NovelToon NovelToon
My Queen

My Queen

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Arisha Langsa

" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "

" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.

" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.

" karena kau hanyalah gadis manja" .

Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.

Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.

setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

" Ka-kak...ada apa datang?" tanya Meera gugup,ia terkejut dengan kehadiran seseorang di depan pintu kamar nya,Meera mengira sahabatnya lah yang datang dan langsung memasuki kamar nya, penampilan nya saat ini benar-benar berantakan dengan dress tidur super pendek milik nya.

Gadis cantik itu memang gemar mengoleksi dress tidur berbahan satin, pendek dan seksi,ia buru saja dari kamar mandi.

Rafael tak menjawab,ia masih berdiri di depan pintu, menatap Meera tanpa mengucapkan sepatah katapun, awalnya Meera tak berniat mendekat,namun saat melihat tangan kanan pria itu terbalut perban,secara refleks ia langsung mendekat dengan wajah khawatir.

" Kakak kenapa?" tanya Meera khawatir,tangan nya meraih cepat tangan Rafael, wajahnya mendongak menatap wajah dingin Rafael dengan mata berkaca-kaca.

" Apa yang terjadi sampai tangan kakak terluka?" tanya Meera lagi, ia masih menatap wajah Rafael yang menunduk menatap nya intens.

Cup....

Dengan satu gerakan cepat, Rafael justru menyatukan b**r mereka,bukan menjawab pertanyaan Meera,pria tampan itu justru membungkam Meera dengan bibir nya.

Hal tiba-tiba itu tentu membuat Meera terkejut dan bahkan shock,matanya terbelalak sedangkan tubuh nya menegang seketika,kedua tangannya berada di dada bidang Rafael,menekan keras dada itu berusaha mendorong nya.

Tak terlalu lama Rafael menyatukan b**r mereka,namun pria itu sempat melumatnya sebelum melepaskan nya.

Nafas Meera terengah-engah, wajahnya masih mendongak menatap tajam wajah tampan Rafael yang juga tengah menatap nya,sebelah tangan Rafael yang tadi berada di tengkuk nya bergerak mengusap lembut bibir basah Meera karena ulahnya.

" A-apa yang kakak lakukan? itu ciuman pertama ku" lirih Meera yang sudah menitikkan air matanya,ia segera menunduk.

Greep....

Masih tak mengucapkan sepatah katapun, Rafael menarik tubuh Meera dalam dekapan nya, menyembunyikan wajah Meera di dada bidang nya,tangan nya mengusap lembut puncak kepala Meera.

" Aku bersumpah... akulah pria yang akan mengambil segala yang pertama darimu,dan itu cuma aku" bisik Rafael tegas di telinga Meera,tak ada respon apapun dari wanita yang tengah berada dalam dekapan nya, karena Meera memang tidak mengerti apa maksud dari ucapan nya.

Tanpa mereka sadari, seseorang tengah membekap mulutnya dengan mata melotot sempurna melihat semua adegan di hadapan nya,ia serasa tengah menonton drama romantis secara live,ia ingin sekali tak mempercayai apa yang barusaja ia lihat,namun setelah ia mencubit dirinya sendiri dan merasakan sakit,ia baru percaya yang barusaja ia lihat itu nyata,bukan mimpi.

Dengan gerakan cepat dan tegas, Cecilia membalikkan badannya dan berjalan cepat menuju tangga,ia memutuskan untuk pergi secepatnya dari tempat itu.

" Hufff.....ya Tuhan,aku benar-benar tidak salah melihat kan? Ternyata orang se dingin itu,bisa se Badas itu" Cecilia menghembuskan nafasnya yang memburu,ia menggeleng hingga beberapa kali saat kilasan kejadian yang ia lihat kembali muncul di kepala nya.

Cecilia tak pernah menduga seorang Rafael bisa se Badas itu, bagaimana Rafael merengkuh pinggang ramping Meera, bagaimana tangan Rafael menahan tengkuk Meera dan seperti apa saat Rafael melumat b**r Meera, bahkan terlihat Meera yang tak mampu menghindar terlebih menolak.

" benar-benar hot" tambah nya lagi, Cecilia bergumam sendiri di ruang tamu kediaman Lennox,para art terlihat sibuk mengerjakan tugas mereka masing-masing,bik Munah tak terlihat, seperti nya wanita paruh baya itu sedang tak berada di rumah.

" Loh non Cecil, kenapa duduk di sini? Ga ke kamar nona Meera" bik Munah merasa heran dengan keberadaan Cecilia di ruang tamu kediaman majikan nya, biasanya saat datang Cecilia akan langsung berada di kamar Meera.

" Itu bik sedang ada pangeran Rafael di kamar Meera" Cecilia tak mungkin menutupi keberadaan calon raja itu,ia tau pasti bik Munah belum mengetahui kedatangan pangeran Rafael.

" Oh.. begitu ya,bibik baru dari berbelanja keperluan dapur,belum tau tentang kedatangan pangeran,sebentar ya bibik harus menemui pangeran" bik Munah merasa tidak enak tidak menyambut kedatangan pangeran Rafael.

" Eh..bik sebaiknya jangan dulu, mereka seperti nya sedang dalam mode serius, kemungkinan sedang ada masalah yang harus mereka selesaikan, takutnya kedatangan bibik atau orang lain akan mengganggu pembicaraan mereka,bisa kena masalah kita bik dengan pangeran " Cecilia berusaha mencegah bik Munah.

" ia juga ya,tapi apa tidak apa-apa kalau bibik tidak menyapanya? Takutnya itu akan menyinggung pangeran" bik Munah benar-benar merasa sangat khawatir.

Cecilia menggeleng" akan lebih menyinggung nya bik kalau kita datang mengganggu pembicaraan mereka yang mungkin sedang sangat serius" .

" ya sudah kalau begitu,bibik ke dapur saja ya, belanjaan bibik belum tertata semuanya,non Cecil tak apa kan sendiri di sini?" .

Dengan cepat Cecilia mengagguk tapi juga menggeleng" aman kok bik,bibik lanjutkan pekerjaan bibik aja,aku ga pa pa di sini,nanti setelah pangeran turun aku akan langsung ke kamar Meera" .

Bik Munah meninggalkan Cecilia, beliau melanjutkan kembali pekerjaan nya, sedangkan Cecilia memilih menyibukkan dirinya dengan bermain ponsel.

Berbeda dengan apa yang terjadi di lantai dua mansion tersebut,Meera masih diam,ia memilih membaringkan tubuhnya setelah tadi puas memukuli dada bidang Rafael,ia meluapkan rasa tak terima nya atas perlakuan tiba-tiba Rafael pada dirinya.

Rafael menatap punggung Meera yang terbungkus selimut,ia tau wanita itu tengah menahan tangisnya" Maaf..." akhirnya kata keramat itu keluar dari mulut Rafael,ia mengecup kepala Meera.

Tak ada jawaban apapun dari Meera,gadis cantik itu terlihat tak memberikan respon apapun,ia justru semakin mengeratkan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya,hanya menampakkan kepalanya saja.

" Aku pergi...Jangan terlalu dekat dengan orang yang baru kamu kenal,waspada itu penting" ucap Rafael yang memberikan peringatan kepada Meera.

" Aku bisa menjaga diriku" bantah Meera akhirnya.

" jangan membantah Meera" tegas Rafael.

" Kakak yang terlalu banyak mengatur hidup ku" balas Meera dengan suara yang terdengar lebih keras.

Bantahan dari Meera membuat wajah Rafael berubah,ia meremas kuat genggaman tangan nya,matanya menatap geram pada punggung Meera.

" MEERA" bentak Rafael dengan suara yang lebih tinggi,entah mengapa ia tak terima Meera membantahnya.

" APA KAK? KAKAK KELUAR DARI KAMAR KU" Meera bangkit dari tidurnya dan berteriak membalas bentakan Rafael padanya.

Pintu kamar yang terbuka membuat hampir seluruh penghuni rumah itu bisa mendengar perdebatan dua insan yang tengah saling berteriak tersebut.

Rafael menggeram,ia kembali melangkah mendekati ranjang, sedangkan Meera masih terduduk di atas ranjang seraya menatap nya penuh amarah.

" Kau ingin aku melakukan hal yang lebih dari tadi Hem? aku bahkan bisa memperk** a mu di sini, apakah kau siap Hem?" ucap Rafael terdengar begitu dingin.

Meera membeliakkan matanya mendengar ucapan frontal Rafael terhadap nya" dasar gila, aku benci kakak" jawab Meera yang memilih menarik selimut kembali menutupi seluruh tubuhnya bahkan sampai kepala.

" Kau bisa di kenai hukuman berani mengatakan gila untuk calon raja mu" ucap Rafael yang tak lagi terdengar marah.

" Terserah,aku ga peduli" jawab Meera cepat.

Rafael tak mengucapkan apapun lagi,ia memilih untuk meninggalkan kamar dan kediaman keluarga Lennox,ia masih harus melanjutkan pekerjaan nya yang sebenarnya tengah menumpuk,namun pikirannya belum bisa tenang sebelum ia bertemu dengan Meera,walau faktanya hanya ada perdebatan di antara mereka saat bertemu.

1
KIM TAMIE
kenyang tamparan maut khan EL 🤭.
abis digampar Meera, sekarang bapaknya Meera, btw gpp namanya juga usaha, kerahkan seluruh usaha dan sabarmu ya EL
Ganbatte 💪
Leha Leha
Thor bz ke Tk up😭
Siti Naimah
lhoh apa urusan nya kok si Rafael sampai memukul gio? ya salah sendiri kenapa mutusin Meera.. akhir nya jadi sewot sendiri 🤭
Siti Naimah
kenapa sih Rafael kok masih aja mengganggu hidup nya Meera?kan dia sendiri yang mutusin Meera?
harus konsekuen dong dengan pilihan nya...ya sana jalan aja atau berkencan sama si Camelia..kan ngebet banget sama pangeran 😄
Siti Naimah
sukurin lho Rafael...makanya memutuskan apa2 harus dipikir mendalam dulu.jika alasannya Meera itu gadis manja kan bisa belajar untuk menjadi dewasa?mau dapat ganti seperti si Camelia itu?🤭
Siti Naimah
betul banget Meera...kamu harus mengambil sikap tegas.. tunjukkan bahwa kamu kuat dan bisa mandiri 👍
Siti Naimah
iih..si camel kok kayak gak rela Meera mau menemui pangeran? kelihatan banget kalau si camel hatinya gak baik.yakin si Rafael mau membuang Meera dan memilih si Camelia?🤣
Siti Naimah
kebayang betapa panasnya hati Rafael 🤭
Siti Naimah
kira2 pihak mana ya yang mencelakai Meera? semoga cepat ketahuan dan ketangkep
KIM TAMIE
selamat berjuang EeLLLLLL.
ini pasti akan sedikit lebih sulit.
Meeramu sudah berubah, dia bukan lagi Meera yg dulu
Siti Naimah
lhoh katanya Rafael berencana mau putus sama Meera? hla kok begitu Meera coba dekat dikit sama yg Laen kok udah merasa panas sih? gak boleh egois dong
Siti Naimah
walah2 pangeran Rafael..sok2 an kamu mau putusin Meera..bisa2 berubah jadi linglung lho...apalagi jika Meera bakal dideketin sama cowok2 kece...terus elo dapat ganti cewek yg tidak lebih baik dibanding Meera....
merana deh🤣
Siti Naimah
begitu kejamnya sosial media...
Meera kamu harus semakin kuat..
belajar menghadapi tantangan hidup
yg tentu tidak mudah.. yakinkan diri bahwa kamu kuat kamu bisa💪💪
KIM TAMIE
bagus Meera, jangan mau dikendalikan dia, dia udah bukan siapa2 elu lagi
Leha Leha
Ingat kan di culik meera dgn Rafael thor Rupanye lg ade perasaan
Leha Leha
Jgn lama Lama up thor 🙏🙏🙏bg la lebih episode kesian org tunggu tunggu tiap minit di buka tgk Tk ade
Siti Naimah
kenapa minum obat kok mendadak dihaluskan?kan jadi terasa pahit.. mending langsung ditelan aja jadi ga terasa pahit nya
Siti Naimah
oh memelas banget keadaan hatinya Meera..ternyata Rafael kirim bunga bukan atas kemauan sendiri..tapi atas suruhan bundanya.makanya Meera pandai2lah menata hatimu agar jangan sampai patah.kamu masih muda perjalanan hidup masih panjang
KIM TAMIE
anak gadis orang mau lu bawa kemana EeLLLLL
KIM TAMIE: Hahaha...sesuai harapan readers ya kak 😂
total 2 replies
Siti Naimah
gayamu Rafael...mau putus hubungan sama Meera...nanti nyesel lho. apalagi jika dapat ganti yang tidak sesuai dengan ekspektasinya..bisa nyahok🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!