NovelToon NovelToon
Mahkota Darah Dan Mawar Es

Mahkota Darah Dan Mawar Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:719
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

​Di dunia fantasi Eldoria yang dikuasai oleh perserikatan klan penyihir, Aura Zephyra adalah perwujudan dari kepolosan masa muda. Sebagai putri sulung dari Klan Penyihir Angin yang agung, hidup remajanya dipenuhi dengan tulusnya cinta kepada tunangannya, Gavin Elrod. Namun, di hari pernikahan mereka yang seharusnya menjadi momen paling bahagia, cinta itu berubah menjadi mimpi buruk. Gavin mengkhianatinya, membantai seluruh klannya, dan menusuk dada Aura demi merebut Inti Sihir Angin untuk ambisi takhtanya. Di ambang kematian, dalam kobaran api kuil yang hancur, Aura mengutuk Gavin dengan air mata darah.

​Bukannya lenyap, jiwa Aura justru terlempar kembali ke masa lalu—dua tahun sebelum tragedi pembantaian itu terjadi. Terbangun di tubuh remajanya yang berusia tujuh belas tahun, Aura bukan lagi gadis naif yang bisa dibodohi. Keajaiban regresi waktu tidak hanya membawa ingatannya, tetapi juga membangkitkan atribut sihir terlarang yang telah punah ribuan tahun: Sihir Es Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruess yang Malang

​"Bagaimana mungkin ini terjadi?! Dua ribu pengawal elit kita dipimpin oleh Komandan Jarek ... bagaimana mungkin mereka bisa lenyap tanpa menyisakan satu pun pembawa pesan?!" Ruess berteriak gila, menjambak rambutnya sendiri yang mulai memutih.

"Gandum itu ... gandum itu senilai dengan seluruh modal operasional klan kita untuk tiga tahun ke depan! Jika aset kita disita oleh istana hari ini, kita tidak hanya bangkrut ... tapi juga akan berakhir di tiang gantungan!"

​"Ini semua karena aliansi terkutuk itu!" Seorang tetua klan berteriak dengan wajah frustrasi. "Klan Api Bara telah runtuh minggu lalu, dan sekarang giliran kita yang disembelih tanpa sempat menghunus pedang! Kita harus meminta bantuan Duke Gerald! Hanya Faksi Elrod yang bisa menekan Hakim Agung untuk membatalkan perintah sita ini!"

​Tanpa menunggu waktu lebih lama, Ruess Cassian bangkit dengan sisa-sisa kekuatannya, berlari keluar melalui pintu rahasia belakang kediamannya untuk menuju ke Menara Elrod, mengabaikan teriakan para pelayannya yang mulai panik melarikan diri dari kepungan prajurit istana.

​Satu jam kemudian, di dalam ruang pertemuan rahasia di bawah Menara Elrod, Ruess Cassian berlutut di depan meja kerja Duke Gerald Elrod. Tubuhnya gemetar hebat, air mata keputusasaan mengalir di pipinya yang tambun.

​"Duke Gerald! Anda harus menyelamatkan klan kami!" Ruess memohon dengan suara parau, mencoba meraih ujung jubah beludru milik Gerald. "Kami telah setia pada faksi Anda selama tiga puluh tahun! Gavin ... semua dana riset sihir untuk Gavin di akademi disokong oleh klan kami! Anda tidak bisa membiarkan kami dihancurkan oleh jalang Zephyra itu!"

​Duke Gerald Elrod tidak bergerak dari kursinya. Wajahnya yang dulunya penuh dengan keangkuhan seorang perdana menteri kini tampak seperti topeng batu yang mati, matanya yang cekung menatap Ruess dengan pandangan dingin yang kosong.

Di sudut ruangan, duduk Gavin Elrod di atas kursi roda kayu. Wajah pemuda yang dulunya disebut sebagai jenius angin itu kini tampak kurus kering, tatapan matanya dipenuhi oleh kegilaan dan dendam yang tak tersalurkan.

Pembuluh mana di sekujur tubuhnya yang telah hancur membuat kulitnya tampak pucat keabu-abuan, memancarkan aura kematian yang lemah.

​"Menyelamatkanmu, Ruess?" Gavin tiba-tiba membuka suara, suaranya melengking tinggi dan pecah, sarat akan kecemburuan dan kebencian yang mendalam.

"Bagaimana ayahku bisa menyelamatkan klanmu yang tidak berguna, sementara aku sendiri ... aku sendiri harus duduk di kursi roda ini karena jalang itu?! Kalian semua adalah sekumpulan sampah! Api Bara kalah dalam satu malam, dan sekarang kau pun membiarkan seluruh gandum kita direbut oleh mereka! Kalian telah menghancurkan masa depanku!"

​"Gavin, diamlah!" Duke Gerald memotong dengan nada rendah yang bergetar karena amarah yang tertahan. Beliau berdiri perlahan, menatap Ruess yang masih menangis di lantai.

​"Ruess ... perintah penyitaan dari istana telah ditandatangani langsung oleh Kaisar dengan cap stempel darah." Gerald berbicara, suaranya terdengar seperti vonis mati.

"Jika aku mengintervensi hari ini, Kaisar akan mengira Faksi Elrod sedang merencanakan kudeta militer menggunakan pasokan panganmu. Kau tau betul bagaimana temperamen penguasa kita. Aku tidak bisa mengorbankan seluruh fondasi klan Elrod demi menyelamatkan seekor anjing yang sudah patah kakinya."

Ruess Cassian membelalakkan matanya, rasa percaya dirinya runtuh seketika.

"A-Apa ... apa maksud Anda? Anda ... membuang kami?"

​"Klan Tanah Hitam sudah selesai, Ruess ...," Gerald membalikkan tubuhnya, memunggungi rekan lamanya tersebut. "Pergilah dan terima hukumanmu. Aku akan memastikan keluargamu yang berada di luar negeri menerima kompensasi finansial yang layak, asalkan kau tidak membuka mulutmu di depan tim audit mengenai aliran dana Faksi Elrod selama ini."

​Sebelum Ruess sempat memprotes atau berteriak, sesosok bayangan hitam mendadak muncul dari balik tirai ruangan. Sebuah belati tipis berlapis sihir pemutus suara dari Klan Bayangan melesat dengan kecepatan kilat, menembus tepat di bagian belakang leher Ruess Cassian dalam keheningan yang mutlak.

​SRETT!

​Ruess terbelalak, memegang lehernya yang menyemburkan darah hitam, sebelum akhirnya tubuh tambunnya ambruk ke lantai, mati dalam kondisi dikhianati oleh sekutu yang paling dipercayainya.

​Pria bertopeng dari Klan Bayangan yang melakukan eksekusi itu berlutut di depan Duke Gerald.

"Patriark, pilar pangan telah sepenuhnya runtuh. Aura Zephyra dan Kaelen Vane saat ini telah menguasai lebih dari enam puluh persen jaringan industri dan logistik di ibu kota. Jika kita membiarkan ini berlanjut, target berikutnya dari mereka ... adalah klan kami sendiri."

​Duke Gerald menatap mayat Ruess yang perlahan mendingin di atas lantai marmer ruangan bawah tanahnya. Matanya berkilat dengan kegilaan politik yang ekstrem.

"Klan Bayangan adalah jaringan pembunuh dan intelijen. Mereka tidak bisa menyabotase ekonomimu seperti yang mereka lakukan pada Api Bara dan Tanah Hitam karena kalian tidak memiliki aset fisik terbuka. Namun, jalang itu pasti akan menggunakan kekuatan militer murni untuk memburu markas kalian."

​Gerald berjalan mendekati kursi roda Gavin, meletakkan tangan tuanya di atas bahu kurus putranya.

"Gavin ... balas dendam kita tidak bisa lagi dilakukan melalui jalur hukum kekaisaran. Struktur hukum ini telah dikendalikan oleh mereka. Kita harus menggunakan metode yang paling ekstrem."

​Gerald memandang kembali ke arah pembunuh Klan Bayangan. "Aktifkan seluruh jaringan pembunuh tingkat tinggi kalian di ibu kota. Cari tahu ke mana arah pergerakan jalang itu berikutnya. Jika kita tidak bisa mengalahkannya di dalam kota yang dijaga oleh hukum, kita akan memancingnya keluar, ke tempat di mana Ksatria Hitam dan Ksatria Emas tidak bisa mencapainya."

​Gavin Elrod mencengkeram sandaran tangan kursi rodanya hingga kukunya patah dan mengeluarkan darah segar, senyuman mengerikan dan gila terukir di wajahnya yang cacat.

"Aura ... aku akan melihatmu merangkak dan memohon ampun padaku di bawah kegelapan. Aku bersumpah ... aku akan mencabik-cabik dagingmu dengan tanganku sendiri!"

...****************...

​Di Paviliun Barat Kediaman Zephyra, Aura sedang berdiri di depan cermin besar, merapikan jubah tidurnya setelah mandi air hangat malam itu.

Pintu kamar perlahan terbuka, dan Kaelen masuk membawa kabar terbaru dari jaringan intelijen Utara miliknya. Wajah tampannya tampak serius, namun matanya memancarkan ketenangan yang konstan saat menatap sosok cantik istrinya.

​"Ruess telah dieksekusi secara rahasia di dalam Menara Elrod oleh Klan Bayangan, Aura."

Kaelen berjalan mendekat, mengambil sisir perak dari meja rias dan perlahan membantu menyisir rambut panjang Aura yang basah dengan gerakan yang sangat lembut dan protektif.

"Gerald Elrod memilih untuk membunuh sekutunya sendiri demi memutus rantai bukti yang bisa mengarah pada faksi utamanya."

​Aura tidak terkejut sedikit pun. Tindakan Gerald sangat persis dengan apa yang diingatnya dari kehidupan pertama—seorang politikus kejam yang akan memotong tangannya sendiri jika tangan itu terkena racun.

"Itu adalah langkah yang sudah kuprediksi, Kaelen. Dengan matinya Ruess, Klan Tanah Hitam kini sepenuhnya berada di bawah kendali kurator kekaisaran yang telah kita suap. Pilar kedua Gavin telah hancur."

​Aura berbalik, menatap mata merah delima Kaelen yang berada dalam jarak sangat dekat dengannya. Aroma maskulin yang khas bercampur dengan energi sihir darah Kaelen yang pekat langsung menyelimuti indra penciumannya, memberikan rasa aman yang mendalam yang tidak pernah ia rasakan di kehidupan lalunya.

​"Sekarang, sisa pilar terakhir mereka adalah Klan Bayangan ...," Aura berbisik, jemari tangannya yang halus menyentuh dada Kaelen yang hangat. "Mereka adalah jaringan pembunuh yang licik. Gerald pasti akan menggunakan mereka untuk melakukan serangan balik yang gila karena dia tahu dia sudah tidak memiliki kekuatan politik lagi di dalam istana."

​Kaelen tersenyum tipis—sebuah senyuman yang penuh dengan dominasi dan rasa percaya diri mutlak seorang Pangeran Utara. Ia menangkap tangan Aura, mengecup telapak tangan halus itu dengan kelembutan yang dalam hingga ke bahu. Membuat tengkuk Aura otomatis meremang.

Menyadari hal itu, Kaelen menarik tubuh ramping sang istri ke dalam pelukannya yang posesif.

"Biarkan mereka datang, ratu kecilku. Jika tikus-tikus kegelapan itu berani menunjukkan kepala mereka, aku sendiri yang akan memastikan markas mereka berubah menjadi kuburan massal di bawah salju musim gugur ini."

​Di dalam dekapan hangat suaminya, Aura Zephyra memejamkan mata dengan keyakinan yang mengeras. Langkah balas dendamnya di Ibu Kota kini telah mencapai titik puncak, dan tidak lama lagi, faksi Elrod yang sombong itu akan dipaksa menghadapi kehancuran total yang sesungguhnya di bawah badai es yang digerakkannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!