NovelToon NovelToon
Istri Bisu Sang Duke

Istri Bisu Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: farchahcha

“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

12 tahun yang lalu…

Elowen kecil pernah bertemu dengan seorang anak laki-laki. Dia tidak tahu siapa namanya, dia juga tidak tahu dimana tempat tinggalnya.

Hanya satu yang Elowen ingat, bahwa anak laki-laki itu adalah orang pertama yang mau bermain dengannya. Dan, Elowen selalu memanggilnya dengan panggilan ‘Kakak’.

Usia Elowen masih delapan tahun dan dia masih bisa bicara.

Saat itu pertengahan musim panas di Arvendale. Bastian kembali membuat kegaduhan karena memukul temannya saat bermain bola di asrama bangsawan.

Ayahnya, Tuan Whitmore harus pergi menyelesaikannya di pengadilan bersama Adrian. Cleona dan Dylan sedang belajar kelas etiket dengan para governess pribadi mereka.

Pengasuh Elowen sudah diberhentikan karena Tuan Whitmore harus berhemat. Karena bayaran pengasuh Elowen digunakan untuk membayar ganti rugi kesalahan Bastian.

Padahal satu-satunya teman Elowen adalah pengasuhnya, Nyonya Hester.

Tapi apa yang bisa Elowen kecil lakukan saat itu selain menangis sedih ketika Nyonya Hester diberhentikan.

Tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu sejak lahir. Dan, sekarang orang paling dekat dengannya harus dipaksa pergi juga. Membuat Elowen sering menyendiri di taman bunga dekat dengan danau. Tak jauh dari kediaman Whitmore.

Gadis kecil itu merenung sambil membawa satu buku dongeng yang diberikan Nyonya Hester padanya. Elowen tidak bisa membaca, dia hanya suka melihat gambar-gambar yang ada di buku dongeng itu.

Nyonya Hester selalu membacakan untuknya. Sekarang, dia hanya bisa melihatnya buku itu sendiri sambil mengingat setiap ucapan Nyonya Hester saat membacakannya.

“Apa yang sedang kau baca?”

Sebuah suara mengejutkan Elowen dari belakang. Elowen berbalik, mendongak melihat siapa yang datang.

Seorang anak laki-laki yang lebih tua dari Elowen berdiri. Kepalanya miring mencoba melihat buku yang dipegang oleh Elowen.

“Putri yang Berani,” ujar anak lelaki itu mengeja judul buku yang dibawa Elowen.

“Apa katamu?” tanya Elowen tidak mengerti.

Senyum merekah di wajah anak lelaki itu. Dia menunjuk ke arah buku. “Aku juga punya buku ini di perpustakaan,” komentarnya.

Elowen melihat ke arah bukunya sendiri. Terdiam sejenak, lalu mengangkat bukunya. “Kamu bisa membaca?” tanya Elowen malu-malu.

Anak lelaki itu mengangguk. “Tentu saja.”

“Bisakah kamu membacakannya untukku?” ujar Elowen kecil sambil menyodorkan buku dongengnya.

Anak lelaki itu menerima buku dongeng Elowen. “Tentu saja.”

Mereka berdua duduk bersama di tepi danau sambil membaca buku. Anak lelaki itu benar-benar membacakan cerita untuk Elowen.

Hari sudah semakin sore dan waktu mereka untuk pulang. Anak lelaki itu berdiri setelah mengembalikan buku dongeng milik Elowen.

“Aku akan membawakanmu buku cerita milikku besok.” Cetus anak lelaki itu pada Elowen kecil.

Mata Elowen berbinar. “Benarkah?”

“Ya, aku akan membacakannya untukmu di sini.”

“Terima kasih, Kakak baik sekali.”

Sejak saat itu Elowen kecil selalu datang ke tepi danau sepanjang musim panas. Tentu saja untuk bertemu dengan kakak laki-laki yang membawakannya buku cerita.

Anak lelaki yang dipanggil Elowen ‘kakak’ itu adalah Lucien kecil yang sedang berkunjung bersama keluarganya ke rumah sepupu mereka di Arvendale.

Untuk anak-anak, menanyakan nama dan rumah tinggal itu tidak penting. Karena mereka sudah memiliki panggilan untuk satu sama lain.

Lucien memanggil Elowen dengan Elly. Bukan karena itu bagian dari namanya.

“Mulai sekarang aku akan memanggilmu, Elly.” Cetus Lucien.

“Kenapa kakak memanggilku Elly?”

“Kamu mengingatkanku dengan tokoh buku dongeng favoritku di rumah.”

“Buku dongeng?” Elowen kecil mengedipkan matanya, penasaran.

Lucien mengangguk. “Ya, judulnya The House of Elly. Aku ingin membawanya. Tapi ibuku bilang itu tidak boleh karena kereta kami tidak akan membawa lebih dari sepuluh buku.”

“Sepuluh buku? Itu banyak sekali.” Elowen terkesan sekaligus cemburu. Dia hanya memiliki satu buku yang diberikan Nyonya Hester padanya.

“Aku punya lebih banyak di rumah. Kamu akan menyukainya,” sahut Lucien.

 “Aku suka buku, tapi aku tidak bisa membaca.”

Elowen kecil tidak bohong. Semua governess hanya sibuk mengajari Cleona dan Dylan dan menyisihkan Elowen. Mereka tahu kalau mengajari Elowen tidak ada gunanya karena Elowen adalah putri yang dibenci.

Melihat Elowen yang sedih, Lucien langsung menghiburnya dengan menepuk dadanya sendiri. “Apa kau mau aku ajari membaca, Tuan Putri?” katanya dengan nada kerajaan. Mereka baru saja menyelesaikan buku dongeng kerajaan.

Tentu saja Elowen mengangguk dengan semangat. “Aku mau, sangat mau. Terima kasih Kakak.”

***

Musim panas Arvendale tahun itu sangat menyenangkan bagi Elowen. Karena setiap hari dia akan bertemu dengan Lucien.

Lucien mengajarinya membaca, untuk anak yang baru berusia 13 tahun. Lucien memiliki kemampuan mengajari yang sangat baik. Dia adalah guru pertama Elowen.

Elowen diajarkannya mengenal huruf, mengeja, hingga gadis itu bisa membaca satu kalimat penuh.

“Kamu pintar sekali, Elly. Aku sangat bangga denganmu.” Puji Lucien sambil menepuk kepala Elowen kecil.

“Aku akan belajar terus biar bisa membaca satu buku seperti kakak.”

“Kamu pasti akan melakukannya. Apa kau juga mau belajar menulis?”

Elowen mengangkat wajahnya. Belajar menulis? Tentu saja dia mau. Selama ini tidak ada yang mengajarinya. Dia mengangguk antusias. “Ya, tolong ajari aku menulis, Kak.”

Begitulah Elowen menemukan governess pribadinya sendiri. Seorang teman, kakak, dan guru. Lucien benar-benar menjelma seperti malaikat musim panas bagi Elowen kecil.

***

“Elly!” seru Lucien dari kejauhan.

Anak lelaki itu membawa banyak sekali kertas dan juga pensil di tangannya. Alat-alat yang dia pinjam dari rumah sepupunya.

“Kakak,” balas Elowen sembari melambai.

Lucien sedikit mempercepat langkah.

“Aku membawa alat belajar menulis untukmu.”

“Wah, banyak sekali…” Elowen berseru riang.

Keduanya mulai belajar menulis di tepi danau. Lebih tepatnya Lucien yang mengajari Elowen menulis.

“Lihat Elly, aku akan menulis huruf E ku begini.” Lucien tersenyum sambil memperlihatkan bagaimana dia menggambar garis tengah pada huruf E sedikit melengkung. “Aneh, kan?”

Elowen kecil mengangguk antusias.

“Kalau semua orang menulis huruf E seperti di buku pelajaran itu akan membosankan. Jadi tulislah seperti ini.”

“Kenapa begitu?”

“Biar aku tahu itu tulisanmu.”

Sejak itu Elowen selalu menulis huruf E seperti yang diajarkan Lucien padanya. Selain itu Lucien mengajarkan satu kalimat untuk Elowen tulis.

Words become courage.

“Kalau kamu sedang sedih tulislah kalimat ini di bukumu,” ujar Lucien. “Keberanian lahir dari sebuah tulisan. Jadilah berani Elly.”

Elowen menatap Lucien sejenak kemudian mengangguk dengan senyum manisnya.

Itu adalah kenangan masa kecil Elowen yang hampir dia lupakan. Tidak, Elowen tidak pernah lupa tentang itu. Dia hanya melupakan wajah kakak laki-laki itu. Tidak dengan semua kenangannya.

Karena malam berikutnya dia tidak pernah muncul lagi di tepi danau menemui Elowen kecil yang selalu menunggu.

Musim panas sudah hampir selesai. Begitu juga Elowen dengan kakak laki-laki itu yang berakhir.

Elowen tidak tahu yang terjadi padanya. Karena mereka bahkan tidak sempat berpamitan.

Malam itu Elowen pulang sedikit terlambat karena menunggu Lucien yang tak kunjung datang. Tapi, saat di rumah tidak ada satupun yang peduli padanya. Kehidupan sebagai putri yang tersisih dan kesepian dimulai lagi.

Setiap hari Elowen selalu datang ke tepi danau. Berharap bertemu lagi dengan Lucien.

Dia tidak tahu nama Lucien, tapi apa yang diajarkan Lucien padanya sangat berguna untuknya saat dewasa. Setidaknya ketika dia tidak bisa berbicara.

Lucien adalah guru dan penolongnya untuk tetap melanjutkan hidup melalui tulisan sebagai kata-kata.

Lalu, siapa sangka seseorang yang sudah lama tidak terlihat itu tiba-tiba memanggilnya. Dengan sosok yang sangat berbeda.

“Apa kamu benar-benar tidak mengingatku?” ujar Marquess Lucien padanya. “Aku sudah mencarimu kemana-mana, Elly.”

Mata Elowen bergetar mendengar nama kecilnya. Mungkinkah Marquess Lucien adalah kakak itu?

“Elly?”

Suara Cassian muncul dari arah pintu.

Elowen dan Lucien menoleh bersamaan ke arah pintu. Cassian berdiri di sana dengan mata tajam yang menggelap.

Astaga! Bagaimana ini? Batin Elowen.

***

1
Yeni Fitriani
penasaran 80 000 pound itu . maksudnya poundsterling kah...?
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?

auto lsg tanta mbh gogle
farchahcha: Iya best 80rb pound maksudnya poundsterling ya.
total 2 replies
this that PINK VENOM
.
jaka purnomo agung
Penulisan nya sangat rapi, tanda baca juga pas sehingga saya lebih mudah memahami cerita...
you're amazing writer
farchahcha: Thank you best, I really appreciate it. So, enjoy reading the story 🦋
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
Emi Sudiarni
benar2 nenek lampir putri lydia
Emi Sudiarni
apa lucien suka elowen
Emi Sudiarni
menarik diawal cerita
farchahcha: Enjoy reading best 🦋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!