitnah keji , sehingga tubuh dan jiwanya hampir mati, namun itu menjadi berkah tersembunyi, darah dan bakat bela dirinya keluar setelah 20 tahun tersegel.
Saat itu juga dunia bela diri kuno terguncang dan nama Jiang Hao menjadi legenda yang di takuti lawan serta kawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20 masalah di menara Qingdao
Jiang Hao melirik dengan mata merahnya , ia melihat bahwa itu adalah tiga pemuda berjubah sutra dan tampak sangat congkak dalam pandangannya.
" aku tidak tahu siapa pangeran kedua , tapi melihat dari posisi berjalan, yang depan sepertinya pangeran kedua " gumam Jiang Hao dalam hati .
Ia tidak bergerak atau beranjak dari tempat duduknya , ia tetap duduk dan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh mereka semua.
" adik ketiga , adik kelima, kenapa kalian pergi dari pengawasan kakak pertama, jika kalian berdua terkena masalah, semua kakak laki laki akan dihukum oleh ayahanda " kata pria berjubah sutra emas meraih lengan kedua adiknya yang tampak begitu kesal.
" kakak kedua, kami berdua tidak kemana-mana, tetap di kota Jiangqi ini, kami bosan kalau terus tinggal di istana , ingin menghirup udara segar !" Kata salah satu gadis bergaun biru safir merutuk.
" tetap saja , kedua adik harus kembali, kakak pertama menunggu..!!"
" kalian berdua bantu aku membawa kedua adik perempuanku !" Perintah pangeran kedua kepada dua pemuda yang menjadi pengikutnya.
Kedua pemuda yang diperintah itu sangat antusias, keduanya begitu senang, dan segera menjalankan perintah.
Sret..
" kedua tuan muda, apa kalian tidak malu menindas gadis kecil yang lemah ini " Jiang Hao menahan pergelangan tangan kedua pemuda yang sudah begitu semangat melaksanakan perintah.
" hei siapa kamu .. ikut campur urusan kami ..!" Hardik salah satu pemuda dengan kasar , lengannya yang dicekal oleh Jiang Hao dengan cepat dikibaskannya.
Jiang Hao tersenyum tipis, mata merahnya begitu tenang dan hanya berbicara satu kalimat.
" seharusnya kalian yang ikut campur urusan kami , kalian bertiga mengganggu kencan kami , padahal kami bertiga sudah sepakat untuk pergi ke aula bunga sakura " ucapnya tersenyum simpul.
Kedua gadis yang ada di tengah tengah ,tercengang, ekspresi keduanya begitu unik dan terlihat bersemu merah padam .
Semua orang yang ada di dalam aula utama menara Qingdao berkumpul untuk melihat keramaian .
Mereka yang mengenal ketiga pemuda langsung menatap kasihan kepada pria bertopeng hitam yang beraninya memprovokasi 3 pemuda yang memiliki pengaruh besar di seluruh Dinasti Qing.
" anak muda , kamu apakah tidak tahu siapa yang kau singgung !" Seru seorang pria tua berwajah tua , aura kekuatan kultivasinya berpendar berwarna emas hitam , dan ada energi Spiritual di sekelilingnya.
Semua orang menyingkir, memberikan jalan bagi pria tua yang sudah berusia 50 tahunan itu.
Jiang Hao hanya tersenyum di balik topeng hitamnya, yang terlihat hanya mata merah tenang tak terguncang.
Ia ingin tahu apakah pria tua itu berani mengambil tindakan terhadap dirinya atau tidak.
" nak , apakah kamu bisu .. atau ibumu yang berbuat dosa hingga anaknya tidak bisa berbicara.. !" Yang lain mengejek keras , disertai dengan tawa keras di seluruh ruangan.
Jiang Hao menoleh, tangannya terangkat sedikit ke atas dan tongkat penghancur langit di tangannya siap untuk bertarung.
" katakan sekali lagi , aku ingin mendengar yang kamu ucapkan tadi !" Aura kuno ganas mulai merembes keluar dari dalam tubuhnya, hembusan angin kencang secara tiba-tiba muncul dan menghempaskan beberapa orang di dekatnya.
" ya .. tuhan .. tingkat Legenda ... !"
Mata kedua gadis muda yang ada di dekatnya begitu melebar, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, yang mereka berdua ketahui bahwa tingkat legenda biasanya menyendiri dan tidak mempermasalahkan kehidupan duniawi yang fana .
Jiang Hao akan menggerakkan tongkat penghancur langitnya , ia berencana memberi pelajaran kepada para penghina ibunya yang entah di mana keberadaannya.
Wushhh....
" hentikan tuan muda .. ini di dalam menara Qingdao, setiap pertarungan tidak dibenarkan "
Suara misterius terdengar begitu jelas dan semua orang yang ada di dalam aula utama menara Qingdao mulai berjalan sendiri sendiri, tidak berani memprovokasi ketua menara Qingdao kota Jiangqi.
Jiang Hao menarik kembali aura kuno miliknya, ia juga tahu bahwa belum waktunya untuk memperlihatkan semua identitas miliknya.
" kamu , sungguh beruntung, tapi tidak mungkin kamu sepanjang waktu tinggal di dalam menara Qingdao, saat kamu keluar, kematian tanpa jasad akan menimpamu.. !" Kata pangeran kedua Qing Wei mengancam.
Jiang Hao hanya menggelengkan kepala pelan , " hehehe siapa takut..!"
Cih
Mata pangeran kedua Qing Wei tertuju ke arah kedua adik perempuannya yang masih diam tak beranjak dari tempat duduknya.
" adik ketiga, adik kelima , kalau kalian tidak mau ikut denganku , saat kembali , aku akan melapor kepada ayahanda kaisar bahwa kalian berdua membangkang tidak menaati perintah kakak pertama " Qing Wei masih dengan tegas memaksa kedua adiknya untuk kembali ke kediaman pangeran dan putri .
" tidak kakak kedua, kami ingin bebas , jangan paksa kalau kami juga memberi tahu ayah bahwa kakak kedua meminta kami berdua untuk menikah dengan dua orang idiot itu " kata Qing Liyi , putri ketiga yang memiliki temperamen mudah marah .
" oke .. oke .. aku akan ingat nanti , ayo kembali ... !"
Jiang Hao hanya tersenyum tipis , ia sedikit merenggangkan kedua telapak tangannya dan menoleh ke arah Zhou Gao yang tidak berani bergerak sedikitpun.
" ayo kita cari tiga pemimpin gunung, di tempat ini sudah tidak tenang !" Kata Jiang Hao berdiri tanpa menoleh ke arah dua gadis muda yang tampak kelelahan itu.
" hei tuan muda tunggu.. !!"
Keduanya berdiri dan menyusul langkah Jiang Hao yang sudah ada di dekat pintu .
Jiang Hao berhenti, tanpa menoleh ke belakang, bertanya " kedua tuan putri, ada apa , apakah masih ada urusan denganku. ?"
" tuan muda , anda pasti penduduk lokal pegunungan Jiangshan ini , bisakah tuan muda menjadi pemandu kami berdua untuk berkeliling pegunungan " kata Qing Liyi dengan mata penuh harapan.
" tidak ada waktu, aku sibuk .. cari saja sendiri pemandu yang hafal luar dalam pegunungan Jiangshan, aku baru datang dari barat, tidak tahu apa-apa tentang pegunungan Jiangshan " kata Jiang Hao menjelaskan, ia tidak mau repot dan mendapatkan masalah yang rumit , sehingga ia mengambil jalan akhir penolakan.
" baiklah kalau begitu, mohon maaf telah mengganggu tuan muda.. !!" Qing Caiya , putri kelima memberikan gestur meminta maaf dan menarik kakak perempuan ketiganya yang tampak tidak puas dengan ucapan dari pemuda bertopeng hitam itu.
Jiang Hao mengangguk , lalu berjalan keluar dari dalam menara, di luar sudah banyak orang berkumpul, menatap dirinya yang tampak seperti mangsa empuk yang siap di tangkap .
" kau ternyata berani keluar juga, sekarang waktunya kamu mati .. !"
Jiang Hao menatap tenang ke arah sekelompok pria yang bergerak menyerang dirinya .
Ia menarik tongkat penghancur langit yang ada di belakang punggungnya dan memukulkan ke arah ubin batu yang ada di bawahnya.
Bom ...!!
Retak .. !"
Hening ...
Beberapa orang yang sudah terlanjur menyerang terkena ledakan susulan dan sekitar 8 pemuda terjengkang ke belakang, ekspresi mereka penuh kesakitan dan beberapa luka di wajah serta tangan mengeluarkan darah segar .
Trang..
" sialan apa yang kamu lakukan pada kami .. !"
" kamu pemberontak kekaisaran.. !"
Jiang Hao tersenyum dingin , nada suaranya datar penuh tekanan " pemberontak, hehehe... kalau aku tidak disinggung, aku tidak akan melawan atau menimbulkan masalah, tapi kalian berencana membunuh diriku secara terang terangan , maka aku berhak melawan, bahkan kamu seorang pangeran Dinasti, putra dari Kaisar sendiri , tetap akan aku lawan... !"
Deg...