Di Benua Langit Biru, hukum kultivasi berlaku mutlak: fokus pada satu elemen murni adalah satu-satunya jalan pintas menuju keabadian. Mereka yang lahir dengan banyak elemen justru dianggap memiliki meridian cacat—sebuah wadah bocor yang hanya akan memperlambat kultivasi dan berakhir sebagai sampah masyarakat.
Namun, takdir justru menertawakan Ling Yun. Ia lahir dengan kutukan terjahat: memeluk empat elemen utama bumi sekaligus—Tanah, Air, Api, dan Udara—di dalam satu tubuh. Dicaci, dikhianati, dan dibuang oleh dunianya, ia menolak untuk berlutut pasrah pada nasib. Dengan tekad seteguh karang, ia merayap dari titik terendah demi membalikkan takdir langit.
Menggenggam bara api, membelah samudra, menggoncang bumi, dan memotong badai, Ling Yun menantang dunia:
"Siapa bilang empat elemen adalah sampah? Dengan empat elemen ini, aku akan menghancurkan para dewa yang angkuh, membakar kesombongan langit, dan menulis ulang hukum alam semesta!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blizzardauthor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Balas Budi Ling Yun
Malam akhirnya tiba. Puncak bukit Divisi Alkimia benar-benar sunyi, jauh dari kebisingan asrama pelayan yang biasa mereka tinggali. Ling Yun berdiri di tengah halaman paviliun, melirik sembilan batu array yang sudah ditanamnya di posisi khusus.
Dengan satu jentikan jari yang santai, Ling Yun mengalirkan secercah energinya ke tanah.
WUSH!
Seketika itu juga, Formasi Pusaran Qi Sembilan Langit aktif. Kabut putih yang sangat tebal langsung keluar dari tanah, menyelimuti seluruh area paviliun dalam hitungan detik. Dari luar, tempat ini sekarang terlihat seperti puncak gunung biasa yang berkabut, benar-benar menutup pandangan dan radar indra spiritual orang-orang Aula Pengawas yang mungkin sedang mengintai di bawah bukit.
"Sempurna. Formasi ini akan menyembunyikan semua aktivitas kami malam ini," batin Ling Yun puas.
Dia kemudian melangkah masuk ke dalam paviliun. Di sana, Lu Han sudah menunggu dengan cemas di depan kuali perunggu kecil dan beberapa kotak tanaman obat yang mereka bawa tadi sore.
"Yun, kabut di luar tebal sekali! Apa itu bagian dari kemampuanmu?" tanya Lu Han takjub, matanya berbinar-binar melihat ke arah jendela.
"Hanya trik kecil untuk mengusir lalat yang mengganggu," jawab Ling Yun santai sambil mendekati kuali obat. "Sekarang, mari kita fokus pada urusanmu, Kakak Lu."
Ling Yun membuka kotak-kotak tanaman obat. Di mata murid lain, ini hanyalah tanaman obat liar kualitas rendah yang tidak berguna. Namun, dengan bimbingan rahasia dari Mutiara Primordial Empat Penjuru di kepalanya, Ling Yun tahu persis cara meracik bahan-bahan "sampah" ini menjadi obat tingkat tinggi.
Dia menggerakkan tangannya dengan sangat cepat dan lincah. Tanpa membutuhkan api kompor, Ling Yun menggunakan energi spiritualnya sendiri untuk memeras sari-sari murni dari tanaman tersebut dan memasukkannya ke dalam kuali. Hanya dalam beberapa menit, cairan hijau bening yang memancarkan aroma segar yang menenangkan telah siap.
"Minum ini, Kak. Rasanya mungkin agak pahit, tapi ini akan membersihkan semua kotoran di dalam tubuh mu," ucap Ling Yun sambil menuangkan ramuan itu ke sebuah mangkuk kecil.
Lu Han menelan ludah. Tanpa ragu sedikit pun karena dia sangat percaya pada Ling Yun, dia langsung meminum cairan itu sampai habis dalam sekali teguk.
"Ugh... pahit sekali!" Lu Han meringis, namun sedetik kemudian, wajahnya mendadak memerah. "Yun! Ada yang aneh... dadaku rasanya panas seperti terbakar!"
"Duduk bersila dan pejamkan matamu, Kak. Jangan dilawan, biarkan aku yang mengarahkannya," perintah Ling Yun dengan nada suara yang tegas namun menenangkan.
Lu Han segera duduk bersila di lantai. Ling Yun melangkah ke belakang tubuh Lu Han, lalu menempelkan telapak tangan di punggung kakaknya itu. Ling Yun mengalirkan energi spiritual murninya untuk menuntun ramuan obat tadi mengalir ke seluruh pembuluh darah Lu Han.
Tugas Ling Yun kali ini adalah menghancurkan sumbatan di meridian tubuh Lu Han yang sudah mengeras karena usia. Hal ini terbilang sangat mustahil dilakukan mengingat status Ling Yun saat ini adalah oleh seorang murid. Namun berkat pengetahuan yang ia peroleh dari harta yang ia dapatkan, ini hanyalah masalah ketelitian.
POP! POP! POP!
Terdengar suara letupan-letupan kecil dari dalam tubuh Lu Han saat sumbatan di meridiannya berhasil ditembus satu per satu oleh energi Ling Yun. Keringat hitam yang berbau tidak sedap mulai keluar dari pori-pori kulit Lu Han.
Meskipun menahan rasa sakit yang luar biasa, Lu Han tetap menggertakkan giginya dan bertahan demi impiannya menjadi seorang kultivator.
Setelah hampir satu jam berlalu, Ling Yun akhirnya menarik kembali tangannya. Tepat pada saat itu, udara di sekitar Lu Han bergetar halus. Energi spiritual alam di dalam ruangan mulai terserap masuk ke dalam dada Lu Han secara alami.
Lu Han membuka matanya, dan untuk pertama kalinya, matanya memancarkan kilatan cahaya yang jernih. Dia menatap kedua tangannya dengan rasa tidak percaya. Tubuhnya terasa seringan kapas, dan dia bisa merasakan ada aliran energi hangat yang mengalir di perut bagian bawahnya.
"Yun... aku... aku bisa merasakan energinya! Aku beneran bisa merasakan Qi!" seru Lu Han dengan suara gemetar karena terlalu bahagia. Dia telah resmi melintasi gerbang fana dan menjadi kultivator Ranah Pengumpulan Qi Tahap Awal!
Ling Yun tersenyum hangat, merasa bangga dengan kegigihan kakaknya. "Selamat, Kakak Lu. Sekarang kamu bukan lagi orang biasa. Mandilah dan bersihkan tubuhmu, lalu lanjutkan meditasi untuk menstabilkan energimu. Untuk saat ini seperti itu dulu, besok pagi akan kuberi tahu langkah berikutnya."
"Siap, Yun! Terima kasih banyak!" Lu Han langsung berlari menuju kamar mandi dengan langkah yang sangat ringan dan penuh semangat.
Setelah Lu Han pergi, suasana paviliun kembali sunyi. Ling Yun berjalan ke tengah ruangan, lalu duduk bersila di atas sebuah bantalan giok. Di sekelilingnya, kabut putih dari formasi yang dia buat semakin tebal, memampatkan energi Qi di dalam ruangan hingga menjadi sangat padat.
"Sekarang, giliranku," batin Ling Yun dengan kepala dingin.
Dia memejamkan mata, mulai mengaktifkan teknik kultivasi kunonya untuk menyedot energi spiritual di sekitarnya dan mulai berkultivasi dengan teknik fondasi empat elemennya. Napas Ling Yun perlahan menjadi sangat teratur, tenggelam sepenuhnya dalam konsentrasi tingkat tinggi seiring malam yang semakin larut.
Namun, tepat di sepertiga malam yang sunyi, indra jiwa Ling Yun mendadak menangkap sebuah getaran aneh. Formasi Pusaran Qi Sembilan Langit miliknya yang super ketat tiba-tiba mendeteksi adanya pergerakan, menandakan ada seseorang yang berhasil menyelinap masuk melewati kabut tebal di halaman tanpa merusak garis formasi sedikit pun.
Mata Ling Yun perlahan terbuka di dalam kegelapan ruangan. Dari balik pintu paviliun yang terbuka sendiri tanpa suara, sesosok kakek tua misterius berjubah rami sederhana tampak melangkah masuk dengan santai sembari melemparkan senyuman hangat ke arahnya—sebuah kehadiran tak terduga dari orang terkuat di sekte yang seketika menghentikan keheningan malam itu.
Bersambung
~ Salam hangat dari author jangan lupa tinggalkan jejak ya. semoga sehat selalu untuk saudara-saudara se ras ku.